Semua yang Perlu Anda Tahu Seputar Operasi Bibir Sumbing

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/04/2020
Bagikan sekarang

Bibir sumbing termasuk satu dari beberapa jenis cacat lahir bawaan pada bayi. Sebagaimana kondisi cacat lahir bawaan, bibir sumbing umumnya dialami oleh bayi yang baru lahir hingga usia anak-anak. Penanganan bibir sumbing pada bayi dan anak bisa dilakukan dengan cara operasi. Lantas, bagaimana operasi bibir sumbing pada bayi baru lahir dan anak? Simak informasinya berikut ini.

Apa tujuan operasi bibir sumbing?

Bayi dan anak dengan bibir sumbing umumnya mengalami gejala yang sama yakni adanya celah pada bibir dan langit-langit mulut bagian atas.

Penyebab bibir sumbing bisa karena faktor genetik atau keturunan, baik dibawa oleh ibu maupun ayah. Selain itu, bibir dan langit-langit sumbing juga bisa disebabkan oleh faktor lingkungan.

Ambil contohnya dari obat-obatan tertentu yang dipakai ibu selama hamil atau karena kekurangan nutrisi tertentu selama hamil (seperti asam folat).

Paparan ibu terhadap bahan kimia tertentu selama hamil juga dapat menyebabkan terbentuknya celah pada bibir.

Ibu hamil yang merokok, minum alkohol saat hamil, atau bahkan menggunakan obat-obatan terlarang selama hamil berisiko menyebabkan bayi mengalami cacat lahir pada bibir.

Bayi yang lahir dengan bibir sumbing harus segera menjalani operasi bibir sumbing. Operasi bibir sumbing adalah pengobatan paling utama untuk menyatukan kembali celah bibir yang terbentuk pada mulut bayi.

Operasi ini bertujuan untuk memperbaiki celah pada bibir dan langit-langit yang terbentuk. Dengan begitu, fungsi otot pada bagian wajah ini bisa bekerja dengan normal dan penampilan wajah juga menjadi normal.

Melansir dari Mayo Clinic, bukan cuma membantu menormalkan kondisi fisik wajahnya, operasi ini juga bertujuan agar bayi bisa berbicara dengan normal.

Selain itu, operasi bibir sumbing pada bayi baru lahir juga diharapkan bisa membantunya untuk menerima makanan dengan mudah.

Operasi bibir sumbing pada bayi baru lahir dan anak juga bisa membantu mencegah gangguan pertumbuhan gigi dan gangguan pendengaran di kemudian hari. 

Perlu Anda ketahui, anak dengan langit-langit sumbing berisiko mengalami penumpukan cairan pada telinga bagian tengah. Hal ini bisa menyebabkan infeksi telinga dan bahkan gangguan pendengaran bayi.

Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk memeriksakan telinganya sekali atau dua kali per tahun.

Kapan sebaiknya anak menjalani operasi bibir sumbing?

Operasi bibir sumbing bisa dilakukan saat bayi berusia tiga sampai usia enam bulan. Mula-mula bayi akan dibius terlebih dahulu sehingga cacat pada bibir bayi bisa diperbaiki dan kemudian ditutup dengan jahitan.

Dikutip dari laman NHS, operasi ini biasanya berlangsung selama satu sampai dua jam. Bekas jahitan kecil di bibir atas (bagian bawah hidung) biasanya akan terlihat setelah melakukan operasi ini.

Namun, lama-kelamaan bekas jahitan pada bibir sumbing si kecil akan memudar dan menjadi kurang jelas.

Jika bayi juga mengalami langit-langit sumbing, operasi perbaikan langit-langit bisa dilakukan kemudian pada usia 10 sampai usia 12 bulan.

Perbaikan langit-langit ini dilakukan dengan menghubungkan otot lunak pada langit-langit dan mengatur jaringan untuk menutup celah itu.

Hal ini bertujuan agar langit-langit mulut bisa bekerja dengan baik, terutama untuk berbicara. Meski tidak menutup kemungkinan, beberapa bayi akan memiliki suara hidung atau berbeda dengan orang normal di kemudian hari.

Operasi bibir dan langit-langit yang bermasalah dapat dilakukan lebih dini, misalnya di bawah usia 12 bulan, bisa membuat kemampuan berbicara anak menjadi lebih baik.

Suara yang keluar dari mulut anak mungkin tidak terlalu sengau dan lebih jelas. Bayi dan anak juga perlu dilatih cara berbicaranya dari kecil untuk mendukung kemampuannya.

Tahapan operasi bibir sumbing

operasi bibir sumbing

Penanganan untuk kasus bibir sumbing pada bayi dan anak tidak selalu sama. Biasanya, dokter akan menyesuaikan penanganan bibir sumbing sesuai dengan usia dan keparahan kondisi bibir sumbing yang si kecil alami.

Secara umum, berikut ini tahapan operasi bibir sumbing dilihat dari usia bayi dan anak:

  1. Penjelasan mengenai operasi bibir sumbing pada bayi baru lahir kepada orangtua.
  2. Umur 3 bulan (rule over ten): operasi bibir dan analasi dan evaluasi telinga.
  3. Umur 10-12 bulan: operasi palato atau celah langit-langit mulut dan evaluasi pendengaran dan telinga.
  4. Umur 1-4 tahun: evaluasi bicara dan terapi bicara setelah tiga bulan pasca operasi.
  5. Umur 4 tahun: dipertimbangkan repalatoraphy atau pharyngoplasty.
  6. Umur 6 tahun: evaluasi gigi dan rahang serta evaluasi pendengaran.
  7. Umur 9-10 tahun: alveolar bone graft atau cangkok tulang alveolar adalah pembedahan untuk menambah tulang pada gusi pada anak dengan bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing.
  8. Umur 12-13 tahun: perbaikan-perbaikan bila diperlukan.
  9. Umur 17 tahun: evaluasi tulang-tulang muka.

Dilihat dari jadwal perawatan tersebut, pasien bibir sumbing membutuhkan setidaknya 1 sampai 2 kali pembedahan. Supaya lebih jelas, berikut jenis operasi bibir sumbing yang dapat dilakukan:

1. Operasi perbaikan celah bibir

Operasi perbaikan celah bibir merupakan jenis operasi bibir sumbing tahap pertama. Pembedahan ini umumnya dilakukan pada anak usia tiga bulan yang mengalami bibir sumbing.

Selama 1-2 jam, dokter akan melakukan operasi dengan menyatukan celah bibir dan menutupnya dengan jahitan. Begitu operasi selesai, si kecil dianjurkan untuk rawat inap dulu selama 1 sampai 2 hari setidaknya sampai jahitannya pulih.

Ya, bayi dan anak memang akan memiliki sedikit bekas luka pada bibirnya. Namun tenang dulu, ada ahli bedah yang akan membantu menyamarkan bekas luka dengan garis-garis alami pada bibir sehingga bibir anak akan tampak senormal mungkin.

2. Operasi perbaikan celah langit-langit mulut

Setelah operasi perbaikan celah bibir selesai, dokter akan melakukan operasi tahap dua berupa perbaikan celah langit-langit mulut. Jenis operasi ini biasanya dilakukan pada anak usia 6-12 bulan.

Pada operasi ini, dokter akan menutup celah sekaligus mengatur otot pada lapisan langit-langit mulut anak. Proses ini biasanya memakan waktu sekitar 2 jam sampai benar-benar selesai.

Sama seperti operasi tahap pertama, si kecil dianjurkan untuk rawat inap 1-3 hari sampai kondisi kesehatannya benar-benar pulih.

Bedanya, bekas jahitan operasi bibir sumbing pada bayi baru lahir maupun anak tidak terlalu tampak dari luar karena dilakukan pada bagian dalam mulut.

3. Operasi bibir sumbing tambahan

Pada beberapa kasus, anak yang mengalami bibir sumbing membutuhkan pembedahan tambahan. Hal ini tergantung dari kebutuhan masing-masing pasien dan seberapa parah efek bibir sumbing yang dialami pasien.

Sejumlah operasi bibir sumbing tambahan tersebut meliputi:

1. Operasi cangkok tulang

Operasi cangkok tulang untuk memperbaiki celah pada gusi, menstabilkan rahang atas, dan memudahkan pertumbuhan gigi permanen. Ini biasanya dilakukan pada anak usia 8-12 tahun.

2. Pharyngoplasty

Pharyngoplasty adalah pembedahan tambahan bibir sumbing untuk membantu memperbaiki kemampuan bayi dan anak dalam berbicara.

3. Rhinoplasty

Rhinoplasty adalah operasi memperbaiki bentuk hidung anak menjadi lebih sempurna. Ini karena celah pada bibir sumbing juga akan memengaruhi bentuk hidung si kecil.

4. Operasi perbaikan rahang

Beberapa anak dengan bibir sumbing cenderung memiliki rahang bawah yang lebih kecil daripada anak normal lainnya.

Operasi perbaikan rahang ini bisa membantu membuat tampilan rahang si kecil jadi lebih baik sehingga dapat melancarkan fungsi rahang tersebut.

5. Operasi saluran telinga

Operasi saluran telinga dilakukan dengan memasang tabung berbentuk kumparan kecil pada gendang telinga.

Hal ini bertujuan untuk mencegah penumpukan cairan telinga yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran pada anak.

6. Operasi untuk memperbaiki penampilan dan fungsi bibir serta langit-langit mulut

Operasi tambahan ini mungkin diperlukan jika operasi yang sebelumnya tidak memberi hasil yang baik atau anak mengalami masalah bicara.

Sama seperti pembedahan lainnya, operasi bibir sumbing juga memiliki efek samping. Efek samping tersebut bisa berupa perdarahan, infeksi, dan bekas luka.

Bahkan, bayi dan anak juga bisa mengalami gangguan sementara atau permanen pada saraf, pembuluh darah, maupun struktur tubuh lainnya.

Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter untuk mendapatkan saran jenis operasi bibir sumbing yang tepat untuk bayi atau anak.

Di samping penanganan dengan operasi, anak juga akan diberikan perawatan lanjutan lainnya berupa terapi bicara dan perawatan kesehatan gigi dan mulut.

Hal ini bertujuan supaya bayi dan anak dapat kembali berbicara dengan lancar dan beradaptasi dengan fisiknya yang jauh lebih normal pasca menjalani operasi.

Berapa perkiraan biaya operasi bibir sumbing?

Perkiraan biaya operasi bibir sumbing pada bayi baru lahir dan anak bisa berbeda-beda. Perbedaan biaya operasi bibir sumbing ini biasanya ditentukan oleh tindakan yang dilakukan dokter, konsultasi dokter, dan tambahan lainnya.

Jadi, silakan konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk mendapatkan informasi selengkapnya mengenai pembedahan bibir sumbing ini.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengulik Lebih Dalam Seputar Kelainan Kongenital pada Bayi

Meski baru lahir, cacat bawaan atau kelainan kongenital berisiko terjadi pada bayi. Agar lebih jelas, simak informasi selengkapnya, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Encephalocele

Encephalocele atau ensefalokel adalah cacat lahir pada bayi. Cari tahu mengenai definisi, gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Hernia Diafragmatika

Hernia diafragmatika atau hernia diafragma adalah cacat lahir bayi. Cari tahu seputar penyebab, diagnosis, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Thalasemia pada Anak

Thalasemia adalah penyakit kelainan bawaan pada anak. Cari tahu selengkapnya seputar definisi, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

omphalocele adalah omfalokel

Omphalocele

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
atresia esofagus adalah esophageal atresia

Atresia Esofagus

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020
tumbuh kembang bayi prematur

Anophthalmia

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020
mikrotia atau microtia adalah

Microtia

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020