home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Pilihan Obat untuk Mengatasi Kutu Air

Berbagai Pilihan Obat untuk Mengatasi Kutu Air

Bukanlah kutu, penyebab kutu air adalah infeksi jamur karena kondisi kaki yang basah dan lembap. Tak hanya membuat kulit kaki Anda rusak, infeksi juga dapat menyebar sampai bagian lain seperti tangan. Apa saja obat untuk kutu air?

Pilihan obat kutu air yang manjur

Kutu air alias tinea pedis dapat membuat kaki Anda terasa tak nyaman dan gatal sepanjang hari. Namun jangan khawatir, banyak pilihan pengobatan yang biasa direkomendasikan dokter untuk mengurangi gejalanya. Ada obat alami kutu air, ada pula obat kutu air secara medis.

Berikut ragam obat medis tinea pedis dari yang tanpa resep hingga yang perlu diresepkan dari dokter.

Obat kutu air tanpa resep

Sebagai pengobatan pertama kutu air, biasanya Anda disarankan untuk menggunakan obat oles berupa krim atau salep antijamur yang dapat dibeli di apotek. Obat-obatan ini termasuk ke dalam obat antijamur yang dapat bekerja untuk membasmi jamur.

Obat antijamur dioleskan pada kulit yang terdampak serta sedikit area di sekitarnya sebanyak dua kali sehari. Biasanya, perawatan dilakukan selama dua hingga empat minggu, lalu dilanjutkan selama satu sampai dua minggu setelah bekas mulai menghilang.

Namun kembali lagi, beberapa obat mungkin memiliki aturan pakai yang berbeda-beda. Berikut beberapa pilihan obatnya.

Terbinafine

Terbinafine adalah obat kutu air yang berbentuk salep atau semprot (spray) dengan fungsi untuk mengobati infeksi kulit akibat serangan jamur, sekaligus mencegah pertumbuhannya kembali. Perhatikan cara pakai obat sebelum menggunakannya.

Terbinafine merupakan obat luar yang hanya bisa digunakan dengan mengoleskannya tipis-tipis pada kulit yang mengalami infeksi.

Dokter biasanya akan menganjurkan pemberian salep ini hanya dua kali dalam sehari. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan Anda sebelum dan sesudah menggunakan terbinafine.

Clotrimazole

efek samping salep obat kortikosteroid

Clotrimazole adalah obat yang digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi kulit akibat jamur. Salah satunya tentu kutu air. Obat ini bisa Anda peroleh dengan bebas di apotek terdekat ataupun melalui resep dokter.

Gunakan obat ini hanya pada kulit bagian luar dengan cara dioleskan. Tingkat keparahan kondisi kutu air akan menentukan berapa lama pengobatan dan dosis yang harus digunakan. Anda mungkin perlu menggunakan obat ini sekitar 2 kali sehari dalam jangka waktu 4 – 8 minggu.

Terkadang dokter akan menyarankan Anda untuk tetap memakai clotrimazole meski kondisi kutu air sudah cukup membaik. Ini dilakukan supaya jamur tidak muncul lagi.

Pastikan untuk menggunakan obat ini secara teratur dan sesuai dengan anjuran demi mendapatkan hasil penyembuhan yang optimal.

Butenafine

ketoconazole obat salep

Pilihan obat kutu air lainnya yang bisa Anda pakai yaitu butenafine. Sama seperti terbinafine dan clotrimazole, obat butenafine juga berbentuk salep yang harus Anda oleskan perlahan pada kulit guna memerangi perkembangan jamur. Anda bisa mendapatkannya di apotek terdekat.

Namun, butenafine hanya boleh dioleskan pada kulit yang terinfeksi saja dan tidak untuk kuku. Cara pakainya harus sesuai dengan aturan pada kemasan, kurang lebih dua kali sehari dan jangan terlalu sering sampai melebihi aturan pakai.

Obat ini harus digunakan secara teratur jika ingin mempercepat proses pemulihan.

Miconazole

Miconazole adalah obat antijamur yang berfungsi untuk menghentikan pertumbuhan jamur yang menyebabkan infeksi. Selain digunakan sebagai obat kutu air, miconazole juga kerap digunakan untuk mengobati jenis kurap yang lainnya.

Miconazole terdapat dalam berbagai bentuk, di antaranya krim, bubuk, dan semprot. Obat hanya boleh digunakan untuk penggunaan luar. Meski dapat mengatasi gejala kutu air, obat ini tidak dapat bekerja pada kuku yang terdampak.

Tolnaftate

Serupa dengan obat sebelumnya, tolnaftate dapat menghentikan pertumbuhan jamur yang menyebabkan infeksi kulit. Tolnaftate bisa ditemukan dalam bentuk krim, cairan, bedak, gel, sampai semprotan.

Bila digunakan secara teratur, biasanya sebanyak dua kali sehari, tolnaftate dapat mengurangi gejala secara efektif. Misalnya, rasa gatal dan terbakar yang Anda alami akan berkurang dalam dua sampai tiga hari. Meski kondisi mulai membaik, Anda tetap harus melanjutkan penhobatan setidaknya selama dua minggu.

Jangan lupa membersihkan area yang terinfeksi terlebih dahulu sebelum mulai mengoleskan obat. Setelah selesai, cuci tangan agar infeksi tak menyebar.

Obat tinea pedis dengan resep dokter

obat cilazapril adalah

Bila obat-obatan di atas tidak berhasil atau infeksi yang dialami sudah parah, Anda mungkin harus menggunakan obat yang lebih kuat. Obat inilah yang harus didapatkan dengan resep dokter.

Sebenarnya, bahan-bahan yang terkandung dalam obat resep dokter serupa dengan obat yang dapat dibeli tanpa resep seperti clotrimazole atau miconazole. Hanya saja, dosisnya lebih kuat. Bila perlu, dokter juga akan memberikan obat minum seperti tablet itraconazole atau fluconazole.

Itraconazole merupakan obat antijamur yang dapat menghambat kerja ergosterol, sebuah komponen yang berperan dalam pembentukan sel dinding jamur. Obat ini dapat dikonsumsi bersama dengan makanan.

Sama seperti itraconazole, fluconazole juga bekerja untuk menghalangi ergosterol. Fluconazole biasanya dikonsumsi sebanyak sekali sehari, bisa bersama dengan makanan maupun tanpa makanan.

Bergantung pada kondisi Anda, dosis yang diberikan akan berbeda-beda pada setiap pasien. Namun, obat ini tidak boleh dikonsumsi ibu hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir. Ibu menyusui juga tidak disarankan minum obat ini karena dapat mengalir sampai ASI.

Selain obat antijamur, ada pula obat hidrokortison yang akan diberikan jika kondisi kutu air tak kunjung sembuh. Hidrokortison berdosis rendah bisa diperoleh tanpa resep, tapi Anda harus mendapatkan obat dengan resep dokter bila dosisnya lebih kuat.

Biasanya, obat ini hanya digunakan beberapa hari saja. Pengobatan kemudian dilanjutkan dengan memakai salep antijamur lainnya.

Terlepas dari obat yang dipilih, ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter. Pasalnya, ada beberapa obat yang mungkin penggunaannya tidak cocok untuk semua orang. Bila ragu, dokter akan membantu merekomendasikan obat yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Terbinafine. (2020). National Health Service. Retrieved 25 September 2020, from https://www.nhs.uk/medicines/terbinafine/

Clotrimazole. (2019). National Health Service. Retrieved 25 September 2020, from https://www.nhs.uk/medicines/clotrimazole/

Topical Antifungal Medication. (2003). DermNet NZ. Retrieved 25 September 2020, from https://dermnetnz.org/topics/topical-antifungal-medication/

Miconazole Topical. (2018). MedlinePlus Drug Information. Retrieved 25 September 2020, from https://dermnetnz.org/topics/topical-antifungal-medication/

Tolnaftate. (2017). MedlinePlus Drug Information. Retrieved 25 September 2020, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682617.html

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 28/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x