Kenali Penyebab Kutu Air yang Bisa Merusak Kuku dan Kulit

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kutu air termasuk salah satu jenis kurap yang menyerang area kaki, tapi tak jarang juga dapat menyebar sampai ke tangan. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala berupa rasa gatal dan tak nyaman pada kaki Anda. Lantas, apa saja penyebab kutu air?

Penyebab terjadinya kutu air

Kutu air alias tinea pedis adalah masalah yang timbul pada kulit di area kaki. Meski bernama kutu air, penyakit ini tidak disebabkan oleh kutu, melainkan karena infeksi dari jamur yang mendiami jaringan kulit, rambut, maupun kuku di bagian kaki atau tangan.

Jamur penyebab kutu air ini termasuk dalam sekelompok jamur dermatofita yang adalah golongan jamur yang membutuhkan lapisan keratin (sebuah lapisan protein yang melindungi kulit, rambut dan kuku) untuk tumbuh dan berkembang biak. Dampaknya akan merusak kulit dan kuku.

Beberapa jenis jamurnya adalah Trichophyton, T. interdigitale, dan Epidermophyton. Sebenarnya jamur ini bisa hadir kapan saja dan tidak akan menimbulkan masalah selama kulit Anda kering dan bersih.

Sebaliknya, jika kulit tangan atau terutama kaki berada dalam kondisi basah, lembap, dan hangat dalam waktu yang lama, jamur pun akan lebih mudah tumbuh.

Berikut berapa kebiasaan yang dapat menjadi penyebab rentannya pertumbuhan jamur kutu air.

1. Menggunakan sepatu yang terlalu ketat

obat kutu air

Sepatu yang terlalu ketat akan membuat kaki menjadi lembap dan berkeringat, terutama pada bagian sela-sela jari. Selain itu, bahan sepatu yang Anda kenakan juga sangat berpengaruh. Pasalnya, sepatu yang terbuat dari bahan sintetis seperti karet atau plastik lebih mudah membuat kaki Anda berkeringat.

Ditambah lagi bila Anda sering beraktivitas fisik menggunakan sepatu. Biasanya atlet yang banyak menggunakan kaki saat melakukan aktivitas lebih rentan terkena kondisi ini. Karena alasan tersebut, penyakit ini disebut dengan nama athlete’s foot.

Anda dapat mencegahnya dengan langsung melepas sepatu setelah pergi atau beraktivitas seharian, kemudian cuci kaki hingga bersih. Pastikan juga kaki Anda dalam keadaan kering ketika hendak kembali menggunakan sepatu.

2. Sering bertelanjang kaki di area yang lembap

Misalnya, ketika Anda berjalan tanpa alas kaki di sekitar kolam renang, gym, atau kamar mandi umum. Kemungkinannya, terdapat jamur penyebab kutu air di lantai tempat-tempat tersebut, mengingat daerah yang lembap dan basah dapat menjadi tempat yang sangat ideal untuk perkembangbiakan jamur.

Oleh karena itu, pakailah sandal atau alas kaki khusus seperti sandal jepit demi menghindari risiko penyakit termasuk saat mandi di tempat gym.

3. Tidak berganti sepatu dan kaus kaki

Jamur dapat tumbuh subur di area yang hangat dan lembap seperti yang ada di dalam sepatu yang panas dan berkeringat. Bukan tidak mungkin bila jamur juga mulai hinggap pada kaus kaki Anda.

Bila menggunakan sepatu dan kaus kaki yang sama berulang kali, risiko Anda mengalami kutu air jadi lebih tinggi.

Untuk mengatasinya, miliki cadangan sepatu agar bisa digunakan bergantian. Jangan lupa ganti kaus kaki setiap hari. Bila acara atau tempat yang dituju tidak mewajibkan pemakaian sepatu, pilihlah sandal atau sepatu terbuka terutama jika cuaca atau hawa sedang panas.

4. Terdapat luka pada kaki

Ternyata, adanya luka atau cedera pada kulit kaki juga bisa menjadi penyebab infeksi kutu air. Saat luka terpapar dengan jamur, maka jamur akan masuk ke dalam lapisan kulit melalui retakan kecil pada luka dan menginfeksi lapisan atas.

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Penyakit kulit kutu air bisa menular

Jamur yang tinggal dan berkembang di kaki penderita kutu air bisa saja menular di kaki orang lain. Terutama ketika orang yang tertular memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Hal tersebut dapat terjadi melalui kontak kulit, misalnya saat tangan atau kaki Anda tak sengaja bersentuhan dengan luka kutu air atau kurap orang lain. Penularan ini disebut juga sebagai kontak langsung.

Sementara itu, penularan tidak langsung dapat terjadi bila Anda meminjam barang-barang pribadi seperti pakaian, handuk, sepatu, atau kaus kaki dari orang yang terinfeksi. Barang tersebut kemungkinan sudah terkontaminasi sehingga Anda bisa tertular akibat pemakaiannya.

Selain menjaga kulit kaki agar tetap kering setelah mandi atau berolahraga, Anda juga harus berhati-hati dan menghindari pemakaian barang bersama ketika orang di sekitar Anda terkena kutu air. Diskusikan dengan dokter bila Anda masih memiliki pertanyaan seputar kutu air.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Pilihan Obat untuk Mengatasi Kutu Air

Jangan biarkan kutu air mengganggu kenyamanan dan penampilan Anda. Cari tahu obat kutu air apa saja yang bisa memulihkan gejala di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat Alami untuk Membasmi Kutu Air yang Mengganggu

Jangan buru-buru ambil obat untuk meringankan kaki gatal akibat kutu air. Ada bahan alami yang bisa Anda coba sebagai obat kutu air. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Kutu Air (Tinea Pedis)

Kutu air (tinea pedis atau athlete's foot) adalah infeksi jamur menular yang biasanya muncul pada kulit kaki, terutama di sela-sela jari kaki.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Kurap (Kadas)

Kurap (kadas) adalah penyakit kulit akibat infeksi jamur yang menyerang permukaan kulit. Penyakit ini sangat menular dan ditandai dengan ruam.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

folikulitis

Folikulitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 9 menit
mengatasi ketombe

5 Trik Jitu Mengatasi Ketombe di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit
obat memar

7 Obat Memar Paling Efektif Tanpa Harus ke Dokter

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 7 menit
penyakit kulit

Jenis Penyakit Kulit Menular dan Tidak Menular yang Umum

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 13 November 2020 . Waktu baca 12 menit