Apa Itu Dermatitis Atopik (Eksim)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu dermatitis atopik (eksim)?

Dermatitis atopik adalah penyakit kulit kronis yang membuat kulit meradang, gatal, kering, dan pecah-pecah. Kondisi ini biasanya menyerang kulit kepala, dahi dan wajah terutama pipi. 

Dermatitis atopik merupakan penyakit yang lebih dikenal dengan nama eksim atau eksim atopik. Penyakit kulit ini dapat menyebabkan gatal-gatal parah yang dapat mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari.

Oleh karenanya, penting untuk mencari pertolongan medis untuk mencegah gejala semakin memburuk. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Namun perawatan yang tepat bisa membantu mengendalikan dan meringankan gejalanya.

Seberapa umumkah dermatitis atopik (eksim)?

Eksim atopik adalah kondisi yang sangat sering menyerang bayi dan anak-anak. Kondisi ini paling sering muncul pada anak di bawah satu tahun dan akan terus berlanjut hingga dewasa secara kambuhan.

Bagi sebagian anak, eksim atopik dapat membaik atau bahkan hilang. Kondisi ini lebih umum terjadi pada orang-orang yang memiliki riwayat keluarga yang mengidap eksim, alergi, atau asma.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja ciri dan gejala dermatitis atopik (eksim)?

Dilansir dari American Academy of Dermatology, dermatitis atopik biasanya menunjukkan gejala yang berbeda pada bayi, anak-anak, dan orang tua. Berikut berbagai gejalanya sesuai kelompok usia:

Pada bayi

Biasanya gejala muncul saat anak berusia 2 sampai 3 bulan. Kemunculan awalnya umumnya ditandai dengan:

  • Ruam yang muncul tiba-tiba
  • Kulit kering, bersisik, dan gatal
  • Muncul di kulit kepala dan wajah terutama di pipi (bisa juga muncul di area lain)
  • Biasanya sisik bisa retak dan meneteskan cairan
  • Sulit tidur karena kulit terasa sangat gatal
  • Munculnya infeksi akibat menggaruk kulit hingga terluka

Pada anak-anak

Pada anak-anak kondisi ini biasanya muncul di usia 2 tahun hingga masa pubertas. Adapun berbagai gejala yang biasanya muncul yaitu:

  • Ruam terutama di lipatan siku atau lutut. Namun bisa muncul juga di leher, pergelangan tangan, kaki, atau lipatan bokong dan kaki
  • Rasa gatal yang tak tertahankan di area kulit yang meradang
  • Permukaan kulit bergelombang karena ada tonjolan atau penebalan kulit yang kadang permanen
  • Kulit di area yang terkena lebih terang atau lebih gelap

Pada orang dewasa

Sebenarnya dermatitis atopik jarang muncul pada orang dewasa. Sekitar 5o persen orang dewasa dengan penyakit ini biasanya sudah pernah terserang di masa kanak-kanak. Adapun berbagai gejala yang biasanya ditunjukkan yaitu:

  • Muncul di lipatan siku atau lutut dan tengkuk
  • Menyerang bagian tubuh dengan area yang cukup luas
  • Bisa menyerang area di sekitar mata
  • Membuat kulit menjadi sangat kering
  • Menyebabkan rasa gatal yang tak tertahankan
  • Menyebabkan kulit menjadi lebih bersisik
  • Menyebabkan infeksi kulit

Ketika seseorang terkena kondisi ini selama bertahun-tahun, bercak kulitnya akan terlihat lebih tebal dan gelap dibandingkan dengan bagian kulit lainnya. Selain itu, kulit yang menebal juga bisa terasa gatal setiap saat.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus segera periksa ke dokter bila mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Sulit tidur karena rasa gatal memburuk di malam hari
  • Aktivitas sehari-hari menjadi terganggu
  • Kulit terasa sakit
  • Kulit terlihat terinfeksi misalnya dengan muncul garis-garis merah, nanah, keropeng
  • Perawatan rumahan yang sudah dilakukan tidak membantu meringankan gejala
  • Mata atau pandangan terganggu

Jika Anda atau buah hati mengalami berbagai gejala ini jangan tunda lagi untuk memeriksakannya ke dokter.

Penyebab

Apa penyebab dermatitis atopik (eksim)?

Para peneliti belum mengetahui secara pasti penyebab penyakit kulit yang satu ini. Namun para peneliti percaya beberapa pemicu dapat menyebabkan eksim.

Banyak orang terkena penyakit ini ketika orangtuanya juga memiliki kondisi yang sama. Oleh karena itu, faktor genetik diduga kuat menjadi salah satu penyebab dermatitis atopik. Selain itu, dermatitis atopik juga cenderung muncul pada orang-orang yang memiliki alergi atau asma.

Faktor-faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko terkena dermatitis atopik (eksim)?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko Anda terkena dermatitis atopik, yaitu:

  • Riwayat pribadi atau keluarga terhadap eksim, alergi, hay fever atau asma
  • Mengalami dermatitis kontak yang biasanya dialami oleh pekerja medis
  • Berjenis kelamin perempuan

Sementara itu, faktor-faktor yang meningkatkan risiko pada anak-anak meliputi:

  • Tinggal di area kota
  • Sering dititipkan di tempat penitipan anak
  • Memiliki gangguan hiperaktif (ADHD)

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis dermatitis atopik (eksim)?

Diagnosis untuk eksim atopik cukup sederhana. Dokter kulit umumnya membuat diagnosis dengan memeriksa tampilan kulit Anda. Dokter juga dapat memeriksa apakah Anda merasakan sakit saat area kulit disentuh dan melakukan tes mata untuk melihat apakah mata Anda terpengaruh.

Selain itu, dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan keluarga apakah ada yang pernah memiliki eksim atau tidak.

Tes laboratorium biasanya tidak diperlukan untuk mendiagnosis eksim atopik. Dokter mungkin dapat melakukan tes dari sampel kulit untuk mengesampingkan kemungkinan infeksi lain atau alergi yang Anda miliki.

Apa saja pilihan pengobatan untuk dermatitis atopik (eksim)?

Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan eksim secara total. Namun ada beberapa pilihan pengobatan yang yang dapat meringankan gejala. Adapun tujuan dari perawatan yaitu:

  • Mencegah dermatitis atopik agar tidak memburuk atau kambuh
  • Meringankan rasa sakit dan gatal
  • Mengurangi stres emosional dan pemicu lainnya
  • Mencegah infeksi
  • Menghentikan penebalan kulit

Program pengobatan dapat meliputi kombinasi terapi obat, perawatan kulit, serta perubahan gaya hidup. Terapi obat biasanya meliputi krim yang dapat mengendalikan rasa gatal, peradangan, dan memperbaiki kulit.

Untuk bayi, dokter biasanya tidak akan memberikan banyak obat. Biasanya Anda disarankan untuk sering-sering melumasi kulit bayi dengan minyak, krim, atau salep khusus. Namun jika kondisinya cukup parah, dokter akan meresepkan krim yang aman dan tak akan mengiritasi kulit bayi.

Berikut berbagai pilihan obat eksim yang biasanya diresepkan dokter:

Krim untuk mengendalikan gatal

Krim yang satu ini biasanya diberikan supaya rasa gatal yang dirasakan berkurang. Dengan begitu, keinginan untuk menggaruk bisa dikendalikan. Menggaruk kulit yang eksim tak akan menyembuhkan penyakit melainkan hanya akan memperparah kondisi. Selain bisa mengakibatkan infeksi, hal ini juga bisa memperburuk tampilan kulit.

Biasanya krim atau salep kortikosteroid akan diresepkan untuk membantu meredakan gatal. Namun, Anda wajib mengoleskannya sesuai petunjuk yang diberikan. Pasalnya, terlalu sering menggunakan obat ini bisa menyebabkan efek samping termasuk penipisan kulit.

Selain kortikosteroid, krim yang mengandung inhibitor kalsineurin – seperti tacrolimus (Protopic) dan pimecrolimus (Elidel) – juga bisa membantu mengendalikan gatal dan peradangan. Kedua jenis krim ini biasanya memengaruhi sistem kekebalan tubuh Anda. Tujuannya unutk membantu mengendalikan reaksi kulit beserta gejalanya.

Obat untuk melawan infeksi

Jika eksim sudah mengalami infeksi yang ditandai dengan kemunculan luka terbuka atau retakan yang bernanah, antibiotik jadi salah satu yang akan diresepkan.

Biasanya dokter akan meresepkan antibiotik oles dan juga minum untuk membantu melawan bakteri penyebab infeksi agar tak menyebar luas. Antibiotik minum biasanya diresepkan saat obat oles tak mampu bekerja dengan efektif.

Obat minum untuk mengendalikan peradangan

Untuk kasus yang lebih parah, dokter akan meresepkan kortikosteroid minum seperti prednison. Obat ini cukup efektif tetapi sayangnya tidak bisa dikonsumsi dalam jangka panjang karena efek sampingnya cukup serius.

Efek samping prednison yang paling sering terjadi adalah mual, muntah, mulas, susah tidur, hilang nafsu makan, keringat lebih deras dari biasanya atau tumbuhnya jerawat. Jika efek tersebut berlangsung dalam waktu yang lama atau tambah buruk, segera hubungi dokter.

Suntikan antibodi monoklonal

Dupiluman (Dupixent) termasuk obat yang disetujui oleh Badan Administrasi Pengawas Makanan dan Obat di Amerika Serikat untuk mengatasi eksim parah. Obat ini ditujukan untuk orang-orang yang penyakitnya tak lagi merespon obat-obatan lain.

Dressing basah

Perwatan ini dilakukan dengan cara membungkus area kulit yang bermasalah dengan kortikoseroid oles dan perban basah. Biasanya prosedur ini dilakukan secara intensif untuk orang dengan dermatitis atopik yang sudah parah.

Di awal pengobatan, dokter atau petugas medis akan membantu memasangkan perban ini pada Anda. Namun nantinya Anda juga akan diajari cara memasangnya supaya bisa melakukannya sendiri di rumah.

Terapi cahaya

Prosedur ini dianjurkan untuk orang-orang yang yang kulitnya tidak kunjung membaik meski sudah diberikan obat oles. Selain itu, orang yang eksimnya mudah kambuh setelah perawatan juga biasanya disarankan untuk melakukan terapi cahaya.

Bentuk terapi cahaya yang paling sederhana yaitu fototerapi. Terapi dilakukan dengan memberikan kulit paparan sinar matahari alami secara terkendali. Selain itu, terapi juga bisa menggunakan sinar ultraviolet UVA dan UVB buatan yang terkadang dikombinasikan dengan obat tertentu.

Meski cukup efektif, terapi cahaya jangka panjang bisa menyebabkan penuaan dini pada kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit. Oleh karena itu, terapi cahaya biasanya jarang digunakan untuk bayi dan anak-anak.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi dermatitis atopik (eksim)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi eksim atopik:

Menghindari pemicunya

Dermatitis atopik adalah penyakit kambuhan. Oleh karena itu, Anda perlu tahu apa saja bahan, kondisi, atau apa pun yang bisa memicu penyakit.

Untuk menemukannya, sebaiknya catat makanan, produk, dan hal-hal lain yang Anda konsumsi atau gunakan setiap harinya. Cara ini membantu menemukan faktor pemicu eksim yang mungkin selama ini tidak Anda ketahui dan sadari.

Menjaga kulit tetap lembap

Kulit Anda perlu diberi pelembap setidaknya 2 kali sehari. Gunakan pelembap di seluruh tubuh saat kulit masih lembap setelah mandi agar air terkunci di dalamnya.

Anda dapat memakai minyak atau krim pelembap yang sesuai dengan jenis kulit. Jika ragu, tanyakan pada dokter kira-kira produk apa yang cocok untuk kondisi kulit Anda.

Tidak menggaruk kulit

Menggaruk kulit hanya akan membuat kondisi penyakit menjadi semakin parah. Untuk itu sebisa mungkin tahan keinginan untuk menggaruk kulit. Gunakan pakaian tertutup agar kulit terhindar dari gesekan atau garukan yang bisa melukainya.

Jangan lupa juga untuk rajin menggunting kuku dan jangan membiarkannya panjang. Pasalnya di malam hari ada kemungkinan bahwa Anda akan menggaruk kulit tanpa sadar. Pakai sarung tangan bila perlu saat tidur agar kulit tidak terluka atau lecet akibat digaruk dengan kuku.

Mengompres kulit

Mengompres kulit dengan air dingin atau hangat menjadi salah satu solusi agar rasa gatal bisa berkurang. Anda hanya perlu menyiapkan sebaskom kecil air panas atau dingin lengkap dengan handuk kecilnya.

Kemudian, kompreslah kulit kapan pun terasa gatal. Jangan gunakan air yang terlalu panas karena bisa membuat kulit menjadi semakin kering.

Mandi air hangat

Mandi air hangat membantu meredakan kulit yang terasa gatal. Agar lebih efektif, masukkan baking soda atau oatmeal mentah (koloid) ke dalam bak mandi. Kemudian, berendamlah sekitar 10 hingga 15 menit. Setelahnya, jangan lupa untuk mengoleskan pelembap ke seluruh tubuh saat kondisi kulit masih lembap.

Gunakan sabun berbahan ringan

Saat kulit bermasalah karena dermatitis atopik, ada baiknya untuk mencari sabun berbahan ringan. Hindari sabun yang mengandung pewarna atau parfum karena bisa mengiritasi kulit. Pastikan juga untuk membilas sabun dengan bersih dari kulit dan jangan sampai ada yang tersisa.

Menggunakan humidifier

Humidifier membantu melembapkan udara di rumah Anda. Dengan menjaga udara tetap lembap, Anda akan terhindar dari kulit yang terlalu kering yang bisa memperparah gejala eksim terutama rasa gatal. Namun jangan asal digunakan, pastikan juga untuk rutin membersihkannya agar alat yang satu ini tak jadi sumber penyakit.

Menggunakan pakaian bertekstur halus

Pakaian dengan bahan yang halus dan menyerap keringat mencegah kulit dari iritasi. Saat terkena dermatitis atopik, kulit sangat rentan terluka. Jika kulit terluka, bakteri akan dengan mudah masuk dan menginfeksi yang bisa membuat eksim menjadi semakin parah.

Menghindari stres

Stres dan kecemasan menjadi salah satu pemicu eksim yang bisa membuat kondisinya semakin parah. Untuk itu, usahakan untuk menghindari stres dengan melakukan teknik meditasi ringan seperti menarik napas dalam-dalam.

Selain itu, berolahraga dan melakukan berbagai kegiatan menyenangkan lainnya juga bisa jadi alternatif pereda stres yang bisa dicoba.

Anda juga bisa mencari komunitas orang dengan eksim untuk saling bertukar cerita dan pengalaman. Dengan mengetahui bahwa Anda tidak sendirian, kekhawatiran akan kondisi yang menjadi pemicu stres biasanya otomatis akan berkurang.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Mei 21, 2019 | Terakhir Diedit: Mei 21, 2019

Yang juga perlu Anda baca