Krim Wajah yang Mengandung Hydroquinone, Apa Benar Aman?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Krim wajah mengandung hydroquinone adalah produk perawatan wajah primadona bagi banyak perempuan selama beberapa tahun belakangan. Klaimnya, krim wajah ini mampu memutihkan dan mencerahkan warna kulit, menyamarkan flek kecokelatan di wajah, noda penuaan, chloasma, serta menghilangkan bekas jerawat. Tapi, apa benar krim ini berbahaya bagi kulit, seperti yang selalu digembar-gemborkan media massa? Simak di sini penjelasan lengkapnya.

Apa itu hydroquinone?

Hydroquinone adalah agen pemutih kulit. Sampai saat ini, hydroquinone masih merupakan bahan aktif topikal yang paling efektif dalam memutihkan kulit. Namun, di AS, menurut statistik FDA, jumlah produk yang mengandung hydroquinone telah berkurang dari 206 (pada tahun 1993) ke 151 (pada tahun 2007) dan pada tahun 2009 hanya tinggal 32 produk.

Bagaimana cara kerja hydroquinone pada kulit?

Cara kerja hydroquinone adalah dengan mencegah pigmentasi kulit.

Melanosit adalah sel-sel berpigmen (yang disebut melanin) di lapisan terluar kulit (epidermis). Ada banyak jumbai longitudinal yang mencapai lapisan sel epidermis atas untuk mengangkut kantung melanin ke atas sana.

Melanin berperan dalam melindungi kulit dari efek radiasi ultraviolet. Inilah mengapa setelah terpapar sinar matahari, kulit Anda akan menjadi lebih gelap. Orang berkulit putih cenderung untuk tidak memiliki kantung melanin ketika terpapar sinar matahari. Jika terpapar sinar matahari untuk waktu yang lama tanpa perlindungan dari melanin “penjaga” ini, Anda akan sangat rentan terhadap kanker kulit. Melanin hanya terbentuk jika terdapat enzim yang disebut tirosinase. Hydroquinone adalah zat penghambat enzim tersebut.

Tidak ada tirosinase, tidak ada melanin. Tidak adanya melanin akan membuat kulit Anda lebih terang. Ini menyebabkan kulit tidak lagi terlindungi oleh mekanisme alaminya. Namun, ini bukanlah alasan sebenarnya mengapa hydroquinone menjadi kurang populer dalam produk pemutih.

Mengulik kontroversi seputar keamanan hydroquinone

Menurut FDA pada tahun 1982, kadar hydroquinone di bawah 2% dianggap aman. Namun, pada tahun 2006, FDA mencabut pernyataannya mengenai keamanan hydroquinone setelah beberapa penelitian menunjukkan bahwa hydroquinone bekerja menembus kulit dan menyebabkan penyakit hati dan ginjal pada tikus lab. Akan tetapi sampai saat ini, tidak ada penelitian yang dapat memastikan bahwa hydroquinone mampu menyebabkan perubahan patologis pada manusia. Jadi, tidak ada kesimpulan resmi dari FDA. Kita hanya tahu bahwa hydroquinone masih disetujui untuk digunakan dalam produk bebas dan merupakan satu-satunya bahan aktif yang diakui FDA dalam mengobati gangguan hipertonik.

Pada tahun 2006, American Academy of Dermatology menganjurkan bahwa hydroquinone 4% yang digunakan dalam pengawasan dokter bersifat aman dan efektif dalam mengobati gangguan hiperpigmentasi. Menurut laporan terbaru dari Cosmetic Ingredient Review (CIR) pada tahun 2014, tingkat keamanan hydroquinone yang diizinkan dalam kosmetik adalah 1% atau kurang. Namun, kita tidak bisa menggunakannya secara terus menerus untuk waktu yang lama. Menurut laporan ini, bahkan dalam konsentrasi dan penggunaan tersebut, hydroquinone hanya aman untuk digunakan dalam produk kosmetik jangka pendek. Selain itu, hydroquinone masih dianggap aman dalam produk perawatan kuku.

Semoga artikel ini memberikan Anda sedikit pengetahuan mengenai hydroquinone, yang merupakan bahan pemutih yang efektif tetapi juga memiliki banyak perdebatan terkait keamanannya.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Lulur Ekstrak Bengkoang Bisa Memutihkan Kulit?

Produk perawatan kulit biasanya mengandung bahan yang diklaim dapat memutihkan kulit, seperti bengkoang. Apa benar ekstrak bengkoang bisa memutihkan kulit?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 8 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Perlukah Melakukan Medical Check Up secara Rutin?

Medical check up dapat membantu Anda mengetahui kondisi kesehatan yang dimiliki. Tes pemeriksaan apa saja yang biasa dilakukan dalam medical check up?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan, Tes Kesehatan A-Z 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Pilihan Cara Menghilangkan Selulit yang Mengganggu

Banyak yang menyangka penyebab selulit adalah tumpukan lemak di tubuh, namun ini ternyata kurang tepat. Lalu, bagaimana cara menghilangkan selulit?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Begini Urutan Pemakaian Skincare Wajah untuk Malam Hari

Setelah cuci muka sebelum tidur, Anda kemudian pakai pelembap atau krim mata dulu? Simak urutan skincare malam yang tepat berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 1 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit



Direkomendasikan untuk Anda

brazilian blowout

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
penyebab bulu mata rontok

Tanpa Disadari, Hal-Hal Ini Bisa Menyebabkan Bulu Mata Rontok

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
masker mengecilkan pori-pori

3 Masker Alami untuk Mengecilkan Pori-pori Wajah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
minyak jojoba untuk melawan keriput

Penuaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit