Plus Minus Menghilangkan Bulu Dengan Laser IPL

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 4 Oktober 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Siapa yang tidak mau kulit mulus, tidak berbintik hitam, bebas dari kerutan, serta tak dipenuhi bulu-bulu? Sebagian besar kaum Hawa, pasti menginginkan kulit yang seperti itu. Saat ini, telah banyak perawatan serta terapi kecantikan yang katanya bisa mewujudkan keinginan Anda tersebut. Salah satunya adalah terapi IPL atau intense pulsed light. Sekarang ini, terapi IPL adalah terapi hair removal atau menghilangkan buluyang difavoritkan banyak kaum hawa, karena dipercaya bisa bikin kulit mulis.

Namun, apakah benar keajaiban terapi IPL ini nyata? Seberapa ampuh perawatan ini dan apa efek samping yang mungkin timbul? Berikut jawabannya.

IPL adalah terapi yang banyak digemari saat ini, tapi apakah aman?

IPL adalah perawatan kulit yang memanfaatkan cahaya lampu xenon dalam intensitas yang tinggi untuk meremajakan jaringan kulit. Banyak orang yang terkecoh dan menganggap kalau IPL adalah terapi yang sama seperti terapi laser. Padahal, kedua perawatan ini memiliki cara dan tentu alat yang berbeda.

Pada terapi IPL hair removal, besar gelombang yang digunakan akan disesuaikan dengan kondisi kulit dan seberapa banyak area kulit yang akan diobati.

Menurut American Society for Dermatologic Surgery, terapi IPL adalah terapi yang dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kulit seperti:

  • Kerutan
  • Bekas luka
  • Bintik kemerahan
  • Bintik hitam

Tak hanya itu, bahkan Food and Drugs Administration, yaitu badan pengendali obat dan makanan di Amerika Serikat (setara dengan Badan POM di Indonesia), telah menyetujui penggunaan IPL untuk menghilangkan bulu-bulu di tubuh. Ya, sejauh ini terapi IPL cenderung aman dilakukan, namun harus di bawah pengawasan dokter ahli.

Seberapa ampuh terapi IPL untuk hair removal?

Meski masih sedikit penelitian ilmiah yang telah mengakui kemampuan IPL dalam mengatasi masalah kulit, beberapa di antaranya menyatakan bahwa perawatan ini cukup membantu obati gangguan yang muncul pada kulit Anda.

Contohnya, penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology. Meski dilakukan dalam skala yang kecil, penelitian ini membuktikan jika terapi IPL hair removal mampu mencegah pertumbuhan bulu pada peserta penelitian yang terdiri dari 22 wanita. Dalam penelitian ini, IPL mampu mencegah pertumbuhan bulu hingga 70-90%.

Sementara, pada penelitian lain, IPL digunakan untuk menghilangkan bercak kemerahan di permukaan kulit. Hasilnya, diketahui bahwa perawatan menggunakan metode ini cukup mampu membantu menghilangkan bercak merah.

Biasanya, perawatan ini dilakukan lebih dari sekali untuk mendapatkan hasil yang optimal. Masing-masing orang mungkin akan mendapatkan anjuran yang berbeda terkait frekuensi perawatan yang harus dilakukan, sesuai dengan kondisi dan permasalahan kulit yang dialami.

Apakah ada risiko jika saya melakukan terapi IPL hair removal?

IPL hair removal memang relatif aman. Namun, sama seperti tindakan medis lainnya, prosedur ini tetap saja memiliki risiko dan dapat menimbulkan beberapa gejala seperti:

  • Rasa sakit saat melakukan perawatan
  • Timbul bengkak
  • Warna kulit jadi tidak merata
  • Perdarahan
  • Infeksi
  • Luka

Namun, memang semua risiko tersebut sangat jarang terjadi, pasalnya gelombang cahaya yang digunakan dalam perawatan ini cukup aman untuk semua jenis kulit. Bila Anda khawatir, Anda bisa berdiskusi dan berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit yang menangani Anda.

Pastikan juga, Anda melakukan perawatan ini di klinik kecantikan yang terpercaya, yang memiliki tenaga medis dan ahli di bidangnya.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Pohon mimba ternyata memiliki sejuta mnfaat, bukan hanya daun mimba saja lho. Yuk simak apa saya manfaat daun mimba dan bagian lainnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Herbal A-Z 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Tahukah Anda kalau makanan yang mengandung bakteri asam laktat menyehatkan? Makanan apa saja itu? Mari simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit



Direkomendasikan untuk Anda

jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
luka di vagina

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit