Dermatitis Numularis (Eksim Diskoid)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu dermatitis numularis (eksim diskoid)?

Nummular dermatitis alias dermatitis numularis atau eksim diskoid adalah kondisi kronis yang ditandai dengan pembentukan bercak merah berbentuk koin pada kulit. Bercak ini biasanya terasa gatal, mengeluarkan cairan, atau kering dan berkerak.

Kondisi yang juga dikenal sebagai eksim diskoid ini sering kali muncul setelah kulit mengalami cedera, terbakar, atau digigit serangga. Bercak pada kulit dan berbagai gejala yang menyertainya dapat bertahan hingga berbulan-bulan.

Meskipun tidak berbahaya dan tidak menular, gejala yang ditimbulkannya bisa sangat mengganggu. Gejala bisa saja berkurang dalam setahun apabila diobati dengan benar. Namun, kondisi ini mungkin tidak akan hilang seutuhnya karena bersifat kronis (menahun atau sering kambuh).

Gejala

Apa tanda-tanda dan gejala dermatitis numularis?

Gejala eksim diskoid yang paling umum adalah sebagai berikut.

  • Muncul luka lepuh berbentuk koin pada kulit.
  • Muncul bercak kemerahan, peradangan, atau kulit bersisik di sekitar luka.
  • Luka lepuh mengeluarkan cairan atau berkerak.
  • Rasa gatal dan panas pada kulit yang terdampak.

Luka lepuh umumnya muncul pada lengan dan kaki, tapi tidak menutup kemungkinan menyebar hingga dada dan telapak tangan. Warna luka lepuh bervariasi antara merah muda, merah tua, atau cokelat.

Setelah mengeluarkan cairan, luka lepuh biasanya akan mengering menjadi kerak. Namun, kulit di sekitarnya mungkin masih tampak merah, bersisik, atau mengalami peradangan.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera periksakan diri ke dokter spesialis kulit apabila Anda merasa mengalami gejala dermatitis numularis. Jika tidak ditangani dengan tepat, kulit yang bermasalah dapat terinfeksi bakteri dan mengalami kerusakan lebih lanjut.

Penyebab

Apa penyebab dermatitis numularis?

Seperti jenis dermatitis lainnya, penyebab dermatitis numularis pun belum diketahui secara pasti. Meski demikian, para peneliti menduga bahwa kemunculannya mungkin berkaitan dengan kulit yang sensitif.

Dermatitis numularis sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu dermatitis numularis eksudatif dan eksim diskoid kering. Keduanya dibedakan berdasarkan faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebabnya.

Berikut perbedaan antara keduanya.

1. Dermatitis numularis eksudatif

Gejala dermatitis numularis eksudatif muncul dengan cepat dan dapat bertahan hingga berbulan-bulan. Semua orang bisa mengalaminya, terutama yang berusia 50 tahun ke atas. Pada anak-anak, kondisi ini sering dikira sebagai dermatitis atopik (eksim).

Bercak pertama biasanya muncul pada area kulit yang mengalami cedera atau infeksi, misalnya akibat:

  • luka bakar,
  • gigitan serangga,
  • operasi varises
  • penyakit kudis, dan
  • impetigo (penyakit kulit menular akibat infeksi bakteri).

Penyakit ini terkadang juga disebabkan oleh alergi obat, terutama dari jenis interferon alfa atau imunoglobulin suntik. Ada pula kasus eksim diskoid yang disebabkan oleh dermatitis kontak akibat paparan logam emas, nikel, atau merkuri.

2. Eksim diskoid kering

Eksim diskoid kering dapat muncul pada satu area kulit saja atau beberapa bagian tubuh sekaligus. Kondisi ini umumnya berawal dari kulit kering akibat eksim, kebiasaan mencuci tangan yang berlebihan, atau efek samping obat retinoid minum.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana dermatitis numularis didiagnosis?

Diagnosis diawali dengan pemeriksaan kulit pasien oleh seorang dokter spesialis kulit. Selama pemeriksaan, dokter mungkin akan mengambil sampel cairan dari luka lepuh bila dicurigai terdapat infeksi kulit.

Dokter juga dapat melakukan tes alergi bila gejala diduga disebabkan oleh reaksi alergi pada kulit. Tes alergi mencakup skin patch test, tes darah, atau tes eliminasi guna mengenali zat yang menjadi pemicu alergi.

Bagaimana cara mengobati dermatitis numularis?

Eksim diskoid biasanya sulit dihilangkan dan dapat bertahan hingga berbulan-bulan. Oleh sebab itu, pasien disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapat pengobatan yang tepat.

Pengobatan eksim biasa memang tidak akan menyembuhkan luka lepuh, tapi setidaknya dapat meredakan peradangan sehingga gejala tidak separah sebelumnya. Langkah ini juga bermanfaat untuk mencegah infeksi pada kulit yang bermasalah.

Pengobatan untuk dermatitis numularis adalah kombinasi perubahan gaya hidup dan penggunaan obat. Berikut kiat yang dapat Anda lakukan:

1. Melindungi kulit dari kerusakan

Cedera pada kulit dapat memperparah gejala eksim diskoid. Sebisa mungkin, lindungi kulit Anda agar tidak tergores, tersayat, atau mengalami kerusakan dalam bentuk apa pun. Bila perlu, gunakan pakaian panjang saat harus bepergian.

2. Menjaga kelembapan kulit

Cara paling mudah untuk menjaga kelembapan kulit adalah mandi menggunakan air bersuhu suam-suam kuku satu kali sehari. Setelah mandi, gunakan pelembap khusus kulit eksim pada kulit yang masih setengah lembap dan kenyal.

3. Menghindari pemicu gejala

Banyak faktor dari lingkungan sekitar dapat memicu kambuhnya dermatitis numularis. Guna mencegah kambuhnya penyakit, berikut hal-hal yang perlu Anda hindari.

  • Pakaian berbahan wol atau sintetis.
  • Mandi terlalu lama atau dengan air yang terlalu panas.
  • Penggunaan sabun berbahan keras.
  • Penggunaan pelembut pakaian.
  • Zat kimia dalam produk pembersih.
  • Stres yang tidak terkelola dengan baik.

4. Menggunakan obat-obatan

Obat-obatan yang umum digunakan oleh penderita eksim diskoid adalah antihistamin, salep kortikosteroid, dan krim tar. Antihistamin dapat dibeli dengan bebas di apotek, sedangkan kortikosteroid biasanya lebih kuat sehingga memerlukan resep dokter.

Selalu gunakan obat-obatan sesuai anjuran dokter. Pasalnya, obat-obatan tertentu memiliki efek samping yang serius. Salep kortikosteroid misalnya, bisa menyebabkan penipisan kulit bila digunakan dalam jangka panjang.

5. Menjaga kesehatan gigi

Sebuah laporan kasus dalam The Journal of Dermatology mengungkapkan bahwa dermatitis numularis dapat dipicu oleh infeksi di dalam tubuh, terutama dari gigi berlubang. Ruam tampak membaik setelah pasien menjalani perawatan gigi secara rutin.

Jangan lupa menyikat gigi secara teratur, membatasi makanan yang dapat menyebabkan gigi berlubang, dan memeriksakan gigi setidaknya enam bulan sekali. Langkah-langkah ini dapat melindungi gigi dari risiko kerusakan dini.

Dermatitis numularis adalah peradangan kronis pada kulit dengan ciri khas luka lepuh berbentuk koin. Kulit yang bermasalah bisa pulih asalkan diobati dengan tepat, tapi tetap ada kemungkinan munculnya luka kembali dalam bentuk yang sama.

Meski begitu, pengobatan sangat berguna untuk meringankan gejala serta mencegah infeksi kulit. Jika Anda mengalami gejalanya, coba konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Cara Ampuh Mengobati Dermatitis Stasis, Eksim yang Muncul di Kaki

Eksim di tangan dan kaki disebut dengan eksim dishidrosis. Cari tahu cara mengobati eksim di kaki dan tangan pada artikel ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Kulit, Dermatitis 14 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Dermatitis Venenata, Penyakit Kulit Akibat Gigitan Tomcat

Dermatitis venenata adalah reaksi iritasi kulit akibat kontak langsung antara kulit dengan serangga. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Kulit, Dermatitis 14 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Dermatitis Herpetiformis

Dermatitis herpetiformis adalah penyakit autoimun yang berdampak pada peradangan kulit. Apa saja gejalanya? Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Dermatitis 13 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

Selain menimbulkan gejala yang muncul pada kulit, komplikasi dermatitis bisa saja terjadi. Apa saja dampak panjang dari penyakit ini yang mungkin terjadi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Dermatitis 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bmt transplantasi sumsum tulang

Memahami Prosedur Transplantasi Sumsum Tulang Belakang (BMT)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
obat pereda nyeri otot

Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Obat Herbal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 17 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
intertrigo dermatitis intertriginosa

Dermatitis Intertriginosa (Intertrigo)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Kulit bayi Sensitif

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit