Sindrom Metabolik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Definisi

Apa itu sindrom metabolik?

Sindrom metabolik adalah sekumpulan kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang terhadap penyakit jantung, stroke, atau diabetes. Contohnya seperti kadar gula darah yang tinggi, kelebihan lemak di sekitar pinggang, serta kenaikan kadar kolesterol yang tidak biasa. Pada sindrom ini, berbagai kondisi tersebut terjadi secara bersamaan.

Bila Anda hanya memiliki salah satu di antara kondisi yang disebutkan, Anda belum bisa dikatakan terkena sindrom metabolik. Namun, hal ini bukan berarti Anda tidak memiliki risiko terhadap penyakit yang lebih serius.

Sindrom metabolik adalah penyakit yang tidak menular. Jika Anda mengalami sindrom ini atau hanya mengalami salah satu kondisinya, Anda harus segera melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat demi memperlambat atau bahkan mencegah datangnya penyakit.

Seberapa umumkah sindrom ini terjadi?

Umumnya, sindrom metabolik dialami oleh orang-orang yang telah memasuki usia lanjut. Meski begitu, sindrom ini juga dapat terjadi pada anak-anak dan orang muda.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sindrom metabolik?

Biasanya, sindrom ini tidak memiliki gejala yang jelas. Pasalnya, masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi merupakan kondisi yang muncul secara perlahan.

Oleh karena itu, Anda perlu melakukan pemeriksaan seperti tes darah dan cek tekanan darah secara teratur untuk mengetahui apakah Anda memiliki salah satu dari penyakit tersebut.

Beberapa orang yang memiliki penyakit diabetes mungkin mengalami gejala gula darah tinggi yang meliputi peningkatan pada rasa haus, peningkatan frekuensi buang air kecil terutama di malam hari, dan kelelahan.

Sedangkan orang-orang yang baru mengalami tekanan darah tinggi mungkin akan merasakan sakit kepala, pusing, atau mimisan yang lebih dari biasanya.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda sebaiknya periksa ke dokter atau ahli gizi untuk saran mengenai diet atau olahraga yang dapat dilakukan jika Anda:

Jika Anda ingin mengetahui kadar kolesterol, Anda dapat melakukan tes HDL (kolesterol baik), LDL (kolesterol jahat) serta trigliserida di Puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Penyebab

Apa penyebab sindrom metabolik?

Penyebab pasti dari sindrom metabolik belum diketahui. Namun, sindrom ini sangat berkaitan dengan suatu kondisi yang disebut resistensi insulin. Perlu diketahui, insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas. Keberadaannya berfungsi untuk membantu tubuh menyerap gula dari makanan.

Normalnya, sistem pencernaan bekerja memecah makanan yang Anda konsumsi menjadi gula (glukosa). Kemudian insulin akan membantu sel-sel tubuh untuk menyerap gula, lalu menjadikannya sebagai sumber energi.

Pada orang yang memiliki resistensi insulin, sel-sel tubuhnya tidak merespon secara normal terhadap insulin, sehingga glukosa tidak bisa diserap oleh sel-sel dengan mudah.

Akibatnya, kadar glukosa dalam darah Anda meningkat meskipun tubuh telah menghasilkan banyak insulin. Hal ini pada akhirnya dapat menimbulkan penyakit diabetes, di mana tubuh Anda tidak dapat bekerja sama dengan insulin untuk mengatur glukosa darah pada kisaran normal.

Faktor-faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko mengalami sindrom metabolik?

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko Anda terhadap sindrom metabolik adalah:

  • obesitas, terutama bila lemak di tubuh menumpuk pada bagian perut dan pinggang,
  • usia, sebab sindrom ini lebih rentan terjadi pada orang-orang yang berusia di atas 60 tahun,
  • gaya hidup sedentari, bila Anda jarang atau bahkan sama sekali tidak melakukan aktivitas fisik,
  • penyakit lain, misalnya Anda pernah memiliki penyakit jantung, penyakit perlemakan hati non alkoholik, atau sindrom ovarium polikistik (PCOS), dan
  • diabetes, baik bila Anda pernah mengalami diabetes selama kehamilan (diabetes gestasional) atau bila ada riwayat keluarga yang memiliki diabetes tipe 2 alias kencing manis.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa mengalami sindrom ini. Faktor-faktor di atas hanya untuk acuan saja. Untuk lebih jelasnya, silakan konsultasikan kepada dokter.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk sindrom metabolik?

Dokter biasanya akan mendiagnosis sindrom ini melalui tes darah dan tes kolesterol. Seseorang bisa saja terdiagnosis sindrom ini bila setelah menjalani sejumlah tes, tiga faktor risiko di antara hasilnya menunjukkan bahwa Anda termasuk dalam golongan berisiko. Berikut berbagai faktor risiko yang menjadi pertimbangan.

Ukuran lingkar pinggang

Mengingat penumpukan lemak yang berlebih di sekitar perut bisa membuat Anda lebih berisiko terhadap berbagai macam penyakit, maka ukuran lingkar pinggang akan menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan dalam membuat diagnosis.

Ukuran pinggang yang berisiko pada pria adalah lebih dari 100 cm. Sedangkan pada wanita acuannya adalah lebih dari 90 cm.

Kadar trigliserida

Trigliserida adalah sejenis lemak yang ada dalam darah. Seseorang bisa dikatakan lebih berisiko mengalami sindrom metabolik bila tingkat trigliseridanya mencapai 150 miligram per desiliter atau lebih.

Kadar HDL

Kolesterol HDL dikenal sebagai koelesterol baik, sebab berfungsi untuk membantu menghilangkan kolesterol jahat dari arteri Anda. Bila hasil tingkat kolesterol HDL kurang dari 50 miligram per desiliter, maka ada kemungkinan Anda mengalami sindrom ini.

Tekanan darah tinggi

Bila tekanan darah mencapai 130/85 mmHg, maka seseorang termasuk dalam kelompok yang berisiko. Meski bila hanya satu dari dua angka yang tinggi, Anda masih berisiko mengalami sindrom metabolik.

Kadar gula darah puasa

Kadar gula darah puasa yang normal adalah kurang dari 100 miligram per desiliter. Bila kadar gula darah berkisar di antara angka 100 – 125, maka pasien akan dianggap mengalami pradiabetes. Bila angkanya 126 atau lebih, maka sudah termasuk diabetes.

Perlu diketahui, sekitar 85% orang yang memiliki diabetes tipe 2 juga mengalami sindrom metabolik.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk sindrom metabolik?

Dokter mungkin akan meresepkan obat penurun kolesterol seperti statin (lovastatin, pravastatin, simvastatin, atorvastatin, dan rosuvastatin). Obat statin biasanya akan diberikan pada pasien yang memiliki penyakit diabetes, penyakit jantung, atau memiliki tingkat kolesterol HDL yang rendah.

Dokter juga akan memberikan obat-obatan lain yang dapat menurunkan risiko serangan jantung, menurunkan tekanan darah, mencegah penggumpalan darah, serta mengurangi beban kerja jantung Anda.

Minumlah obat secara teratur dan sesuai dengan arahan dari dokter. Jangan mengubah dosis tanpa sepengetahuan dokter.

Pengobatan di rumah

Apa saja perawatan di rumah yang bisa dilakukan untuk membantu pemulihan dari sindrom metabolik?

Dalam pengobatan sindrom metabolik, diperlukan usaha dan ketekunan. Beberapa perubahan hidup yang diperlukan untuk membantu mengatasi sindrom metabolik adalah:

  • menurunkan berat badan,
  • mengubah pola makan untuk menurunkan kolesterol termasuk mengonsumsi lemak tak jenuh bukan lemak jenuh,
  • mengurangi konsumsi garam,
  • olahraga ringan setiap hari, berjalan cepat selama 30 menit atau berlari selama 15 menit dapat memberikan manfaat kesehatan yang penting, dan
  • menurunkan berat badan dengan melakukan diet yang sesuai.

Jangan lupa, periksalah ke dokter secara teratur untuk memantau penyakit dan kondisi kesehatan Anda. Anda juga bisa mengukur tekanan darah dan melakukan tes darah secara teratur guna memantau tingkat gula darah Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Penyakit degeneratif adalah penyakit kronis yang memengaruhi saraf, pembuluh darah, hingga tulang. Cari tahu informasi lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Leher Hitam? Atasi dengan Cara Mudah Ini

Jika memiliki kulit leher hitam, ketahui dulu apa penyebabnya. Setelah itu, cari tahu cara menghilangkan hitam di leher. SImak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Kulit 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Pilihan Beras dan Sumber Karbohidrat Sehat Pengganti Nasi untuk Diabetes

Mengonsumsi sumber karbohidrat seperti beras dapat memengaruhi kadar gula darah diabetes. Lantas, pengganti beras untuk diabetes apa yang sehat?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 15 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Kaki Terasa Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Apakah Anda pernah merasakan tiba-tiba kaki lemas? Cari tahu penyebabnya, apakah karena penyakit berbahaya atau hanya sekadar kelelahan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Otak dan Saraf 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat yoga untuk diabetes

4 Manfaat Yoga untuk Diabetesi yang Sayang Jika Dilewatkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Buah untuk Diabetes

8 Buah Terbaik yang Aman untuk Gula Darah Pengidap Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
cek atau tes gula darah

5 Jenis Tes untuk Cek Kadar Gula Darah Serta Cara Membaca Hasilnya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Diet pasien diabetes

Diet Pasien Diabetes untuk Menjaga Pola Makan dan Berat Badan Seimbang

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit