4 Cara Pakai Kutek Gel yang Salah dan Bikin Kuku Jadi Rusak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30 April 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kutek gel atau nail gel adalah salah satu pilihan wanita untuk mempercantik kuku jarinya. Keunggulan cat kuku gel antara lain warnanya beragam dan awet tahan lama karena tidak mudah terkelupas dari kuku, juga tidak mudah terhapus dengan aseton.

Namun, cara mengoleskan kutek sayangnya sering salah. Salah cara dan perawatan ini bisa bikin kuku rusak, rapuh, dan gampang patah. Berikut adalah beberapa kesalahan yang tidak disadari wanita dan bisa bikin kuku rusak.

Kesalahan yang sering dilakukan saat pakai kutek gel

bahaya kutek kuku gel

1 .Keseringan gonta-ganti warna kutek gel

Paduan kutek gel dan nail art yang lucu memang menjadi favorit para wanita untuk memanjakan dirinya. Tak jarang juga beberapa orang gonta-ganti warna kutek jenis gel dalam jangka waktu sebentar.

Namun sayang, bahan cat gel pada dasarnya bisa membuat lapisan kuku menjadi tipis. Terlebih bila saat menghapus kutek gel Anda melakukannya dengan paksa, alias dikerok begitu saja. Ini bisa bikin kuku makin aus atau tipis.

Menurut Kristin Pulaski, seorang terapis manicure pedicure profesional, baiknya mengganti atau memperbaiki kutek jenis gel ini minimal 3 minggu sekali. Apabila keseringan, ini dapat membahayakan lapisan kuku. Kuku  Anda jadi lembek dan mudah patah di kemudian hari.

2. Pakai cat kuku gel kelamaan

Selain sering gonta-ganti warna kutek, pakai kutek kelamaan juga tidak baik. Mengapa? Saat pakai kutek kuku, kelembapan pada kuku akan ikut terangkat terbawa bersama kutek gel.

Nah, kuku yang kelembapannya hilang ini bisa bikin bakteri jadi mudah berkembang di lapisan kuku. Disarankan memakai cat kuku gel ini maksimal 3 minggu. Ini juga bertujuan untuk menghindari kerusakan pada kuku dan kutikula.

3. Mencabut lapisan kutek, atau dikerok

Kebanyakan salon memasang tarif mahal untuk menghapus kutek gel. Maka dari itu, kebanyakan orang ada yang menghapus kutek dengan mencabut atau dengan mengikir kuku pakai buffer sendiri di rumah.

Sayangnya, ini bisa membuat beberapa lapisan kuku terangkat dan kuku jadi sangat tipis. Tidak disarankan menghapus kutek sendiri di rumah. Lebih baik pergi ke salon atau ke terapis perawatan kuku.

Cara yang benar untuk menghapus kutek gel adalah dengan pakai aseton. Nantinya terapis akan menggunakan kapas yang sudah direndam dengan aseton. Setelah itu, kapas tersebut diletakkan di atas kuku berkutek yang ingin dihapus.

Sesudahnya, terapis akan melapisi kuku dan kapas dengan kertas foil selama 15 menit. Ketika dibuka, nantinya kutek sudah menjadi lunak dan terapis akan membersihkan kuku dengan alat manicure dan air bersih.

4. Tidak pakai minyak atau krim kutikula

Kuku yang sehat adalah kuku yang lentur, tidak keras, dan tidak mudah patah. Namun sayang, suhu dingin seperti di kamar atau di kantor yang pakai AC, bisa bikin kuku jadi tambah kering.

Kuku yang kering akan membuat kutikula jadi kering juga. Kutikula adalah kulit mati di pangkal kuku yang fungsinya melindungi kuku dari infeksi.  Ketika kuku kering akibat pakai kutek gel dan pakai aseton, ini bisa bikin fungsi kutikula jadi tidak maksimal.

Maka itu, disarankan untuk pakai minyak kutikula setiap hari. Minyak kutikula bisa digunakan saat pakai kutek gel ataupun tidak. Selain untuk menghidrasi kutikula, minyak ini bisa membuat kuku tampak berkilau dan sehat.

 

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Sebagai organ vital manusia, hati (liver) berperan penting dalam menjaga kesehatan. Cari tahu fakta tentang hati manusia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Cacingan, toksoplasmosis, dan malaria adalah contoh penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit



Direkomendasikan untuk Anda

obat kuat alami

11 Pilihan Obat Kuat Alami yang Bikin Pria Lebih Tahan Lama di Ranjang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
menelan sperma

Apakah Bisa Hamil Jika Kita Menelan Sperma?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit