home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Psoriasis pada Kulit Kepala

Psoriasis pada Kulit Kepala

Psoriasis tidak hanya bisa terjadi di bagian luar siku, lutut, atau kuku, tapi juga bisa muncul di kulit kepala. Bila gejalanya muncul, hal ini dapat memengaruhi rambut Anda. Namun Anda tak perlu khawatir, ada berbagai pilihan perawatan yang bisa Anda pilih guna meredakan gejalanya.

Apa itu psoriasis kulit kepala?

Psoriasis merupakan penyakit kulit yang ditandai dengan munculnya bercak merah bersisik yang menebal. Psoriasis pun dapat menyerang kulit kepala. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit kepala Anda mengering dan terasa sangat gatal.

Psoriasis termasuk jenis penyakit kulit yang tidak menular. Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebabnya, tapi kemunculannya berkaitan erat dengan gangguan pada sistem imun. Respons sistem imun yang tidak normal akan mendorong pertumbuhan sel kulit secara lebih cepat.

Proses pergantian sel-sel tubuh, termasuk sel kulit kepala, pada orang sehat biasanya memakan waktu sekitar satu bulan. Pada orang dengan psoriasis, proses ini hanya terjadi dalam waktu beberapa hari. Akibatnya, sel-sel kulit baru menumpuk di permukaan kulit dan membentuk plak-plak kering kemerahan.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), sebanyak 50 persen orang yang memiliki penyakit psoriasis di bagian tubuh mana pun rentan mengalami gejala yang sama pada kulit kepala.

Itu artinya, sekali Anda terkena psoriasis, entah itu di siku, lutut, atau kuku, maka gejala juga berisiko muncul di kulit kepala.

Tanda dan gejala psoriasis pada kulit kepala

Gejala utama dari psoriasis kulit kepala sering kali disalahartikan dengan ketombe karena keduanya sama-sama menyebabkan gatal. Padahal jika diperhatikan lebih jauh, gejala ketombe dan psoriasis sangat berbeda.

Ketombe sendiri disebabkan oleh jamur Malassezia yang hidup di kulit kepala. Perkembangbiakan jamur akan mengiritasi kulit kepala sehingga menimbulkan penumpukan sel kulit mati. Penumpukan kulit inilah yang nantinya mengkerak dan mengelupas, membentuk serpihan putih yang menjadi ciri khas ketombe.

Sedangkan psoriasis menimbulkan gejala berupa kulit yang menebal, merah, dan bersisik. Psoriasis umumnya akan menimbulkan gatal, sakit, bahkan memunculkan sensasi panas pada kulit. Tidak hanya terjadi di kulit kepala saja, psoriasis ini juga bisa menyebar ke dahi, belakang leher, hingga area di sekitar telinga.

Kenampakkan psoriasis mungkin lebih menyerupai dermatitis seboroik. Perbedaannya, dermatitis seboroik ditandai dengan munculnya sisik-sisik putih kekuningan yang menempel di batang-batang rambut. Selain itu, gejala yang ditimbulkan oleh dermatitis seboroik terlihat berminyak. Sementara bagian kulit yang meradang pada psoriasis berwarna putih keperakan dan cenderung kering seperti bubuk.

Gejala psoriasis juga bisa muncul secara bersamaan pada bagian tubuh selain kepala dan wajah, yaitu pada siku, lutut, tangan atau kaki.

Berbagai Gejala Psoriasis, Baik Secara Umum Maupun Sesuai Jenisnya

Bisakah psoriasis bikin rambut rontok?

Psoriasis sebetulnya tidak menyebabkan rambut rontok. Meski demikian, Anda mungkin akan mengalami kerontokan rambut dari kebiasaan menggaruk kulit kepala saat gatal.

Rasa gatal yang muncul akibat psoriasis memang bisa tak tertahankan. Akibatnya, Anda akan terus menggaruk. Sayangnya, alih-alih meredakan gatal, hal ini justru memperparah peradangan yang terjadi di kulit kepala.

Tanpa disadari, kebiasaan ini mengakibatkan kerusakan pada batang dan folikel rambut sehingga terjadi kerontokan rambut.

Selain itu, kandungan bahan kimia dalam sampo atau produk perawatan kulit kepala juga bisa memicu kerontokan rambut.

Namun, Anda tak perlu langsung merasa khawatir. Kabar baiknya, rambut rontok akibat psoriasis hanya bersifat sementara. Rambut Anda akan tumbuh lagi setelah kulit kepala bersih dari psoriasis.

Mengatasi psoriasis di kulit kepala

pakai conditioner

Dibandingkan dengan ketombe dan dermatitis seboroik, gejala psoriasis termasuk sulit untuk dikendalikan. Tak jarang, penderita psoriasis harus mencoba beberapa pengobatan dan obat psoriasis terlebih dahulu sebelum menemukan salah satu yang paling cocok untuk kondisi kulitnya.

Pengobatan psoriasis yang tepat juga harus disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit. Kondisi psoriasis yang parah bisa membutuhkan pengobatan sistemik yang akan mengatasi gejala psoriasis yang muncul selain pada kulit kepala.

Memang, pengobatan yang dilakukan tidaklah sepenuhnya menyembuhkan psoriasis. Namun, pengobatan dapat membantu mengendalikan gejala dan mencegahnya kambuh di kemudian hari. Pengobatan juga akan mencegah gejala yang berkepanjangan.

Berikut adalah berbagai pilihan pengobatan untuk mengatasi psoriasis kulit kepala.

1. Sampo khusus psoriasis

Saat keramas, gunakanlah sampo khusus psoriasis yang mengandung asam salisilat, tar batubara, atau yang mengandung agen keratolitik. Kandungan ini bisa meredakan rasa gatal dan menghilangkan kulit bersisik.

Selain menekan gejala yang timbul karena peradangan kulit, penggunaan sampo khusus psoriasis juga meningkatkan penyerapan obat topikal atau salep di kulit kepala.

Selain asam salisilat, studi yang dilakukan oleh Pusat Riset Dermatologi Quebec Kanada membuktikan sampo yang mengandung 5 persen Clobetasol propionate aman dan efektif mengatasi gejala psoriasis kulit kepala yang masih ringan.

Pengobatan psoriasis dengan sampo baru terlihat setelah satu hingga dua minggu. Maka dari itu, sebaiknya pengobatan ini dilakukan pada masa awal perkembangan penyakit dan dipakai secara rutin setelah gejala menghilang guna mencegah kambuhnya psoriasis.

Saat menggunakannya, pijatlah sampo pada kulit kepala Anda, lalu diamkan terlebih dahulu selama 5-10 menit agar kandungannya dapat menyerap ke dalam kulit kepala. Bila perlu, ulangi pemakaian sampo kemudian bilaslah dengan air.

2. Kondisioner

Pemakaian kondisioner setelah menggunakan sampo sangat disarankan bagi penderita psoriasis. Pasalnya, produk perawatan rambut yang satu ini dapat melembapkan kulit kepala, menenangkan peradangan dan mengurangi gatal.

Selain memakai kondisioner secara rutin, Anda juga dianjurkan untuk menggunakan produk rambut yang mengandung mentol. Sensasi dinginnya akan membantu mengurangi nyeri dan peradangan di kulit kepala.

3. Obat oles

Ada sejumlah krim atau salep yang dapat meringankan atau mencegah psoriasis semakin merebak. Biasanya, krim atau salep tersebut berfungsi untuk meningkatkan kelembapan dan membantu mengangkat sisik pada kulit kepala.

Beberapa obat psoriasis yang biasanya diresepkan oleh dokter, di antaranya sebagai berikut.

  • Anthralin untuk menormalkan pertumbuhan kulit dan menghilangkan sisik psoriasis.
  • Antimikroba untuk mencegah infeksi bakteri atau jamur yang bisa memperparah gejala psoriasis.
  • Calcipotriene suatu turunan vitamin D. Vitamin D berperan penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengobati psoriasis.
  • Salep steroid untuk menekan peradangan kulit dengan cepat.

Tidak hanya mengatasi gejala, krim yang dioleskan juga dapat membantu membuat akar rambut menjadi lebih kuat. Gunakan secara rutin selama 8 minggu atau lebih sampai kulit kepala Anda sembuh dari psoriasis.

Berbagai Pilihan Salep yang Ampuh untuk Redakan Psoriasis

4. Pengobatan sistemik

Dalam kondisi gejala yang parah atau yang tak kunjung membaik, dokter bisa memberikan obat-obatan sistemik baik berupa oral (diminum) atau melalui injeksi. Pengobatan sistemik berarti obat ini bekerja dengan beredar ke seluruh tubuh lewat aliran darah.

Gejala yang parah dapat diindikasikan dengan munculnya infeksi jamur pada kulit. Beberapa jenis obat oral yang digunakan dalam pengobatan psoriasis sistemik adalah:

Namun, pengobatan sistemik memiliki risiko efek samping yang serius sehingga penggunaannya harus selalu dalam pengawasan dokter.

Perlu diketahui, mengobati psoriasis kulit kepala juga mungkin akan sedikit lebih sulit. Mengingat adanya rambut yang tumbuh, butuh waktu lebih lama untuk memastikan bahwa obat yang digunakan sudah benar-benar mencapai daerah yang terdampak.

Maka dari itu, bila Anda memiliki pertanyaan seputar penggunaan obat yang baik, jangan sungkan untuk berkonsultasi kepada dokter spesialis kulit. Anda juga perlu menghindari berbagai penyebab yang dapat memicu gejala psoriasis untuk membantu proses pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gooderham, M., & Blakely, K. (2016). Management of scalp psoriasis: current perspectivesPsoriasis: Targets And Therapy, 33. doi: 10.2147/ptt.s85330

Poulin Y, e. (2020). Clobetasol propionate shampoo 0.05% is efficacious and safe for long-term control of moderate scalp psoriasis. – PubMed – NCBI . Retrieved 18 February 2020, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20131980/

About Scalp Psoriasis – National Psoriasis Foundation. (2020). Retrieved 18 February 2020, from https://www.psoriasis.org/about-psoriasis/specific-locations/scalp

Scalp psoriasis vs. seborrheic dermatitis: What’s the difference?. (2020). Retrieved 18 February 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/psoriasis/expert-answers/scalp-psoriasis/faq-20058544

Scalp psoriasis: Diagnosis and treatment. (2020). Retrieved 18 February 2020, from https://www.aad.org/public/diseases/psoriasis/treatment/genitals/scalp-treatment

Scalp Psoriasis. (2004). DermNet NZ. Retrieved 11 September 2020, from https://dermnetnz.org/topics/scalp-psoriasis/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 23/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x