home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Rekomendasi Obat dari Dokter untuk Mengobati Radang Usus Besar

Rekomendasi Obat dari Dokter untuk Mengobati Radang Usus Besar

Ketika usus Anda meradang karena luka atau infeksi, rasa sakitnya pasti mengganggu aktivitas. Nah, solusi paling jitu untuk mengakhiri penyakit yang menyerang sistem pencernaan ini adalah dengan konsultasi ke dokter. Dokter nantinya akan memberikan obat yang sesuai dengan penyebab radang usus besar Anda agar cepat sembuh. Apa saja obatnya? Yuk, lihat daftarnya di bawah ini.

Beragam pilihan obat untuk radang usus besar

obat covid-19

Radang usus (kolitis) adalah penyakit yang butuh perawatan medis karena adanya luka pada lapisan usus besar. Apalagi gejala kolitis seperti diare dan sakit perut parah bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Tanpa perawatan dan disepelekan, gejala akan semakin memburuk. Parahnya lagi, risiko kanker usus juga akan meningkat.

Berikut ini ada beberapa obat yang umumnya digunakan untuk mengobati radang usus besar, yaitu:

1. Obat anti-radang pada usus besar

Dokter dapat memberikan salah satu obat antiradang dari golongan kortikosteroid atau amino salisilat untuk meredakan gejala Anda. Contohnya seperti mesalamine, balsalazide, dan olsalazine. Obat mana yang diresepkan untuk Anda akan tergantung pada area usus yang terkena radang.

Obat antiradang bekerja menghalangi produksi bahan kimia tertentu dalam tubuh yang menyebabkan peradangan. Obat ini juga efektif meredakan rasa sakit akibat kerusakan jaringan usus yang disebabkan peradangan.

2. Obat penekan sistem imun

Obat penekan sistem imun atau immunosuppressant sering diresepkan bagi pengidap radang usus besar yang disebabkan penyakit Crohn. Penyakit Crohn adalah penyakit autoimun yang membuat sistem imun berbalik menyerang jaringan usus sehat karena menganggapnya benda asing.

Obat ini bekerja menekan respons imun yang melepaskan bahan kimia penyebab peradangan di usus. Beberapa contoh obat imunosupresan misalnya azathioprine dan cyclosporine.

Selain itu, ada juga obat radang usus dari golongan TNF seperti infliximab, adalimumab, dan golimumab. Obat-obatan ini bekerja menetralkan protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh Anda.

Bagi sebagian orang, kombinasi beberapa obat golongan ini bekerja lebih baik daripada satu obat saja.

3. Obat antibiotik

Untuk mengatasi radang usus yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan memberikan antibiotik. Antibiotik yang sering diresepkan adalah ciprofloxacin dan metronidazole. Antibiotik bekerja mematikan dan memperlambat perkembangan bakteri penyebab radang usus.

Antibiotik harus diminum dan dihabiskan sesuai aturan dokter. Jangan menghentikan, menambah, mengurangi, atau memperpanjang dosisnya tanpa sepengetahuan dokter. Cara konsumsi obat antibiotik yang tidak tepat dapat membuat bakteri semakin kebal dan radang usus Anda makin susah diobati.

4. Obat anti-diare

Diare dapat menjadi salah satu gejala radang usus yang Anda alami. Maka untuk meredakannya, dokter dapat meresepkan Anda obat diare berupa suplemen serat, seperti bubuk psyllium atau metilselulosa.

Untuk kasus radang usus dengan diare yang lebih parah, dokter akan meresepkan obat loperamide (Imodium A-D).

5. Obat penghilang rasa sakit

Peradangan di tubuh umumnya akan menyebabkan rasa sakit. Dokter akan meresepkan obat NSAID seperti paracetamol untuk meredakan nyeri akibat radang usus.

Sementara jika gejala nyerinya parah, dokter dapat meresepkan obat antinyeri dengan dosis yang lebih kuat. Misalnya ibuprofen, naproxen, dan diclofenac sodium.

6. Oralit

Gejala diare akibat radang usus buntu kerap kali membuat tubuh kekurangan cairan. Oleh karena itulah, dokter mungkin saja meresepkan oralit untuk Anda.

Meskipun bukan sebagai obat utama untuk mengatasi radang usus besar. Oralit yang mengandung elektrolit bisa mencegah terjadinya dehidrasi. Cairan tubuh yang tergantikan ini bisa membantu menghilangkan rasa lemas dan haus karena sering kali diare.

7. Suplemen nutrisi

Peradangan dapat membuat usus tidak bekerja maksimal untuk menyerap semua nutrisi dari makanan.

Maka dari itu, peradangan usus kronis dapat membuat Anda berisiko mengalami anemia defisiensi besi. Peradangan usus akibat penyakit Crohn juga dapat membuat Anda rentan mengalami kekurangan vitamin D, meski penyebab pastinya belum diketahui.

Guna mengatasi kekurangan gizi, dokter dapat meresepkan Anda suplemen sesuai kebutuhan. Misalnya suplemen zat besi, suplemen kalsium, suplemen vitamin D, atau kombinasi dari beberapa suplemen tertentu.

Konsultasikan ke dokter lebih lanjut untuk mengetahui obat mana yang paling sesuai untuk penyebab radang usus Anda, beserta dosis dan aturan pakainya yang tepat.

Obat alternatif untuk radang usus besar

kunyit untuk radang tenggorokan radang usus

Selain dengan obat-obatan medis, gejala radang usus besar ringan juga bisa diredakan dengan obat alternatif. Beberapa sudah diamati khasiatnya oleh para ilmuwan pada studi-studi kecil. Berbagai obat alternatif yang biasanya digunakan untuk meredakan gejala, seperti dilansir pada situs Mayo Clinic.

Suplemen probiotik dan prebiotik

Radang usus besar dapat terjadi akibat adanya infeksi dari bakteri, seperti E. coli. Infeksi terjadi karena jumlah bakteri yang tidak terkendali. Oleh karena itu, untuk menyeimbangkan kembali jumlah bakteri baik, suplemen probiotik bisa dijadikan obat alternatif.

Suplemen ini mengandung bakteri buatan yang mirip seperti bakteri baik di usus. Ketika jumlah bakteri baik meningkat, kesehatan sistem pencernaan kemungkinan juga jadi lebih baik.

Sebenarnya, probiotik tidak hanya didapat lewat suplemen saja. Anda bisa mendapatkan probiotik dari makanan, seperti yogurt rendah gula atau tempe.

Selain probiotik, Anda juga membutuhkan prebiotik. Prebiotik bisa dikatakan sebagai “makanan” untuk bekateri baik di usus. Meningkatkan asupan prebiotik, tentu bisa mendorong pertumbuhan bakteri baik. Prebiotik bisa Anda dapatkan dari

Minyak ikan

Minyak ikan cukup populer sebagai obat alternatif dalam mengatasi berbagai macam peradangan pada tubuh, termasuk radang usus besar. Khasiat ini didapat dari omega 3 pada minyak ikan.

Kunyit

Kunyit merupakan rempah yang sering dijadikan sebagai obat herbal untuk berbagai masalah pencernaan, salah satunya peradangan pada usus besar. Senyawa curcumin pada rempah ini diketahui memiliki sifat antiradang.

Konsultasi dokter jika pakai obat radang usus alami

tes untuk dermatitis kontak

Meskipun tersedia berbagai obat alternatif maupun alami untuk mengobati kolitis. Namun, Anda tidak boleh menggunakan obat secara sembarangan. Alih-alih menyembuhkan, menggunakan obat herbal tanpa konsultasi lebih dahulu dengan dokter bisa memperparah gejala. Bahkan, bisa saja menimbulkan masalah kesehatan baru.

Obat alternatif memang memiliki potensi untuk mengurangi peradangan, maupun menenangkan perut Anda. Akan tetapi, penelitian masih sangat terbatas dalam menguji efektivitas dan keamanan obat. Jadi, diingatkan kembali untuk konsultasi lebih dokter agar perawatan yang Anda jalani selalu aman.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

IBD https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/inflammatory-bowel-disease/diagnosis-treatment/drc-20353320 Diakses pada 05 September 2019.

IBD Syndrome https://www.webmd.com/ibd-crohns-disease/inflammatory-bowel-syndrome#1 Diakses pada 05 September 2019.

Inflammatory bowel disease treatment https://www.crohnsandcolitis.org.uk/about-inflammatory-bowel-disease/treatments Diakses pada 05 September 2019.

NSAID https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/11086-non-steroidal-anti-inflammatory-medicines-nsaids Diakses pada 05 September 2019.

Colitis. (2017, July 27). George Washington University Hospital. https://www.gwhospital.com/conditions-services/digestive-disorder-center/colitis [Accessed on April 3rd, 2020]

 


Artikel terkait


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 03/04/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x