home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Manfaat dan Risiko Berjalan Tanpa Alas Kaki

Manfaat dan Risiko Berjalan Tanpa Alas Kaki

Berjalan tanpa alas kaki mulai dilupakan banyak orang, padahal nenek moyang kita melakukannya setiap saat. Seiring majunya zaman, banyak orang mulai memakai alas kaki yang beragam bentuknya. Namun, tahukah Anda bahwa dengan berjalan tanpa alas kaki Anda dapat merasakan berbagai manfaat yang tidak akan Anda dapatkan jika berjalan dengan sepatu atau sendal? Tentu saja ada pro dan kontra akan hal ini, ada yang berkata bahwa manfaat dari kegiatan ini lebih banyak dibandingkan kerugiannya, tetapi ada juga yang berkata sebaliknya. Untuk mengetahui kebenarannya, mari kita lihat baik dan buruk berjalan telanjang kaki berikut ini.

Manfaat berjalan tanpa alas kaki

1. Meningkatkan sirkulasi darah

RunBare menyatakan bahwa dengan berjalan telanjang kaki, Anda akan menggunakan otot tambahan di kaki dan tungkai untuk membantu menyeimbangkan tubuh dan mengirim pesan ke otak Anda. Dengan menggunakan otot tambahan, sama halnya dengan olahraga, sirkulasi darah untuk kaki akan meningkat.

2. Mengurangi peradangan

RunBare juga menyatakan bahwa radikal bebas yang bertanggung jawab untuk peradangan dapat berkurang dengan proses grounding. Proses tersebut hanya dilakukan dengan berjalan telanjang kaki dan memungkinkan tubuh Anda, yang membawa ion positif dalam radikal bebas, menyentuh tanah yang memiliki ion negatif baik untuk tubuh.

3. Meningkatkan kualitas tidur

Berjalan dengan menyentuh tanah secara langsung dapat membuat ion negatif masuk ke dalam tubuh. Ion negatif dapat membantu Anda meningkatkan kualitas tidur. Selain itu, berjalan tanpa alas kaki juga dapat menyeimbangkan ritme sirkadian untuk memberikan kesadaran yang baik ketika terjaga. Jadi, berjalan telanjang kaki dapat membuat tubuh bekerja sebagai pengingat waktu tidur dan bangun yang alami.

4. Menyediakan refleksiologi gratis

Lallous’ Lab mengklaim bahwa berjalan di permukaan yang tidak rata dapat merangsang berbagai daerah di telapak kaki, sehingga hal itu dapat bertindak sebagai sesi pijat gratis. Di Cina terdapat banyak refleksologi jalan setapak, jalan tersebut dipenuhi dengan batu-batu halus bagi orang yang berjalan telanjang kaki.

5. Mengurangi risiko penyakit jantung

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine menyatakan bahwa grounding dapat mengurangi pembekuan dan pengentalan darah dalam sel darah merah yang merupakan faktor utama dalam penyakit kardiovaskular.

6. Meningkatkan postur dan keseimbangan tubuh keseluruhan

Menurut Medical Daily, berjalan tanpa alas kaki dapat memaksa tubuh untuk melatih dan memperkuat otot-otot kecil di kaki. Otak belajar untuk memperhatikan sinyal yang dikirim dari kaki, sehingga meningkatkan postur dan keseimbangan tubuh. The Foundation for Health in Aging mengatakan bahwa studi mengenai berjalan di atas batu dapat membantu para orang tua meningkatkan keseimbangan dan kekuatan mereka.

7. Meningkatkan kebugaran secara keseluruhan

Studi yang sama menemukan bahwa orang tua yang berjalan di atas batu dapat mengurangi tekanan darah, meningkatkan keseimbangan, dan meningkatkan kebugaran lebih baik secara keseluruhan dibandingkan dengan orang tua yang hanya berjalan biasa.

Kekurangan berjalan tanpa alas kaki

Pertanyaan mengenai keamanan berjalan tanpa alas kaki telah ditangani oleh dokter profesional, dan jawabannya adalah tergantung, seperti berikut ini:

  • Banyak podiatris percaya bahwa masalah nomor satu mengenai berjalan tanpa sepatu adalah kurangnya dukungan untuk kaki, dan itu akan menimbulkan berbagai masalah pada kaki.
  • Dokter mengkhawatirkan kemungkinan masuknya bakteri, infeksi jamur, dan virus akibat bertelanjang kaki.
  • Kemungkinan adanya kutil plantar dan infeksi virus lebih sering ditemukan pada permukaan yang kotor. Kaki atlet dan infeksi jamur juga umum ditemukan di ruang ganti dan permukaan yang basah lainnya.
  • Kekhawatiran lain adalah kemungkinan menginjak pecahan kaca atau paku yang dapat menyebabkan infeksi tetanus.
  • Kemungkinan terkena cacing tambang juga dapat terjadi ketika kaki memiliki kontak langsung dengan kotoran hewan, yang biasanya terdapat pada pasir dan rumput.

Dari informasi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa berjalan tanpa alas kaki memang memiliki beberapa sisi negatif. Namun di sisi lain, bertelanjang kaki memiliki segudang manfaat bagi tubuh. Agar Anda tidak terkena efek negatif dari berjalan tanpa alas kaki, maka hindarilah benda-benda tajam di permukaan dan benda yang membahayakan lainnya. Selain itu, berjalanlah selama 5 menit setiap harinya agar tubuh menjadi sehat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Healthy Effects of Walking Barefoot http://remedydaily.com/2016/05/06/the-healthy-effects-of-walking-barefoot/. Accessed October 25, 2016.

The Effects of Walking Barefoot 5 Minutes Daily are Astonishing. http://healthywildandfree.com/the-effects-of-walking-barefoot-5-minutes-daily-are-astonishing/. Accessed October 25, 2016.

Weighing the Pros and Cons of Walking Barefoot http://www.symptomfind.com/healthy-living/walking-barefoot/, Accessed October 25, 2016.

Foto Penulis
Ditulis oleh Adinda Rudystina pada 05/11/2016
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x