home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Abses Perianal

Definisi|Tanda-tanda & gejala|Penyebab|Faktor-faktor risiko|Pengobatan|Pengobatan di rumah|Pencegahan
Abses Perianal

Definisi

Apa itu abses perianal?

Abses perianal adalah kondisi di mana rongga rektum terisi dengan nanah dan nanah tersebut muncul di sekitar anus. Rektum adalah bagian terakhir dari usus besar di mana tinja disimpan sebelum dikeluarkan melalui anus.

Ketika rektum dan kelenjar lendir dubur terinfeksi, maka akan terbentuk lubang-lubang kecil pada rongga rektum dam terisi dengan nanah.

Rongga yang diisi dengan nanah ini disebut abses dan jika mereka muncul di sekitar anus, mereka akan menyebabkan abses perianal.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Kondisi ini biasa terjadi. Penyakit ini lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan. Penyakit ini dapat terjadi pada pasien di usia berapa pun.

Penyakit ini dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-­tanda dan gejala abses perianal?

Tanda dan gejala penyakit ini terutama yaitu terasa berdenyut pada rektum dan menjadi lebih parah ketika bergerak atau saat melakukan peregangan.

Dikutip dari Web MD, gejala abses perianal adalah:

  • Ketika disentuh, benjolan biasanya akan lunak, merah, dan hangat.
  • Nyeri, yang biasanya terasa konstan
  • Iritasi kulit di sekitar anus, termasuk pembengkakan, kemerahan, dan nyeri
  • Bernanah
  • Sembelit atau nyeri ketika buang air besar

Gejala lain termasuk demam, panas dingin, dan rasa tidak enak. Kadang-kadang rektum dapat terasa panas, nyeri dan bengkak.

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda­-tanda atau gejala-­gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing­-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Jika Anda mengalami demam tinggi (lebih dari 38℃), menggigil kedinginan, terus-menerus muntah, susah buah air besar, atau sakit dubur yang ekstrem (dengan atau tanpa buang air besar), jangan tunda waktu Anda untuk mencari pertolongan darurat.

Gejala ekstrem tersebut mungkin menunjukkan infeksi yang menyebar dari lokasi abses ke aliran darah.

Penyebab

Apa penyebab abses perianal?

Penyebab umum penyakit ini adalah bakteri dari anus yang menyebar ke bagian sekitar rektum dan menyebabkan peradangan. Kebanyakan dari bakteri ini hidup di dalam usus besar atau tinggal di daerah kulit dekat anus.

Selain itu, penyakit ini juga bisa disebabkan oleh luka di anal yang terinfeksi, infeksi menular seksual, atau gangguan usus seperti penyakit Crohn dan divertikulitis usus besar.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk abses perianal?

Faktor-faktor tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami abses perianal, yaitu:

  • Seks anal
  • Diabetes
  • Radang usus (penyakit Crohn dan kolitis ulserativa)
  • Penggunaan obat kortikosteroid
  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah (seperti karena HIV/AIDS)
  • Penyakit ini dapat terjadi pada bayi atau anak-anak muda dan orang-orang dewasa dengan riwayat luka pada anus.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk abses perianal?

Pengobatan utama yang dapat dilakukan untuk abses perianal adalah operasi untuk membuka dan menyedot abses. Dalam kebanyakan kasus, pasien akan rawat jalan, yang berarti Anda bisa pulang setelah operasi.

Jika abses terlalu dalam, dokter akan meminta pasien dirawat di rumah sakit sampai nanah abses benar-benar habis.

Pasien sering mengalami nyeri setelah operasi dan nyeri tersebut dapat dihilangkan dengan duduk dalam air hangat 3-4 kali per hari dan penggunaan obat penghilang rasa sakit.

Pelunak feses digunakan untuk mencegah dan mengobati sembelit. Pasien dapat menggunakan antibiotik untuk menghilangkan gejala yang muncul. Namun, metode pengobatan ini bukan sebagai pengganti tindakan operasi dan pengangkatan abses.

Komplikasi pasca operasi dapat terjadi, seperti pemulihan yang tidak selesai, kambuhnya abses, dan pembentukan fistula. Adanya luka membuat kelenjar anal mengalami pembengkakan. Lubang biasanya terbentuk dalam jangka waktu 4 sampai 6 minggu setelah pengangkatan abses dan diperlukan tindakan operasi.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kondisi ini?

Dokter Anda akan mendiagnosis abses anal berdasarkan riwayat medis dan gejala Anda. Kemudian dokter dapat memeriksa dubur Anda untuk mengonfirmasi hasil diagnosis dan kolonoskopi untuk mengetahui kondisi lainnya.

Biasanya, evaluasi klinis, termasuk pemeriksaan dubur digital, cukup untuk mendiagnosis abses dubur. Namun, Anda mungkin memerlukan tes tambahan untuk menyaring:

  • Infeksi seksual menular
  • Penyakit radang usus
  • Penyakit divertikular
  • Kanker dubur

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, dokter dapat melakukan CT scan, MRI atau USG untuk mengonfirmasi lokasi abses.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi abses perianal?

Anda harus melakukan pengobatan. Abses perianal yang tidak diobati dapat menyebar ke jaringan lain dan membuat kondisi yang lebih parah.

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi abses perianal:

  • Hubungi dokter Anda jika Anda memiliki rasa sakit pada dubur disertai demam.
  • Hubungi dokter Anda jika Anda melihat keluarnya nanah di rektum atau anus Anda.
  • Hubungi dokter Anda jika Anda mengeluarkan cairan yang berkepanjangan pada bagian yang dioperasi, demam, atau sakit setelah operasi.
  • Redakan nyeri setelah operasi dengan duduk dalam air hangat 3-4 kali sehari dan minum obat pereda sakit.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah abses perianal?

Tidak banyak yang diketahui tentang cara mencegah kondisi ini. Namun, ada beberapa langkah yang bisa Anda ambil, termasuk:

  • Melindungi diri dari infeksi menular seksual (IMS) dan melakukan perawatan segera, infeksi apapun yang Anda alami.
  • Menggunakan kondom adalah kunci dalam mencegah IMS yang dapat menyebabkan kondisi ini.
  • Kebersihan di area anus adalah perlindungan penting bagi anak-anak dan orang dewasa.

Abses perianal dapat menyebabkan komplikasi, tetapi dapat diobati. Jika Anda mengalami masalah anal, hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan dan mencegahnya menjadi lebih buruk.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ferri, F. F. (2012). Ferri’s Netter Patient Advisor E-Book. St. Louis, MO: Elsevier Health Sciences.

abscess, A. (2020). Anorectal abscess: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 16 January 2016, from https://medlineplus.gov/ency/article/001519.htm

How to Treat an Anal or Rectal Abscess. (2020). Retrieved 13 March 2020, from https://www.verywellhealth.com/perirectal-abscess-2328821

Cold, F., Health, E., Disease, H., Disease, L., Management, P., & Conditions, S. et al. (2020). Anal Abscess: Symptoms, Causes, and Treatments. Retrieved 13 March 2020, from https://www.webmd.com/a-to-z-guides/anal-abscess#1

Anal/Rectal Abscess: Overview, Causes, and Symptoms. (2020). Retrieved 13 March 2020, from https://www.healthline.com/health/anorectal-abscess

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 08/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x