Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Obat Saat Hamil, Ini Jenis yang Boleh dan Tidak Ibu Konsumsi

Obat Saat Hamil, Ini Jenis yang Boleh dan Tidak Ibu Konsumsi

Setiap ibu hamil tentu ingin kehamilan berjalan lancar tanpa masalah. Namun, ada kondisi yang membuat ibu perlu mengonsumsi obat-obatan saat hamil. Ambil contoh, saat sedang demam, batuk, pilek, atau sakit kepala saat hamil. Bagaimana aturan konsumsi obat saat hamil? Berikut penjelasannya.

Obat yang aman ibu konsumsi saat hamil

Demam tinggi yang tidak teratasi selama lebih dari 24 jam dapat membahayakan janin. Terutama pada masa awal pembentukan organ di 12 minggu pertama kehamilan.

Obat untuk mengatasi demam yang dijual bebas antara lain paracetamol dan aspirin. Namun, ibu perlu hati-hati menggunakan obat ini.

Berikut aturan pemakaian obat saat hamil yang perlu ibu perhatikan.

paracetamol

Paracetamol atau acetaminophen aman ibu hamil gunakan. Asalkan jangka waktu pemberiannya singkat dan dosis pemberian obat tepat.

Total dosis sehari tidak boleh melebihi batas dosis maksimal. Mengutip dari Healthdirect, sebelum minum paracetamol, sebaiknya ibu konsultasikan ke dokter terlebih dahulu.

Pastikan untuk mengonsumsi paracetamol dalam dosis paling rendah dan waktu tidak terlalu lama. Pasalnya, kalau melebihi batas bisa mengakibatkan overdosis.

Overdosis paracetamol dapat meracuni ginjal dan hati ibu dan janin. Bahkan, dapat menyebabkan keguguran dan dapat menyebabkan kematian janin.

Dekongestan

Obat yang satu ini berfungsi untuk mengatasi hidung tersumbat dan bisa ibu gunakan saat sedang pilek.

Contoh obat dekongestan yang bisa ibu temukan antara lain phenylephrine dan pseudoephedrine.

Namun, perlu ibu ingat, sebaiknya hindari penggunaan dekongestan pada trimester pertama kehamilan.

Hal ini karena dekongestan dapat mengakibatkan gangguan pembentukan dinding perut janin (gastroschisis).

Ada dua jenis obat dekongestan, oral (obat minum) dan semprot (spray). Ibu saat hamil sebaiknya menggunakan obat dekongestan semprot.

Obat dekongestan semprot lebih aman untuk ibu hamil karena efek obat hanya berlaku lokal pada area hidung.

Selain itu, dekongestan semprot dosisnya lebih rendah, dan paparan obat dengan tubuh lebih singkat.

Beberapa hal seperti penggunaan tetes hidung saline dan penggunaan pelembap ruangan (humidifier) dapat membantu meringankan keluhan hidung tersumbat.

dextromethorphan

Untuk ibu hamil, obat pilihan pertama untuk meredakan batuk adalah dextromethorphan.

Sejauh ini belum ada penelitian tentang risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui.

Dextromethorphan termasuk ke dalam obat kategori C menurut menurut US Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat.

Artinya, dextromethorphan masih memiliki risiko untuk ibu hamil.

Meski begitu, belum ada penelitian untuk menentukan risiko bayi saat menggunakan obat ini selama menyusui.

Ada baiknya ibu berkonsultasi dulu dengan dokter bila ingin mengonsumsi obat ini saat hamil.

Obat yang harus ibu hamil hindari

Lalu, apa jenis obat demam yang perlu ibu hindari? Berikut beberapa di antaranya.

Aspirin

Ibu hamil perlu menghindari aspirin terutama pada trimester pertama dan terakhir.

Aspirin dapat menembus plasenta, artinya konsumsi aspirin tidak hanya bekerja pada ibu tetapi juga pada janin.

Aspirin juga bisa meningkatkan risiko perdarahan pada proses persalinan.

Selain itu, aspirin dapat menyebabkan ductus arteriosus (pembuluh darah jantung janin) tidak menutup secara sempurna.

Ibuprofen

Ibuprofen adalah salah satu obat Non-steroidal anti-inflammatory Drugs (NSAIDs) yang mudah ibu dapatkan di apotek terdekat.

NSAID termasuk obat-obatan untuk mengobati gangguan muskuloskeletal, terutama meringankan gejala nyeri, demam, dan peradangan.

Namun, penggunaan NSAIDs saat hamil sebaiknya sebisa mungkin ibu hindari karena dapat meningkatkan risiko keguguran.

Selain itu, ibuprofen juga mengganggu penutupan ductus arteriosus janin, meracuni ginjal janin, dan menghambat proses persalinan.

Pemberian obat saat hamil tidak bisa sembarangan. Ada baiknya ibu konsultasikan dulu ke dokter agar obat bisa sesuai dengan kondisi.

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Medicines During Pregnancy | Michigan Medicine. (2021). Retrieved 24 June 2021, from https://www.uofmhealth.org/health-library/uf9707

Substance Use While Pregnant and Breastfeeding | National Institute on Drug Abuse. (2020). Retrieved 24 June 2021, from https://www.drugabuse.gov/publications/research-reports/substance-use-in-women/substance-use-while-pregnant-breastfeeding

Drugs in Pregnancy. (2021). Retrieved 24 June 2021, from https://www.medscape.com/viewarticle/813743_2

Medicines during pregnancy. (2021). Retrieved 24 June 2021, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/medicines-during-pregnancy

Medicines in pregnancy. (2020). Retrieved 24 June 2021, from https://www.nhs.uk/pregnancy/keeping-well/medicines/

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 14/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x