5 Jenis Suplemen Penurun Kolesterol yang Baik untuk Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Ketika diet khusus dan olahraga rutin masih belum mempan membuat kadar kolesterol menurun, mungkin Anda membutuhkan asupan lain yang dapat membantu mengendalikan kadar kolesterol. Namun, penggunaan obat kolesterol seperti statin biasanya membuat beberapa orang merasa khawatir akan efek samping yang ditimbulkannya. Jika sudah begitu, suplemen penurun kolesterol bisa menjadi salah satu alternatif Anda sebagai upaya untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Suplemen penurun kolesterol yang mungkin dianjurkan dokter

Ada beberapa jenis suplemen penurun kolesterol yang mungkin penggunaannya akan dianjurkan oleh dokter.

1. Minyak ikan

Jika Anda memiliki kadar kolesterol tinggi di dalam tubuh, mengonsumsi suplemen penurun kolesterol seperti suplemen minyak ikan merupakan salah satu alternatif yang bisa dicoba. Kadar omega-3 dalam minyak ikan, yaitu EPA dan DHA, terbukti mampu menurunkan kadar trigliserida hingga 30%, meminimalisir pembengkakan dan pembekuan darah, serta meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Bahkan, menurut sebuah penelitian yang dimuat pada jurnal Lipid in Health and Disease, setelah digunakan selama 12 minggu, minyak ikan dapat menurunkan kadar kolesterol secara drastis sekaligus menurunkan tekanan darah tinggi.

Namun, kadar merkuri serta polutan yang tinggi pada beberapa jenis minyak ikan juga perlu menjadi perhatian. Pilihlah suplemen yang telah teruji klinis bebas dari logam berat seperti merkuri dan timbal serta racun lingkungan lainnya, termasuk bifenil poliklorinat atau PCB.

Belum lagi, Anda juga harus memerhatikan efek samping yang mungkin ditimbulkan saat menggunakan suplemen penurun kolesterol yang satu ini. Pasalnya, suplemen ini dapat menimbulkan sensasi yang kurang mengenakkan, bau mulut, ingin buang angin terus-menerus, mual, muntah, bahkan diare.

Selain itu, Anda juga perlu memerhatikan obat-obatan lain yang Anda konsumsi, mengingat suplemen minyak ikan dapat berinteraksi dengan obat pengencer darah seperti warfarin.

2. Psyllium

Psyllium atau yang lebih dikenal dengan nama Plantago ovata merupakan tanaman yang hanya tumbuh di India. Namun, herbal ini telah lama dikonsumsi sebagai suplemen yang berasal dari sumber serat makanan alami.

Tanaman ini termasuk jenis serat larut air yang bisa melarutkan kolesterol dan menurunkan trigliserida serta kolesterol total, terutama bagi penderita diabetes tipe 2. Suplemen penurun kolesterol yang mengandung psyllium bisa menjadi alternatif pilihan untuk membantu Anda menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Meski begitu, Anda perlu memerhatikan jumlah psyllium yang harus dikonsumsi setiap harinya demi menurunkan kadar kolesterol. Dalam satu hari, Anda hanya membutuhkan 10-20 gram psyllium yang dikonsumsi tiga kali sehari sebelum makan.

Pastikan setiap mengonsumsi suplemen yang dapat menurunkan kolesterol ini, Anda juga minum banyak air setelahnya. Pasalnya, jika tidak, Anda bisa saja mengalami pembengkakan atau penyumbatan pada esofagus. Selain itu, mengonsumsi ini juga dapat menimbulkan efek samping seperti buang angin, perut kembung, diare, atau justru konstipasi.

Selain itu, suplemen ini juga bisa mengurangi kemampuan usus menyerap beberapa nutrisi seperti kalsium, zat besi, zinc, dan vitamin B12.

3. Niacin

Niacin merupakan suplemen vitamin B yang dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesterol jahat (LDL) hingga 30 persen. Suplemen ini perlu diminum dalam dosis besar agar efeknya dapat terasa, yakni sebanyak 1-3 gram sehari.

Sama seperti suplemen penurun kolesterol lainnya, penggunaan niacin juga dapat menimbulkan efek samping seperti sakit kepala, mual, muntah, gatal, dan kemerahan. Dalam kasus yang langka, suplemen penurun kolesterol ini juga bisa menyebabkan kerusakan hati jika dikonsumsi jangka panjang.

4. Sterol dan stanol

Phystosterol atau yang dikenal sebagai sterol dan stanol merupakan senyawa yang terbukti menurunkan kolesterol jahat hingga 9-20 persen. Suplemen penurun kolesterol yang memiliki kandungan phystosterol ini mampu mengurangi risiko penyakit jantung jika dikonsumsi sebesar 400 mg per dosis setiap  hari.

Namun, seperti suplemen penurun kolesterol lainnya, suplemen ini juga memiliki efek samping, seperti diare, sembelit, mual, dan dapat berinteraksi dengan obat-obatan kolesterol lainnya.

5. Koenzim Q10 (CoQ10)

Senyawa ini termasuk dalam golongan antioksidan kuat yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dengan menurunkan kadar kolesterol buruk dalam tubuh. Selain itu, CoQ10 juga dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Belum lagi, CoQ10 dianggap dapat mengurangi efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan obat-obatan kolesterol seperti statin. Ya, CoQ10 diduga dapat meredakan sakit otot yang terjadi karena statin.

Namun, penelitian ini baru dilakukan pada tikus dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut apakah bekerja dengan efektif pada manusia.

Selain mengonsumsi suplemen penurun kolesterol hingga obat herbal untuk kolesterol, Anda juga disarankan untuk mengubah pola makan demi membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah yang sudah terlalu tinggi. Sebagai contoh, kurangi makanan tinggi kolesterol dan perbanyak makanan seperti serat yang dapat menurunkan kadar kolesterol.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit