Jenis-Jenis Olahraga yang Aman untuk Penderita Bronkitis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penyakit bronkitis adalah peradangan yang terjadi pada saluran pernapasan (bronkus) yang dapat menimbulkan gejala bronkitis, seperti batuk terus-terusan atau napas pendek. Dengan kondisi tersebut, banyak penderita bronkitis yang menghindari olahraga karena takut kelelahan dan tak kuat mengatur napas. Padahal, olahraga juga penting bagi penderita bronkitis untuk menjaga kebugaran. Bagaimana tips amannya? 

Apakah olahraga aman untuk penderita penyakit bronkitis?

latihan pernapasan

Penyakit yang menghambat jalan masuknya udara ke dalam paru-paru ini membuat penderitanya mengalami gangguan pernapasan dan sulit berolahraga. Namun, bukan berarti penderita bronkitis harus menghindari olahraga sepenuhnya.

Pada dasarnya, olahraga adalah hal dasar yang harus dilakukan jika Anda menginginkan tubuh sehat. Pola hidup sehat, termasuk olahraga, mungkin juga merupakan langkah pencegahan bronkitis yang manjur. Meski begitu, untuk penderita bronkitis, terutama yang kronis, jenis olahraga untuk Anda juga harus disesuaikan. 

Dikutip dari Cleveland Clinic, para ahli percaya bahwa olahraga dapat meringankan gejala serta mempercepat pemulihan pasien bronkitis. Olahraga membiasakan tubuh Anda untuk mengatur kebutuhan udara yang masuk dengan lebih baik.

Jadi, bagi Anda yang takut untuk olahraga karena khawatir keadaan memburuk, tak perlu khawatir. Anda hanya perlu merencanakannya dengan baik.

Bronkitis akut dan kronis membutuhkan olahraga yang berbeda

Sebelum menentukan olahraga apa yang tepat, penderita bronkitis harus mengetahui dulu jenis yang dimiliki. Bronkitis memiliki dua jenis, yaitu akut dan kronis.

Pada kasus bronkitis akut, gejala sering kali muncul karena virus flu menyebabkan infeksi pada saluran napas. Kondisi ini bisa berlangsung selama kurang lebih 3-10 hari, kemudian dilanjutkan dengan gejala batuk selama beberapa minggu.

Awas, Bronkitis Akut Bisa Berawal dari Pilek Biasa. Apa Saja Tandanya?

Sementara penderita bronkitis kronis, gejala yang muncul bisa berlangsung cukup lama, yaitu setidaknya terjadi antara 2-3 tahun. Kondisi ini paling banyak disebabkan oleh kebiasaan merokok. Perbedaan tersebut, membuat penderita dengan bronkitis akut atau pun kronis harus menentukan dengan tepat jenis olahraga apa yang sesuai dengan kondisi kesehatannya. 

Olahraga untuk penyakit bronkitis akut

Gejala pada bronkitis akut akan berlangsung selama 3-10 hari. Pada masa tersebut, penderita bronkitis dianjurkan untuk tidak melakukan olahraga. Bila gejala sudah menghilang, Anda dapat memulai kebiasaan olahraga rutin dengan melakukan olahraga yang ringan. Beberapa jenis olahraga yang juga aman untuk dilakukan penderita bronkitis akut seperti:

  • Yoga
  • Berenang
  • Berjalan santai

Hal yang terpenting adalah kebiasaan berolahraga dapat dilakukan secara rutin, tanpa harus membuat Anda terlalu lelah akibat olahraga yang berat.

yoga menurunkan tekanan darah tinggi

Olahraga untuk penyakit bronkitis kronis

Meskipun agak sulit untuk dilakukan, olahraga sangat bermanfaat untuk membantu Anda dalam mengatur pernapasan, bahkan menyempurnakan pengobatan bronkitis. Tentu, olahraga harus direncanakan dan dilakukan dengan menggunakan teknik yang tepat.

Berikut adalah dua teknik utama ketika akan melakukan olahraga untuk penderita bronkitis kronis:

  • Olahraga interval. European Lung Foundation menganjurkan untuk melakukan olahraga beberapa menit diselingi dengan istirahat yang sering, sehingga mencegah terjadinya sesak napas.
  • Olahraga dengan pernapasan terkendali. Saat berolahraga, Anda dapat melakukan teknik pernapasan perut, sehingga membuat napas Anda terkendali.

Anda bisa melakukan olahraga yang ringan, seperti yoga, berenang, atau bahkan olahraga kardio dengan intensitas rendah.

Agar olahraga bisa berjalan dengan baik, pastikan Anda berkonsultasi juga ke dokter mengenai olahraga apa yang boleh dilakukan untuk orang-orang yang memiliki masalah bronkitis kronis.

Apa yang harus diperhatikan bila penderita bronkitis ingin berolahraga?

Anda harus segera berhenti berolahraga jika napas menjadi pendek menjadi lebih sering. Selain itu, ketika berolahraga, Anda harus lebih peka dan mendengarkan tubuh Anda.

Ada beberapa komplikasi yang mungkin terjadi untuk penderita bronkitis yang ingin melakukan olahraga:

  • Batuk terus-terusan
  • Sakit pada bagian dada
  • Dada terasa kencang
  • Merasa pusing dan kepala terasa ringan
  • Tiba-tiba sulit bernapas.

Bila Anda mengalami hal-hal tersebut, maka sebaiknya hentikan kegiatan Anda dan langsung periksakan diri ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ciri-ciri Infeksi Jamur di Mulut Anda

Infeksi jamur di mulut biasa disebut juga oral thrush atau kandidiasis. Simak penyebab, tanda dan gejala, serta cara pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 30 November 2020 . Waktu baca 9 menit

Menjaga Tekanan Bola Mata Sebagai Langkah Pencegahan Glaukoma

Tekanan bola mata tinggi adalah penyebab penyakit glaukoma Apa saja langkah pencegahan tekanan bola mata tinggi agar tak kena glaukoma?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Mata, Glaukoma 30 November 2020 . Waktu baca 6 menit

6 Manfaat Garam untuk Kesehatan yang Belum Anda Tahu

Meski bisa berbahaya jika dikonsumsi terlalu banyak, garam sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh manusia. Apa saja manfaat garam bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit

4 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Rutin Berolahraga

Kenapa otot jadi mengencang atau membesar kalau kita rajin berolahraga? Lalu bagaimana olahraga bisa membuat jantung lebih sehat?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Kebugaran, Hidup Sehat 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tekanan darah normal berdasarkan usiaasarkan usia

Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
fakta sarapan bubur ayam

5 Fakta Menarik Seputar Sarapan Bubur Ayam

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
olahraga yang dapat meningkatkan kepadatan tulang

5 Olahraga untuk Meningkatkan Kepadatan Tulang di Usia 40 Tahunan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Nadhila Erin
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
mood swing saat menstruasi

Tips Mengendalikan Mood Swing Saat PMS

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit