Berbagai Pilihan Obat untuk Mengatasi Kutu Air

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Bukanlah kutu, penyebab kutu air adalah infeksi jamur karena kondisi kaki yang basah dan lembap. Tak hanya membuat kulit kaki Anda rusak, infeksi juga dapat menyebar sampai bagian lain seperti tangan. Apa saja obat untuk kutu air?

Pilihan obat kutu air yang manjur

Kutu air alias tinea pedis dapat membuat kaki Anda terasa tak nyaman dan gatal sepanjang hari. Namun jangan khawatir, banyak pilihan pengobatan yang biasa direkomendasikan dokter untuk mengurangi gejalanya. Ada obat alami kutu air, ada pula obat kutu air secara medis.

Berikut ragam obat medis tinea pedis dari yang tanpa resep hingga yang perlu diresepkan dari dokter.

Obat kutu air tanpa resep

Sebagai pengobatan pertama kutu air, biasanya Anda disarankan untuk menggunakan obat oles berupa krim atau salep antijamur yang dapat dibeli di apotek. Obat-obatan ini termasuk ke dalam obat antijamur yang dapat bekerja untuk membasmi jamur.

Obat antijamur dioleskan pada kulit yang terdampak serta sedikit area di sekitarnya sebanyak dua kali sehari. Biasanya, perawatan dilakukan selama dua hingga empat minggu, lalu dilanjutkan selama satu sampai dua minggu setelah bekas mulai menghilang.

Namun kembali lagi, beberapa obat mungkin memiliki aturan pakai yang berbeda-beda. Berikut beberapa pilihan obatnya.

Terbinafine

Terbinafine adalah obat kutu air yang berbentuk salep atau semprot (spray) dengan fungsi untuk mengobati infeksi kulit akibat serangan jamur, sekaligus mencegah pertumbuhannya kembali. Perhatikan cara pakai obat sebelum menggunakannya.

Terbinafine merupakan obat luar yang hanya bisa digunakan dengan mengoleskannya tipis-tipis pada kulit yang mengalami infeksi.

Dokter biasanya akan menganjurkan pemberian salep ini hanya dua kali dalam sehari. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan Anda sebelum dan sesudah menggunakan terbinafine.

Clotrimazole

efek samping salep obat kortikosteroid

Clotrimazole adalah obat yang digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi kulit akibat jamur. Salah satunya tentu kutu air. Obat ini bisa Anda peroleh dengan bebas di apotek terdekat ataupun melalui resep dokter.

Gunakan obat ini hanya pada kulit bagian luar dengan cara dioleskan. Tingkat keparahan kondisi kutu air akan menentukan berapa lama pengobatan dan dosis yang harus digunakan. Anda mungkin perlu menggunakan obat ini sekitar 2 kali sehari dalam jangka waktu 4 – 8 minggu.

Terkadang dokter akan menyarankan Anda untuk tetap memakai clotrimazole meski kondisi kutu air sudah cukup membaik. Ini dilakukan supaya jamur tidak muncul lagi.

Pastikan untuk menggunakan obat ini secara teratur dan sesuai dengan anjuran demi mendapatkan hasil penyembuhan yang optimal.

Butenafine

ketoconazole obat salep

Pilihan obat kutu air lainnya yang bisa Anda pakai yaitu butenafine. Sama seperti terbinafine dan clotrimazole, obat butenafine juga berbentuk salep yang harus Anda oleskan perlahan pada kulit guna memerangi perkembangan jamur. Anda bisa mendapatkannya di apotek terdekat.

Namun, butenafine hanya boleh dioleskan pada kulit yang terinfeksi saja dan tidak untuk kuku. Cara pakainya harus sesuai dengan aturan pada kemasan, kurang lebih dua kali sehari dan jangan terlalu sering sampai melebihi aturan pakai.

Obat ini harus digunakan secara teratur jika ingin mempercepat proses pemulihan.

Miconazole

Miconazole adalah obat antijamur yang berfungsi untuk menghentikan pertumbuhan jamur yang menyebabkan infeksi. Selain digunakan sebagai obat kutu air, miconazole juga kerap digunakan untuk mengobati jenis kurap yang lainnya.

Miconazole terdapat dalam berbagai bentuk, di antaranya krim, bubuk, dan semprot. Obat hanya boleh digunakan untuk penggunaan luar. Meski dapat mengatasi gejala kutu air, obat ini tidak dapat bekerja pada kuku yang terdampak.

Tolnaftate

Serupa dengan obat sebelumnya, tolnaftate dapat menghentikan pertumbuhan jamur yang menyebabkan infeksi kulit. Tolnaftate bisa ditemukan dalam bentuk krim, cairan, bedak, gel, sampai semprotan.

Bila digunakan secara teratur, biasanya sebanyak dua kali sehari, tolnaftate dapat mengurangi gejala secara efektif. Misalnya, rasa gatal dan terbakar yang Anda alami akan berkurang dalam dua sampai tiga hari. Meski kondisi mulai membaik, Anda tetap harus melanjutkan penhobatan setidaknya selama dua minggu.

Jangan lupa membersihkan area yang terinfeksi terlebih dahulu sebelum mulai mengoleskan obat. Setelah selesai, cuci tangan agar infeksi tak menyebar.

Obat tinea pedis dengan resep dokter

obat cilazapril adalah

Bila obat-obatan di atas tidak berhasil atau infeksi yang dialami sudah parah, Anda mungkin harus menggunakan obat yang lebih kuat. Obat inilah yang harus didapatkan dengan resep dokter.

Sebenarnya, bahan-bahan yang terkandung dalam obat resep dokter serupa dengan obat yang dapat dibeli tanpa resep seperti clotrimazole atau miconazole. Hanya saja, dosisnya lebih kuat. Bila perlu, dokter juga akan memberikan obat minum seperti tablet itraconazole atau fluconazole.

Itraconazole merupakan obat antijamur yang dapat menghambat kerja ergosterol, sebuah komponen yang berperan dalam pembentukan sel dinding jamur. Obat ini dapat dikonsumsi bersama dengan makanan.

Sama seperti itraconazole, fluconazole juga bekerja untuk menghalangi ergosterol. Fluconazole biasanya dikonsumsi sebanyak sekali sehari, bisa bersama dengan makanan maupun tanpa makanan.

Bergantung pada kondisi Anda, dosis yang diberikan akan berbeda-beda pada setiap pasien. Namun, obat ini tidak boleh dikonsumsi ibu hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir. Ibu menyusui juga tidak disarankan minum obat ini karena dapat mengalir sampai ASI.

Selain obat antijamur, ada pula obat hidrokortison yang akan diberikan jika kondisi kutu air tak kunjung sembuh. Hidrokortison berdosis rendah bisa diperoleh tanpa resep, tapi Anda harus mendapatkan obat dengan resep dokter bila dosisnya lebih kuat.

Biasanya, obat ini hanya digunakan beberapa hari saja. Pengobatan kemudian dilanjutkan dengan memakai salep antijamur lainnya.

Terlepas dari obat yang dipilih, ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter. Pasalnya, ada beberapa obat yang mungkin penggunaannya tidak cocok untuk semua orang. Bila ragu, dokter akan membantu merekomendasikan obat yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jenis Penyakit Kulit Menular dan Tidak Menular yang Umum

Ada macam-macam penyakit kulit dari yang menular hingga yang tidak. Agar tak keliru, kenali jenis penyakit kulit berdasar penularannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit 13 November 2020 . Waktu baca 12 menit

Pilihan Obat Alami untuk Membasmi Kutu Air yang Mengganggu

Jangan buru-buru ambil obat untuk meringankan kaki gatal akibat kutu air. Ada bahan alami yang bisa Anda coba sebagai obat kutu air. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Kutu Air (Tinea Pedis)

Kutu air (tinea pedis atau athlete's foot) adalah infeksi jamur menular yang biasanya muncul pada kulit kaki, terutama di sela-sela jari kaki.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Kenali Penyebab Kutu Air yang Bisa Merusak Kuku dan Kulit

Kutu air adalah masalah kulit yang cukup menjengkelkan karena membuat kaki atau tangan jadi tidak sedap dipandang. Sebenarnya apa, sih, penyebab kutu air?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit



Direkomendasikan untuk Anda

kutu bulu mata

Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
kutu kasur

Kutu Busuk

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Lyme Disease

Lyme Disease

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
kutu rambut

Kutu Rambut

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 10 menit