Apa Itu Bibir Sumbing?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu bibir sumbing?

Bibir sumbing atau celah bibir adalah cacat lahir di mana bagian wajah yang membentuk bibir atas terpisah dan tidak menyatu sebelum kelahiran. Celah yang serupa juga dapat terjadi pada langit-langit mulut.

Bibir sumbing dan  dapat terjadi secara terpisah atau bersamaan pada orang yang sama. Kondisi ini terjadi pada awal pembentukan janin. Cacat dapat disebabkan oleh genetik atau akibat paparan dari lingkungan selama kehamilan.

Memiliki anak dengan kondisi bibir ini mungkin akan sedikit mengganggu. Untungnya, kondisi ini masih dapat diatasi dengan operasi dan tindak medis lainnya.

Seberapa umumkah bibir sumbing?

Bibir sumbing adalah salah satu bentuk cacat lahir yang paling sering terjadi. Angka kejadiannya paling banyak ditemukan pada bayi berjenis kelamin laki-laki dibanding dengan perempuan.

Risiko orang tua dengan anak berbibir sumbing untuk kembali memiliki anak dengan kondisi yang sama adalah sebesar 4%. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala bibir sumbing?

Biasanya, celah pada bibir atau langit-langit langsung terlihat saat kelahiran. Bibir sumbing dan  dapat muncul sebagai:

  • Celah pada bibir dan langit-langit mulut yang dapat mempengaruhi salah satu atau kedua sisi wajah
  • Celah pada bibir yang dapat terlihat sebagai torehan pada bibir atau dapat berkisar dari bibir melalui gusi atas dan langit-langit hingga bagian bawah hidung
  • Celah pada langit-langit mulut yang tidak mempengaruhi tampilan pada wajah.

Terkadang, celah hanya terjadi pada otot dari langit-langit lunak (celah pada langit-langit submukosa), yang terletak di bagian belakang mulut dan tertutup oleh lapisan mulut.

Jenis celah ini sering kali tidak terdeteksi saat kelahiran dan mungkin tidak terdiagnosis hingga tanda-tanda muncul. Tanda-tanda dan gejala dari -langit submukosa dapat meliputi:

  • Kesulitan menelan
  • Suara berbicara dari hidung (suara sengau)
  • Infeksi telinga yang berulang

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab

Apa penyebab bibir sumbing?

Bibir sumbing terjadi akibat wajah dan mulut bayi tidak terbentuk dengan sempurna sejak saat masih di dalam kandungan.

Pada umumnya, jaringan yang membuat bibir dan langit-langit mulut akan menyatu pada bulan ke-2 atau ke-3 masa kehamilan. Namun, pada bayi dengan kondisi ini, penyatuan tersebut tidak terjadi dan membiarkan adanya pembukaan (cleft).

Menurut para ahli, kebanyakan kasus cacat pada bibir disebabkan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Namun, pada banyak bayi, penyebab pastinya masih belum diketahui.

Orang tua dapat mewariskan gen yang menyebabkan terjadinya cacar bibir, baik dalam bentuk gen sendiri atau bagian dari sindrom genetik yang memiliki gejala cacat bibir.

Dalam beberapa kasus, penderita yang memiliki gen warisan menjadi rentan mengalami cacat pada bibir. Selain itu, faktor lingkungan juga mungkin berpengaruh pada kemunculan kelainan ini.

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor-faktor risiko saya mengalami bibir sumbing?

Bibir sumbing adalah kondisi yang dapat diderita oleh siapa saja, dari berbagai golongan usia dan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini.

Memiliki salah satu atau semua faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan menderita penyakit ini. Ada juga kemungkinan kecil Anda atau anak Anda tetap bisa memiliki kondisi ini, meskipun tidak memiliki satupun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko pemicu terjadinya kondisi ini:

1. Jenis kelamin

Angka kejadian penyakit ini lebih banyak ditemukan pada bayi dan anak-anak berjenis kelamin laki-laki dibanding dengan perempuan.

2. Keturunan anggota keluarga

Apabila ada anggota keluarga Anda yang menderita kondisi ini sejak lahir, risiko Anda untuk memiliki bayi dengan kondisi ini lebih tinggi.

3. Terpapar oleh zat tertentu pada masa kehamilan

Bibir yang cacat sejak lahir mungkin juga dapat dikaitkan dengan adanya paparan zat berbahaya pada masa kehamilan, misalnya asap rokok, minuman beralkohol, atau obat-obatan tertentu.

4. Menderita diabetes

Beberapa ahli percaya bahwa perempuan yang terdiagnosis dengan diabetes sebelum hamil mungkin dapat meningkatkan risiko terkena kondisi ini.

5. Memiliki berat badan berlebih atau obesitas

Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa memiliki berat badan yang melebihi batas normal atau obesitas dapat memperbesar peluang wanita melahirkan bayi dengan kondisi ini.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh bibir sumbing?

Anak yang memiliki bibir dengan bentuk sumbing dan disertai dengan kondisi celah langit-langit mulut akan menghadapi beberapa tantangan dalam hidup, tergantung pada jenis dan keparahan kondisi ini:

1. Kesulitan makan

Salah satu masalah yang dikhawatirkan setelah lahir dengan kondisi ini adalah cara makan. Kebanyakan bayi dengan bibir sumbing masih bisa menyusui, namun kondisi ini lebih susah dilakukan pada bayi dengan celah langit.

2. Infeksi telinga

Bayi yang terlahir dengan kondisi ini memiliki risiko mengembangkan cairan telinga lebih banyak dari batas wajar, sehingga kemungkinan besar infeksi terjadi dan pendengaran pun terganggu.

3. Masalah pada gigi

Apabila sumbing melebar hingga ke gusi bagian atas, perkembangan gigi bayi dan anak mungkin akan mengalami beberapa gangguan.

4. Kesulitan berbicara

Karena bentuk bibir berbeda dari bibir manusia yang normal, bayi dan anak mungkin akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan cara berbicara yang normal.

5. Rentan mengalami stres

Anak-anak yang memiliki kondisi ini mungkin akan mengalami masalah sosial, emosional, dan perilaku karena sering menjalani perawatan intensif yang berbeda-beda.

Diagnosis & pengobatan

Bagaimana bibir sumbing didiagnosis?

Kebanyakan kasus bibir sumbing dapat dikenali secara langsung saat kelahiran. Maka dari itu, kondisi ini tidak memerlukan diagnosis atau tes khusus.

Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi, kini dokter dapat melihat apakah calon bayi Anda akan terlahir dengan bibir sumbing atau tidak. Caranya adalah dengan menggunakan USG saat masa kehamilan.

Tes USG adalah tes yang menggunakan gelombang suara untuk menciptakan gambar janin yang sedang berkembang di dalam perut. Ketika menganalisis gambar, dokter akan memeriksa adanya keanehan pada struktur wajah bayi.

Kondisi cacat pada bibir umumnya dapat terdeteksi oleh USG pada minggu ke-13 kehamilan. Jika USG menunjukkan adanya keanehan pada struktur bibir, dokter akan mengambil sampel cairan amniotik dari uterus Anda (amniocentesis).

Cairan akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui apakah janin menderita sindrom genetik yang menyebabkan bayi lahir cacat.

Apa saja pengobatan untuk bibir sumbing?

Tidak ada yang menginginkan cacat lahir pada bayi. Saat kegembiraan akan lahirnya bayi menghadapi stress akibat mengetahui bayi Anda memiliki bibir sumbing, kondisi ini dapat menyebabkan suasana yang emosional bagi seluruh keluarga.

Operasi perbaikan bibir dilakukan tergantung pada kondisi anak Anda. Setelah operasi, dokter akan merekomendasikan operasi-operasi tambahan atau followup untuk memperbaiki cara bicara anak.

Berikut adalah urutan prosedur bedah yang dilakukan

  • Perbaikan bibir sumbing: pada 2 hingga 6 bulan pertama usia anak
  • Perbaikan celah langit: pada usia 12 bulan, atau lebih muda.
  • Operasi followup: pada usia 2 tahun dan masa remaja

Operasi akan diawali dengan pemberian anestesi, agar anak tidak akan merasakan sakit dan tidak terbangun di tengah-tengah operasi. Beberapa teknik yang dilakukan saat operasi bibir adalah:

1. Perbaikan bibir sumbing

Untuk menutup celah bibir, dokter akan menyayat kedua sisi bibir dan mengeluarkan jaringan tertentu. Jaringan tersebut akan dijahit, termasuk otot mulut. Perbaikan ini diharapkan dapat membentuk tampilan bibir yang normal dan berfungsi dengan baik.

2. Operasi ear tube

Operasi dilakukan untuk mengurangi risiko terkena infeksi telinga kronis dan terganggunya pendengaran. Operasi biasanya dilakukan dengan memasukkan tabung pada telinga untuk mencegah terjadinya penumpukan cairan.

3. Operasi perbaikan bentuk bibir, mulut, dan hidung

Dalam beberapa kasus, operasi rekonstruksi mulut, bibir, dan hidung penting dilakukan untuk memperbaiki penampilan penderitanya.

Prosedur operasi dapat membantu anak Anda lebih percaya diri dengan penampilannya, adanya peningkatan pada kualitas hidup,, dan mampu berjalan, berbicara, atau bernapas dengan normal.

Beberapa komplikasi dan efek samping dari merokok adalah pendarahn dalam tubuh, infeksi, pemulihan yang lama, luka melebar, dan kerusakan pada sistem saraf.

Kapan saya harus periksa ke dokter gigi?

Bibir sumbing dan  biasanya muncul saat lahir, dan dokter akan langsung mulai mengatur perawatan. Apabila bayi Anda memiliki tanda-tanda dan gejala dari -langit submukosa, seperti kesulitan saat menyusui, atur jadwal pertemuan dengan dokter anak.

Pencegahan

Bagaimana saya dapat mencegah bibir sumbing?

Setelah bayi lahir dengan celah, orang tua wajar jika memiliki kekhawatiran untuk memiliki anak lagi dengan kondisi yang sama. Walau biasanya kondisi ini tidak dapat dicegah, pertimbangkan langkah-langkah berikut untuk meningkatkan pengertian Anda atau mengurangi risiko:

  • Pertimbangkan konseling genetik. Apabila Anda memiliki sejarah keluarga terhadap bibir sumbing dan , beri tahu dokter sebelum kehamilan Anda. Dokter dapat merujuk Anda ke konselor genetik yang dapat membantu menunjukkan risiko memiliki anak dengan kondisi ini.
  • Konsumsi vitamin prenatal. Mengonsumsi multivitamin sebelum dan selama mengandung dapat membantu mengurangi risiko cacat lahir, seperti bibir sumbing. Apabila Anda berencana untuk hamil dalam waktu dekat, mulailah untuk mengonsumsi vitamin prenatal sekarang.
  • Jangan mengonsumsi tembakau atau alkohol. Penggunaan alkohol dan tembakau selama kehamilan dapat meningkatkan risiko memiliki bayi dengan cacat celah.

Apa yang harus saya lakukan ketika anak saya menderita bibir sumbing?

Saat menyambut bayi dengan bibir sumbing dan  di keluarga, ikuti tips berikut:

  • Jangan salahkan diri Anda. Fokus untuk mendukung dan membantu anak Anda.
  • Kenali emosi Anda. Sangat wajar untuk merasa sedih dan kecewa.
  • Cari dukungan. Pekerja sosial rumah sakit dapat membantu Anda mencari komunitas, bantuan finansial dan edukasi.

Anda dapat mendukung anak Anda dengan berbagai cara:

  • Fokus kepada anak Anda sebagai seseorang, bukan pada kondisinya.
  • Tunjukkan atribut positif pada orang lain yang tidak melibatkan tampilan fisik.
  • Bantu anak Anda meningkatkan rasa percaya diri dengan membiarkannya mengambil keputusan.
  • Berikan dorongan bahasa tubuh yang percaya diri, seperti tersenyum, menegakkan kepala dan pundak.
  • Jaga agar komunikasi terbuka. Apabila cemooh atau masalah kepercayaan diri muncul di sekolah, pastikan anak Anda merasa aman untuk membicarakannya dengan Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Agustus 19, 2019 | Terakhir Diedit: Agustus 19, 2019

Yang juga perlu Anda baca