home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tak Sempat Waxing? Ini 8 Cara Mencukur Bulu Ketiak yang Tepat

Tak Sempat Waxing? Ini 8 Cara Mencukur Bulu Ketiak yang Tepat

Bulu-bulu halus yang tumbuh di ketiak kita terkadang mengganggu penampilan. Keinginan untuk memakai baju tanpa lengan terhambat karena takut dipandang aneh oleh orang-orang yang melihatnya. Namun, menghilangkan bulu pada ketiak ternyata memiliki langkah-langkah tersendiri agar terhindar dari risiko ketiak hitam dan iritasi. Bagaimana cara mencukur bulu ketiak agar tidak terkena iritasi? Simak ulasan lengkapnya di artikel ini!

Cara mencukur bulu ketiak yang baik dan benar

Sebenarnya, metode yang paling jitu untuk menghilangkan bulu pada ketiak Anda adalah dengan waxing.

Namun, cara tersebut terkadang membutuhkan waktu dan pengeluaran yang lebih banyak ketimbang cukur bulu ketiak sendiri di rumah.

Oleh karena itu, mari kita simak bagaimana cara mencukur bulu ketiak agar terhindar dari iritasi kulit.

Berikut langkah yang perlu Anda lakukan dalam mencukur rambut ketiak dengan cara yang benar sesuai urutan:

1. Memilih pisau cukur yang tepat

cara bercukur yang benar

Pertama-tama, Anda tentunya membutuhkan alat cukur untuk mencukur, bukan? Akan tetapi, jangan asal pilih.

Pemilihan pisau cukur yang cocok dengan kulit dan ketiak Anda bisa memberikan dampak yang lebih positif. Sebaiknya, belilah alat cukur yang tajam, tetapi bukan untuk sekali pakai.

Biasanya, pisau cukur sekali pakai hanya memiliki 1-2 lapisan pisau dan tidak menyediakan gel. Hal tersebut dapat membuat Anda menekan ketiak hingga kulit bisa terkelupas.

Selain pisau cukur tajam yang bisa dipakai beberapa kali, sah-sah saja jika Anda ingin menggunakan alat cukur elektrik.

2. Membuat jadwal bercukur

cara mencukur bulu kemaluan

Apabila Anda bercukur dalam keadaan terburu-buru, hal ini berisiko menyebabkan iritasi pada kulit.

Selain itu, para pakar dermatologi menganjurkan untuk mencukur bulu ketiak pada malam hari.

Ini karena di malam hari, kulit Anda akan mengalami proses penyembuhan luka yang mungkin ditimbulkan oleh pisau cukur.

Jika Anda memaksakan diri untuk mencukur sebelum bepergian, kemungkinan besar ketiak akan gatal akibat bercampur dengan keringat sehingga membuat Anda tidak nyaman.

Jadi, usahakan untuk mencukur sebelum saat Anda sedang mandi. Cara ini bisa membuat kulit Anda terhidrasi dengan baik.

3. Eksfoliasi terlebih dahulu

Sebelum mencukur bulu ketiak dengan pisau cukur, upayakan untuk melakukan eksfoliasi kulit terlebih dahulu.

Dilansir dari situs Cleveland Clinic, cara ini penting dilakukan untuk menghilangkan bakteri, debu, dan keringat yang ada pada ketiak sebelum mulai mencukur.

Anda bisa menggunakan sabut mandi atau scrub alami untuk menggosok ketiak Anda. Ingat, jangan terlalu kencang karena berisiko membuat kulit Anda membengkak dan iritasi.

4. Membasahi dan membersihkan kulit

manfaat mandi air hangat

Cara selanjutnya adalah membasahi kulit ketiak dengan air hangat dan sabun sebelum mencukur dimulai.

Air hangat akan membuat kulit lebih rileks dan lembut sekaligus membuka pori-pori.

Dengan begitu, kulit dapat menghadapi gesekan alat cukur dengan lebih baik.

Gunakan sabun mandi berbahan lembut, terutama jika Anda memiliki ketiak yang sangat sensitif.

Sabun akan membersihkan minyak, sel kulit mati, serta kotoran yang dapat menyumbat pori-pori dan mengakibatkan infeksi.

5. Menggunakan shaving cream atau shaving gel

Anda pasti tahu betul bila kulit ketiak sangat sensitif. Oleh karena itu, pelembab seperti shaving cream dan shaving gel sangatlah penting digunakan.

Hal ini dilakukan agar kulit ketiak tidak kering dan lembap ketika dicukur.

Kedua pelembab tersebut juga membantu mengurangi tekanan ketika mencukur bulu sehingga iritasi kulit bisa dicegah.

Oleskan krim atau gel ke arah atas agar helai-helai rambut menjauh dari kulit. Cara ini akan membuat hasil cukur lebih bersih karena pisau cukur bisa menjangkau pangkal rambut.

6. Mengarahkan pisau cukur ke arah yang benar

mencukur rambut kemaluan

Nah, kini saatnya mencukur rambut-rambut ketiak dengan cara yang benar.

Bulu pada ketiak kita tumbuh ke berbagai arah, tidak seperti bulu kaki. Maka dari itu, cara mencukur bulu ketiak berbeda terapannya dengan mencukur bulu kaki.

Saat sedang cukur rambut ketiak, sebaiknya ikuti arah tumbuhnya rambut untuk mencegah luka dan razor burn.

Hindari menekan pisau cukur terlalu keras, tetapi jangan pula terlalu lembut. Sentuhan yang pas adalah saat Anda bisa merasakan pisau memotong rambut dan tidak melukai kulit.

Jika Anda kurang menekan pisau cukur, rambut masih akan banyak bersisa.

Berikut adalah cara cukur bulu ketiak agar tidak menimbulkan iritasi:

  1. Angkat lengan Anda.
  2. Tempelkan pisau cukur pada bagian ketiak.
  3. Cukurlah bulu ketiak Anda ke segala arah, mulai dari atas, bawah, kanan, dan kiri.
  4. Lakukan proses mencukur dengan gerakan perlahan dan pendek-pendek.
  5. Hindari menekan pisau cukur terlalu keras.

7. Memakai after shave untuk pria

Setelah proses mencukur selesai, bilas dengan air bersih. Jangan lupa membersihkan alat mencukur bulu ketiak dengan cara yang benar.

Usahakan untuk menyeka ketiak Anda dengan handuk seusai dibilas. Bagi para pria, pemakaian after shave sebagai bagian dari perawatan kulit bisa digunakan setelah bercukur.

Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi peluang terjadinya iritasi dan benjolan kecil berwarna merah pada ketiak.

After shave memang biasa digunakan setelah bercukur, terutama untuk para pria.

8. Gunakan deodoran atau antiperspiran

pakai deodoran setiap hari

Sentuhan terakhir setelah selesai merapikan bulu-bulu ketiak adalah menggunakan deodoran maupun antiperspiran.

Selain melembabkan kulit, deodoran juga baik untuk menjaga kebersihan diri karena menghilangkan bau ketiak dan mencegah ketiak basah.

Hanya saja, pastikan Anda memberi jeda sekitar beberapa jam sebelum menggunakan deodoran maupun antiperspiran setelah mencukur bulu ketiak.

Tak hanya itu saja, usahakan untuk memakai pakaian yang longgar setelah mencukur bulu ketiak agar Anda dapat mencegah iritasi dan kulit kemerahan.

Usai bercukur, Anda pun perlu membersihkan alat cukur dengan cara yang benar. Bilas alat cukur dari krim, gel, serta rambut yang menempel dengan air dingin.

Biarkan alat cukur mengering dengan sendirinya, lalu simpanlah di tempat yang kering.

Nah, setelah mengetahui cara mencukur bulu ketiak yang baik dan benar, segera praktikkan agar Anda bisa terbebas dari bulu-bulu yang mengintip dari lengan baju, ya!

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Want a Smooth, Safe Shave Every Time? Try These Tips – Cleveland Clinic. (2020). Retrieved April 1, 2021, from https://health.clevelandclinic.org/want-a-smooth-safe-shave-every-time-try-these-10-tips/ 

Hyde, P. (2016). Hair Removal – TeensHealth. Retrieved April 1, 2021, from https://kidshealth.org/en/teens/hair-removal.html 

Shaving – TeensHealth. (n.d.). Retrieved April 1, 2021, from https://kidshealth.org/en/teens/shaving.html 

Antiperspirants & Deodorants – Cosmetics Info. (n.d.). Retrieved April 1, 2021, from https://cosmeticsinfo.org/antiperspirants-deodorants 

Hair Removal: How to Shave – American Academy of Dermatology Association. (n.d.). Retrieved April 1, 2021, from https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-basics/hair/how-to-shave 

Removing Hair Safely – Food and Drug Administration. (2010). Retrieved April 1, 2021, from https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/removing-hair-safely 

Folliculitis – Mayo Clinic. (2020). Retrieved April 1, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/folliculitis/symptoms-causes/syc-20361634

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal diperbarui 2 minggu lalu
x