Berapa Lama Makanan Dicerna di Dalam Tubuh?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23 November 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Anda hanya menghabiskan waktu sekitar 10-30 menit untuk menyantap makanan Anda setiap harinya. Namun, tahukah Anda berapa lama makanan dicerna dan berada di dalam perut Anda? Ya, makanan yang Anda makan memang akan melewati proses pencernaan agar semua zat gizi di dalamnya bisa Anda dapatkan. Lantas berapa lama makanan dicerna di dalam tubuh?

Berapa lama makanan dicerna oleh perut?

Proses pencernaan sudah mulai terjadi ketika makanan berada di dalam mulut. Dari sana, makanan akan dilumatkan oleh gigi, langit-langit mulut, dan pipi bagian dalam agar di dalam perut lebih mudah untuk dicerna lebih lanjut. Setiap orang memiliki sistem pencernaan dan respon terhadap makanan yang berbeda-beda. Hal ini yang membuat setiap orang membutuhkan waktu pencernaan yang berbeda.

Selain itu, pemilihan makanan juga memengaruhi berapa lama makanan dicerna di dalam tubuh. Makanan yang mengandung protein tinggi, akan lebih lama berada di dalam perut ketimbang makanan berserat seperti sayur atau buah-buahan.

Namun, secara umum makanan yang Anda konsumsi membutuhkan 6-8 jam untuk melewati lambung hingga usus halus. Setelah itu, makanan akan masuk ke dalam usus besar, baru diserap semua zat gizinya. Akhirnya, sisa-sisa makanan yang tak terpakai akan dibuang melalui anus (dubur) – saat inilah Anda akan buang air besar (BAB).

Seluruh proses pencernaan tersebut setidaknya akan memakan waktu sekitar 24 hingga 72 jam lamanya, tergantung pada makanan apa yang Anda konsumsi serta seberapa cepat organ pencernaan Anda bekerja. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Mayo Clinic, rata-rata waktu proses pencernaan pria adalah sekitar 33 jam dan wanita kurang lebih 47 jam.

Apa yang terjadi ketika makanan dicerna di dalam tubuh?

Ketika makanan dicerna maka sebenarnya ada berbagai proses yang terjadi saat itu. Makanan pada awalnya dilumatkan serta dipotong menjadi lebih kecil agar mudah dicerna. Pekerjaan ini dilakukan oleh organ pencernaan pertama yaitu mulut.

Setelah itu, makanan masuk ke dalam tenggorokan dan langsung masuk ke lambung. Lambung memiliki cairan serta enzim sendiri untuk membuat makanan bisa ‘pecah’ dan dibuat semakin kecil. Mulai dari sini, makanan yang Anda makan akan diubah bentuknya menjadi zat yang lebih sederhana dan dibentuk menjadi bubur.  

Nah, selanjutnya bubur makanan ini akan masuk ke usus halus. Mulai dari sini, zat-zat gizi akan diserap oleh tubuh dan akan langsung disalurkan ke pembuluh darah. Sementara, pekerjaan terakhir berada di usus besar yang akan menyerap sisa-sisa zat gizi yang belum terserap. Ketika sudah tidak ada lagi zat gizi yang tersisa, maka akan langsung dikeluarkan tubuh melalui dubur.

Tips menjaga agar pencernaan tetap lancar dan normal

Diare dan sembelit (sulit BAB) adalah kondisi di mana pencernaan Anda mengalami gangguan. Hal ini tentu saja akan membuat makanan di dalam perut Anda akan semakin lama tinggal di dalam sana atau bahkan sangat cepat bahkan belum sempat untuk dicerna. Nah, untuk menghindari kondisi tersebut, sebaiknya lakukan tips-tips berikut ini.

  • Perbanyak makan makanan yang berserat. Makanan yang berserat akan membuat meringankan kerja usus Anda, karena serat tak perlu dipecah berkali-kali.
  • Hindari serta batasi makanan kemasan serta daging merah. Makanan kemasan serta daging merah adalah makanan yang sulit untuk dicerna, sehingga bisa mengganggu pencernaan Anda dan membuat Anda sembelit.
  • Tambahkan makanan probiotik dalam menu makan. Makanan yang mengandung probiotik seperti yogurt, baik untuk bakteri di dalam perut Anda, sehingga pencernaan akan lebih lancar.
  • Jangan lupa untuk berolahraga rutin
  • Tidur yang cukup serta kelola stress dengan baik

Ketika Anda merasakan kembung atau nyeri pada perut, ini juga menandakan bahwa ada hal yang salah pada pencernaan Anda. Bila memang tidak kunjung menghilang gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Memanjangkan kuku seringkali menjadi pilihan bagi kaum hawa untuk mempercantik diri. Namun, kuku yang panjang ternyata memiliki segelintir risiko.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit