Dermatitis Numularis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Maret 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu dermatitis numularis?

Dermatitis numularis adalah jenis dermatitis yang ditandai dengan kemunculan bercak-bercak dengan bentuk melingkar seperti koin pada permukaan kulit. Bentuk gejalanya bisa menyerupai luka bakar, luka goresan, atau luka akibat gigitan serangga. 

Dermatitis ini dapat menyebabkan kulit menjadi sangat kering dan berkerak, atau sebaliknya kulit yang terdampak menjadi basah dan berwarna kemerahan.

Kulit yang meradang dapat menimbulkan rasa gatal yang tidak tertahankan, mesk pada sebagian kasus gatal bisa tidak muncul sama sekali. Dermatitis numularis dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan jika tidak diobati secara rutin.

Penyakit kulit tidak menular ini juga dikenal dengan nama dermatitis diskoid atau eksim numularis. 

Seberapa umum eksim numularis?

Siapapun bisa mengalami penyakit ini, termasuk anak-anak.

Kendati demikian, dermatitis numularis lebih sering dialami oleh laki-laki yang berusia 55-65 tahun dibandingkan perempuan. Pada perempuan, gejala cenderung muncul pada usia remaja dan dewasa produktif.

Orang-orang yang kecanduan alkohol kronis (alkoholisme) juga lebih berisiko terjangkit penyakit ini.

Dermatitis numularis juga bisa hadir sebagai kondisi sekunder ketika dialami oleh orang dengan dermatitis atopik.

Ciri-ciri dan gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala dermatitis numularis?

Awalnya gejala dermatitis numularis muncul dalam bentuk bintik-bintik kemerahan dan luka melepuh yang mengeluarkan cairan.

Lama kelamaan, luka akan melebar dan membentuk bercak lingkaran seperti koin yang memusat di bagian tengah kulit. Rata-rata setiap bercak memiliki ukuran diameter sekitar 1-3 cm.

Selanjutnya bercak lingkaran akan muncul dalam gejala dermatitis numularis yang ditunjukkan dengan:

  • Bercak berwarna merah muda, merah, atau coklat.
  • Bercak lebih sering muncul pada bagian kaki, namun juga bisa muncul pada tubuh bagian tengah seperti tangan.
  • Muncul rasa gatal dan sensasi terbakar.
  • Rasa gatal akan semakin bertambah parah di malam hari dan mengganggu saat tidur.
  • Setelah kulit yang terdampak melepuh dan mengeluarkan cairan, lama kelamaan luka akan mengerak atau berubah menjadi borok.
  • Bagian kulit di antara bercak dermatitis numularis biasanya menjadi kering dan rentan mengalami iritasi.

Menggosok dan menggaruk bagian kulit yang mengalami luka bisa menyebabkan gejala memburuk. Suhu udara yang tinggi dan kondisi lembab juga akan membuat peradangan semakin serius.

Jika bertambah parah, luka akibat peradangan rentan mengalami infeksi staph yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus.

Gejala dermatitis numularis bisa muncul pada beberapa bagian tubuh, dan berlangsung dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Meski bukan penyakit kulit menular, dermatitis ini bisa menyebabkan peradangan yang berbahaya. Kerusakan kulit yang diakibatkannya bisa sulit dipulihkan. 

Apabila tidak tuntas diobati, bercak luka yang hilang bisa kembali muncul tepat pada area kulit yang sebelumnya terdampak.

Ketika Anda menyadari telah mengalami gejala seperti yang disebutkan, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. Apalagi jika penyakit sudah menimbulkan komplikasi berupa infeksi kulit,

Penyebab

Apa penyebab dermatitis numularis?

Penyebab dermatitis numularis masih belum diketahui pasti. Kendati demikian, studi menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus penyebabnya berkaitan dengan faktor sensitivitas kulit. 

Menurut American Academy of Dermatology, zat pemicu yang memengaruhi reaksi sensitivitas kulit adalah:

  • Logam, termasuk nikel dan merkuri
  • Formaldehida
  • Obat-obatan, seperti neomycin (antibiotik yang Anda aplikasikan pada kulit)

Kulit orang dengan dermatitis numularis juga umumnya sangat kering sehingga rentan mengalami iritasi. Penyakit ini juga bisa dipicu oleh kontak langsung dengan iritan atau alergen yang dapat menyebabkan dermatitis kontak

Pada beberapa orang gejala bisa muncul pada bekas luka akibat peradangan kulit atau dermatitis jenis lainnya. 

Peradangan bisa bertambah parah apabila kulit semakin kering atau terlalu lembap akibat keringat dan kenaikan suhu.

Faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko terkena eksim numularis?

Anda berisiko lebih tinggi untuk mengalami dermatitis jenis ini ketika:

  • Tinggal di wilayah dingin dengan iklim kering.
  • Terjangkit eksim atau penyakit dermatitis statis.
  • Mengalami pembengkakan di kaki atau terhambatnya aliran darah.
  • Permukaan kulit terluka akibat gigitan serangga, kontak dengan zat kimia tertentu, dan tergores.
  • Mengalami infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri.
  • Mengonsumsi obat-obatan seperti isotretinoin dan interferon. Isotretinoin merupakan obat yang biasa digunakan untuk mengurangi gejala jerawat atau untuk menekan risiko terjadinya gangguan pada kulit. Sementara interferon bisa menyebabkan meluas dan memburuknya gejala dermatitis numular.

Diagnosis

Bagaimana diagnosis dermatitis numularis?

Dokter bisa mendiagnosis dermatitis numularis dengan identifikasi gejala. Namun cara ini terkadang bisa menghasilkan diagnosis yang salah. Dokter bisa mengira bahwa kondisi ini menunjukan infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur. 

Oleh karena itu, tes terkadang diperlukan untuk memastikan hasil diagnosis dari identifikasi gejala. Beberapa tes yang umumnya dilakukan untuk dermatitis numularis adalah:

  • Biopsi kulit: pengambilan sampel kulit yang selanjutnya akan dianalisis di laboratorium untuk melihat apakah terjadi infeksi jamur, virus, bakteri, atau tidak sama sekali.
  • Patch test: tes tempel yang digunakan untuk mengidentifikasi zat atau jenis alergen yang menyebabkan reaksi peradangan pada kulit.
  • Tes kulit: sampel kulit akan diteliti untuk mengetahui kehadiran infeksi tertentu.

Swab: biasanya dilakukan untuk mengidentifikasi infeksi bakteri pada kulit.

Pengobatan

Bagaimana cara mengobati dermatitis numularis?

Dermatitis adalah penyakit kulit yang tida dapat disembuhkan, termasuk numularis. Namun dengan pengobatan yang tepat, intensitas keparahan gejala dapat dikendalikan dan risiko kekambuhan sewaktu-waktu juga dapat dikurangi. 

Rerata, durasdi pengobatan dermatitis jenis ini berlangsung cukup lama, terutama jika pasien menunjukkan gejala dalam jangka panjang.

Berikut ini adalah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi gejala dermatitis numularis:

  • Mengoleskan krim atau obat steroid topikal secara rutin pada setiap bagian kulit yang terdampak.
  • Mengoleskan krim atau salep yang terdiri dari kombinasi steroid, antibiotik, dan antiseptik.
  • Mengaplikasikan krim atau salep yang diresepkan dokter dengan kandungan tacrolimus atau pimecrolimus untuk meredakan peradangan kulit.
  • Mengoleskan pelembab kulit nonkosmetik atau emolien secara rutin pada area kulit yang terdampak guna menjaga kulit agar tetap lembab.
  • Melakukan fototerapi (terapi menggunakan sinar ultraviolet) apabila gejala sudah tidak bisa dikendalikan menggunakan obat. 
  • Mengonsumsi obat imunosupresan khusus untuk gejala yang bertambah parah.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan untuk mengatasi dermatitis numularis?

Merubah kebiasaan untuk mengembalikan kesehatan kulit yang rusak akibat peradangan bisa dimulai dengan berhenti menggaruk bagian kulit yang terdampak. Selain itu, Anda juga perlu melindungi bagian kulit tersebut agar tidak terluka atau tergores benda kasar. 

Menjaga kulit selalu terhidrasi merupakan langkah yang tepat untuk membantu mencegah terjadinya peradangan. Caranya adalah dengan berendam menggunakan air selama 3 menit, setelahnya aplikasikan pelembab pada kulit yang setengah kering. Ritual mandi untuk dermatitis ini cukup dilakukan sekali dalam sehari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Mata 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Rekomendasi Obat Alami dan Medis untuk Meredakan Ngilu di Gigi

Jangan biarkan gigi ngilu menghambat aktivitas sehari-hari Anda. Atasi gigi ngilu dengan berbagai obat medis dan ala rumahan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 22 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Pria dengan penis bengkok mungkin bertanya-tanya, adakah cara untuk meluruskan kembali organ intim ini? Yuk, simak perawatan khusus penis bengkok di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Susah Sendawa Bikin Perut Makin Terasa Kembung, Begini Cara Mengatasinya

Biasanya, Anda akan sendawa ketika perut terisi banyak gas. Cara ini memang bisa mengurangi perut kembung. Lalu, bagaimana jika saya susah sendawa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan, Informasi Kesehatan 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit



Direkomendasikan untuk Anda

melepas IUD lepas KB spiral

Sebenarnya Kapan Waktu yang Tepat untuk Lepas KB Spiral?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Tepat Menyuntik Insulin dan Lokasi Terbaiknya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit