Definisi

Apa itu dislipidemia?

Dislipidemia adalah kondisi yang terjadi saat kadar lemak dalam aliran darah terlalu tinggi atau terlalu rendah. Lipid (lemak), bersama dengan protein dan karbohidrat, adalah komponen utama dari sel-sel hidup. Kolesterol dan trigliserida adalah jenis  lipid yang tersimpan dalam tubuh dan berperan sebagai sumber tenaga.

Jenis-jenis umum dari dislipidemia adalah:

  • Kadar tinggi dari low-density lipoprotein (LDL atau kolesterol “jahat”)
  • Kadar rendah dari high-density lipoprotein (HDL atau kolesterol “baik”)
  • Kadar tinggi dari trigliserida.

Seberapa umumkah dislipidemia?

Dislipidemia sangat umum terjadi dan dapat menyerang pasien dengan usia berapapun. Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dislipidemia?

Dislipidemia tidak memiliki gejala. Tes darah adalah satu-satunya cara untuk mendeteksi kondisi ini.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Tanyakan pada dokter apakah Anda dapat melakukan tes darah. Rekomendasi untuk usia pemeriksaan pertama bervariasi. Tes ulang biasanya dilakukan setiap 5 tahun.

Apabila hasil tes tidak menunjukkan kisaran yang memuaskan, dokter dapat merekomendasikan pengukuran yang lebih sering. Dokter juga dapat menyarakan Anda melakukan tes yang lebih sering jika Anda memiliki riwayat keluarga terhadap dislipidemia, penyakit jantung atau tekanan darah tinggi.

Penyebab

Apa penyebab dislipidemia?

Berikut ini hal-hal yang dapat menyebabkan dislipedia atau memperparah kondisi Anda:

  • Pola makan yang tidak sehat yang tinggi akan lemak jenuh dan gula, obesitas dan gaya hidup yang jarang bergerak.
  • Obat-obatan tertentu seperti estrogen, obat-obatan HIV juga dapat menyebabkan tingginya kadar trigliserida.

Dislipidemia juga bisa disebabkan oleh faktor yang tidak dapat Anda ubah, misalnya karena keturunan alias bawaan genetik. Penyebab gangguan lipid turunan perlu ditinjau apabila terdapat riwayat keluarga yang kuat, terutama apabila penyakit kardiovaskular terjadi pada anggota keluarga di usia yang muda (≤55 pada pria dan ≤65 pada wanita).

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk dislipidemia?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko Anda mengalami dislipidemia, yaitu:

  • Diabetes mellitus: kadar gula darah tinggi berkontribusi pada kolesterol LDL yang lebih tinggi dan kolesrol HDL yang lebih rendah. Gula darah yang tinggi juga merusak lapisan arteri Anda.
  • Riwayat keluarga terhadap penyakit kardiovaskular sebelum usia 50 pada kerabat pria atau usia 60 pada kerabat wanita.
  • Riwayat keluarga yang menunjukkan hyperlipidemia pada keluarga.
  • Beberapa faktor risiko penyakit arteri koroner (penggunaan tembakau, hipertensi, obesitas).
  • Pola makan yang buruk: mengonsumsi lemak jenuh yang ditemukan pada produk hewan dan lemak trans pada beberapa kue dan crackers.
  • Obesitas.
  • Lingkar pinggang yang besar: risiko meningkat apabila Anda seorang pria dengan lingkar pinggang lebih dari 102 cm atau wanita dengan lingkar pinggang lebih dari 89 cm.
  • Kurangnya olahraga.
  • Merokok dapat merusak dinding pembuluh darah, membuatnya lebih mudah mengakumulasi timbunan lemak.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dislipidemia didiagnosis?

Tes darah adalah satu-satunya cara untuk mendiagnosis dislipidemia. Tes darah dapat melihat kadar kolesterol dan umumnya menunjukkan:

  • Total kolesterol
  • Kolesterol LDL
  • Kolesterol HDL
  • Trigliserida.

Untuk pengukuran yang paling akurat, jangan mengonsumsi apapun (selain air) selama 9-12 jam sebelum sampel darah diambil.

Apa saja pengobatan untuk dislipidemia?

Perubahan gaya hidup seperti berolahraga dan mengonsumsi pola makan sehat adalah langkah pertama untuk melawan dislipidemia. Namun, jika Anda telah melakukan perubahan gaya hidup ini dan kondisi Anda masih belum membaik, dokter akan merekomendasikan pengobatan.

Pilihan spesifik obat-obatan atau kombinasi obat tergantung dari berbagai faktor, termasuk faktor risiko individu, usia, kondisi kesehatan dan kemungkinan efek samping. Pilihan umumnya meliputi:

  • Statin: statin menghambat zat yang diperlukan hati untuk menghasilkan kolesterol. Hal ini menyebabkan hati Anda mengeluarkan kolesterol dari darah. Statin juga dapat membantu tubuh menyerap kembali kolesterol dari timbunan pada dinding arteri, berpotensi mencegah penyakit arteri koroner. Pilihan meliputi: atorvastatin (Lipitor), fluvastatin (Lescol), lovastatin (Altoprev), pitavastatin (Livalo), pravastatin (Pravachol), rosuvastatin (Crestor), and simvastatin (Zocor).
  • Resin pengikat asam empedu: hati menggunakan kolesterol untuk menghasilkan asam empedu, zat yang diperlukan untuk pencernaan. Obat-obatan seperti cholestyramine (Prevalite), colesevelam (Welchol), and colestipol (Colestid) menurunkan kolesterol secara tidak langsung dengan mengikat asam empedu. Hal ini menyebabkan hati untuk menggunakan kolesterol berlebih untuk menghasilkan asam empedu, yang mengurangi kadar kolesterol dalam darah.
  • Penghambat penyerapan kolesterol: usus kecil Anda menyerap kolesterol dari makanan dan melepaskannya pada aliran darah. Obat ezetimibe (Zetia) membantu mengurangi kolesterol darah dengan membatasi penyerapan kolesterol dari makanan.
  • Obat suntik: jenis obat baru dapat membantu hati menyerap lebih banyak kolesterol LDL – yang menurunkan kadar kolesterol yang bersirkulasi dalam darah. Alirocumab (Praluent) dan evolocumab (Repatha) dapt digunakan untuk orang-orang dengan kondisi genetik yang menyebabkan tingginya kadar LDL atau pada orang dengan riwayat penyakit koroner yang memiliki intoleransi terhadap statin atau obat kolesterol lainnya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi dislipidemia?

Beberapa produk alami telah terbukti untuk mengurangi kolesterol. Dengan persetujuan dokter Anda, pertimbangkan suplemen dan produk yang menurunkan kolesterol berikut:

  • Jelai (barley)
  • Beta-sitosterol (ditemukan pada suplemen oral dan beberapa margarin seperti Promise Activ)
  • Blond psyllium (ditemukan pada kulit biji dan produk seperti Metamucil)
  • Oat bran (ditemukan pada oat meal dan oat utuh)
  • Sitostanol (ditemukan pada suplemen oral dan beberapa margarin, seperti Benecol).

Jika Anda memutuskan untuk mengonsumsi suplemen penurun kolesterol, ingatlah pentingnya gaya hidup yang sehat. Apabila dokter memberikan Anda obat penurun kolesterol, gunakan sesuai petunjuk. Pastikan dokter mengetahui suplemen apa saja yang sedang Anda gunakan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 9, 2017 | Terakhir Diedit: Juli 9, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan