Duodenitis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Definisi duodenitis

Duodenitis adalah peradangan yang terjadi pada duodenum (usus dua belas jari) yang merupakan bagian pertama dari usus halus.

Peradangan pada lapisan duodenum bisa menyebabkan sakit perut, perdarahan, dan gejala gangguan pencernaan lainnya.

Penyebab utama dari duodenitis yaitu infeksi lambung oleh bakteri Helicobacter pylori (H. pylori). Infeksi biasanya menyebabkan radang lambung (gastritis) yang menyebar ke usus halus. Inilah mengapa gastritis erat kaitannya dengan duodenitis.

Bakteri H. pylori mengikis lapisan lendir usus yang biasanya melindungi duodenum dari asam lambung yang bersifat merusak jaringan. Hilangnya lapisan lendir membuat usus lebih mudah terkena peradangan kronis atau bahkan terluka.

Seberapa umumkah duodenitis?

Duodenitis, terutama yang disebabkan oleh infeksi H. pylori, merupakan penyakit yang cukup umum. Ini karena diperkirakan lebih dari setengah populasi dunia terinfeksi H. pylori. Hanya saja, tidak semua kasus infeksi menunjukkan gejala.

Walaupun jumlah kasusnya tinggi, Anda dapat mencegah radang duodenum dengan mengurangi faktor-faktor risikonya. Diskusikanlah dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala duodenitis

Duodenitis menyebabkan peradangan pada lapisan usus halus sehingga menimbulkan sejumlah gejala. Sebagian besar gejala radang duodenum mirip dengan gastritis. Tingkat keparahannya dapat berbeda-beda pada tiap penderita.

Gejala umum yang dialami penderita meliputi:

Kapan harus periksa ke dokter?

Pada beberapa kasus, iritasi duodenum dapat berkembang menjadi komplikasi yang berbahaya. Segera periksakan diri ke dokter bila gejala bertambah parah atau Anda mengalami:

Diagnosis dan pengobatan yang diberikan sedini mungkin bisa mencegah perburukan penyakit. Tubuh setiap orang juga dapat bereaksi dengan cara yang berbeda. Oleh sebab itu, jangan tunda untuk memeriksakan diri Anda ke dokter.

Penyebab dan faktor risiko

Apa penyebab radang duodenum?

Penyebab paling umum dari duodenitis yaitu infeksi bakteri H. pylori. Meski begitu, bakteri lainnya yang menyerang lambung atau usus halus juga dapat menyebabkan peradangan.

Faktor lainnya penyebab radang duodenum yaitu pemakaian jangka panjang obat NSAID, seperti aspirin atau ibuprofen. Obat ini dapat mengikis lapisan lambung dan usus sehingga lebih rentan mengalami kerusakan akibat asam lambung.

Sementara itu, penyebab yang kurang umum meliputi:

  • penyakit Crohn,
  • gangguan autoimun,
  • aliran balik empedu menuju lambung atau usus halus,
  • infeksi virus tertentu ketika sistem imun sedang lemah,
  • benturan yang berdampak pada usus halus,
  • cedera akibat operasi atau penyebab lainnya,
  • menelan zat yang dapat merusak lapisan usus,
  • merokok,
  • terapi radiasi untuk kanker, dan
  • kemoterapi untuk kanker.

Apa yang meningkatkan risiko terkena iritasi duodenum?

Berikut sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya radang duodenum.

  • Berusia lanjut. Lansia lebih rentan terkena radang duodenum karena lapisan organ lambung dan usus menipis seiring bertambahnya usia.
  • Konsumsi berlebihan obat pereda nyeri. Obat ini dapat mengikis lapisan pelindung lambung dan usus, terutama bila digunakan dalam jangka panjang.
  • Gangguan autoimun. Pengidap gangguan autoimun seperti diabetes tipe 1 dan penyakit Hashimoto lebih rentan mengalami duodenitis dan gastritis.
  • Gaya hidup. Kebiasaan merokok dan pola makan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko iritasi duodenum.
  • Konsumsi alkohol. Alkohol dapat mengiritasi serta mengikis lapisan lambung dan usus.
  • Penyakit lainnya. Radang lambung dan usus berkaitan dengan kondisi medis lain, seperti penyakit Crohn, HIV/AIDS, dan infeksi parasit.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana duodenitis didiagnosis?

Radang duodenum dapat didiagnosis dengan pemeriksaan riwayat kesehatan serta gejala yang pasien alami. Meski begitu, dokter biasanya mengajukan pemeriksaan berikut untuk memastikan hasil diagnosis dan menentukan penyebab penyakit.

1. Tes darah, tinja, atau napas

Tes darah, tinja, atau napas bertujuan untuk mendeteksi infeksi H. pylori dalam sistem pencernaan pasien. Tes darah dan tes tinja dilakukan dengan mengambil sampel dari tubuh pasien untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

Sementara pada tes napas, Anda akan diminta meminum cairan jernih yang hambar, lalu bernapas ke dalam sebuah kantong. Jika Anda terinfeksi H. pylori, napas yang Anda embuskan akan mengandung lebih banyak karbon dioksida.

2. Endoskopi saluran pencernaan atas

Dokter juga dapat melakukan endoskopi bagian atas dengan biopsi. Dalam prosedur ini, dokter akan memasukkan tabung panjang yang dilengkapi kamera kecil ke dalam saluran pencernaan pasien.

Alat yang disebut endoskop tersebut akan menampilkan kondisi lambung dan usus halus secara langsung. Dengan begitu, dokter dapat mendeteksi lokasi peradangan ataupun luka pada lambung dan usus halus.

3. Biopsi

Pada prosedur endoskopi, dokter terkadang juga memasukkan alat tambahan untuk mengambil sampel jaringan lambung atau usus. Sampel jaringan tersebut kemudian diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

Apa saja pengobatan yang tersedia?

Pengobatan radang duodenum perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Radang yang bersifat akut (muncul secara mendadak) akibat konsumsi obat atau alkohol misalnya, dapat diatasi dengan berhenti mengonsumsi kedua zat tersebut.

Pada kasus lainnya, pasien mungkin perlu mengonsumsi obat-obatan. Berikut pilihan pengobatan yang tersedia.

1. Antibiotik

Dokter memberikan antibiotik bila radang disebabkan oleh infeksi H. pylori. Antibiotik biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan obat lainnya. Contoh antibiotik untuk penyakit ini yaitu amoxicillin, clarithromycin, dan metronidazole.

2. Obat penurun asam lambung

Histamine blockers seperti nizatidine, famotidine, dan cimetidine dapat mengurangi jumlah asam lambung dalam saluran pencernaan. Dengan begitu, lambung dan usus memiliki kesempatan untuk memulihkan diri selama masa pengobatan.

Selain itu, ada pula obat penghambat pompa proton (PPI) yang bekerja pada sel-sel lambung penghasil asam. Konsumsi obat PPI bisa membantu mengurangi gejala nyeri yang disebabkan oleh peradangan.

3. Obat penetral asam lambung

Dokter sering kali juga menyertakan antasida dalam pengobatan duodenitis. Obat ini mengandung zat yang dapat menetralkan asam lambung. Kendati cepat meredakan nyeri, efek antasida tidak bertahan lama seperti jenis obat lainnya.

Pengobatan duodenitis di rumah

Perbaikan gaya hidup bisa membantu meredakan gejala dan mencegah kekambuhan. Berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan.

Jika Anda memiliki penyakit yang menjadi penyebab duodenitis, ikutilah pengobatan yang disarankan oleh dokter.

Hal tersebut bertujuan agar penyakit tidak menimbulkan komplikasi pada usus halus maupun bagian lainnya dari saluran pencernaan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kolitis (Radang Usus)

Kolitis adalah penyakit radang usus besar. Cari tahu informasi lengkap seputar gejala, penyebab, obat, dan cara mengobatinya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 24 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Radang Usus Buntu (Apendisitis)

Penyakit radang usus buntu (apendisitis) adalah suatu kondisi yang menyebabkan peradangan pada bagian appendix. Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 22 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Anemia Defisiensi Besi

Anemia defisiensi besi adalah anemia yang terjadi akibat tubuh kekurangan zat besi. Ini merupakan jenis anemia yang umum terjadi. Bagaimana mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Bagaimana Stres Memicu dan Memperparah Gejala IBS?

Stres dan cemas ternyata memengaruhi kualitas hidup orang dengan IBS. Bagaimana bisa terjadi dan adakah cara untuk mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 6 Juni 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit pancolitis radang usus besar

Pancolitis (Radang Usus Besar)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
enteritis

Enteritis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 13 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
gejala radang usus ciri-ciri radang usus

7 Gejala Radang Usus yang Terlihat Sepele Tapi Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Inflammatory bowel disease adalah

Inflammatory Bowel Disease (IBD)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit