Sama-Sama Bikin Sesak Napas, Ini Perbedaan Asma dan Bronkitis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Asma dan bronkitis merupakan penyakit yang terlihat serupa, tapi tak sama. Keduanya sama-sama membuat saluran udara menjadi meradang dan membengkak, sehingga udara sulit bergerak ke paru-paru. Akibatnya, lebih sedikit oksigen yang masuk. Kekurangan oksigen inilah yang pada akhirnya menyebabkan gejala sesak napas, batuk, dan rasa sesak di dada. Namun, jangan salah, tidak semua gejala asma juga merupakan gejala bronkitis. Lebih jelas, berikut ulasan mengenai beda asma dan bronkitis.

Apa perbedaan asma dengan bronkitis? 

Beda asma dan bronkitis dapat dilihat berdasarkan berbagai hal, mulai dari penyebab, gejala, hingga pengobatannya. Sebelum membahas lebih jauh mengenai beda antara gejala asma dan bronkitis, ada baiknya Anda memahami dulu perbedaan mendasar kedua penyakit ini.

Pengertian asma dan bronkitis

Asma

Asma adalah penyakit pernapasan kronis saat saluran napas menyempit dan membengkak. Akibatnya, tubuh mengeluarkan lendir berlebih yang menyumbat saluran napas. Itu sebabnya, Anda jadi sulit bernapas, batuk, mengi (napas berbunyi lirih seperti siulan atau ngik-ngik), dan sesak.

sesak napas

Bronkitis

Bronkitis merupakan infeksi saluran pernapasan, tepatnya pada bronkus. Infeksi ini mengakibatkan saluran napas mengalami peradangan. Bronkitis terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Bronkitis akut

Bronkitis akut yakni infeksi saluran pernapasan jangka pendek yang biasanya berlangsung selama beberapa minggu dan akan kembali normal saat infeksi sembuh.

2. Bronkitis kronis

Bronkitis kronis yakni infeksi saluran napas jangka panjang yang berlangsung selama berbulan-bulan hingga hitungan tahun dan lebih parah dibandingkan dengan bronkitis akut. Bahkan, kondisi ini bisa mengakibatkan kerusakan saluran napas secara permanen. Penyakit bronkitis kronis ini juga dikenal menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Perbedaan asma dan bronkitis berdasarkan penyebabnya

Para ahli belum mengetahui secara pasti penyebab asma. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan, tapi Anda bisa mengendalikan pemicunya agar tidak kambuh dan menyerang secara tiba-tiba.

Sementara itu, penyebab bronkitis umumnya adalah virus. Menurut American College of Chest Physicians, kurang dari 10 persen kasus bronkitis disebabkan oleh infeksi bakteri. Dengan pengobatan yang tepat, kondisi ini bisa disembuhkan.

Asma dapat dipicu oleh faktor keturunan dan lingkungan, sedangkan risiko bronkitis dapat meningkat ketika Anda terpapar asap rokok dan polusi udara. 

Perbedaan asma dan bronkitis berdasarkan gejalanya

Gejala asma dan bronkitis pada dasarnya hampir sama. Hanya saja terdapat beberapa hal yang membedakan. Mengi, sesak napas, batuk, dan rasa sesak di dada merupakan gejala yang dirasakan baik oleh pengidap asma maupun bronkitis. Selain itu, ada beberapa gejala lainnya yang membedakan yaitu:

Asma

  • Serangan yang bersifat tiba-tiba dan terjadi karena serangkaian pemicu.
  • Gejala asma bisa datang dan pergi.
  • Gejala akan membaik jika diberi obat bronkodilator.
  • Lebih sering timbul suara mengi (napas berbunyi lirih seperti siulan atau ngik-ngik).

Bronkitis

  • Batuk dengan atau tanpa dahak. Biasanya dahak yang dikeluarkan berwarna bening, kehijauan, dan kekuningan.
  • Batuk terus-menerus.
  • Pilek.
  • Demam rendah dengan suhu sekitar 37,7-38,8 derajat Celcius.
  • Badan terasa panas dingin (meriang).
  • Rasa pegal di seluruh tubuh.
  • Gejala bronkitis akan menetap selama infeksi masih berada di dalam tubuh.

Perbedaan asma dan bronkitis berdasarkan pengobatannya

Beda gejala dan penyebab, beda pula jenis pengobatannya. Berikut perbedaan pengobatan bronkitis dan asma.

Asma

Biasanya asma diatasi dengan cara mencegah pemicunya. Stres, alergi, atau obat tertentu adalah salah satu pemicu asma. Kondisi ini bisa diatasi dengan inhaler untuk mengobati gejala yang muncul secara tiba-tiba.

Inhaler tersebut berisi bronkodilator untuk mengurangi gejala sesak. Untuk jangka panjang demi mencegah terjadinya asma (controller), dokter mungkin memberikan inhaler kortikosteroid.

Mengenal Jenis-Jenis Inhaler Asma Beserta Efek Samping dan Cara Pakai yang Benar

Bronkitis

Bronkitis akut biasanya akan hilang dengan sendirinya. Dokter akan menyarankan Anda untuk banyak beristirahat, minum banyak cairan, dan meresepkan obat penghilang rasa sakit akibat batuk yang tidak kunjung berhenti.

Sementara itu, bronkitis kronis biasanya diobati dengan steroid untuk mengurangi peradangan, obat antibiotik, dan obat bronkodilator. Obat ini juga dapat membantu membersihkan produksi lendir berlebih yang menyumbat saluran napas.

Bronkitis kronis yang merupakan bagian dari PPOK diobati dengan tujuan meredakan gejala, mecegah komplikasi bronkitis, dan mengendalikan perkembangan penyakit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyebab Bronkitis yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab bronkitis bisa berbeda, tergantung apakah sifatnya akut atau kronis. Memahami penyebabnya bisa membantu menentukan pengobatan yang tepat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Bronkitis 15/07/2020 . Waktu baca 7 menit

Benarkah Produk Susu Bisa Memicu Gejala Asma?

Susu dipercaya dapat meninggalkan bekas pada saluran pernapasan berupa lendir yang dapat memicu sesak nafas pada penderita asma.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Asma, Health Centers 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Penderita asma adalah salah satu kelompok yang berisiko mengembangkan kondisi parah akibat COVID-19. Apa saja yang perlu diperhatikan saat menderita asma?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 24/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

efek samping salep obat kortikosteroid

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit
cara mengobati gejala bronkitis dengan bawang putih

Bagaimana Cara Mengobati Gejala Bronkitis dengan Bawang Putih?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 17/07/2020 . Waktu baca 4 menit
cara mengobati bronkitis dengan madu

Bagaimana Cara Mengobati Bronkitis dengan Madu?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 16/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Apakah bronkitis menular? Bagaimana langkah pencegahan untuk menghindari penyakit itu?

Ditandai dengan Batuk Terus-menerus, Apakah Bronkitis Menular?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 16/07/2020 . Waktu baca 5 menit