Psoriasis pada Kulit Kepala

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Psoriasis tidak hanya bisa terjadi di bagian luar siku, lutut, atau kuku, tapi juga bisa muncul di kulit kepala. Bila gejalanya muncul, hal ini dapat memengaruhi rambut Anda. Namun Anda tak perlu khawatir, ada berbagai pilihan perawatan yang bisa Anda pilih guna meredakan gejalanya.

Apa itu psoriasis kulit kepala?

Psoriasis merupakan penyakit kulit yang ditandai dengan munculnya bercak merah bersisik yang menebal. Psoriasis pun dapat menyerang kulit kepala. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit kepala Anda mengering dan terasa sangat gatal.

Psoriasis termasuk jenis penyakit kulit yang tidak menular. Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebabnya, tapi kemunculannya berkaitan erat dengan gangguan pada sistem imun. Respons sistem imun yang tidak normal akan mendorong pertumbuhan sel kulit secara lebih cepat.

Proses pergantian sel-sel tubuh, termasuk sel kulit kepala, pada orang sehat biasanya memakan waktu sekitar satu bulan. Pada orang dengan psoriasis, proses ini hanya terjadi dalam waktu beberapa hari. Akibatnya, sel-sel kulit baru menumpuk di permukaan kulit dan membentuk plak-plak kering kemerahan.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), sebanyak 50 persen orang yang memiliki penyakit psoriasis di bagian tubuh mana pun rentan mengalami gejala yang sama pada kulit kepala.

Itu artinya, sekali Anda terkena psoriasis, entah itu di siku, lutut, atau kuku, maka gejala juga berisiko muncul di kulit kepala.

Tanda dan gejala psoriasis pada kulit kepala

Gejala utama dari psoriasis kulit kepala sering kali disalahartikan dengan ketombe karena keduanya sama-sama menyebabkan gatal. Padahal jika diperhatikan lebih jauh, gejala ketombe dan psoriasis sangat berbeda.

Ketombe sendiri disebabkan oleh jamur Malassezia yang hidup di kulit kepala. Perkembangbiakan jamur akan mengiritasi kulit kepala sehingga menimbulkan penumpukan sel kulit mati. Penumpukan kulit inilah yang nantinya mengkerak dan mengelupas, membentuk serpihan putih yang menjadi ciri khas ketombe.

Sedangkan psoriasis menimbulkan gejala berupa kulit yang menebal, merah, dan bersisik. Psoriasis umumnya akan menimbulkan gatal, sakit, bahkan memunculkan sensasi panas pada kulit. Tidak hanya terjadi di kulit kepala saja, psoriasis ini juga bisa menyebar ke dahi, belakang leher, hingga area di sekitar telinga.

Kenampakkan psoriasis mungkin lebih menyerupai dermatitis seboroik. Perbedaannya, dermatitis seboroik ditandai dengan munculnya sisik-sisik putih kekuningan yang menempel di batang-batang rambut. Selain itu, gejala yang ditimbulkan oleh dermatitis seboroik terlihat berminyak. Sementara bagian kulit yang meradang pada psoriasis berwarna putih keperakan dan cenderung kering seperti bubuk.

Gejala psoriasis juga bisa muncul secara bersamaan pada bagian tubuh selain kepala dan wajah, yaitu pada siku, lutut, tangan atau kaki.

Berbagai Gejala Psoriasis, Baik Secara Umum Maupun Sesuai Jenisnya

Bisakah psoriasis bikin rambut rontok?

Psoriasis sebetulnya tidak menyebabkan rambut rontok. Meski demikian, Anda mungkin akan mengalami kerontokan rambut dari kebiasaan menggaruk kulit kepala saat gatal.

Rasa gatal yang muncul akibat psoriasis memang bisa tak tertahankan. Akibatnya, Anda akan terus menggaruk. Sayangnya, alih-alih meredakan gatal, hal ini justru memperparah peradangan yang terjadi di kulit kepala.

Tanpa disadari, kebiasaan ini mengakibatkan kerusakan pada batang dan folikel rambut sehingga terjadi kerontokan rambut.

Selain itu, kandungan bahan kimia dalam sampo atau produk perawatan kulit kepala juga bisa memicu kerontokan rambut.

Namun, Anda tak perlu langsung merasa khawatir. Kabar baiknya, rambut rontok akibat psoriasis hanya bersifat sementara. Rambut Anda akan tumbuh lagi setelah kulit kepala bersih dari psoriasis.

Mengatasi psoriasis di kulit kepala

pakai conditioner

Dibandingkan dengan ketombe dan dermatitis seboroik, gejala psoriasis termasuk sulit untuk dikendalikan. Tak jarang, penderita psoriasis harus mencoba beberapa pengobatan dan obat psoriasis terlebih dahulu sebelum menemukan salah satu yang paling cocok untuk kondisi kulitnya.

Pengobatan psoriasis yang tepat juga harus disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit. Kondisi psoriasis yang parah bisa membutuhkan pengobatan sistemik yang akan mengatasi gejala psoriasis yang muncul selain pada kulit kepala.

Memang, pengobatan yang dilakukan tidaklah sepenuhnya menyembuhkan psoriasis. Namun, pengobatan dapat membantu mengendalikan gejala dan mencegahnya kambuh di kemudian hari. Pengobatan juga akan mencegah gejala yang berkepanjangan.

Berikut adalah berbagai pilihan pengobatan untuk mengatasi psoriasis kulit kepala.

1. Sampo khusus psoriasis

Saat keramas, gunakanlah sampo khusus psoriasis yang mengandung asam salisilat, tar batubara, atau yang mengandung agen keratolitik. Kandungan ini bisa meredakan rasa gatal dan menghilangkan kulit bersisik.

Selain menekan gejala yang timbul karena peradangan kulit, penggunaan sampo khusus psoriasis juga meningkatkan penyerapan obat topikal atau salep di kulit kepala.

Selain asam salisilat, studi yang dilakukan oleh Pusat Riset Dermatologi Quebec Kanada membuktikan sampo yang mengandung 5 persen Clobetasol propionate aman dan efektif mengatasi gejala psoriasis kulit kepala yang masih ringan.

Pengobatan psoriasis dengan sampo baru terlihat setelah satu hingga dua minggu. Maka dari itu, sebaiknya pengobatan ini dilakukan pada masa awal perkembangan penyakit dan dipakai secara rutin setelah gejala menghilang guna mencegah kambuhnya psoriasis.

Saat menggunakannya, pijatlah sampo pada kulit kepala Anda, lalu diamkan terlebih dahulu selama 5-10 menit agar kandungannya dapat menyerap ke dalam kulit kepala. Bila perlu, ulangi pemakaian sampo kemudian bilaslah dengan air.

2. Kondisioner

Pemakaian kondisioner setelah menggunakan sampo sangat disarankan bagi penderita psoriasis. Pasalnya, produk perawatan rambut yang satu ini dapat melembapkan kulit kepala, menenangkan peradangan dan mengurangi gatal.

Selain memakai kondisioner secara rutin, Anda juga dianjurkan untuk menggunakan produk rambut yang mengandung mentol. Sensasi dinginnya akan membantu mengurangi nyeri dan peradangan di kulit kepala.

3. Obat oles

Ada sejumlah krim atau salep yang dapat meringankan atau mencegah psoriasis semakin merebak. Biasanya, krim atau salep tersebut berfungsi untuk meningkatkan kelembapan dan membantu mengangkat sisik pada kulit kepala.

Beberapa obat psoriasis yang biasanya diresepkan oleh dokter, di antaranya sebagai berikut.

  • Anthralin untuk menormalkan pertumbuhan kulit dan menghilangkan sisik psoriasis.
  • Antimikroba untuk mencegah infeksi bakteri atau jamur yang bisa memperparah gejala psoriasis.
  • Calcipotriene suatu turunan vitamin D. Vitamin D berperan penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengobati psoriasis.
  • Salep steroid untuk menekan peradangan kulit dengan cepat.

Tidak hanya mengatasi gejala, krim yang dioleskan juga dapat membantu membuat akar rambut menjadi lebih kuat. Gunakan secara rutin selama 8 minggu atau lebih sampai kulit kepala Anda sembuh dari psoriasis.

Berbagai Pilihan Salep yang Ampuh untuk Redakan Psoriasis

4. Pengobatan sistemik

Dalam kondisi gejala yang parah atau yang tak kunjung membaik, dokter bisa memberikan obat-obatan sistemik baik berupa oral (diminum) atau melalui injeksi. Pengobatan sistemik berarti obat ini bekerja dengan beredar ke seluruh tubuh lewat aliran darah.

Gejala yang parah dapat diindikasikan dengan munculnya infeksi jamur pada kulit. Beberapa jenis obat oral yang digunakan dalam pengobatan psoriasis sistemik adalah:

Namun, pengobatan sistemik memiliki risiko efek samping yang serius sehingga penggunaannya harus selalu dalam pengawasan dokter.

Perlu diketahui, mengobati psoriasis kulit kepala juga mungkin akan sedikit lebih sulit. Mengingat adanya rambut yang tumbuh, butuh waktu lebih lama untuk memastikan bahwa obat yang digunakan sudah benar-benar mencapai daerah yang terdampak.

Maka dari itu, bila Anda memiliki pertanyaan seputar penggunaan obat yang baik, jangan sungkan untuk berkonsultasi kepada dokter spesialis kulit. Anda juga perlu menghindari berbagai penyebab yang dapat memicu gejala psoriasis untuk membantu proses pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Efek Samping Aromaterapi yang Harus Diwaspadai

Terlepas manfaatnya bagi tubuh, romaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat merugikan kesehatan. Simak efek samping aromaterapi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Komplikasi Asam Urat yang Berbahaya untuk Kesehatan dan Perlu Diwaspadai

Asam urat Anda sering kambuh? Yuk, segera obati. Jika tidak, hal ini bisa memicu komplikasi akibat asam urat yang bahaya bagi tubuh. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Jangan Salah, Kenali Perbedaan antara Rematik dan Asam Urat

Rematik dan asam urat adalah dua penyakit beda, yang sama-sama bikin nyeri sendi. Apa saja perbedaan asam urat dan rematik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Jenis Suplemen dan Vitamin Penambah Darah untuk Anemia

Salah satu cara mengatasi masalah anemia adalah dengan mengonsumsi vitamin dan suplemen penambah darah. Apa saja vitamin untuk kurang darah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

apa itu intuisi

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
eksim kering dan eksim basah

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
penyebab telinga gatal

5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit