backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

15

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Podiatris, Dokter Spesialis yang Menangani Masalah Kaki

Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri · General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 14/11/2023

Podiatris, Dokter Spesialis yang Menangani Masalah Kaki

Mungkin Anda sudah familiar dengan dokter spesialis, seperti OBGYN atau penyakit dalam. Namun, apa Anda pernah mendengar bahwa ada dokter yang khusus menangani gangguan pada kaki? Nah, dokter spesialis ini disebut sebagai podiatris.

Apa itu podiatri?

Podiatri (podiatry) adalah cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada masalah kesehatan kaki, termasuk telapak kaki, kuku dan jari-jemari, serta area sekitar pergelangan kaki.

Adapun, dokter spesialis yang menangani masalah kaki ini disebut dengan podiatris (podiatrist). 

Jenjang karier podiatris diawali dengan menempuh pendidikan kedokteran di universitas negeri atau swasta selama empat tahun.

Setelah mendapat gelar sarjana kedokteran, calon podiatris harus menjalani residensi di rumah sakit atau klinik selama 3–4 tahun dan melanjutkan pendidikan spesialis di bidang podiatri. 

Podiatris memeriksa, mendiagnosis, dan mengobati gangguan kaki. Hal ini, meliputi tulang kaki, persendian kaki, kulit, otot, jaringan ikat, saraf, dan sirkulasi tungkai bawah kaki.

Penyakit yang ditangani oleh dokter spesialis kaki

kapalan di kaki

Ranah kesehatan kaki yang menjadi fokus podiatris bukan sebatas gangguan ringan, misalnya cantengan atau kapalan, tapi juga masalah kaki yang lebih kompleks.

Hal ini termasuk masalah struktur kaki, seperti bunion (bunion foot), telapak kaki datar (flat foot), dan bahkan hingga perawatan luka kaki diabetes.

Dokter spesialis kaki juga dapat menangani cedera kaki, termasuk kasus yang harus dioperasi dan perawatan pascacedera, seperti terapi jalan untuk mengembalikan fungsi normal kaki.

Beberapa kondisi yang dapat ditangani oleh podiatris antara lain sebagai berikut.

  • Arthritis, terutama osteoarthritis (pengapuran sendi), penyakit asam urat, rheumatoid arthritis (rematik), dan arthritis pascatrauma.
  • Gangguan kaki diabetik, termasuk borok, infeksi, neuropati, penyembuhan luka lambat, dan artropati neurogenik (sendi Charcot).
  • Kelainan bentuk kaki, termasuk bentuk kaki rata, kaki melengkung tinggi, bunion, dan hammertoe.
  • Cedera kaki dan pergelangan kaki, termasuk keseleo dan tulang kaki patah.
  • Nyeri tumit dan lengkung kaki, termasuk taji tumit, achilles tendinitis, dan plantar fasciitis.
  • Morton’s neuroma, yakni kondisi pertumbuhan tumor jinak dari jaringan saraf yang menyebabkan nyeri pada kaki.
  • Kondisi kulit dan kuku, termasuk, kapalan, kuku yang tumbuh ke dalam atau cantengan, kutil plantar, kaki atlet atau kutu air, dan onikomikosis.
  • Cedera olahraga, termasuk memar, keseleo, fraktur tulang kaki, ruptur tendon, dan cedera ACL.

Harus periksa ke dokter umum atau podiatris?

Dokter spesialis kaki di Amerika Serikat menyandang gelar Doctor of Podiatric Medicine (DPM). Sayangnya, cabang ilmu kedokteran ini belum ada di Indonesia.

Itu sebabnya, di Indonesia juga belum ada gelar khusus untuk dokter yang mendalami masalah kaki ini.

Saat mengalami gangguan kaki di atas, Anda mungkin bingung untuk konsultasi ke dokter apa.

Untuk membantu Anda menentukan dokter umum atau dokter spesialis yang tepat, Anda dapat menanyakan beberapa poin pertanyaan berikut pada diri sendiri.

  • Apakah Anda ingin ditangani dokter spesialis yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengobati kondisi dan penyakit yang spesifik?
  • Apakah Anda merasa perlu melakukan operasi pada kaki atau pergelangan kaki?
  • Apakah Anda sudah ke dokter umum, tetapi masalah pada kaki tidak kunjung sembuh?

Jika Anda menjawab “ya” untuk satu dari ketiga pertanyaan di atas, Anda dapat meminta rekomendasi dokter spesialis yang mungkin dapat menangani masalah spesifik Anda. 

Berhubung belum ada podiatrist di Indonesia, Anda bisa berkonsultasi ke dokter umum. Kemudian, dokter umum akan memberi rujukan ke dokter spesialis yang sesuai dengan masalah Anda.

Apabila masalah kaki disebabkan oleh komplikasi diabetes, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis endokrin metabolik diabetes (Sp.PD-KEMD).

Sementara itu, bila  Anda mengalami cedera olahraga, dokter umum dapat menyarankan Anda untuk berkonsultasi ke dokter spesialis ortopedi (Sp.OT).

Kesimpulan

  • Podiatri adalah cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada masalah kaki. Dokter spesialis dalam bidang ini disebut podiatris.
  • Podiatris menangani beberapa gangguan kaki, seperti kelainan struktur kaki, cedera, komplikasi diabetes pada kaki, arthritis, serta penyakit kulit dan kuku kaki.
  • Karena belum ada podiatris di Indonesia, sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu ke dokter umum untuk memperoleh rujukan ke dokter spesialis yang tepat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Tania Savitri

General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 14/11/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan