home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Awas, Terlalu Sering Minum Jamu Bisa Bikin Sakit Perut

Awas, Terlalu Sering Minum Jamu Bisa Bikin Sakit Perut

Minum jamu sudah menjadi kebiasaan yang mendarah daging untuk masyarakat Indonesia. Minum jamu dipercaya dapat meringankan beberapa penyakit, seperti flu, pegal-pegal, atau mengatasi kelelahan. Namun, ada beberapa orang yang merasakan sakit perut setelah minum jamu. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Kenapa bisa sakit perut setelah minum jamu?

Memang, sampai sejauh ini, bukti klinis kuat yang dapat membuktikan efektivitas jamu dan obat herbal untuk menyembuhkan penyakit sangat terbatas.

Karena potensi efek samping dicurigai lebih besar dari manfaatnya, kurangnya bukti medis ini dapat diartikan bahwa penggunaan obat herbal tidak terlalu direkomendasikan.

Para pakar mewanti-wanti bahwa terlalu sering minum dapat mengakibatkan perut terasa sakit, dengan gejala mirip seperti maag.

Jika kebiasaan sembrono minum jamu diteruskan, ini bisa memicu perdarahan lambung, sebuah kondisi yang disebut sebagai NSAID-induced gastritis. NSAID-induced gastritis adalah kerusakan lapisan mukosa lambung akibat konsumsi obat-obatan anti inflamasi non-steroid.

Kebanyakan jamu yang beredar di pasaran diketahui telah dicampur dengan obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) untuk mengurangi rasa pegal tubuh. OAINS-lah yang membuat tubuh kita terasa lebih enakan setelah minum jamu. OAINS sendiri sering menjadi resep obat untuk penyakit radang sendi, peradangan, dan penyakit jantung.

Pada lapisan dinding lambung terdapat prostaglandin, zat pelindung fungsi dan keutuhan lapisan-lapisan tersebut.

OAINS bekerja menekan produksi prostaglandin. Sedangkan pada lambung, prostaglandin memiliki fungsi untuk menghambat produksi asam lambung dan mempertahankan fungsi perbaikan lapisan lambung yang rusak.

Dengan demikian, konsumsi OAINS secara tidak langsung jadi meningkatkan produksi asam lambung. Asam lambung berlebih akan merusak lapisan pelindung lambung, menjadikan lambung lebih rentan terhadap infeksi Helicobacter pylori.

Bahayanya bila sakit perut setelah minum jamu dibiarkan

OAINS memiliki efek samping jangka panjang yang cukup berbahaya. Bahkan pada dosis rendah sekalipun, OAINS dapat menimbulkan gastritis.

Jika kebiasaan konsumsi OAINS ini tidak dihentikan, maka akibatnya bisa saja fatal untuk lambung Anda. Komplikasi yang paling sering adalah perdarahan lambung. Hal ini paling sering terjadi pada golongan usia di atas 60 tahun.

Perdarahan lambung ini baru akan disadari oleh pasien ketika muntah dengan isi lambung berwarna coklat kopi atau feses yang berwarna hitam lembek, mirip dengan aspal. Komplikasi lain yang juga sering muncul akibat terlalu sering minum jamu adalah terbentuknya lubang (perforasi) pada lambung.

Terkadang, pada produk jamu tertentu tidak dituliskan secara lengkap kandungan yang ada di dalam jamu tersebut.

Bahkan dibutuhkan pemeriksaan laboratorium untuk menemukan kandungan OAINS pada jamu tersebut. Seperti pada tahun 2002 ketika sebuah produk jamu ditemukan mengandung phenylbutazone, salah satu OAINs yang poten.

Bijaksanalah dalam mengonsumsi jamu

Karena Anda tidak dapat mengetahui kandungan jamu yang Anda minum, ada baiknya jika Anda membatasi minum jamu dan tidak menjadikannya sebagai suatu kebiasaan demi mencegah terjadinya gastritis yang disebabkan oleh OAINS.

Selain itu, meski terbuat dari bahan alami, semua rempah jamu juga mengandung senyawa kimia yang berpotensi menimbulkan risiko efek samping merugikan.

Sebagai contoh, jamu daun singkong. Daun singkong diklaim sebagai tumbuhan yang kaya akan antioksidan alami penangkal kanker. Namun di sisi lain, daun singkong mengandung sianida dalam jumlah besar yang bisa berpotensi mematikan jika tidak diolah dengan baik.

Belum lagi bila tubuh Anda sensitif atau memiliki alergi. Bila sudah demikian, janganlah bergantung pada pengobatan herbal seperti jamu, apalagi tanpa sepengetahuan dokter.

Sah-sah saja jika Anda ingin minum jamu sesekali, tapi bila ingin menggunakannya sebagai pengobatan jangka panjang, konsultasikan dahulu hal ini kepada dokter Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Becker, J. C., Domschke, W., & Pohle, T. (2004). Current approaches to prevent NSAID-induced gastropathy–COX selectivity and beyond. British journal of clinical pharmacology, 58(6), 587–600. Retrieved 29 April 2021.

Matsui, H., Shimokawa, O., Kaneko, T., Nagano, Y., Rai, K., & Hyodo, I. (2011). The pathophysiology of non-steroidal anti-inflammatory drug (NSAID)-induced mucosal injuries in stomach and small intestine. Journal of clinical biochemistry and nutrition, 48(2), 107–111. Retrieved 29 April 2021.

Kasper DL, Fauci AS, Hauser SL, Longo DL, Jameson JL, Loscalzo J. Harrison’s Principles  of  Internal Medicine, edisi ke-19, New York : McGraw-Hill. 1916-8.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Thendy Foraldy
Tanggal diperbarui 11/03/2017
x