Ciri-ciri Infeksi Telinga Pada Bayi dan Cara Mengobatinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Jika bayi Anda menjadi rewel, menangis terus, dan terlihat menarik-narik telinga mereka, mungkin saja bayi Anda mengalami infeksi telinga. Salah satu infeksi telinga pada bayi dan anak yang sering terjadi adalah otitis media akut. Infeksi ini terjadi pada telinga bagian tengah yang mengalami proses peradangan, infeksi serta sumbatan cairan. Karena proses peradangan tersebut, gendang telinga menjadi bengkak (menonjol) dan berwarna merah. Selain itu, bayi juga merasakan rasa nyeri dan demam. Berdasarkan National Institute on Deafness and Other Communication Disorders, sebanyak lima dari enam anak menderita infeksi telinga ketika mereka di bawah usia 3 tahun.

Mengapa infeksi telinga sering terjadi pada bayi?

Pada telinga terdapat suatu saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian tenggorokan. Saluran ini disebut dengan tuba eustachius. Fungsi dari tuba ini adalah untuk ventilasi, drainase cairan, dan menghalangi masuknya cairan dari tenggorokan ke telinga tengah. Ventilasi berguna untuk menjaga agar tekanan udara dalam telinga tengah selalu sama dengan tekanan udara luar.

Pada bayi dan anak, bentuk tuba lebih pendek, lebih lebar, dan lebih horizontal daripada tuba orang dewasa. Karena itulah, cairan dari tenggorokan dan telinga yang mengandung bakteri dapat lewat dengan mudah dan mencapai telinga tengah, hingga timbul otitis media akut.

Apa tanda-tanda bayi yang menderita infeksi telinga?

Pada bayi, infeksi telinga dapat menjadi sulit dikenali karena mereka tidak dapat mengatakan apa yang mereka rasakan. Sebagai orangtua, Anda perlu mengenali tanda-tanda apa saja pada bayi jika terjadi infeksi telinga.

  • Demam yang suhunya dapat mencapai lebih dari 39 derajat.
  • Sangat rewel dan sering menangis ketika ia berbaring. Hal ini merupakan tanda bahwa bayi Anda kesakitan akibat tekanan di telinga yang meningkat.
  • Menarik-narik telinga.
  • Sulit tidur.
  • Tidak berespon terhadap suara.
  • Adanya cairan atau nanah yang mengalir keluar dari telinga. Hal ini merupakan tanda bahwa gendang telinga bayi sudah pecah akibat tekanan yang terlalu tinggi.
  • Adanya bekas cairan yang mengering (krusta) di sekitar telinga.
  • Hilang keseimbangan akibat pusing.

Apa yang harus dilakukan apabila bayi menderita infeksi telinga?

Segera bawa bayi Anda untuk diperiksa ke dokter. Dokter akan memberikan obat berupa antibiotik jika diperlukan. Jika infeksi terus berlanjut, perlu dilakukan tindakan operasi berupa pemasangan pipa ventilasi (ventilation tube) di gendang telinga untuk mengeluarkan cairan telinga yang terperangkap dan melancarkan aliran udara.

Selain itu, hal-hal berikut dapat Anda lakukan di rumah untuk membantu mengurangi gejala dari infeksi telinga pada bayi Anda.

1. Kompres hangat

Untuk mengurangi nyeri, Anda dapat melakukan kompres hangat pada telinga bayi Anda selama 10-15 menit.

2. Pemberian acetaminophen

Jika bayi Anda berusia 6 bulan atau lebih, Anda dapat memberikan acetaminophen untuk mengurangi nyeri. Akan tetapi, tetap ikuti instruksi yang diberikan oleh dokter dan baca intruksi mengenai pemberiannya.

3. Berikan bayi Anda minum

Hal ini dilakukan karena menelan dapat membantu drainase cairan yang berada di tuba eustachius.

4. Angkat kepala bayi

Ketika bayi tidur, pastikan kepala bayi terangkat dengan menggunakan bantal. Hal ini dapat membantu drainase sinus.

Apa akibatnya jika infeksi telinga pada bayi tidak segera diobati?

Fungsi pendengaran seseorang dipengaruhi oleh getaran di gendang telinga serta struktur-struktur yang terlibat pada telinga tengah. Adanya infeksi berulang yang merusak gendang telinga karena akumulasi cairan terus menerus dapat mempengaruhi getaran di gendang telinga.

Pengobatan infeksi telinga merupakan hal yang penting untuk segera dilakukan, terutama ketika bayi Anda sedang belajar bicara. Gangguan pendengaran dapat menyebabkan keterlambatan dalam berbicara atau berbahasa yang nantinya dapat mempengaruhi prestasi mereka di sekolah.

Cara mencegah infeksi telinga pada bayi

  • Berikan bayi Anda ASI. Risiko infeksi telinga dapat menurun karena adanya antibodi dalam ASI.
  • Pastikan posisi bayi Anda duduk ketika sedang minum susu.
  • Cegah terjadinya pilek pada bayi Anda.
  • Hindari bayi dari alergi. Alergi dapat menyebabkan adanya produksi cairan yang dapat menyumbat tuba eustachius sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi telinga.
  • Jangan terpapar rokok. Bayi yang terpapar dengan asap rokok memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita infeksi telinga.
  • Vaksinasi. Bawa bayi Anda ke dokter untuk mendapatkan vaksin flu dan pneumococcal.

Baca Juga:

Sumber