Apa itu bronkitis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu bronkitis?

Bronkitis adalah radang pada lapisan saluran bronkial karena infeksi. Bronkus adalah saluran yang membiarkan udara masuk ke dalam dan keluar dari paru-paru. Pengidap bronkitis sering mengalami batuk lendir yang menebal, yang bisa berubah warna. Ada dua jenis bronkitis:

  • Bronkitis akut adalah infeksi jangka pendek yang menyebabkan saluran udara di dalam paru-paru membengkak dan terisi dengan lendir. Jenis akut sering berlangsung selama beberapa minggu.
  • Bronkitis kronis adalah iritasi terus-menerus di saluran bronkial, sering karena merokok. Bronkitis kronis bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Bronkitis kronis jauh lebih parah daripada bronkitis akut.

Seberapa umum kondisi ini?

Kondisi ini pada dasarnya umum terjadi dan dapat mempengaruhi pasien dalam segala golongan usia.  Bronkitis mampu diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit ini?

Gejala umum kondisi ini adalah:

  • Batuk
  • Batuk berdahak, yang mungkin bercampur dengan darah
  • Napas pendek
  • Dada terasa nyeri

Jika Anda mengalami bronkitis akut, Anda mungkin batuk selama beberapa minggu setelah radang sembuh. Namun, apabila Anda terkena bronkitis kronis, Anda mungkin mengalami periode sebelum penyakit memburuk. Pada saat tersebut, Anda mungkin memiliki tanda dan gejala seperti bronkitis akut.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Asma, pneumonia dan bronkitis adalah kondisi yang berbeda, namun punya gejala mirip

Asma, pneumonia bronkitis merupakan penyakit yang terlihat serupa tapi tak sama. Keduanya sama-sama membuat saluran udara menjadi meradang, yaitu membengkak sehingga udara sulit bergerak ke paru-paru. Akibatnya, lebih sedikit oksigen yang masuk. Kekurangan oksigen inilah yang pada akhirnya menyebabkan gejala sesak napas, batuk, dan rasa sesak di dada. Namun, jangan salah, tidak semua gejala pneumonia dan asma juga merupakan gejala bronkitis.

Gejala asma dan bronkitis pada dasarnya hampir sama. Hanya saja terdapat beberapa hal yang membedakan. Mengi, sesak napas, batuk, dan rasa sesak di dada merupakan gejala yang dirasakan baik oleh pengidap asma maupun bronkitis. Selain itu, ada beberapa gejala lainnya yang membedakan yaitu:

Asma

  • Serangan yang bersifat tiba-tiba dan terjadi karena serangkaian pemicu.
  • Gejala asma bisa datang dan pergi.
  • Gejala akan membaik jika diberi obat bronkodilator.
  • Lebih sering timbul suara mengi (napas berbunyi lirih seperti siulan atau ngik-ngik).

Bronkitis

  • Batuk dengan atau tanpa dahak. Biasanya dahak yang dikeluarkan berwarna bening, kehijauan, dan kekuningan.
  • Batuk terus menerus.
  • Pilek.
  • Demam rendah dengan suhu sekitar 37,7 sampai 38,8 derajat Celcius.
  • Badan terasa panas dingin (meriang).
  • Rasa pegal di seluruh tubuh.
  • Gejala bronkitis akan menetap selama infeksi masih berada di dalam tubuh.

Pneumonia

Gejala pneumonia bisa tergolong ringan ataupun parah tergantung dari penyebab, usia, dan kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Gejala yang paling umum adalah:

  • Batuk, yang bisa menghasilkan dahak berwarna kuning, hijau, bahkan berdarah
  • Sesak napas
  • Demam
  • Menggigil
  • Nyeri dada, terlebih saat batuk dan menarik napas dalam-dalam

Sedangkan gejala lain yang tidak selalu terjadi yaitu :

  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Keringat yang berlebihan
  • Lemas

Kapan harus pergi ke dokter?

Hubungi dokter jika:

  • Gejala berlangsung lebih dari tiga minggu
  • Demam dengan suhu tinggi
  • Mengeluarkan lendir yang berubah warna
  • Keluar darah ketika batuk
  • Napas pendek.

Penyebab

Apa penyebab bronkitis?

Bronkitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Virus ini sejenis dengan virus pilek dan flu. Penyebab paling umum bronkitis kronis adalah merokok. Namun, polusi udara, debu dan gas beracun di lingkungan atau tempat kerja juga bisa memperparah kondisi ini.

Nah, sedangankan anak-anak biasanya lebih sering menderita bronkitis akut. Penyebab kondisi peradangan pada saluran napas anak (bronkitis akut) biasanya adalah virus, tapi juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, alergi, dan iritasi dari asap rokok, polusi, atau debu.

Saat anak pilek, flu, sakit tenggorokan, atau mengalami sinusitis kronis yang disebabkan oleh virus, virus ini dapat menyebar ke daerah bronkus. Virus yang ada di daerah bronkus ini kemudian dapat menyebabkan saluran napas menjadi bengkak, meradang, dan tersumbat oleh lendir yang dihasilkannya.

Virus-virus ini dapat menyebar dari orang ke orang melalui batuk atau bersin. Virus juga dapat menyebar saat anak menyentuh mulut, hidung, atau dari ingus atau cairan pernapasan dari orang yang terinfeksi yang menempel di benda-benda yang dipegang anak.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk bronkitis?

Ada banyak faktor risiko bronkitis, yaitu:

  • Anda perokok berat, karena merokok meningkatkan risiko bronkitis.
  • Kekebalan tubuh rendah: ini mungkin berasal dari penyakit akut lain seperti pilek, atau kondisi kronis yang mengganggu sistem kekebalan tubuh.
  • Usia: lansia, bayi dan anak kecil lebih rentan terhadap infeksi.
  • Anda bekerja di sekitar bahan penyebab iritasi, misalnya biji-bijian, tekstil, atau terpapar asap kimiawi.
  • Refluks lambung: nyeri ulu hati parah terus-menerus dapat mengiritasi tenggorokan dan membuat Anda lebih rentan mengembangkan bronkitis.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk bronkitis?

Setelah bertanya tentang gejala, dokter akan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan paru-paru saat Anda bernapas. Tes lebih lanjut juga akan direkomendasikan:

  • X-ray bisa menunjukkan alasan Anda memiliki gejala di atas.
  • Tes dahak: dahak adalah lendir yang Anda keluarkan dari dalam paru-paru saat batuk. Tes dahak dapat menentukan apakah Anda memang terinfeksi virus.
  • Tes fungsi paru-paru berguna untuk mengukur jumlah udara yang paru-paru Anda bisa simpan dan seberapa cepat Anda bisa mengeluarkan udara dari dalam paru-paru. Selain itu, tes ini bisa memeriksa tanda asma atau emfisema.

Cara mengobati bronkitis

Dalam pengobatan bronkitis, biasanya dokter memberikan Anda obat yang sudah disesuaikan dengan gejala dan jenis bronkitis yang Anda alami. Obat-obatan ini meliputi pereda nyeri, bronkodilator atau obat-obatan yang dapat membantu membuka saluran napas, antibiotik, obat ekspektoran untuk membantu mengeluarkan atau mengencerkan dahak, hingga obat penekan rangsangan batuk jika sudah tidak ada lendir di saluran pernapasan Anda.

Selain itu, dokter juga akan meminta Anda untuk banyak beristirahat dan minum banyak air. Dikutip dari WebMD, mengistirahatkan tubuh dan minum banyak air bisa membantu meredakan kondisi ini dengan cepat.

Tak hanya itu, mengombinasikan pengobatan dengan menerapkan gaya hidup sehat juga salah satu hal penting yang perlu dilakukan.  Bila Anda mengidap bronkitis akut, dokter akan meresepkan beberapa jenis obat yang membantu mengurangi gejala. Obat-obatan paling umum meliputi:

  • Antibiotik: obat ini tidak begitu bekerja pada bronkitis, tapi dokter mungkin memberikannya untuk mencegah risiko infeksi bakteri jika kekebalan tubuh rendah.
  • Obat batuk: terlalu banyak batuk dapat melukai tenggorokan dan bronkus. Jika batuk mengganggu tidur, Anda perlu minum obat batuk.
  • Obat lain: jika Anda alergi, asma, atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dokter mungkin menyarankan inhaler atau obat lain untuk mengurangi radang dan membuka jalur yang menyempit di dalam paru-paru.

Apabila Anda terkena bronkitis kronis, penting untuk menjalani rehabilitasi. Terapi ini akan menyediakan program latihan pernapasan yang mengajarkan cara bernapas dengan lebih mudah dan meningkatkan kemampuan berolahraga.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi bronkitis?

Beberapa obat bronkitis alami yang bisa dilakukan sendiri
1. Istirahat yang cukup
Para ahli mengatakan, obat dari segala penyakit yang paling mendasar adalah tidur yang cukup. Sleep Journal Foundation yang menerbitkan penelitian pada September 2015 lalu menemukan, orang yang kurang tidur akan rentan terkena virus flu, dibanding mereka yang memiliki waktu tidur yang cukup.

Begitupun dengan bronkitis, ketika Anda ingin melawan infeksi, tubuh Anda sangat butuh waktu untuk mengistirahatkan seluruh sistem. Pasalnya, flu akan mudah menyerang tubuh yang tidak fit (akibat kurang tidur) dan sering menjadi gejala dari bronkitis, menurut saran dari Amy Rothenberg, dokter di American Association of Naturopathic.

2. Minum air putih yang banyak
Minum air mineral yang banyak dapat menjadi obat alami bronkitis akut. Tubuh yang terhidrasi akan membantu menipiskan lendir pada saluran bronkial. Biasanya, gejala demam juga menyertai penderita bronkitis. Nah, minum air yang banyak bisa menggantikan cairan yang hilang dalam tubuh selama masa peradangan tersebut. Hindari minum minuman beralkohol dan mengandung kafein selama batuk dan demam berlangsung.

3. Makan buah nanas dan minum teh jahe
Ada beberapa tumbuhan yang baik untuk obat bronkitis alami, salah satunya buah nanas dan jahe. Kedua tanaman tersebut memiliki efek obat yang bisa menenangkan selaput lendir meradang di saluran pernapasan.

Buah nanas. Di dalam kandungan buah nanas terdapat kandungan bromelain. Nah, zat enzim bromelain ini, telah terbukti efektif mengurangi peradangan dalam tubuh. Buah nanas juga didapuk bisa meredakan gejala batuk berdahak.
Jahe. Seperti yang banyak diketahui, jahe memiliki efek menenangkan di tubuh. Jahe baik untuk menenangkan saluran pernapasan yang meradang, dan bertindak sebagai ekspektoran (mengeluarkan zat asing dalam tubuh).  Dr Amy Rothenberg menyarankan untuk meminum 2 cangkir gelas air rebusan jahe hangat setiap hari sebagai obat bronkitis alami.
4. Minum campuran madu dan lemon
Madu yang telah lama dijadikan bahan racikan obat sejak zaman dahulu, nyatanya memiliki kandungan sifat antibakteri di dalamnya. Jika dikombinasikan dengan perasan lemon segar, yang mana bertindak sebagai pembasmi zat-zat asing di dalam tubuh, ia akan ampuh menjadi obat bronkitis alami.

Perlu diingat, jangan memberikan madu pada anak usia 1 hingga 3 tahun, karena akan menimbulkan gejala botulisme (keracunan) yang bisa menyebabkan kelumpuhan otot.

5. Penguapan
Menghirup uap hangat, sangat direkomendasikan untuk mengurangi lendir dan mengi pada para penderita kondisi ini. Penguapan ini bisa dilakukan dengan cara yang mudah dan murah. Anda hanya memerlukan baskom, air panas, dan handuk yang lebar.

Tuang air dalam baskom, kemudian Anda juga bisa menambahkan minyak esensial, seperti minyak eukaliptus atau kayu putih. Setelah itu, lapisi kepala dan baskom Anda dengan handuk besar, sambil membungkuk menghirup uap panas dari baskom. Anda bisa mengurangi lendir pada saluran bronkial dengan melakukan kegiatan ini secara rutin.

6. Berkumur dengan air garam
Sebetulnya kumur dengan air garam tidak mengobati virus atau bukan berperan sebagai antimikroba yang mengobati virus batuk pada kondisi ini. Tetapi, ia bisa digunakan untuk meredakan gejala dari bronkitis.

Para peneliti di Jepang melakukan penelitian pada 400 relawan yang sukarela berkumur dengan air putih dan dilarutkan dengan antiseptik. Hasilnya, 36% orang yang berkumur 3 kali sehari, lebih rendah gejala infeksi saluran pernapasannya, daripada yang jarang berkumur. Maka, disarankan bagi penderita infeksi saluran bronkial, untuk berkumur dengan air garam secara rutin demi mengurangi gejala infeksi.

7. Makan sup ayam hangat
Para peneliti di University of Nebraska menerbitkan hasil percobaan sup ayam mereka pada jurnal Chest edisi Oktober tahun 2000. Mereka menunjukkan, bagaimana sup ayam mendukung perlawan infeksi pada saluran pernapasan akibat efek anti inflamasi di dalamnya. Meskipun tidak dapat menyembuhkan bronkitis, setidaknya sup ayam bisa mengurangi peradangan pada saluran bronkial tubuh.

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mengatasi bronkitis?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi bronkitis:

  • Berhenti merokok
  • Kenakan masker ketika Anda terpapar atmosfer yang tercemar, terutama saat Anda keluar atau membersihkan rumah
  • Gunakan alat pelembap udara: udara yang hangat dan lembap membantu meredakan batuk dan mengurangi lendir di dalam saluran udara

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Januari 8, 2016 | Terakhir Diedit: September 5, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca