home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

Tanpa penanganan yang tepat, dermatitis dapat menyebabkan komplikasi kesehatan di luar gejala yang umumnya muncul pada kulit. Infeksi pada kulit akibat menggaruk yang dilakukan terus-terusan adalah salah satu komplikasi yang paling umum terjadi.

Tidak hanya komplikasi dari segi medis, penyakit kulit ini juga dapat berdampak pada gaya hidup dan kondisi psikologis penderitanya. Lantas, apa saja dampak jangka panjang dari dermatitis yang perlu Anda waspadai?

Komplikasi dermatitis dari segi medis

infeksi jamur pada kulit

Komplikasi medis dari dermatitis umumnya terjadi pada area kulit yang bermasalah. Kondisi ini dapat terjadi selama kambuhnya gejala atau bahkan berbulan-bulan setelah kulit mulai tampak pulih.

Berikut dampak jangka panjang dermatitis yang mungkin terjadi.

1. Infeksi

Kulit penderita dermatitis dapat mengalami kerusakan akibat kondisinya yang kering atau terlalu sering digaruk. Lama-kelamaan, lapisan pelindung kulit pun terkikis habis sehingga kulit semakin kering, pecah-pecah, dan mudah terserang virus atau bakteri.

Bakteri yang sering menyebabkan infeksi kulit adalah Staphylococcus aureus. Bakteri ini secara alamiah terdapat di permukaan kulit, tapi jumlahnya cenderung lebih banyak pada 60-90% penderita dermatitis atopik (eksim).

Infeksi S. aureus pada kulit dapat memperparah gejala eksim. Akibatnya, kulit pun mengalami peradangan, tampak memerah, atau ditumbuhi bintil-bintil seperti bisul yang berisikan cairan.

Selain bakteri, penderita dermatitis atopik juga rentan terhadap infeksi virus pada kulit. Virus yang sering menjadi penyebabnya adalah virus herpes simpleks dengan gejala infeksi berupa gatal, munculnya luka lenting, serta rasa panas pada kulit.

Banyak penderita dermatitis atopik juga dilarang menerima vaksin cacar. Pasalnya, mereka berisiko mengalami eksim vaccinatum. Infeksi kulit ini disebabkan oleh virus vaccinia pada vaksin cacar yang sebenarnya tidak berbahaya secara umum.

2. Neurodermatitis

Neurodermatitis merupakan komplikasi dermatitis yang berawal dari munculnya bercak gatal pada kulit. Bercak ini lama-kelamaan terasa semakin gatal karena kulit terlalu sering digaruk. Kulit pun tampak menebal, memerah, dan lebih gelap dari seharusnya.

Walaupun tidak berbahaya, neurodermatitis dapat menyebabkan perubahan warna permanen dan penebalan kulit sekalipun eksim sudah tidak aktif. Kondisi ini sering kali harus ditangani dengan kombinasi pengobatan dan terapi psikologis.

3. Bekas luka

Kebiasaan menggaruk kulit secara terus-menerus dapat meninggalkan bekas luka. Bekas luka yang terbentuk akan membuat permukaan kulit tampak lebih timbul atau menimbulkan bekas luka keloid pada bagian yang bermasalah.

Jika sudah begini, Anda harus melakukan berbagai cara untuk menghilangkan bekas luka eksim agar tidak menjadi permanen. Satu-satunya cara mencegah pembentukan bekas luka adalah dengan tidak menggaruk kulit ketika dermatitis kambuh.

Komplikasi dermatitis dari segi gaya hidup

rasa malu

Dermatitis tidak hanya berdampak pada kondisi medis penderitanya, tapi juga aspek psikis dan sosial mereka. Berikut berbagai dampak jangka panjang yang dapat terjadi bila dermatitis tidak ditangani dengan baik.

1. Menurunnya kepercayaan diri

Banyak penderita dermatitis merasa minder dengan keadaan kulitnya. Hal ini dapat menimbulkan stres, sedangkan stres memicu rasa ingin menggaruk kulit kembali. Kondisi ini bisa diatasi dengan pengobatan dan pengelolaan stres yang baik.

2. Rasa tidak nyaman dalam berolahraga

Penyakit dermatitis dapat mempersulit aktivitas berolahraga karena keringat memicu rasa gatal pada kulit. Oleh sebab itu, beberapa penderita dermatitis menghindari aktivitas fisik akibat komplikasi yang satu ini.

Meski begitu, Anda dapat menyiasatinya dengan berolahraga dalam ruangan ber-AC untuk mengurangi produksi keringat. Anda juga bisa menghindari aktivitas fisik yang terlalu berat serta menggunakan pakaian olahraga yang bersahabat bagi kulit.

3. Bullying

Anak-anak usia sekolah bisa saja mengalami bullying oleh teman-teman seusianya karena masalah kulit yang mereka miliki. Orangtua dapat berperan aktif dengan memahami keinginan anak dan menjelaskan situasinya kepada guru di sekolah.

4. Kesulitan tidur

Komplikasi lain yang kerap dialami penderita dermatitis adalah susah tidur. Jam tidur yang kurang lambat laun dapat memengaruhi mood dan perilaku. Akibatnya, Anda pun menjadi sulit berkonsentrasi selama menjalani kegiatan sehari-hari.

Terlepas dari jenis dermatitis yang Anda alami, kondisi ini sebenarnya tidak memiliki bahaya besar bagi kesehatan. Akan tetapi, dermatitis dapat menimbulkan sejumlah dampak jangka panjang yang tidak boleh diabaikan.

Apabila Anda mengalami gejala dermatitis, segera kunjungi dokter spesialis kulit guna mendapatkan pengobatan yang tepat. Pengobatan akan membantu meredakan gejala dermatitis dan menurunkan risiko komplikasi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Atopic dermatitis (eczema). (2020). Retrieved 5 October, 2020 from http://www.mayoclinic.com/health/eczema/DS00986

NEA Support Network. Retrieved 5 October, 2020 from http://www.nationaleczema.org/support/nea-support-network

Atopic dermatitis. Retrieved 5 October, 2020 from http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0001856/

Complications of atopic eczema. Retrieved 5 October, 2020 from http://www.nhs.uk/Conditions/Eczema-(atopic)/Pages/Complications.aspx


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 20/10/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x