home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa Bedanya Penyakit Kulit Psoriasis dengan Kusta?

Apa Bedanya Penyakit Kulit Psoriasis dengan Kusta?

Penyakit psoriasis dan kusta menyebabkan lesi pada kulit, yaitu jaringan kulit yang tumbuh abnormal, baik di permukaan atau di bawah permukaan kulit dan gejala serupa lainnya. Namun, keduanya merupakan penyakit yang berbeda sehingga pengobatan yang akan dilakukan pun berbeda. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai dua penyakit tersebut, simak ulasannya berikut ini.

Perbedaan penyakit psoriasis dan kusta

Berikut perbedaan antara penyakit psoriasis dengan kusta:

1. Penyebab penyakit

Penyakit psoriasis disebabkan oleh kelainan sistem kekebalan tubuh kronis yang mempercepat penumpukan sel kulit. Sel T yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang mengalami kelainan sehingga bekerja secara tidak normal. Sel ini keliru, mengira ada peradangan pada tubuh akibat infeksi, padahal sebenarnya tidak ada. Ini menyebabkan produksi sel kulit berlebih seolah untuk menyembuhkan luka atau melawan infeksi. Kulit akan lebih cepat mengelupas hanya dalam beberapa hari, padahal siklus pergantian kulit normalnya sekitar satu bulan atau ketika luka memang benar-benar terjadi.

Sementara itu, kusta disebabkan oleh bakteri M. Lepra yang menyerang sistem saraf perifer. Sebagian besar bakteri tersebut dalam waktu yang lama bertahan hidup; menyemaikan benih dan membelah diri di dalam sel tubuh manusia. Dalam waktu yang lama tersebut, bakteri tersebut akan menyebabkan peradangan pada batang saraf di sekitar kulit.

2. Gejalanya pada kulit

Menurut Healthline, lesi pada kusta memiliki warna yang lebih terang (hipopigmentasi) dibanding area sekitarnya, mirip seperti panu. Area kulit tersebut menjadi kering dan terasa tebal. Terjadi kelemahan otot dan gangguan saraf pada kulit yang berlesi; mati rasa dan pembesaran saraf. Kemudian, muncul ulkus atau luka terbuka pada kulit di kaki. Untuk kusta lepromatosa, akan muncul benjolan besar pada kulit.

Psoriasis menyebabkan lesi yang biasanya lebih terlihat mirip kulit kering. Warna lesi biasanya berwarna merah atau ungu dengan sisik putih keperakan. Lesi tersebut terasa gatal, panas, dan terasa sakit. Terkadang psoriasis dapat menyebabkan kulit Anda retak dan berdarah. Selain itu, kuku pun akan mengeras dan menebal. Untuk psoriasis arthritis, sendi menjadi kaku dan bengkak. Gejala yang terjadi pada kulit tergantung dengan tingkat keparahan.

3. Cara penularannya

Psoriasis bukanlah penyakit yang menular karena ini disebabkan adanya gangguan pada sistem imun seseorang. Ini berarti Anda tidak akan tertular walaupun berciuman, berhubungan seks, atau berada dalam kolam renang yang sama. Namun, penyakit ini bisa terjadi akibat adanya faktor keturunan disertai pemicunya, seperti penggunaan obat-obatan, stres, dan lain-lain.

Berbeda dengan kusta, penyakit ini memang menular. Namun, penularan kusta tidak mudah dan berkembangnya penyakit butuh waktu yang lama. Penularannya diyakini melalui kulit dan cairan lendir (ingus) dari hidung, saat pasien batuk atau bersin. Orang sehat yang sering berada di dekat pasien yang tidak menjalani pengobatan MDT (multidrug therapy) bisa tertular dengan penyakit ini.

4. Komplikasi yang diakibatkan

Psoriasis bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit diabetes, penyakit jantung, penyakit ginjal, dan penyakit autoimun lainnya. Sementara itu, kusta bisa menyebabkan kerusakan dan kecacatan pada tubuh bila tidak diobati secepatnya.

5. Pengobatan yang dilakukan

Psoriasis tidak bisa diobati, tapi beberapa pengobatan bisa meringankan gejala dan keparahan peradangan yang terjadi. Pengobatan psoriasis harus terus dilakukan, meliputi terapi cahaya, obat-obatan, seperti anthralin atau kortikosteroid dan obat imunomodulator seperti enbrel atau stelara.

Sementara itu, kusta bisa diobati dan sembuh total asal pasien rutin mengikuti terapi pengobatan antibiotik MDT yang dilakukan selama 6 bulan sampai 2 tahun. Bila tidak diselesaikan atau pengobatannya dilakukan secara tidak rutin, maka bakteri menjadi resisten terhadap antiobiotik dan harus mencari antibiotik lain.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Is Psoriasis Contagious? https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/psoriasis/is-psoriasis-contagious#1. Diakses pada 8 Maret 2018.

Psoriasis Causes, Triggers, Treatment, and More. https://www.healthline.com/health/psoriasis#diagnosis. Diakses pada 8 Maret 2018.

What’s the Difference Between Leprosy and Psoriasis? https://www.healthline.com/health/psoriasis/leprosy-vs-psoriasis. Diakses pada 8 Maret 2018.

Pedoman Nasional Program Pengendalian Penyakit Kusta. Kemeterian Kesehatan RI. Diakses pada 24 Januari 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 15/11/2019
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x