home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Fungsi Masker Sesuai Tipe Kulit Wajah dan Badan

Fungsi Masker Sesuai Tipe Kulit Wajah dan Badan

Setelah Anda tahu ragam produk skincare, cara terbaik untuk memeliharanya agar tetap sehat adalah dengan menggunakan masker wajah dan badan secara rutin. Masing-masing masker dirancang untuk memenuhi kebutuhan tipe kulit manusia yang beragam.

Berbagai jenis masker berdasarkan fungsi

menghilangkan komedo

Ada lima jenis masker yang umum digunakan dalam rangkaian skincare. Berikut ciri khasnya masing-masing.

1. Masker krim

Masker krim kaya akan kandungan minyak dan pelembap yang mampu meresap jauh ke lapisan dalam kulit. Produk ini juga sering ditambahkan bahan-bahan aktif lain yang bersifat melembapkan seperti hyaluronic acid.

2. Masker tanah liat

Dikenal sebagai clay mask, ini adalah masker terbaik untuk wajah yang memerlukan kelembapan ekstra tanpa harus menambah minyak. Namun, Anda mungkin perlu lebih telaten dalam membersihkan clay mask karena sisa masker kerap menempel di kulit.

3. Masker gel

Ciri khas dari masker gel adalah sifatnya yang menyejukkan dan menenangkan kulit. Masker yang biasanya tampak bening ini juga sering ditambahkan kolagen atau zat antioksidan untuk membantu proses pemulihan kulit.

4. Sheet mask

Sheet mask adalah masker wajah terbaik untuk Anda yang mencari pilihan ringkas. Masker ini berbentuk lembaran yang dilapisi formula khusus, terutama serum. Tidak perlu repot mengoleskannya karena Anda hanya perlu menempelkannya pada wajah.

5. Exfoliating mask

Masker jenis ini mempunyai fungsi khusus yaitu melakukan eksfoliasi agar sel kulit mati terangkat. Kendati bermanfaat, masker eksfoliator biasanya jarang digunakan dibandingkan jenis masker lain karena pemakaian secara berlebihan dapat mengiritasi kulit.

6. Masker peel-off

Masker peel-off adalah sejenis masker eksfoliator, tapi produk ini mengeksfoliasi kulit secara fisik. Saat Anda mengelupasnya, masker peel-off akan ikut membawa sel-sel kulit mati, kotoran, dan minyak yang menumpuk pada permukaan kulit.

Tips memilih masker berdasarkan tipe kulit wajah

masker mengecilkan pori-pori

Setelah mengenali jenis kulit Anda, sekarang Anda bisa menentukan masker seperti apa yang Anda butuhkan maupun kandungan yang harus ada di dalamnya. Berikut masker terbaik yang disarankan untuk masing-masing tipe kulit.

1. Kulit normal

Berbahagialah pemilik kulit wajah normal, sebab pada dasarnya Anda cocok memakai masker wajah jenis apa pun yang ada di pasaran. Anda dapat mencoba clay mask, sheet mask, hingga masker krim. Jadi, tak ada salahnya sedikit bereksperimen.

Masker krim mungkin adalah jenis yang paling disarankan untuk kulit normal karena mengandung emolien yang menghaluskan kulit. Masker ini ideal bagi Anda yang ingin meremajakan kulit wajah, sebab masker krim menyimpan banyak kelembapan ekstra.

2. Kulit berminyak, kombinasi, dan berjerawat

Kulit berminyak atau kombinasi akan mendapatkan manfaat optimal dari clay mask atau charcoal mask. Clay mask mengandung bahan tanah liat alami yang mampu membersihkan kulit secara mendalam,

Cara kerja clay mask adalah menarik segala kotoran dan minyak yang menyumbat pori saat masker tersebut mengering dan mengencang. Hebatnya lagi, masker alami ini mampu bekerja tanpa benar-benar mengeringkan wajah Anda.

Tipe kulit ini juga cocok dengan sheet mask dan masker dari bahan alami. Kandungan sheet mask berbahan dasar air dapat melembapkan kulit, sedangkan bahan alami seperti buah dan sayuran segar tertentu mengandung agen anti-bakteri yang mengendalikan minyak berlebih dan jerawat.

3. Kulit kering

Masker terbaik untuk kulit kering adalah yang menyediakan kelembapan ekstra, misalnya masker peel-off, krim, sheet mask, atau firming mask. Selain itu, Anda pun bisa menggunakan masker alami dari buah-buahan yang dibuat sendiri.

Masker peel-off membantu mengencangkan kulit dan melancarkan peredaran darah di bawah, sementara masker eksfoliator mengandung glycolic acid akan menyingkirkan sel-sel kulit mati, garis halus, dan keriput. Tipsnya adalah gunakan masker eksfoliator terlebih dulu, bilas, lalu pakailah masker pelembab.

Selain masker yang umum dijual di pasaran, Anda juga bisa mencoba masker minyak hangat yang kerap ditemukan di tempat-tempat spa. Fungsinya untuk menghaluskan dan meremajakan kulit dengan cara menstimulasi peredaran darah.

4. Kulit sensitif

Kulit sensitif sangat mudah mengalami iritasi. Jadi, gunakanlah masker krim yang mengandung mineral alami untuk meredakannya. Ada pula purifying mask yang mengandung agen pembersih alami untuk menyingkirkan dampak iritasi di kulit wajah.

Sebagai alternatif lainnya, Anda pun bisa mencoba masker berbahan dasar teh seperti kombucha atau teh hijau. Teh mengandung agen antioksidan alami yang membantu mencegah pembentukan keriput dan menghaluskan kulit wajah Anda.

5. Kusam

Kulit kusam disebabkan oleh tumpukan sel-sel kulit mati dan kotoran pada permukaan kulit. Maka dari itu, masker terbaik yang disarankan untuk kulit wajah kusam adalah masker eksfoliator atau radiance mask.

Exfoliator yang terkandung dalam masker Anda akan mengangkat sel-sel kulit mati dan merangsang pembelahan sel-sel kulit baru, sedangkan radiance mask memiliki agen pemutih yang mencerahkan warna kulit wajah.

Waktu terbaik untuk menggunakan masker wajah

cara membuat masker alami

Menurut American Academy of Dermatology, jawaban dari pertanyaan terkait waktu yang tepat untuk memakai masker wajah tergantung jenis masker dan kulit Anda. Ini karena penggunaan produk sesuai jenis kulit akan memaksimalkan manfaatnya.

Namun, di bawah ini adalah waktu terbaik untuk memakai masker wajah secara umum.

1. Kulit kering dan sensitif

Beberapa orang mungkin merasa bisa menghemat waktu untuk merawat kulit mereka dengan menggunakan masker wajah sebelum mandi. Akan tetapi, metode tersebut ternyata hanya cocok untuk jenis kulit kering.

Fungsi pemakaian masker sebelum mandi adalah mengunci kelembapan dari masker dan air selama mandi. Meski begitu, tetap jangan lupa untuk melanjutkan perawatan Anda dengan menggunakan pelembap segera setelah mandi.

Berikut ini tahapan yang bisa Anda coba untuk pakai masker sebelum melakukan mandi agar hasilnya lebih maksimal.

  1. Bersihkan wajah sebelum menggunakan masker agar kotoran dan minyak terangkat.
  2. Bersihkan wajah di wastafel dan oleskan masker sebelum mandi.
  3. Anda dapat memakai masker tersebut selama mandi, lalu bilas di akhir.

2. Kulit kombinasi dan berminyak

Bagi pemilik tipe kulit kombinasi dan berminyak, waktu terbaik untuk memakai masker wajah adalah setelah mandi. Air hangat dan uap saat mandi dapat membuka pori-pori kulit sehingga wajah Anda lebih siap dibersihkan secara mendalam.

Berikut ini merupakan urutan pakai masker setelah melakukan mandi.

