home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jenis-Jenis Olahraga yang Aman untuk Penderita Bronkitis

Jenis-Jenis Olahraga yang Aman untuk Penderita Bronkitis

Penyakit bronkitis adalah peradangan yang terjadi pada saluran pernapasan (bronkus) yang dapat menimbulkan gejala bronkitis, seperti batuk terus-terusan atau napas pendek. Dengan kondisi tersebut, banyak penderita bronkitis yang menghindari olahraga karena takut kelelahan dan tak kuat mengatur napas. Padahal, olahraga juga penting bagi penderita bronkitis untuk menjaga kebugaran. Bagaimana tips amannya?

Apakah olahraga aman untuk penderita penyakit bronkitis?

latihan pernapasan

Penyakit yang menghambat jalan masuknya udara ke dalam paru-paru ini membuat penderitanya mengalami gangguan pernapasan dan sulit berolahraga.

Namun, bukan berarti penderita bronkitis harus menghindari olahraga sepenuhnya.

Pada dasarnya, olahraga adalah hal dasar yang harus dilakukan jika Anda menginginkan tubuh sehat. Pola hidup sehat, termasuk olahraga, mungkin juga merupakan langkah pencegahan bronkitis yang manjur.

Meski begitu, untuk penderita bronkitis, terutama yang kronis, jenis olahraga untuk Anda juga harus disesuaikan.

Dikutip dari Cleveland Clinic, para ahli percaya bahwa olahraga dapat meringankan gejala serta mempercepat pemulihan pasien bronkitis.

Olahraga membiasakan tubuh Anda untuk mengatur kebutuhan udara yang masuk dengan lebih baik.

Jadi, bagi Anda yang takut untuk olahraga karena khawatir keadaan memburuk, tak perlu khawatir. Anda hanya perlu merencanakannya dengan baik.

Bronkitis akut dan kronis membutuhkan olahraga yang berbeda

Sebelum menentukan olahraga apa yang tepat, penderita bronkitis harus mengetahui dulu jenis yang dimiliki. Bronkitis memiliki dua jenis, yaitu akut dan kronis.

Pada kasus bronkitis akut, gejala sering kali muncul karena virus flu menyebabkan infeksi pada saluran napas. Kondisi ini bisa berlangsung selama kurang lebih 3-10 hari, kemudian dilanjutkan dengan gejala batuk selama beberapa minggu.

Sementara penderita bronkitis kronis, gejala yang muncul bisa berlangsung cukup lama, yaitu setidaknya terjadi antara 2-3 tahun.

Kondisi ini paling banyak disebabkan oleh kebiasaan merokok. Perbedaan tersebut, membuat penderita dengan bronkitis akut atau pun kronis harus menentukan dengan tepat jenis olahraga apa yang sesuai dengan kondisi kesehatannya.

Olahraga untuk penyakit bronkitis akut

Gejala pada bronkitis akut akan berlangsung selama 3-10 hari. Pada masa tersebut, penderita bronkitis dianjurkan untuk tidak melakukan olahraga.

Bila gejala sudah menghilang, Anda dapat memulai kebiasaan olahraga rutin dengan melakukan olahraga yang ringan.

Beberapa jenis olahraga yang juga aman untuk dilakukan penderita bronkitis akut seperti:

  • yoga,
  • berenang, dan
  • berjalan santai.

Hal yang terpenting adalah kebiasaan berolahraga dapat dilakukan secara rutin, tanpa harus membuat Anda terlalu lelah akibat olahraga yang berat.

yoga menurunkan tekanan darah tinggi

Olahraga untuk penyakit bronkitis kronis

Meskipun agak sulit untuk dilakukan, olahraga sangat bermanfaat untuk membantu Anda dalam mengatur pernapasan, bahkan menyempurnakan pengobatan bronkitis.

Tentu, olahraga harus direncanakan dan dilakukan dengan menggunakan teknik yang tepat.

Berikut adalah dua teknik utama ketika akan melakukan olahraga untuk penderita bronkitis kronis:

  • Olahraga interval. European Lung Foundation menganjurkan untuk melakukan olahraga beberapa menit diselingi dengan istirahat yang sering, sehingga mencegah terjadinya sesak napas.
  • Olahraga dengan pernapasan terkendali. Saat berolahraga, Anda dapat melakukan teknik pernapasan perut, sehingga membuat napas Anda terkendali.

Anda bisa melakukan olahraga yang ringan, seperti yoga, berenang, atau bahkan olahraga kardio dengan intensitas rendah.

Agar olahraga bisa berjalan dengan baik, pastikan Anda berkonsultasi juga ke dokter mengenai olahraga apa yang boleh dilakukan untuk orang-orang yang memiliki masalah bronkitis kronis.

Apa yang harus diperhatikan bila penderita bronkitis ingin berolahraga?

Anda harus segera berhenti berolahraga jika napas menjadi pendek menjadi lebih sering. Selain itu, ketika berolahraga, Anda harus lebih peka dan mendengarkan tubuh Anda.

Ada beberapa komplikasi yang mungkin terjadi untuk penderita bronkitis yang ingin melakukan olahraga:

  • batuk terus-terusan,
  • sakit pada bagian dada,
  • dada terasa kencang,
  • merasa pusing dan kepala terasa ringan, dan
  • tiba-tiba sulit bernapas.

Bila Anda mengalami hal-hal tersebut, maka sebaiknya hentikan kegiatan Anda dan langsung periksakan diri ke dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bronchitis | National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). (2020). Retrieved 18 June 2020, from https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/bronchitis

Bronchitis – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 18 June 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bronchitis/symptoms-causes/syc-20355566

Publishing, H. (2020). Acute bronchitis – Harvard Health. Retrieved 18 June 2020, from https://www.health.harvard.edu/lung-health-and-disease/acute-bronchitis

Bronchitis (Acute) | American Lung Association . (2020). Retrieved 18 June 2020, from https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/bronchitis

COPD Guidelines For Exercise & Pulmonary Rehab. (2020). Retrieved 18 June 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9450-copd-exercise–activity-guidelines

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 20/08/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
x