home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pancolitis (Radang Usus Besar)

Definisi pancolitis (radang usus besar)|Tanda dan gejala radang usus besar|Penyebab dan faktor risiko|Komplikasi pancolitis|Diagnosis dan pengobatan |Pengobatan pancolitis di rumah
Pancolitis (Radang Usus Besar)

Definisi pancolitis (radang usus besar)

Radang usus besar (pancolitis) adalah peradangan yang terjadi pada seluruh lapisan organ usus besar. Kondisi ini termasuk peradangan kronis yang dapat menyebabkan bisul dalam usus atau membuat usus terluka.

Pancolitis merupakan salah satu jenis penyakit dari kolitis ulseratif. Itu sebabnya, gejala yang dipicu oleh penyakit ini tidak jauh berbeda dengan kolitis ulseratif.

Peradangan pada usus besar dapat menyebabkan gejala yang tidak nyaman. Bila peradangan semakin meluas, semakin parah gejala yang akan dialami.

Selain itu, pancolitis dapat memengaruhi seluruh usus besar, sehingga gejala yang ditimbulkan jauh lebih menyakitkan.

Seberapa umumkah pancolitis?

Radang usus besar merupakan gangguan sistem pencernaan yang dapat terjadi pada siapa saja. Namun, para ahli memperkirakan sekitar 15 – 20% pasien kolitis ulseratif berisiko mengalami pancolitis.

Penyakit kronis ini sebenarnya bisa diatasi dengan perawatan dari dokter. Silakan diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan serta pencegahan dari penyakit ini.

Tanda dan gejala radang usus besar

Pancolitis memiliki gejala yang tidak jauh berbeda dengan kolitis ulseratif. Beberapa gejala radang usus besar antara lain:

  • kram dan nyeri perut,
  • mual dan muntah,
  • diare,
  • perdarahan pada anus,
  • kram atau kejang otot,
  • demam,
  • kelelahan,
  • penurunan nafsu makan, serta
  • berat badan menurun.

Kemungkinan ada satu atau lebih gejala yang yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran tertentu akan sebuah kondisi, konsultasikan dengan dokter.

Kapan harus periksa ke dokter?

Seiring dengan berjalannya waktu, pancolitis dapat menyebabkan luka. Dinding usus akhirnya dapat kehilangan kemampuan untuk mengolah makanan, sisa makanan yang harus dibuang, dan menyerap air.

Akibatnya, Anda pun mengalami gejala yang mungkin perlu penanganan dari dokter, seperti:

Penyebab dan faktor risiko

Apa penyebab radang usus besar?

Hingga saat ini baik pancolitis maupun kolitis ulseratif tidak memiliki penyebab pasti. Namun, kondisi di bawah ini yang mungkin menjadi penyebab radang usus besar.

1. Masalah pada sistem kekebalan tubuh

Salah satu kemungkinan dari penyebab peradangan pada usus besar yaitu masalah pada sistem imun.

Pada saat sistem imun bermasalah, sistem kekebalan tidak hanya akan menyerang virus dan bakteri, melainkan juga sel-sel pada saluran pencernaan.

2. Faktor keturunan

Faktor genetik atau keturunan mungkin juga bisa menjadi penyebab radang usus besar, termasuk kolitis ulseratif. Pasalnya, beberapa pasien kolitis ulseratif yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit tersebut.

Meski begitu, kebanyakan orang dengan kolitis ulseratif tidak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tersebut.

Apa faktor yang meningkatkan risiko terhadap kondisi ini?

Bila Anda mengalami kolitis ulseratif, risiko terkena radang usus besar pun semakin meningkat. Selain itu, ada beberapa kondisi lainnya yang dapat menjadi faktor risiko terkena pancolitis, yaitu:

  • sistem kekebalan tubuh lemah,
  • keturunan,
  • diet tinggi protein,
  • usia, sering dijumpai pada pasien di bawah 35 tahun,
  • jenis kelamin, lebih sering dialami oleh pria, dan
  • merokok.

Komplikasi pancolitis

Bila pancolitis tidak diobati dengan baik, kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi, seperti:

  • perdarahan parah,
  • perforasi usus (usus berlubang),
  • usus hipertrofik (usus merenggang),
  • radang selaput perut, dan
  • kanker usus besar.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Sama seperti penyakit peradangan usus lainnya, orang yang dicurigai mengalami pancolitis akan menjalani pemeriksaan khusus, yaitu:

Apa saja pilihan obat dan pengobatan radang usus besar?

Peradangan pada usus besar merupakan penyakit kronis, sehingga tidak ada obat khusus yang dapat mengatasi penyakit IBD ini. Berikut ini sejumlah obat dan perawatan yang direkomendasikan dokter untuk meringankan gejala radang usus besar.

Obat radang usus besar

Peradangan pada usus besar memang tidak dapat disembuhkan. Namun, dokter akan meresepkan obat tertentu untuk mengatasi gejala pancolitis, seperti:

  • amino salisilat,
  • Antibiotik, seperti metronidazole, ciprofloxacin, dan rifaximin,
  • kortikosteroid, dan
  • obat untuk mencegah diare atau kram perut.
Operasi

Selain obat-obatan, dokter mungkin juga akan menyarankan operasi untuk mengangkat seluruh usus besar dan rektum. Sebagai gantinya, dokter akan memasang alat khusus berkantong semacam kantong untuk menghubungkan ujung usus ke anus.

Hal ini bertujuan agar Anda tetap dapat buang air besar seperti biasanya. Prosedur ini disebut sebagai ileoanal anastomosis.

Bila tidak memungkinkan, dokter akan membuat permukaan permanen pada perut dan memasang kantong untuk mengumpulkan feses.

Pengobatan pancolitis di rumah

Selain obat-obatan, dokter juga akan menyarankan Anda untuk mengubah gaya hidup demi mendukung perawatan dari dokter, yakni:

  • membatasi susu dan produk olahan susu,
  • makan dalam porsi pas,
  • minum lebih banyak air, serta
  • mengelola stres dengan berolahraga.

Sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa konsumsi makanan dapat memicu radang usus. Namun, makanan dan minuman tertentu bisa memperburuk gejala pancolitis, terutama ketika kambuh.

Itu sebabnya, sebaiknya konsultasikan dengan ahli gizi atau ahli diet terkait perencanaan pola makan sesuai dengan kondisi Anda.

Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan diskusikan dengan dokter untuk memahami solusi apa yang tepat untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Shah, V. (n.d). Pancolitis. Radiopaedia. Retrieved 1 February 2021, from https://radiopaedia.org/cases/pancolitis 

Lynch WD, Hsu R. (2020). Ulcerative Colitis. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Retrieved 1 February 2021, from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459282/ 

Ulcerative Colitis. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 1 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ulcerative-colitis/diagnosis-treatment/drc-20353331 

Ileoanal anastomosis (J-pouch) surgery. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 1 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/j-pouch-surgery/about/pac-20385069

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 19/02/2021
x