Definisi

Apa itu bell’s palsy?

Bell’s palsy adalah kelumpuhan saraf wajah akibat peradangan dan pembengkakan saraf yang mengontrol otot pada salah satu sisi wajah. Hal ini menyebabkan perubahan bentuk pada salah satu sisi wajah, di mana wajah akan terlihat “melorot”. Kondisi ini dapat datang secara tiba-tiba dan bagi kebanyakan orang bersifat sementara. Meski begitu, beberapa orang juga bisa mengembangkan kondisi ini seumur hidup.

Seberapa umumkah bell’s palsy?

Siapapun bisa terkena, tapi penyakit ini biasanya muncul antara umur 15-45 tahun. Anda bisa membatasi peluang terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko. Selalu konsultasi kepada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala bell’s palsy?

Gejala penyakit ini biasanya muncul secara mendadak dan dapat membaik dalam beberapa minggu, dengan pemulihan total sekitar 6 bulan. Beberapa gejala paling umum dari bell’s palsy adalah:

  • Kulit wajah tampak “melorot” di satu atau kedua sisi wajah.
  • Mengeluarkan air liur
  • Sensitif terhadap suara.
  • Nyeri pada rahang atau di belakang telinga.
  • Sakit kepala.
  • Kemampuan indra perasa yang berkurang.
  • Kesulitan menunjukkan ekspresi pada wajah dan bahkan kesulitan menutup mata atau tersenyum
  • Lumpuh total pada salah satu sisi wajah. Umumnya, gejala dapat berlangsung selama beberapa jam, atau mungkin bahkan beberapa hari.

Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum di atas. Jika ingin bertanya tentang tanda ini, konsultasikanlah kepada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda perlu menghubungi dokter jika:

  • Memiliki gejala di atas.
  • Terkena tinnitus (telinga berdenging), vertigo, atau sulit mendengar.
  • Bagian tubuh melemah atau lumpuh.
  • Mata memerah, sakit, iritasi, atau sulit berhenti mengeluarkan air mata.
  • Mengalami efek samping obat.

Penyebab

Apa penyebab bell’s palsy?

Walaupun penyebab penyakit belum dipastikan, tapi beberapa studi menunjukkan bahwa penyakit ini biasanya terkait dengan paparan virus. Beberapa virus dapat menyebabkan bell’s palsy adalah:

Sekali terinfeksi, saraf wajah pada pasien dengan radang dan bengkak menyebabkan kelumpuhan total atau pada salah satu sisi wajah.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk bell’s palsy?

Beberapa faktor  yang meningkatkan risiko terkena bell’s palsy adalah:

  • Wanita hamil, terutama pada masa kehamilan di trimester terakhir atau pada beberapa minggu pertama setelah melahirkan.
  • Infeksi pernapasan seperti influenza atau flu.
  • Diabetes.
  • Riwayat anggota keluarga yang mengidap bell’s palsy.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk bell’s palsy?

Beberapa pilihan pengobatan untuk bell’s palsy adalah:

  • Obat dapat digunakan untuk mengurangi gejala yang parah. Obat ini (misalnya grup kortikosteroid) berguna untuk mengurangi radang (pembengkakan) saraf.
  • Umumnya pasien dengan gejala gejala yang ringan akan membaik tanpa pengobatan. Namun, dalam beberapa kasus langka, pasien yang tidak dapat pulih total harus menjalani operasi untuk meredakan tekanan pada permukaan saraf atau meningkatkan pergerakan permukaan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk bell’s palsy?

Dokter memeriksa ulang riwayat pengobatan dan telinga, hidung, dan mulut. Dokter akan CT atau MRI otak, ditambah dengan tes darah untuk menemukan penyebab Bell’s palsy.

Selain itu, dokter juga mungkin melakukan tes yang lebih spesial seperti tanda elektromekanikal (EMG) untuk mempelajari aktivitas saraf dan memprediksi peluang sembuhnya penyakit.

 

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi bell’s palsy?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin membantu mengatasi Bell’s palsy adalah:

  • Ikuti instruksi dokter dan minum obat sesuai resep
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita penyakit lainnya, terutama diabetes
  • Bicarakan dengan dokter tentang obat yang Anda minum
  • Biarkan dokter tahu apakah Anda baru-baru ini sudah divaksinasi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 9, 2018 | Terakhir Diedit: Maret 9, 2018