Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tanpa penanganan yang tepat, dermatitis dapat menyebabkan komplikasi kesehatan di luar gejala yang umumnya muncul pada kulit. Infeksi pada kulit akibat menggaruk yang dilakukan terus-terusan adalah salah satu komplikasi yang paling umum terjadi.

Tidak hanya komplikasi dari segi medis, penyakit kulit ini juga dapat berdampak pada gaya hidup dan kondisi psikologis penderitanya. Lantas, apa saja dampak jangka panjang dari dermatitis yang perlu Anda waspadai?

Komplikasi dermatitis dari segi medis

infeksi jamur pada kulit

Komplikasi medis dari dermatitis umumnya terjadi pada area kulit yang bermasalah. Kondisi ini dapat terjadi selama kambuhnya gejala atau bahkan berbulan-bulan setelah kulit mulai tampak pulih.

Berikut dampak jangka panjang dermatitis yang mungkin terjadi.

1. Infeksi

Kulit penderita dermatitis dapat mengalami kerusakan akibat kondisinya yang kering atau terlalu sering digaruk. Lama-kelamaan, lapisan pelindung kulit pun terkikis habis sehingga kulit semakin kering, pecah-pecah, dan mudah terserang virus atau bakteri.

Bakteri yang sering menyebabkan infeksi kulit adalah Staphylococcus aureus. Bakteri ini secara alamiah terdapat di permukaan kulit, tapi jumlahnya cenderung lebih banyak pada 60-90% penderita dermatitis atopik (eksim).

Infeksi S. aureus pada kulit dapat memperparah gejala eksim. Akibatnya, kulit pun mengalami peradangan, tampak memerah, atau ditumbuhi bintil-bintil seperti bisul yang berisikan cairan.

Selain bakteri, penderita dermatitis atopik juga rentan terhadap infeksi virus pada kulit. Virus yang sering menjadi penyebabnya adalah virus herpes simpleks dengan gejala infeksi berupa gatal, munculnya luka lenting, serta rasa panas pada kulit.

Banyak penderita dermatitis atopik juga dilarang menerima vaksin cacar. Pasalnya, mereka berisiko mengalami eksim vaccinatum. Infeksi kulit ini disebabkan oleh virus vaccinia pada vaksin cacar yang sebenarnya tidak berbahaya secara umum.

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

2. Neurodermatitis

Neurodermatitis merupakan komplikasi dermatitis yang berawal dari munculnya bercak gatal pada kulit. Bercak ini lama-kelamaan terasa semakin gatal karena kulit terlalu sering digaruk. Kulit pun tampak menebal, memerah, dan lebih gelap dari seharusnya.

Walaupun tidak berbahaya, neurodermatitis dapat menyebabkan perubahan warna permanen dan penebalan kulit sekalipun eksim sudah tidak aktif. Kondisi ini sering kali harus ditangani dengan kombinasi pengobatan dan terapi psikologis.

3. Bekas luka

Kebiasaan menggaruk kulit secara terus-menerus dapat meninggalkan bekas luka. Bekas luka yang terbentuk akan membuat permukaan kulit tampak lebih timbul atau menimbulkan bekas luka keloid pada bagian yang bermasalah.

Jika sudah begini, Anda harus melakukan berbagai cara untuk menghilangkan bekas luka eksim agar tidak menjadi permanen. Satu-satunya cara mencegah pembentukan bekas luka adalah dengan tidak menggaruk kulit ketika dermatitis kambuh.

Komplikasi dermatitis dari segi gaya hidup

rasa malu

Dermatitis tidak hanya berdampak pada kondisi medis penderitanya, tapi juga aspek psikis dan sosial mereka. Berikut berbagai dampak jangka panjang yang dapat terjadi bila dermatitis tidak ditangani dengan baik.

1. Menurunnya kepercayaan diri

Banyak penderita dermatitis merasa minder dengan keadaan kulitnya. Hal ini dapat menimbulkan stres, sedangkan stres memicu rasa ingin menggaruk kulit kembali. Kondisi ini bisa diatasi dengan pengobatan dan pengelolaan stres yang baik.

2. Rasa tidak nyaman dalam berolahraga

Penyakit dermatitis dapat mempersulit aktivitas berolahraga karena keringat memicu rasa gatal pada kulit. Oleh sebab itu, beberapa penderita dermatitis menghindari aktivitas fisik akibat komplikasi yang satu ini.

Meski begitu, Anda dapat menyiasatinya dengan berolahraga dalam ruangan ber-AC untuk mengurangi produksi keringat. Anda juga bisa menghindari aktivitas fisik yang terlalu berat serta menggunakan pakaian olahraga yang bersahabat bagi kulit.

3. Bullying

Anak-anak usia sekolah bisa saja mengalami bullying oleh teman-teman seusianya karena masalah kulit yang mereka miliki. Orangtua dapat berperan aktif dengan memahami keinginan anak dan menjelaskan situasinya kepada guru di sekolah.

4. Kesulitan tidur

Komplikasi lain yang kerap dialami penderita dermatitis adalah susah tidur. Jam tidur yang kurang lambat laun dapat memengaruhi mood dan perilaku. Akibatnya, Anda pun menjadi sulit berkonsentrasi selama menjalani kegiatan sehari-hari.

Terlepas dari jenis dermatitis yang Anda alami, kondisi ini sebenarnya tidak memiliki bahaya besar bagi kesehatan. Akan tetapi, dermatitis dapat menimbulkan sejumlah dampak jangka panjang yang tidak boleh diabaikan.

Apabila Anda mengalami gejala dermatitis, segera kunjungi dokter spesialis kulit guna mendapatkan pengobatan yang tepat. Pengobatan akan membantu meredakan gejala dermatitis dan menurunkan risiko komplikasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Banyak hal yang menyebabkan kulit bayi sensitif. Ketahui bagaimana cara penanganan agar kulit bayi Anda terjaga. Seperti apa tips perawatan yang tepat?

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Cara Ampuh Mengobati Dermatitis Stasis, Eksim yang Muncul di Kaki

Eksim di tangan dan kaki disebut dengan eksim dishidrosis. Cari tahu cara mengobati eksim di kaki dan tangan pada artikel ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Kulit, Dermatitis 14 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Dermatitis Venenata, Penyakit Kulit Akibat Gigitan Tomcat

Dermatitis venenata adalah reaksi iritasi kulit akibat kontak langsung antara kulit dengan serangga. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Kulit, Dermatitis 14 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Dermatitis Herpetiformis

Dermatitis herpetiformis adalah penyakit autoimun yang berdampak pada peradangan kulit. Apa saja gejalanya? Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Dermatitis 13 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nyeri sendi

Ketahui Gejala, Penyebab Nyeri Sendi Hingga Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
bmt transplantasi sumsum tulang

Memahami Prosedur Transplantasi Sumsum Tulang Belakang (BMT)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
obat pereda nyeri otot

Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Obat Herbal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 17 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
intertrigo dermatitis intertriginosa

Dermatitis Intertriginosa (Intertrigo)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit