Daftar Efek Samping Pemakaian Krim Pemutih Wajah

    Daftar Efek Samping Pemakaian Krim Pemutih Wajah

    Fenomena pemutih kulit di Indonesia merupakan sebagian kecil dari industri besar miliaran rupiah yang mendesak wanita untuk menanggapi godaan memiliki kulit putih. Nyatanya, banyak orang yang tidak menyadari bahaya yang mengintai mereka saat mengoleskan krim pemutih. Lantas, apa saja efek samping krim pemutih wajah?

    Efek samping krim pemutih wajah

    Kandungan bahan-bahan yang bekerja dalam krim pemutih wajah bekerja mengurangi produksi melanin tubuh. Melanin berperan dalam pigmen kulit dan dibuat oleh sel yang disebut melanosit.

    Sementara itu, produk pencerah akan bekerja dengan menurunkan jumlah melanosit pada kulit, sehingga wajah Anda akan tampak bersinar atau putih.

    Sayangnya, bahan-bahan di dalam krim pemutih wajah sering kali memicu sejumlah efek samping yang tidak diinginkan pada beberapa orang. Berikut risikonya.

    1. Keracunan merkuri

    keracunan merkuri

    Salah satu efek samping krim pemutih wajah yang patut diwaspadai yaitu keracunan merkuri.

    Merkuri merupakan jenis logam yang kerap dimanfaatkan untuk mencerahkan warna kulit dan mengurangi noda hitam.

    Sayangnya, bahan aktif berbahaya ini bisa memicu sejumlah efek samping yang mengkhawatirkan, terutama ketika digunakan berlebihan.

    Ada pun berbagai gejala keracunan merkuri dari pemakaian krim pemutih yang dapat terlihat antara lain:

    • mati rasa,
    • tekanan darah tinggi,
    • kelelahan,
    • terlalu peka terhadap cahaya,
    • gejala neurologis, seperti tremor, mudah lupa, dan lekas marah, serta
    • gagal ginjal.

    Krim pemutih juga tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Pasalnya, produk kecantikan ini dapat menyebabkan pigmentasi refraktori dan kecacatan janin.

    2. Dermatitis

    Selain keracunan merkuri, efek samping yang sering terjadi usai menggunakan krim pemutih wajah yakni dermatitis

    Dermatitis merupakan sekumpulan gejala masalah kulit yang disebabkan oleh peradangan akibat kontak langsung dengan zat iritan, atau alergen.

    Pada kasus ini, kandungan senyawa pada krim pemutih menjadi penyebab kemunculan gejala dermatitis yang mengganggu, seperti:

    • kulit memerah dan melepuh,
    • gatal-gatal,
    • kulit kering dan bersisik,
    • pembengkakan,
    • borok kulit, serta
    • sensasi terbakar pada kulit dan terasa lembek.

    Bila sudah begini, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit atau ahli dermatologi guna mendapatkan penanganan yang tepat.

    3. Jerawat

    jerawat muncul terus

    Tak hanya merkuri, krim pemutih wajah pun mengandung kortikosteroid yang ternyata bisa memicu masalah jerawat steroid.

    Umumnya, jerawat steroid muncul di dada. Namun, masalah kulit ini dapat muncul di punggung, lengan, hingga wajah ketika digunakan dalam jangka waktu yang lama.

    Ada pun beberapa gejala jerawat steroid yang kerap muncul setelah memakai krim pemutih wajah, meliputi:

    • komedo,
    • benjolan merah yang menyakitkan, dan
    • bekas jerawat.

    4. Sindrom nefrotik

    Sindrom nefrotik merupakan penyakit ginjal yang biasanya disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah pada ginjal.

    Ginjal berperan penting dalam menyaring limbah dan kelebihan air. Bila ginjal mengalami kerusakan, tubuh akan mengeluarkan terlalu banyak protein dalam urine.

    Sementara itu, krim pemutih kulit pada wajah yang mengandung merkuri bisa memicu efek samping ini yang disertai dengan gejala seperti:

    • pembengkakan (edema) di sekitar mata,
    • kaki dan pergelangan kaki bengkak,
    • urine berbusa,
    • nafsu makan menurun, dan
    • kelelahan.

    5. Masalah kesehatan lainnya

    perawatan kulit wajah setelah melahirkan

    Selain beberapa kondisi di atas, kemungkinan risiko krim pemutih wajah yang mengandung hidrokuinon, kortikosteroid, atau merkuri antara lain:

    • warna kulit menjadi terlalu gelap atau terlalu terang,
    • kulit menipis,
    • pembuluh darah pada kulit terlihat,
    • bekas luka, dan
    • kerusakan ginjal, hati, atau sistem saraf.

    Tips mengenali krim pemutih wajah yang berbahaya

    Pada dasarnya, krim untuk merawat kulit perlu digunakan terus menerus untuk mempertahankan efek pemutihan wajah.

    Bila tidak, kulit akan kembali menghasilkan pigmen warna asli kulit. Beberapa orang bahkan bisa menjadi ketergantungan terhadap krim pemutih tersebut.

    Itu sebabnya, tak heran ketika efek samping krim pemutih wajah muncul dan sulit dihilangkan.

    Guna menghindari hal ini, berikut beberapa tips mengenali krim pemutih wajah yang berbahaya.

    Membaca bahan yang terkandung dalam krim pemutih

    Sebelum membeli krim pemutih wajah, selalu baca terlebih dahulu bahan-bahan yang terkandung dalam krim.

    Bila Anda menjumpai nama-nama di bawah ini, usahakan untuk tidak membeli krim tersebut karena bisa memicu efek samping yang berbahaya.

    • mercurous chloride,
    • calomel,
    • mercuric, dan
    • nama lain dari merkuri, yaitu 1,4-Benzenediol dan Benzene.

    Sementara itu, krim pemutih kulit yang mengandung hidrokuinon biasanya dapat berubah menjadi warna kecoklatan ketika terpapar udara luar atau sinar matahari.

    Di lain sisi, merkuri pada krim pemutih dapat mengubah warna menjadi keabuan gelap atau hijau saat terkena kontak dengan sinar matahari.

    Menggunakan krim pemutih sesuai anjuran

    krim pemutih merusak saraf

    Sebenarnya, efek samping krim pemutih wajah bisa dikurangi bila Anda menggunakannya sesuai aturan.

    Setiap produk biasanya memiliki aturan yang bervariasi, tetapi umumnya hanya dioleskan pada area yang gelap sekali atau dua kali sehari.

    Beberapa aturan yang perlu diperhatikan ketika menggunakan krim kecantikan antara lain:

    • pastikan tangan bersih atau gunakan kapas saat memakai krim,
    • hindari kontak dengan kulit, mata, hidung, dan mulut sekitar,
    • cuci tangan setelah pemakaian,
    • tidak menyentuh area yang yang tak diperlukan, dan
    • selalu oleskan tabir surya untuk mencegah kerusakan kulit akibat paparan UV.

    Efek samping krim pemutih wajah memang tidak terjadi pada semua orang. Namun, tak ada salahnya untuk tetap berhati-hati untuk menghindari hal yang tak diinginkan.

    Bila mempunyai pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter kulit atau ahli dermatologi guna memahami solusi yang tepat.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Skin Lightening. (2019). National Health Services UK. Retrieved 3 June 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/cosmetic-procedures/skin-lightening/ 

    Skin Lightener Containing Mercury Can Cause Serious Health Problems. (n.d). American Academy of Dermatology. Retrieved 3 June 2021, from https://www.aad.org/public/cosmetic/age-spots-marks/skin-lightener-containing-mercury-cause-health-problems 

    Injectable Skin Lightening and Skin Bleaching Products May Be Unsafe. (2018). U.S Food & Drug Administration. Retrieved 3 June 2021, from https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/injectable-skin-lightening-and-skin-bleaching-products-may-be-unsafe 

    Nephrotic Syndrome. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 3 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nephrotic-syndrome/symptoms-causes/syc-20375608 

    Numata, T., Kobayashi, Y., Ito, T., Harada, K., Tsuboi, R., & Okubo, Y. (2015). Two cases of allergic contact dermatitis due to skin-whitening cosmetics. Allergology International, 64(2), 194-195. doi: 10.1016/j.alit.2014.10.007. Retrieved 3 June 2021.

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui Jul 30, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro