Infeksi Telinga Pada Bayi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Apa itu infeksi telinga pada bayi?

gejala bayi sakit yang harus diwaspadai

Pernahkah melihat bayi rewel sepanjang hari dan tampak merasa tidak nyaman dengan telinganya?

Hal ini kemungkinan besar menunjukkan ada masalah infeksi pada telinga bayi.

Infeksi telinga adalah kondisi peradangan pada bagian tengah telinga atau disebut dengan middle ear infection.

Sebenarnya, infeksi telinga bisa terjadi pada siapa pun mulai dari orangtua hingga bayi.

Akan tetapi, melansir dari National Institute on Deafness and Other Communication Disorder (NIDC), anak-anak lebih sering mengalaminya ketimbang orang dewasa.

Salah satu penyakit infeksi telinga yang biasanya dikenal adalah otitis media.

Singkatnya, infeksi telinga ini dapat dialami bayi dan anak dengan gejala yang serupa.

Penyakit infeksi telinga kerap menimbulkan peradangan dan sumbatan cairan sehingga membuat gendang telinga menjadi bengkak dan tampak kemerahan.

Apa penyebab infeksi telinga pada bayi dan anak?

vaksin dpt

Penyebab infeksi telinga, termasuk pada bayi dan anak-anak, biasanya dikarenakan ada penumpukan cairan di bagian belakang gendang telinga.

Penumpukan cairan tersebut dapat diawali karena adanya bakteri atau virus sehingga menjadi penyebab infeksi telinga.

Mengutip dari Baby Centre, infeksi telinga dari virus, bakteri, maupun keduanya pada bayi dan anak dapat terjadi saat pilek.

Ini karena pilek yang dialami bayi dan anak mengakibatkan lendir yang menyumbat saluran Eustachius.

Saluran tuba Eustachius bayi dan anak lebih pendek

Ya, pada telinga terdapat suatu saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian tenggorokan.

Saluran ini disebut dengan tuba Eustachius.

Fungsi dari tuba Eustachius ini adalah untuk ventilasi, drainase cairan, dan menghalangi masuknya cairan dari tenggorokan ke telinga tengah.

Ventilasi berguna untuk menjaga agar tekanan udara dalam telinga tengah selalu sama dengan tekanan udara luar.

Pada bayi dan anak, bentuk tuba lebih pendek, lebih lebar, dan lebih horizontal daripada tuba orang dewasa.

Itu sebabnya, cairan dari tenggorokan dan telinga yang mengandung bakteri dapat lewat dengan mudah dan mencapai telinga tengah, hingga menimbulkan infeksi telinga.

Apa gejala infeksi telinga pada bayi?

makanan bayi 6 bulan untuk kecerdasan otak

Seperti yang disebutkan sebelumnya, infeksi telinga bisa terjadi karena adanya penumpukan cairan.

Selain disebabkan oleh adanya penyakit lain yang mendasarinya, aktivitas berenang juga bisa menyebabkan infeksi telinga.

Bila muncul gejala yang menunjukkan adanya infeksi pada telinga, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter untuk mengetahui diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Jika bayi Anda menjadi rewel, menangis terus, dan terlihat menarik-narik telinga mereka, mungkin saja bayi Anda mengalami infeksi telinga.

Pada bayi, infeksi telinga dapat menjadi sulit dikenali karena mereka tidak dapat mengatakan apa yang mereka rasakan.

Sebagai orangtua, Anda perlu mengenali tanda-tanda apa saja pada bayi dan anak bila mengalami infeksi telinga.

Berbagai tanda dan gejala infeksi telinga pada bayi serta anak yang bisa diperhatikan yakni sebagai berikut:

1. Demam

Infeksi telinga memang terjadi ketika anak memiliki penyakit lain, seperti pilek, flu, atau radang tenggorokan.

Penyakit tersebut bisa membuat anak demam. Namun, saat infeksi telinga terjadi, anak akan mengalami demam yang cukup tinggi yaitu sekitar 38 derajat Celcius.

2. Nyeri pada telinga

Peradangan pada telinga oleh bakteri menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri pada telinga. Ini merupakan gejala utama pada infeksi telinga.