  1. Setelah mandi, bersihkan wajah dengan pembersih wajah.
  2. Oleskan masker secara tipis dan merata di seluruh wajah. Hindari mata dan bibir Anda.
  3. Biarkan wajah selama beberapa menit atau tergantung arahan pada kemasan masker.
  4. Bilas dengan air hangat dan gunakan kain lembut agar wajah lebih bersih.

3. Kulit normal

Overnight mask atau masker yang digunakan semalaman ini lebih cocok untuk jenis kulit normal. Ini karena overnight mask dapat menembus kulit lebih dalam, mencegah masuknya kotoran ke pori-pori, dan melembapkan kulit dengan baik saat Anda tidur.

Jenis masker yang digunakan untuk badan

body scrub untuk mencerahkan kulit

Seperti wajah, kulit badan pun perlu dirawat dengan masker. Langkah perawatan ini sebenarnya tidak wajib, tapi pemakaian masker bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit dan meningkatkan fungsi perawatan lainnya termasuk mandi.

Beberapa jenis masker juga membantu proses detoksifikasi, atau pengeluaran racun dari tubuh. Hal ini bisa mengurangi risiko timbulnya masalah kulit seperti infeksi jamur, jerawat di badan terutama punggung, dan sebagainya.

Masker badan bisa digunakan setelah mandi. Anda boleh melakukan perawatan scrubbing terlebih dulu untuk membersihkan permukaan kulit, baru mengoleskan masker yang miliki.

Panduan pemilihan masker untuk badan kurang-lebih sama dengan masker untuk wajah. Sesuaikan bentuk dan kandungan masker dengan jenis kulit Anda, seperti clay mask untuk kulit badan berminyak, krim untuk kulit kering, dan sebagainya.

Bedanya, waktu penggunaan masker mungkin lebih beragam. Semuanya tergantung kondisi kulit dan kebutuhan Anda, tapi masker badan biasanya digunakan satu hingga maksimum tiga kali dalam seminggu.

Masker memiliki fungsi penting dalam merawat kulit wajah dan badan. Ada banyak formula yang diramu berbeda untuk setiap masker wajah yang tersedia di pasaran saat ini, dan tentunya dengan alasan tersendiri.

Jadi, baik jenis kulit Anda termasuk yang berminyak, kering, normal, atau kombinasi, selalu ada masker wajah dan badan yang sesuai untuk Anda di luar sana.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

10 Skin Care Secrets for Healthier-Looking Skin. (2020). Retrieved 6 November 2020, from https://www.aad.org/skin-care-secrets/healthier-looking-skin

Dermatologists’ top tips for relieving dry skin. 2020). Retrieved 6 November 2020, from https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-basics/dry/dermatologists-tips-relieve-dry-skin

How to safely exfoliate at home. 2020). Retrieved 6 November 2020, from https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-secrets/routine/safely-exfoliate-at-home

Understanding the Ingredients in Skin Care Products. 2020). Retrieved 6 November 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/10980-understanding-the-ingredients-in-skin-care-products

Velasco, M., Zague, V., Dario, M.F., Nishikawa, D.D., Pinto, C.A., Mariana, M., et al. (2017). Characterization and Short-Term clinical study of clay facial mask. Journal of Basic and Applied Pharmaceutical Sciences, 37.

Litwiniuk, M., Krejner, A., Speyrer, M. S., Gauto, A. R., & Grzela, T. (2016). Hyaluronic Acid in Inflammation and Tissue Regeneration. Wounds : a compendium of clinical research and practice, 28(3), 78–88.

Rajbhar, K., Dawda, H. and Mukundan, U. (2015). Tea Polyphenols for Skin Care. Research Journal of Topical and Cosmetic Sciences, 6(1), p.1.

Yeom, G., Yun, D. M., Kang, Y. W., Kwon, J. S., Kang, I. O., & Kim, S. Y. (2011). Clinical efficacy of facial masks containing yoghurt and Opuntia humifusa Raf. (F-YOP). Journal of cosmetic science, 62(5), 505–514.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal diperbarui 09/12/2020
x