backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Vertigo

Ditinjau secara medis oleh dr. Nona Suci Rahayu, Sp. N · Neurologi · Tirtana Medikal Klinik


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

Vertigo

Vertigo adalah kondisi yang sering kali dialami oleh banyak orang. Kondisi yang menimbulkan sensasi berputar dan pusing yang tiba-tiba ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Lantas, apa itu vertigo? Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Simak artikel berikut ini untuk mengetahui lebih jelasnya. 

Apa itu vertigo?

Vertigo adalah kondisi yang menyebabkan penderitanya merasa seolah-olah lingkungan di sekitarnya berputar atau melayang.

Kondisi ini juga akan membuat penderitanya kehilangan keseimbangan, sehingga kesulitan untuk sekadar berdiri atau bahkan berjalan.

Vertigo merupakan kumpulan gejala yang bisa terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung selama jangka waktu tertentu dalam satu waktu, yang salah satu keluhannya adalah pusing berputar.

Seberapa umum kondisi ini?

Vertigo dapat dialami oleh siapa saja. Namun, pada anak, keluhan pusing berayun atau berputar lebih sulit dideskripsikan, sehingga diagnosis vertigo jarang ditemukan pada usia anak. Vertigo umumnya akan mulai sering terjadi pada orang dengan usia 20 tahun ke atas, dan akan menjadi kondisi yang cukup umum pada usia setelahnya. Efek atau konsekuensi dari kondisi ini akan menjadi lebih parah jika Anda mengalaminya pada usia lanjut.

Apa saja tanda dan gejala vertigo?

perut mual kepala pusing mulut pahit badan lemas

Ada beberapa gejala yang mungkin perlu Anda waspadai. Beberapa gejala umum dari vertigo di antaranya:

  • pusing,
  • sensasi berputar atau melayang,
  • kehilangan keseimbangan,
  • mual dan muntah,
  • keringat berlebih,
  • sakit kepala,
  • gerakan mata tak normal, dan
  • telinga berdenging.

Biasanya, vertigo akan hilang dan timbul. Artinya, kondisi ini mungkin saja tidak menetap. Namun saat muncul, gejalanya bisa berlangsung selama beberapa menit, jam, atau bahkan hari.

Harap konsultasikan ke dokter jika vertigo tidak kunjung membaik. Apalagi jika frekuensi Anda mengalami vertigo sudah termasuk sering.

Dokter biasanya akan menanyakan gejala vertigo Anda, melakukan pemeriksaan sederhana, serta menganjurkan pemeriksaan lebih lanjut. 

Apa penyebab vertigo?

Penyebab vertigo sebenarnya tergantung dari jenis vertigo yang dialami. Secara umum, terdapat dua jenis vertigo yang dikelompokkan berdasarkan penyebabnya.

Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya. 

1. Vertigo periferal

Ini merupakan jenis yang paling sering terjadi. Penyebabnya adalah gangguan pada telinga bagian dalam yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh, sehingga timbul rasa pusing.

Hal ini bisa terjadi karena adanya peradangan di telinga bagian dalam atau infeksi virus. Menurut Penn Medicine, vertigo jenis ini bisa disebabkan oleh beberapa hal lain seperti berikut.

  • Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV), yaitu vertigo yang dipicu karena vestibular telinga dalam mengalami gangguan akibat perubahan posisi dan gerakan kepala yang tiba-tiba. 
  • Vestibular neuronitis, gangguan vestibular terjadi karena adanya peradangan di bagian saraf telinga yang terhubung langsung dengan otak. 
  • Riwayat cedera, seperti cedera pada kepala.  
  • Labirintitis, yaitu akibat iritasi dan pembengkakan pada telinga bagian dalam, khususnya pada saluran berliku-liku yang terdapat banyak cairan di dalamnya. 
  • Penyakit Ménière, yaitu penyakit yang menyerang telinga bagian dalam, sehingga dapat menyebabkan vertigo, telinga berdenging, hingga penurunan fungsi pendengaran.

2. Vertigo central

Berbeda dengan jenis periferal yang disebabkan oleh gangguan pada telinga dan organ keseimbangan, vertigo central terjadi akibat adanya masalah pada otak.

Bagian otak yang paling berpengaruh terhadap terjadinya penyakit ini adalah cerebellum atau otak kecil. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya vertigo central. 

  • Migrain, yaitu kondisi sakit kepala sebelah yang tidak tertahankan yang disertai dengan rasa nyeri yang berdenyut. 
  • Multiple sclerosis, kondisi yang terjadi akibat adanya gangguan sinyal pada sistem saraf pusat, yaitu otak dan tulang belakang. 
  • Neuroma akustik, yaitu tumor jinak yang tumbuh pada saraf vestibular, sistem saraf yang menghubungkan telinga dengan otak. 
  • Tumor otak, tumor yang menyerang cerebellum atau otak kecil, sehingga mengakibatkan gangguan koordinasi gerakan tubuh.
  • Stroke, terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah yang terjadi pada otak.
  • Obat-obatan, seperti antikonvulsan atau aspirin dapat menimbulkan efek samping vertigo pada orang yang mengonsumsinya. 

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Dokter pemeriksaan THT

Sama seperti diagnosis awal penyakit pada umumnya, dokter akan menanyakan segala hal yang berkaitan dengan gejala yang Anda alami secara detail.

Ini mulai dari sensasi vertigo yang dialami (melayang, goyang, atau berputar), pemicu timbulnya vertigo, frekuensi kemunculan, durasi, dan lain sebagainya.

Dokter juga akan bertanya tentang riwayat medis Anda, termasuk riwayat migrain, cedera kepala, pandangan kabur, infeksi telinga dalam waktu dekat, dan obat-obatan yang rutin Anda konsumsi.

Jika diperlukan, maka dokter akan melakukan tahap pemeriksaan fisik lebih lanjut. Pemeriksaan ini ditujukan untuk melihat fungsi pendengaran, gerak bola mata, dan fungsi otak.

Beberapa metode pemeriksaan untuk diagnosis kondisi ini meliputi berikut ini.

  • Tes impuls kepala. Nantinya, pasien akan diminta untuk fokus menatap ujung hidung dokter sementara kepalanya digerakkan dengan cepat ke satu sisi. 
  • Tes romberg. Pasien diminta untuk berdiri dengan kedua kaki dirapatkan. Mula-mula matanya terbuka kemudian dokter akan menyuruh menutup matanya selama beberapa detik. 
  • Tes unterberger. Pasien berdiri dengan kedua kaki lurus ke depan dan jalan di tempat dengan mengangkat lutut setinggi mungkin selama 30 detik dengan mata terpejam
  • Tes nistagmus. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui gerakan bola mata yang tidak terkendali (nistagmus).
  • Pemeriksaan pendengaran. Jenis pemeriksaan ini menggunakan tes garpu tala dan audiometri yang dilakukan oleh dokter THT, khususnya jika Anda mengalami tinnitus (telinga berdenging) ataupun kehilangan pendengaran.
  • Tes penunjang. Untuk memastikan lebih lanjut dokter juga akan melakukan serangkaian tes penunjang lainnya, seperti tes darah dan urine, foto rontgen, CT scan, serta MRI.

Bagaimana cara mengobati vertigo?

Pada kebanyakan kasus, gejala vertigo akan membaik seiring berjalannya waktu meski tanpa pengobatan, salah satunya dengan beristirahat. 

Hal ini terjadi karena otak Anda dapat menyesuaikan diri pada perubahan telinga bagian dalam, sebagai upaya menjaga keseimbangan tubuh.

Meski begitu, ada beragam pengobatan untuk vertigo yang ditentukan berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan vertigo yang dialami oleh pasien, di antaranya berikut ini.

1. Manuver untuk penderita BPPV

Ada dua manuver kepala sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi vertigo di rumah, khususnya untuk yang disebabkan oleh BPPV.

Kedua gerakan untuk meredakan vertigo ini, yaitu manuver Epley dan manuver Foster (Half Somersault). 

Untuk melakukan manuver Epley secara mandiri di rumah, Anda perlu duduk tegak, kemudian putar kepala pada sudut tertentu selama beberapa kali. 

Sementara manuver Foster dilakukan dalam posisi bersujud, kemudian putar kepala pada sudut tertentu.

Setelah melakukan beberapa manuver di atas, coba untuk tidak menggerakkan kepala Anda terlalu jauh ke atas maupun bawah dalam beberapa saat.

Jika Anda tidak merasa lebih baik selama seminggu setelah mencoba latihan tersebut, segeralah konsultasikan kembali kepada dokter. 

Tanyakan apa yang sebaiknya Anda lakukan selanjutnya. Anda mungkin tidak melakukan latihan tersebut dengan benar atau mungkin ada sesuatu lainnya yang menyebabkan sakit kepala.

Langkah-langkah manuver Foster

  • Duduklah bersimpuh dan dongakkan kepala Anda ke atas menatap langit-langit untuk beberapa detik.
  • Sentuh lantai dengan kepala (keadaan sujud). Selipkan dagu ke dalam dada sehingga kepala menyentuh atau masuk ke dalam lutut. Tunggu sekitar 30 detik.
  • Masih dalam posisi bersujud, putar kepala Anda ke arah telinga yang bermasalah (kalau Anda merasa pusing di sisi kiri, putar wajah ke siku kiri). Tunggu 30 detik.
  • Kemudian dengan gerakan yang cepat, angkat kepala Anda sampai posisinya lurus horizontal dengan punggung Anda. Jaga kepala Anda tetap pada sudut 45 derajat. Tunggu 30 detik.
  • Setelah itu dengan gerakan yang cepat juga angkat kepala Anda dan duduklah tegak, tapi tetap jaga kepala Anda menghadap bahu pada posisi yang sama dengan telinga yang bermasalah. Lalu, berdilah perlahan.
Anda bisa mengulanginya beberapa kali untuk mengurangi pusingnya. Setelah ronde pertama, istirahatlah selama 15 menit sebelum lanjut lagi ke ronde kedua.

2. Perubahan pola makan dan terapi

Jika penyebabnya adalah penyakit Ménière, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu meringankan gejala vertigo di rumah, yaitu sebagai berikut. 

  • Batasi konsumsi garam dan diuretik untuk mengurangi volume cairan yang tersimpan dalam tubuh.
  • Hindari kafein, cokelat, alkohol, dan rokok.
  • Lakukan fisioterapi untuk mengatasi gangguan keseimbangan.
  • Manfaatkan akupunktur dan akupresur bagi sebagian orang mampu mengurangi gejala, tetapi sampai saat ini belum ada bukti ilmiah bahwa hal tersebut efektif.

3. Konsumsi obat tertentu

Untuk mengurangi gejala, dokter dapat memberikan obat vertigo agar Anda merasa lebih nyaman. 

Beberapa obat yang umumnya digunakan untuk meredakan gejala vertigo, seperti sakit kepala serta mual dan muntah, di antaranya meclizine, promethazine, diphenhydramine, dimenhydrinate, dan lorazepam.

Dokter juga akan mempertimbangkan untuk memberikan antibiotik atau steroid yang berfungsi untuk mengurangi pembengkakan dan penyembuhan infeksi.

Sementara untuk penyakit Ménière, diuretik (pil air) dapat diresepkan untuk mengurangi tekanan dari penumpukan cairan.

Untuk mendapatkan informasi mengenai dosis dan jenis obat untuk vertigo lainnya, sebaiknya konsultasikan kepada dokter atau apoteker Anda.

4. Terapi rehabilitasi vestibular (VRT)

Terapi ini dilakukan jika keluhan yang dialami adalah pusing dan kesulitan menjaga keseimbangan tubuh. Ini adalah jenis terapi fisik untuk memperkuat sistem vestibular.

Secara fungsi, sistem vestibular berperan dalam menjaga keseimbangan, koordinasi, serta kontrol pergerakan tubuh.

5. Operasi

Jika kondisi ini disebabkan oleh masalah mendasar yang lebih serius, seperti tumor atau cedera pada otak atau leher, operasi dapat dilakukan untuk membantu meringankan bahkan menyembuhkan vertigo.

Merangkum dari Mayo Clinic, prosedur operasi juga bisa menjadi alternatif saat metode pengobatan lainnya sudah tidak bisa dilakukan.

Perlu diingat, vertigo bukanlah kondisi yang bisa diabaikan karena dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. 

Dengan penanganan yang tepat, penderita kondisi ini dapat kembali menjalani aktivitasnya dengan normal tanpa adanya gangguan yang signifikan. 

Oleh karena itu, bila Anda atau orang terdekat mengalami kondisi ini, segera berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan perawatan yang sesuai dan mencegah vertigo kambuh kembali.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nona Suci Rahayu, Sp. N

Neurologi · Tirtana Medikal Klinik


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan