Apa Bedanya Penyakit Kulit Psoriasis dengan Kusta?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penyakit psoriasis dan kusta menyebabkan lesi pada kulit, yaitu jaringan kulit yang tumbuh abnormal, baik di permukaan atau di bawah permukaan kulit dan gejala serupa lainnya. Namun, keduanya merupakan penyakit yang berbeda sehingga pengobatan yang akan dilakukan pun berbeda. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai dua penyakit tersebut, simak ulasannya berikut ini.

Perbedaan penyakit psoriasis dan kusta

Berikut perbedaan antara penyakit psoriasis dengan kusta:

1. Penyebab penyakit

Penyakit psoriasis disebabkan oleh kelainan sistem kekebalan tubuh kronis yang mempercepat penumpukan sel kulit. Sel T yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang mengalami kelainan sehingga bekerja secara tidak normal. Sel ini keliru, mengira ada peradangan pada tubuh akibat infeksi, padahal sebenarnya tidak ada. Ini menyebabkan produksi sel kulit berlebih seolah untuk menyembuhkan luka atau melawan infeksi. Kulit akan lebih cepat mengelupas hanya dalam beberapa hari, padahal siklus pergantian kulit normalnya sekitar satu bulan atau ketika luka memang benar-benar terjadi.

Sementara itu, kusta disebabkan oleh bakteri M. Lepra yang menyerang sistem saraf perifer. Sebagian besar bakteri tersebut dalam waktu yang lama bertahan hidup; menyemaikan benih dan membelah diri di dalam sel tubuh manusia. Dalam waktu yang lama tersebut, bakteri tersebut akan menyebabkan peradangan pada batang saraf di sekitar kulit.

2. Gejalanya pada kulit

Menurut Healthline, lesi pada kusta memiliki warna yang lebih terang (hipopigmentasi) dibanding area sekitarnya, mirip seperti panu. Area kulit tersebut menjadi kering dan terasa tebal. Terjadi kelemahan otot dan gangguan saraf pada kulit yang berlesi; mati rasa dan pembesaran saraf. Kemudian, muncul ulkus atau luka terbuka pada kulit di kaki. Untuk kusta lepromatosa, akan muncul benjolan besar pada kulit.

Psoriasis menyebabkan lesi yang biasanya lebih terlihat mirip kulit kering. Warna lesi biasanya berwarna merah atau ungu dengan sisik putih keperakan. Lesi tersebut terasa gatal, panas, dan terasa sakit. Terkadang psoriasis dapat menyebabkan kulit Anda retak dan berdarah. Selain itu, kuku pun akan mengeras dan menebal. Untuk psoriasis arthritis, sendi menjadi kaku dan bengkak. Gejala yang terjadi pada kulit tergantung dengan tingkat keparahan.

3. Cara penularannya

Psoriasis bukanlah penyakit yang menular karena ini disebabkan adanya gangguan pada sistem imun seseorang. Ini berarti Anda tidak akan tertular walaupun berciuman, berhubungan seks, atau berada dalam kolam renang yang sama. Namun, penyakit ini bisa terjadi akibat adanya faktor keturunan disertai pemicunya, seperti penggunaan obat-obatan, stres, dan lain-lain.

Berbeda dengan kusta, penyakit ini memang menular. Namun, penularan kusta tidak mudah dan berkembangnya penyakit butuh waktu yang lama. Penularannya diyakini melalui kulit dan cairan lendir (ingus) dari hidung, saat pasien batuk atau bersin. Orang sehat yang sering berada di dekat pasien yang tidak menjalani pengobatan MDT (multidrug therapy) bisa tertular dengan penyakit ini.

4. Komplikasi yang diakibatkan

Psoriasis bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit diabetes, penyakit jantung, penyakit ginjal, dan penyakit autoimun lainnya. Sementara itu, kusta bisa menyebabkan kerusakan dan kecacatan pada tubuh bila tidak diobati secepatnya.

5. Pengobatan yang dilakukan

Psoriasis tidak bisa diobati, tapi beberapa pengobatan bisa meringankan gejala dan keparahan peradangan yang terjadi. Pengobatan psoriasis harus terus dilakukan, meliputi terapi cahaya, obat-obatan, seperti anthralin atau kortikosteroid dan obat imunomodulator seperti enbrel atau stelara.

Sementara itu, kusta bisa diobati dan sembuh total asal pasien rutin mengikuti terapi pengobatan antibiotik MDT yang dilakukan selama 6 bulan sampai 2 tahun. Bila tidak diselesaikan atau pengobatannya dilakukan secara tidak rutin, maka bakteri menjadi resisten terhadap antiobiotik dan harus mencari antibiotik lain.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kusta (Lepra)

Kusta adalah penyakit. Cari tahu semua informasi tentang penyakit ini, termasuk gejala, penyebab, diagnosis, dan cara mengobatinya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 11 menit

Psoriasis Eritroderma (Psoriasis Eritrodermik)

Psoriasis eritroderma adalah jenis psoriasis yang paling berbahaya dan berakibat fatal. Ketahui apa gejala, penyebab, dan obatnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Psoriasis 29 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Psoriasis pada Kulit Kepala

Selain menyebabkan kepala terasa sangat gatal, psoriasis kulit kepala juga bisa bikin rambut Anda jadi cepat rontok dari biasanya. Kenapa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Psoriasis Vulgaris (Psoriasis Plak)

Psoriasis vulgaris atau psoriasis plak adalah jenis psoriasis yang paling umum. Ketahui seperti apa gejala, penyebab, dan pengobatannya di artikel ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 9 menit



Direkomendasikan untuk Anda

mengenal gangguan autoimun

Mengapa Penyakit Autoimun Semakin Banyak Terjadi di Indonesia?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
aps adalah antiphospholipid syndrome

Sindrom Antifosfolipid (APS)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 7 menit
obat kusta

Daftar Obat Kusta yang Kerap Diresepkan Dokter

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 6 menit
ciri penyakit kusta

Ciri-Ciri Penyakit Kusta dan Gejalanya yang Harus Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit