home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mata Sering Kedutan, Apa Artinya dari Sisi Medis?

Mata Sering Kedutan, Apa Artinya dari Sisi Medis?

Hampir semua orang pasti pernah mengalami mata kedutan. Kata orang, kedutan di mata kiri berarti akan dapat rezeki nomplok atau malah ada yang sedang rindu pada Anda. Sementara, jika mata kanan bawah yang kedutan, tandanya Anda akan menangis. Benarkah? Sebenarnya, apa penyebab kedutan dari kacamata medis? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu mata kedutan?

Mata kedutan digambarkan sebagai sensasi berdenyut atau bergetar di area area kelopak mata, bawah mata, hingga alis. Sensasi ini terjadi secara berulang tanpa bisa dikendalikan.

Biasanya Anda hanya merasakan kedutan mata kiri atas pada satu waktu atau sebaliknya. Kondisi ini jarang terjadi pada kedua mata dalam waktu yang sama.

Kedutan bukanlah sebuah penyakit mata. Dalam dunia medis, mata berkedut dikenal dengan istilah myokymia. Sensasi berdenyut yang muncul disebabkan oleh saraf kelopak mata bagian atas atau bawah yang menegang dan kejang.

Kedutan yang terjadi di mata kiri, mata kanan atas, atau lokasi lainnya biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak berbahaya. Namun, bisa jadi sangat mengganggu jika kedutan yang dialami ternyata cukup kuat hingga menyebabkan kelopak mata sampai benar-benar menutup dan membuka kembali dengan sendirinya.

Apa penyebab mata kedutan?

Tidak diketahui secara pasti apa penyebab mata kedutan, baik di mata kiri atau kanan, di area bawah atau atas. Namun, mata kedutan tidak selalu menandakan kondisi yang berbahaya.

Pasalnya, ada berbagai kegiatan sehari-hari yang bisa disebut-sebut memicu kedutan, seperti:

1. Kelelahan dan kurang tidur

Setelah seharian belajar dan bekerja, mata Anda mungkin akan kelelahan. Itulah sebabnya, mata Anda membutuhkan istirahat, salah satunya dengan tidur. Jika kurang tidur, ada beberapa gangguan pada mata yang bisa terjadi.

Selain menyebabkankantung mata membesar dan menghitam, kurang tidur juga bisa menyebabkan kedutan pada kelopak mata. Kondisi ini juga bisa terjadi ketika Anda stres. Stres kadang membuat Anda sulit tidur pada malam hari. Akibatnya, kelelahan yang mata Anda rasakan menumpuk dan memicu kedutan.

2. Konsumsi kafein

Kafein tidak hanya ada pada kopi. Banyak produk makanan dan minuman yang mengandung zat ini, sebut saja cokelat, teh, soda, dan minuman energi lainnya. Tujuannya, untuk membuat Anda jadi lebih waspada dan bertenaga.

Ketika masuk ke tubuh, kafein akan merangsang sistem saraf pusat, yaitu otak Anda. Anda mungkin menyadari salah satu efeknya, yaitu mengurangi rasa kantuk dan membuat Anda jadi lebih produktif.

Sederhananya, jika Anda minum kafein di sore atau malam hari, Anda akan kesulitan tidur. Akibatnya, Anda kurang tidur dan kedutan bisa terjadi.

Kafein yang diminum terlalu banyak juga bisa menyebabkan otot tubuh mengejang dan berisiko menimbulkan kedutan mata kiri atas atau sisi satunya.

3. Merokok dan minum alkohol

Seperti kafein, minuman alkohol dan asap rokok juga merangsang otot pada tubuh Anda menjadi tegang. Alkohol mengandung kafein dan asap rokok mengandung ribuan zat kimia yang masuk ke tubuh. Kemungkinan besar senyawa pada rokok dan alkohol bisa memicu terjadinya saraf kelopak mata menegang.

Kombinasi asap rokok dan alkohol sangat tidak menyehatkan tubuh. Dalam jangka panjang, bukan hanya risiko mata berkedut, melainkan juga berbagai penyakit kronis lainnya.

4. Terlalu lama menatap gadget

Kelelahan mata tidak hanya disebabkan oleh kurang tidur. Seharian menatap layar komputer atau gadget juga menyebabkan kelelahan pada otot mata. Ini berisiko menyebabkan kelopak mata berkedut. Apalagi jika Anda memiliki mata kering, risiko mata berkedut akan lebih besar.

5. Penggunaan obat-obatan tertentu

Penyebab myokymia lainnya adalah penggunaan obat-obatan tertentu. Obat antiepileptik dan antipsikotik memengaruhi saraf dan otot Anda sehingga menyebabkan otot menegang dan tremor (tubuh gemetaran).

Selian itu, obat diuretik untuk mencegah penumpukan cairan dalam tubuh juga bisa menyebabkan tubuh kekurangan magnesium. Magnesium sangat diperlukan tubuh untuk menunjang kinerja saraf dan otot. Bila mineral ini tidak tercukupi, otot tubuh akan rentan mengejang.

6. Penyakit yang menyebabkan mata kedutan

Walaupun sangat jarang, kedutan mata kiri atas ataupun kanan juga bisa menjadi tanda dari sejumlah kondisi neurologis. Biasanya kedutan yang menandakan penyakit akan diikuti oleh gejala lainnya pada tubuh.

Beberapa kondisi kesehatan atau penyakit yang juga dapat menjadi penyebab mata kedutan, antara lain:

Bagaimana cara mengatasi kedutan secara alami?

Kebanyakan orang tidak membutuhkan pengobatan medis karena kedutan di mata biasanya akan hilang dengan sendirinya. Meski begitu, ada cara-cara sederhana yang bisa Anda coba untuk mengurangi sensasi mata berkedut. Beberapa di antaranya seperti:

1. Kompres mata

Sering kali kedutan mata kiri bawah disebabkan oleh mata lelah. Nah, untuk meredakan mata lelah, Anda bisa melakukan kompres hangat di area sekitar mata. Lakukan cara ini setiap malam menjelang tidur hingga mata Anda terasa lebih rileks. Apabila kedutan masih berlangsung, coba untuk gonta-ganti kompres air hangat dengan air dingin setiap 10 menit sekali.

2. Akupunktur/pijat

Pijat biasanya dilakukan untuk melemaskan otot-otot yang tegang dan kaku. Sama halnya pijat badan, pijat mata juga memiliki fungsi yang sama. Anda tak perlu pergi ke terapis untuk melakukan pijat mata. Anda bisa lakukan sendiri di rumah.

Pijat lembut area alis dengan gerakan memutar selama beberapa menit untuk melemaskan otot-otot mata. Secara perlahan, mulailah memijat ke sisi laur mata, area bawah mata, dan bagian dalam mata.

3. Kurangi alkohol dan kafein

Untuk mengatasi kedutan di mata, Anda disarankan mengurangi minum minuman beralkohol dan yang mengandung kafein. Anda juga sebaiknya menghindari minuman berenergi dan obat penghilang nyeri untuk sementara waktu.

Sebagai gantinya, Anda bisa minum air tonik atau air kelapa. Air kelapa diklaim bisa melemaskan otot-otot yang tegang karena mengandung senyawa kimia quinine.

4. Tidur lebih awal

Mengatasi kedutan mata kiri atau kanan, atas atau bawah, bisa hanya dengan tidur yang cukup. Jika beberapa hari kemarin Anda tidur larut karena begadang, mulai malam ini, cobalah untuk tidur 10-15 menit lebih awal dari jadwal tidur normal Anda.

5. Sauna wajah

Tidak hanya akan menenangkan dan menghidrasi wajah, uap panas akan membuka dan membersihkan pori. Caranya, tuangkan air panas dalam sebuah mangkuk, tutup kepala Anda dengan handuk dan biarkan uap menghangatkan wajah Anda.

Coba juga tambahkan minyak esensial, seperti kayu putih, lavender, atau mawar yang juga efektif untuk melegakan otot yang menegang.

6. Pakai air mata buatan

Jika kedutan disebabkan oleh mata kering, Anda bisa menggunakan air mata buatan. Air mata buatan bisa Anda temukan dengan mudah di berbagai apotek atau toko obat tanpa resep dokter. Namun, jangan lupa untuk selalu membaca label pemakaian yang tertera pada kemasan sebelum menggunakannya.

Apa saja pengobatan kedutan yang tersedia?

Meski umumnya myokymia bukan kondisi yang perlu dikhawatirkan, Anda tidak boleh menyepelekannya. Terutama jika mata berkedut dalam waktu yang lama, sering berulang, dan muncul gejala lain yang mengganggu aktivitas.

Untuk mengatasi mata kedutan, baik di area kiri, kanan, atau, maupun bawah, Anda perlu tahu dulu apa yang menjadi penyebabnya. Biasanya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya.

Berbagai pengobatan yang harus Anda jalani untuk mengatasi gangguan saraf yang menyebabkan kelopak mata berkedut, antara lain:

1. Injeksi botox

Dalam prosedur ini, sejumlah kecil toksin botulinum (botox) ke dalam daerah di sekitar mata. Suntikan akan melemahkan otot untuk sementara waktu dan meredakan kejang. Efek botoks bertahan sekitar 3-6 bulan.

2. Obat-obatan

Dokter mungkin akan memberikan obat-obatan untuk mengatasi mata kedutan, sesuai dengan penyebabnya. Beberapa obat yang mungkin diberikan untuk mengatasi kedutan, antara lain:

  • Obat untuk menghambat sinyal motorik yang berlebihan di otak
  • Obat acyclovir atau steroid prednison untuk memblokir jalannya infeksi dan mengurangi sensasi mata berkedut
  • Obat analgesik, seperti aspirin, paracetamol, dan ibuprofen untuk meredakan nyeri
  • Salep, obat tetes, atau gel untuk mengurangi mata kering
  • Obat-obatan tertentu untuk mengurangi gejala distonia, seperti obat golongan agen antikolinergik, agen GABAergik, dan agen dopaminergik

3. Operasi

Dikutip dari Cleveland Clinic, operasi mungkin dilakukan ketika suntikan botoks atau obat-obatan tidak berhasil. Prosedur pembedahan akan disesuaikan dengan kondisi Anda dan penyebab dari mata kedutan yang Anda alami.

Kapan saya harus ke dokter?

Mata kedutan, baik di mata kanan atau kiri, atas atau bawah, memang seringnya tidak berbahaya. Namun, jika ini terjadi terus-terusan, Anda harus waspada. Apalagi jika kedutan disertai dengan berbagai gangguan pada tubuh lainnya. Hal ini karena mata kedutan bisa jadi tanda dari kondisi medis yang lebih serius.

Berikut beberapa kondisi yang sebaiknya segera Anda periksakan ke dokter:

  • Kedutan di mata Anda berlangsung terus-terusan lebih dari tiga hari
  • Bagian bawah mata terasa nyeri dan bengkak
  • Mata kemerahan dan mengeluarkan kotoran yang tidak wajar
  • Kelopak mata terlalu turun ke bawah sehingga membuat Anda kesulitan membuka mata
  • Kedutan mulai memengaruhi bagian wajah lainnya

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Involuntary Facial Movements (Hemifacial Spasm) Management and Treatment | Cleveland Clinic. (2020). Retrieved 25 September 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15798-involuntary-facial-movements-hemifacial-spasm/management-and-treatment

Eye twitching Causes. (2020). Retrieved 25 September 2020, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/eye-twitching/basics/causes/sym-20050838

Eyelid Spasms (Eye Twitching or Eye Twitch) | Kellogg Eye Center | Michigan Medicine. (2020). Retrieved 25 September 2020, from https://www.umkelloggeye.org/conditions-treatments/eyelid-spasms-eye-twitching-or-eye-twitch

Blepharospasm – EyeWiki. (2020). Retrieved 25 September 2020, from https://eyewiki.aao.org/Blepharospasm

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Tanggal diperbarui 08/02/2021
x