Komunitas adalah ruang aman tempat Anda dapat terhubung dengan anggota lain, mengomentari topik yang Anda minati, dan menerima saran tepercaya dari pakar medis seputar masalah kesehatan yang penting.
Pernahkah leher Anda terasa kaku? Kondisi ini bahkan bisa muncul pada malam atau pagi hari saat Anda baru bangun tidur. Lalu, kira-kira apa penyebab dari leher yang kaku, dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkap mengenai leher kaku berikut ini.
Tanda dan gejala dari leher kaku
Leher kaku dan sakit merupakan sebuah keluhan yang cukup umum terjadi pada sistem gerak tubuh. Kondisi ini ditandai dengan rasa tidak nyaman yang dirasakan di bagian leher atau di sekitarnya.
Biasanya, leher Anda akan terasa kencang dan tegang serta sakit hingga kesulitan untuk menengok atau menoleh.
Tanda dan gejala yang muncul tergantung pada tingkat keparahannya. Artinya, gejala yang muncul mungkin bervariasi dan berbeda-beda pada tiap individu.
Berikut adalah gejala umum dari sakit leher atau leher kaku yang mungkin pernah Anda alami.
Rasa sakit yang memburuk dan terasa di area kepala dan leher dan bertahan untuk waktu yang lama.
Rasa sakit mencapai bagian tubuh lain, seperti bahu, lengan, dan ruas-ruas jari.
Leher terasa lemah, kaku, dan terkadang mati rasa.
Mungkin ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran terhadap suatu gejala tertentu, konsultasikanlah kepada dokter.
Berbagai kemungkinan penyebab leher kaku
Leher yang terasa kencang atau tegang mengindikasikan adanya masalah pada struktur leher. Hal ini bisa menyerang otot, urat, ligamen, dan tulang yang terdapat di area leher.
Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab leher tegang dan kaku.
1. Cedera ringan pada leher
Salah satu penyebab dari leher kaku dan sakit adalah kejang otot.
Biasanya, kejang otot pada leher terjadi karena adanya cedera leher ringan yang dipicu oleh beberapa hal, mulai dari postur tubuh yang buruk hingga aktivitas fisik yang terlampau berat.
Postur tubuh yang kurang baik umumnya dilakukan oleh hampir semua orang ketika melakukan kegiatan-kegiatan di bawah ini.
Melakukan gerakan memiringkan kepala terlalu lama.
Tidur dengan posisi kepala atau leher yang salah.
Bekerja di depan komputer dengan posisi membungkuk.
Terlalu lama menonton TV atau membaca buku.
Berkebun.
Melihat ponsel dengan posisi menunduk terlalu lama.
Kondisi-kondisi tersebut dapat menyebabkan otot pada leher mengalami ketegangan, bahkan berpotensi terkilir atau keseleo.
Selain pada orang dewasa, gangguan muskuloskeletal yang menyerang sistem otot dan sistem rangka di area leher ini juga bisa dialami oleh anak-anak.
2. Cedera whiplash
Cedera whiplash adalah kondisi ketika kepala dan leher Anda tersentak secara tiba-tiba ke depan dan belakang.
Whiplash merupakan istilah lain yang digunakan untuk keseleo leher. Kondisi ini dapat menyebabkan jaringan lunak pada leher dan tulang belakang tertarik dan mengalami kerusakan.
Umumnya, cedera whiplash terjadi saat seseorang mengalami kecelakaan kendaraan bermotor.
Namun, gangguan pada sistem gerak ini juga mungkin saja terjadi saat Anda naik roller coaster dan aktivitas yang memungkinkan kondisi ini terjadi.
3. Arthritis
Penyebab leher kaku dan tegang juga bisa berupa arthritis. Dua jenis dari arthritis, yaitu spondylosis dan osteoarthritis dapat menyebabkan leher terasa sakit dan sulit digerakkan.
Kondisi ini terjadi karena bantalan tulang rawan di antara ruas-ruas tulang belakang mulai terkikis.
Apabila tulang rawan menipis, tubuh Anda dapat membentuk taji tulang yang memengaruhi pergerakan sendi dan menyebabkan rasa sakit di area leher dan kepala yang berkaitan dengan tekanan pada saraf.
Selain kedua jenis arthritis yang telah disebutkan, rheumatoid arthritis juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya rasa kaku dan sakit di area leher.
4. Meningitis
Meningitis adalah peradangan pada cairan dan membran yang mengelilingi otak dan tulang belakang. Biasanya, penyakit ini lebih sering dikenal sebagai radang selaput otak.
Meningitis biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Akan tetapi, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, parasit, atau infeksi jamur.
Meningitis juga dapat menjadi penyebab kaku dan sakit leher pada anak.
Kondisi kesehatan ini umumnya menimbulkan pembengkakan yang memicu gejala seperti sakit kepala, demam, dan leher belakang kaku.
5. Stres
Stres juga termasuk ke dalam salah satu penyebab leher kaku, terutama di area belakang leher. Ini karena ketika Anda sedang mengalami stres, otot-otot Anda menjadi tegang.
Leher kaku sering kali menjadi sinyal awal yang menandakan bahwa Anda sedang merasa stres.
6. Gangguan degeneratif
Beberapa gangguan degeneratif, yaitu gangguan yang terjadi akibat proses penuaan, juga dapat menjadi penyebab leher tegang.
Ini terutama gangguan degeneratif yang berkaitan dengan sendi, tulang belakang, otot, dan bagian lain dari leher Anda. Kondisi ini dapat terjadi dari penuaan atau dari kondisi kesehatan lain.
7. Penyebab lainnya
Beberapa masalah kesehatan lainnya yang dapat mengakibatkan leher terasa kaku, di antaranya sebagai berikut.
Rasa kaku pada leher sebenarnya bisa sembuh atau membaik dengan sendirinya dalam kurun waktu 1—2 minggu, tapi mungkin benar-benar hilang dan tidak kumat lagi setelah melalui 8—12 minggu.
Meski kaku dan sakit leher tergolong tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya, Anda mungkin akan sering merasa terganggu dengan kondisi ini.
Oleh sebab itu, cobalah pengobatan dan perawatan yang bisa Anda lakukan berikut ini.
1. Penggunaan obat-obatan pereda rasa sakit
Jika rasa kaku pada leher sudah tak tertahankan lagi, cobalah untuk mengonsumsi obat-obatan yang dapat membantu meredakan atau meringankan sakitnya.
Obat pereda rasa sakit seperti paracetamol merupakan salah satu obat yang efektif mengatasi leher kaku.
Lalu, ada juga obat-obatan pereda nyeri otot atau non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), seperti ibuprofen dan naproxen, yang bisa membantu mengurangi rasa sakitnya.
Namun, penggunaan obat ini tentu lebih baik jika diresepkan oleh dokter.
Pasalnya, obat-obatan NSAIDs dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain, seperti obat pengencer darah (warfarin).
Oleh sebab itu, lebih baik tanyakan terlebih dahulu kepada dokter atau apoteker sebelum Anda mengonsumsi obat-obatan tersebut.
2. Terapi fisik
Jika Anda tidak terlalu suka menggunakan obat-obatan untuk mengatasi leher kaku dan sakit, ada beberapa terapi yang bisa dilakukan.
Namun, salah satu jenis terapi yang paling sering dilakukan untuk mengatasi kondisi ini adalah terapi fisik atau fisioterapi.
Terapi ini bermanfaat untuk membantu Anda membenarkan postur tubuh dan membantu leher kembali berfungsi dengan normal.
Terapi ini juga bisa dilakukan untuk mencegah timbulnya kembali rasa sakit dan kaku pada leher.
Selain terapi fisik, beberapa jenis terapi yang bisa dilakukan adalah transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) dan terapi traction dan imobilisasi jangka pendek.
3. Operasi
Menurut Mayo Clinic, tindakan operasi juga bisa menjadi alternatif untuk leher yang kaku dan tegang.
Apalagi, jika penggunaan obat-obatan dan terapi tidak berhasil dilakukan. Dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani prosedur bedah atau operasi.
Namun, prosedur ini sangat jarang dilakukan, mengingat angka kejadian kasus leher kaku yang parah sangat rendah.
4. Kompres air dingin atau air hangat
Cara mengatasi leher kaku yang paling mudah adalah meringankan rasa sakitnya dengan kompres. Cara ini sangat cocok dilakukan pada hari kedua atau ketiga setelah leher terasa tidak nyaman.
Untuk kompres, Anda boleh menggunakan air dingin maupun air hangat. Suhu dingin dan panas dari kompres ternyata dapat merelaksasi otot yang tegang. Ini bisa merelaksasi otot leher yang kaku.
Kompreslah selama 20 menit, baik menggunakan air panas maupun dingin. Tidak disarankan untuk mengompresnya lebih dari 20 menit atau seharian karena bisa menimbulkan masalah pada kulit.
5. Mendongakkan dan menundukkan kepala
Ini adalah gerakan paling dasar untuk mengatasi leher kaku.
Anda bisa melakukannya sambil duduk maupun berdiri. Awali dengan posisi tegak sambil menghadap ke depan, lalu ikuti langkah-langkah berikut.
Turunkan dagu Anda ke arah dada dan tahan selama 15—30 detik. Jaga agar otot-otot Anda tetap rileks, lalu angkat kepala Anda perlahan.
Naikkan dagu Anda ke atas sehingga bagian dasar kepala Anda terbawa ke belakang. Tahan selama 10 detik, kemudian kembalilah ke posisi semula.
Ulangi kedua gerakan tersebut beberapa kali. Lakukan dengan rutin setiap hari.
6. Memiringkan kepala
Gerakan peregangan ini bisa melenturkan otot leher secara efektif sehingga ampuh untuk mengatasi leher yang kaku.
Untuk melakukannya, berdirilah dengan kedua kaki membuka selebar bahu dan lengan berada pada sisi tubuh Anda. Kemudian, ikuti langkah berikut.
Miringkan kepala Anda ke kanan seolah ingin menyentuh bahu dengan telinga. Berhentilah saat Anda merasakan otot leher meregang.
Tahan selama 5—10 detik, lalu kembalilah ke posisi awal.
Ulangi gerakan yang sama ke arah kiri. Lakukan hingga 10 kali pengulangan.
Untuk menambah kelenturan leher, Anda juga bisa meletakkan telapak tangan di atas kepala yang miring. Tekan secara perlahan dengan jari-jari Anda, dan berhentilah jika leher mulai terasa nyeri.
7. Kurangi stres dan perhatikan kembali aktivitas fisik
Stres dapat menimbulkan ketegangan pada otot Anda. Ini bisa menyebabkan leher Anda menjadi kaku.
Nah, cara untuk mengurangi stres dan mengatasi leher kaku yang bisa Anda pilih, antara lain sebagai berikut.
Melakukan meditasi dengan mengatur napas dan menenangkan pikiran Anda.
Meluangkan diri untuk melakukan hobi, seperti mendengarkan musik, merajut, melukis, dan lain-lain.
Mengambil cuti kerja untuk liburan.
Seimbangkan semua itu dengan aktivitas fisik seperti olahraga. Aktivitas seperti yoga dan berenang bisa membantu mengurangi stres di otak serta risiko gangguan muskuloskeletal selama dilakukan dengan benar.
Kesimpulan
Leher kaku adalah kondisi umum yang menyebabkan leher sulit digerakkan dan terasa sakit.
Penyebabnya beragam, mulai dari postur tubuh yang buruk, cedera ringan, arthritis, hingga stres dan meningitis.
Gejalanya meliputi nyeri yang menjalar ke bahu atau lengan, kejang otot, dan kesulitan menggerakkan kepala.
Sebagian besar kasus dapat membaik dalam 1–2 minggu dengan perawatan mandiri seperti penggunaan obat pereda nyeri, terapi fisik, dan menjaga postur tubuh yang baik.
Namun, jika gejala tidak membaik atau semakin parah, disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter untuk penanganan lebih lanjut.
[embed-health-tool-bmi]
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Neck pain. (2022). Retrieved 2 May 2025, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/neck-pain/diagnosis-treatment/drc-20375587
Meningitis. (2024). Retrieved 2 May 2025, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/meningitis/symptoms-causes/syc-20350508
Neck pain. (n.d.). Retrieved 2 May 2025, from https://www.versusarthritis.org/about-arthritis/conditions/neck-pain/
Neck Pain. (n.d.). Retrieved 2 May 2025, from https://www.aans.org/patients/conditions-treatments/neck-pain/
Neck pain: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (n.d.). Retrieved 2 May 2025, from https://medlineplus.gov/ency/article/003025.htm
Versi Terbaru
15/05/2025
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Ditinjau secara medis olehdr. Carla Pramudita Susanto