Untuk anak yang belum bisa bicara, biasanya akan terus rewel dan menarik-narik telinganya karena sakit.

Namun untuk anak yang sudah bisa bicara, mereka akan mengeluhkan adanya rasa nyeri pada telinga.

3. Nafsu makan berkurang

Tabung eustachius yang meradang menyebabkan rasa sakit pada telinga dan bisa memengaruhi nafsu makan bayi dan anak.

Gerakan mengunyah dan menelan makanan menyebabkan adanya tekanan tinggi pada telinga sehingga rasa nyeri muncul.

Inilah sebabnya nafsu makan bayi dan anak menjadi berkurang.

4. Kesulitan tidur

Saat sakit, tubuh anak menjadi lebih lemah sehingga akan memilih untuk berbaring tidur.

Hanya saja, anak yang mengalami infeksi telinga akan mengalami kesulitan untuk tidur.

Membaringkan tubuh ke samping tepatnya pada bagian telinga yang terinfeksi menyebabkan adanya tekanan pada telinga tengah.

Kondisi ini membuat rasa nyeri pada telinga lebih menyakitkan.

Ini akan membuat anak menjadi susah untuk tidur karena posisi tidurnya lebih terbatas.

5. Kesulitan mendengar dan menjaga keseimbangan

Gelombang suara yang berhasil didengar telinga bergerak melalui udara.

Penumpukan lendir pada telinga mengganggu saluran Eustachius untuk mengatur keseimbangan udara tersebut.

Saat lendir menumpuk, gelombang suara yang seharusnya mencapai telinga bagian tengah jadi terhalang.

Ini sebabnya infeksi telinga pada bayi dan anak membuatnya merasakan telinga bindeng dan tidak responsif terhadap suara.

Kemudian, telinga bagian tengah yang bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan tubuh juga terganggu fungsinya.

Akibat peradangan, tekanan pada labirin pada telinga bagian tengah menjadi lebih besar sehingga menyebabkan hilangnya keseimbangan.

Kondisi ini akan membuat anak berjalan goyah atau sulit mempertahankan posisi tubuhnya dengan benar.

6. Keluar cairan dari telinga

Tabung Eustachius pada telinga memang mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Ini bisa tercium ketika Anda membersihkan kotoran pada telinga bayi dan anak.

Namun, saat infeksi telinga terjadi, bau busuk tersebut dapat tercium padahal tidak sedang dibersihkan.

Hal ini menjadi awal tanda adanya cairan tidak normal pada telinga.

Seiring waktu, cairan berwarna putih kekuningan akan keluar dari telinga.

Cairan tersebut merupakan nanah, yaitu kumpulan sel darah putih yang gagal menyerang pantogen.

Namun, gejala ini jarang terjadi dan dapat hilang bila infeksi diobati.

7. Menarik-narik telinga

Kebiasaan menarik-narik telinga yang mungkin beberapa waktu belakangan dilakukan bayi dan anak bisa disebabkan oleh berbagai alasan.

Salah satu alasan ketika bayi dan anak menarik-narik telinga yakni karena infeksi telinga.

Ini biasanya dilakukan karena bayi dan anak merasa nyeri, sakit, atau tidak nyaman pada salah satu maupun kedua telinga.

Alhasil, bayi dan anak berupaya mengurangi rasa sakit pada telinga dengan cara menarik-narik atau memukulnya.

Bagaimana cara mengatasi infeksi telinga pada bayi?

demam anak berkepanjangan

Ketika gejala infeksi telinga terjadi pada bayi dan anak, sebaiknya segera bawa periksa ke dokter.

Dokter akan memberikan obat berupa antibiotik jika diperlukan.

Jika infeksi terus berlanjut, perlu dilakukan tindakan operasi berupa pemasangan pipa ventilasi (ventilation tube) di gendang telinga untuk mengeluarkan cairan telinga yang terperangkap dan melancarkan aliran udara.

Selain itu, hal-hal berikut dapat Anda lakukan di rumah untuk membantu mengurangi gejala dari infeksi telinga pada bayi dan anak:

1. Kompres hangat

Untuk mengurangi nyeri, Anda dapat melakukan kompres hangat pada telinga bayi dan anak.

Lakukan cara ini kurang lebih selama 10-15 menit.

2. Pemberian acetaminophen

Jika bayi Anda berusia enam bulan atau lebih, Anda dapat memberikan acetaminophen untuk mengurangi nyeri.

Akan tetapi, tetap ikuti instruksi yang diberikan oleh dokter dan baca intruksi mengenai pemberiannya.

3. Berikan bayi minum yang cukup

Berikan bayi minum yang cukup guna menelan dapat membantu drainase cairan yang berada di tuba Eustachius.

4. Angkat kepala bayi

Ketika bayi tidur, pastikan kepala bayi terangkat dengan menggunakan bantal.

Hal ini dapat membantu mengurangi kelebihan cairan pada saluran tuba Eustachius.

Apa akibatnya jika infeksi telinga pada bayi tidak segera diobati?

Fungsi pendengaran seseorang dipengaruhi oleh getaran di gendang telinga serta struktur-struktur yang terlibat pada telinga tengah.

Adanya infeksi berulang yang merusak gendang telinga karena akumulasi cairan terus menerus dapat mempengaruhi getaran di gendang telinga.

Pengobatan infeksi telinga merupakan hal yang penting untuk segera dilakukan, terutama ketika bayi sedang belajar bicara.

Gangguan pendengaran dapat menyebabkan keterlambatan dalam berbicara atau berbahasa yang nantinya dapat mempengaruhi prestasi mereka di sekolah.

Bagaimana cara mencegah infeksi telinga pada bayi?

Berikut beberapa cara mencegah infeksi telinga pada bayi dan anak:

  • Menyusui ASI untuk bayi. Risiko infeksi telinga dapat menurun karena adanya antibodi dalam ASI.
  • Pastikan posisi bayi Anda duduk ketika sedang minum susu.
  • Cegah terjadinya pilek pada bayi Anda.
  • Hindari bayi dari alergi. Alergi dapat menyebabkan adanya produksi cairan yang dapat menyumbat tuba eustachius sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi telinga.
  • Jangan terpapar rokok. Bayi yang terpapar dengan asap rokok memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita infeksi telinga.
  • Berikan imunisasi. Bawa bayi Anda ke dokter untuk mendapatkan vaksin flu dan pneumococcal.

Setelah melakukan upaya pengobatan infeksi telinga pada bayi dan anak, biasanya kondisi si kecil akan sembuh dalam beberapa hari.

Namun, segera periksakan diri ke dokter bila gejala tidak kunjung membaik. Kemungkinan anak Anda membutuhkan antibotik minum untuk mengobati infeksi di telinganya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tak Bisa Sembarangan, Begini Cara Membersihkan Telinga yang Benar dan Aman

Tahukah Anda bahwa membersihkan telinga dengan cotton bud justru malah akan mendorong earwax ke dalam telinga dan menyebabkan infeksi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 16 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Berbagai Penyebab Telinga Berair dan Pilihan Pengobatannya

Telinga berair bisa disebabkan oleh banyak hal, dari yang sepele hingga serius. Lalu bagaimana cara mengobati telinga berair? Yuk, simak di sini pilihannya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

4 Cara Mengatasi Telinga Gatal yang Aman dan Efektif Selain Digaruk

Telinga termasuk salah satu bagian tubuh yang sensitif. Beberapa kondisi bisa membuatnya terasa gatal. Lantas bagaimana cara mengatasi telinga gatal?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 3 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Telinga Tersumbat Bikin Tidak Nyaman Beraktivitas? Sontek 5 Cara Ini

Telinga yang tersumbat bikin Anda sulit mendengar baik. Jangan khawatir, Anda bisa mengatasi telinga tersumbat dengan beberapa trik berikut.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 27 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya pakai earphone saat tidur

Waspada Bahaya Infeksi Telinga Akibat Pakai Earphone Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
warna kotoran telinga

Dari Kuning Sampai Hitam, Ketahui Arti 6 Warna Kotoran Telinga Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
belakang telinga bau

Berbagai Penyebab Telinga Bau dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
obat sakit telinga alami

Berbagai Macam Obat Sakit Telinga, dari Alami Hingga Medis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit