home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Penyebab Anus Gatal pada Orang Dewasa, dari Iritasi Hingga Penyakit

5 Penyebab Anus Gatal pada Orang Dewasa, dari Iritasi Hingga Penyakit

Rasa gatal pada anus tentu tidak nyaman dan mungkin memalukan bagi kebanyakan orang. Sensasi tersebut bahkan bisa bertambah parah sehingga Anda merasa perlu menggaruk berkali-kali. Lantas, apa sebenarnya yang menjadi penyebab anus gatal?

Beragam penyebab anus gatal

Ada berbagai macam hal yang menyebabkan rasa gatal pada anus, mulai dari iritasi hingga kondisi kesehatan tertentu.

1. Tidak membersihkan dengan sempurna habis BAB

Anus adalah lubang tempat keluarnya feses. Feses terdiri atas ampas makanan, bakteri, dan berbagai macam senyawa kimia sisa pencernaan.

Beberapa senyawa kimia pada feses terkadang menimbulkan rasa gatal saat melewati anus.

Jika tidak membersihkan pantat dengan baik setelah buang air besar, feses bisa menempel pada anus. Kombinasi berbagai bakteri dan senyawa kimia pada feses akhirnya memperparah kondisi anus yang gatal.

2. Iritasi akibat penyakit atau produk pembersih

Iritasi merupakan penyebab paling umum dari rasa gatal pada anus. Pemicunya bisa berasal dari gangguan pada sistem pencernaan, seperti sembelit dan diare kronis.

Iritasi di daerah anus juga bisa disebabkan oleh penyakit kulit yang menyerang seluruh tubuh, seperti kudis dan psoriasis.

Anda juga harus cermat saat memilih produk pembersih tubuh. Produk seperti sabun, bedak, semprotan mengandung parfum, dan tisu basah juga dapat menyebabkan iritasi pada anus.

Rasa gatal bisa semakin parah jika Anda membersihkan anus dengan air bersuhu panas.

3. Pola makan

Makanan serta minuman yang Anda konsumsi berpengaruh terhadap kondisi feses dan anus. Contohnya, kopi bisa melonggarkan otot anus sehingga feses lebih mudah keluar. Feses menjadi lebih mudah menempel pada anus dan menyebabkan gatal.

Beberapa jenis makanan dan minuman juga menjadi penyebab anus gatal dengan memicu iritasi pada area tersebut. Makanan dan minuman yang perlu dibatasi saat anus terasa gatal antara lain:

  • Buah-buahan sitrus, seperti jeruk dan lemon
  • Makanan pedas, saus, sambal, bubuk cabai, dan sejenisnya
  • Cokelat
  • Kacang-kacangan
  • Susu dan produknya
  • Teh
  • Minuman berenergi, soda, dan bir

makan pedas bikin lidah kesemutan

4. Penggunaan antibiotik

Antibiotik bekerja dengan membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri. Namun, ini berarti bakteri bermanfaat yang terdapat pada anus juga mungkin saja mati.

Akibatnya, keseimbangan jumlah bakteri anus pun terganggu sehingga anus rentan terserang mikroba lain.

Jenis antibiotik yang berpotensi menjadi penyebab anus gatal adalah antibiotik berspektrum luas seperti tetracycline dan erythromycin. Obat ini bekerja dengan membasmi seluruh bakteri, baik yang merugikan maupun bermanfaat bagi kesehatan.

5. Gangguan pada sistem pencernaan

Faktor lainnya yang sering menyebabkan rasa gatal pada anus adalah gangguan sistem pencernaan. Anda mungkin saja mengalami keluhan ini bila memiliki kondisi seperti:

  • Wasir. Penyakit ini ditandai dengan pembengkakan pembuluh darah pada rektum dan anus. Pembuluh yang darah bengkak dapat memicu reaksi peradangan. Salah satu gejalanya adalah rasa gatal dan sensasi terbakar.
  • Robekan atau luka pada anus. Anus bisa mengalami robek akibat sering mengejan saat BAB, diare kronis, serta penyakit Crohn’s. Luka robek dapat menimbulkan gejala berupa rasa gatal.
  • Fistula ani. Kondisi ini ditandai dengan terbentuknya saluran antara usus besar dan anus. Saluran tersebut biasanya mengalami infeksi, kemudian memicu rasa perih dan gatal pada anus.
  • Infeksi bakteri, jamur, atau ragi. Infeksi pada anus akan memicu peradangan dan ruam kemerahan. Akibatnya, anus terasa gatal.
  • Kutil kelamin. Penyebab anus gatal juga dapat berasal dari infeksi menular seksual seperti kutil kelamin. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi human papillomavirus dengan gejala khas berupa rasa gatal.

Rasa gatal pada anus adalah kondisi umum yang akan hilang dalam waktu singkat. Namun, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter bila rasa gatal tidak kunjung hilang atau disertai gejala lain.

Masalah pada anus biasanya dapat diatasi oleh dokter umum. Pada kasus-kasus tertentu, dokter spesialis mungkin perlu melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab anus gatal.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Anal Itch (Pruritus Ani). https://www.health.harvard.edu/a_to_z/anal-itch-pruritus-ani-a-to-z Diakses pada 11 Juli 2019.

Anal Itching (Pruritus Ani) Causes, Medication, and Pain Relief. https://www.medicinenet.com/anal_itching/article.htm Diakses pada 11 Juli 2019.

Causes of Anal Itching. https://www.webmd.com/digestive-disorders/ss/slideshow-anal-itching Diakses pada 11 Juli 2019.

Anal itching – Symptoms and causes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anal-itching/symptoms-causes/syc-20369345 Diakses pada 11 Juli 2019.

Anal itching – Diagnosis and treatment. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anal-itching/diagnosis-treatment/drc-20369350 Diakses pada 12 Juli 2019.

Foto Penulis
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 01/08/2019
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x