Awas, Terlalu Sering Minum Jamu Bisa Bikin Sakit Perut

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 April 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Minum jamu sudah menjadi kebiasaan yang mendarah daging untuk masyarakat Indonesia.

Namun, dr. Peter Canter dan Prof. Edzard Ernst dari Peninsula Medical, dilansir dari The Telegraph, mengungkapkan bahwa sampai sejauh ini bukti klinis kuat yang dapat membuktikan efektivitas jamu dan obat herbal untuk menyembuhkan penyakit sangat terbatas. Dan karena potensi efek samping dicurigai lebih besar dari manfaatnya, kurangnya bukti medis ini dapat diartikan bahwa penggunaan obat herbal tidak direkomendasikan.

Para pakar mewanti-wanti bahwa terlalu sering minum dapat mengakibatkan perut terasa sakit, dengan gejala mirip seperti maag. Jika kebiasaan sembrono minum jamu diteruskan, ini bisa memicu perdarahan lambung, sebuah kondisi yang disebut sebagai NSAID-induced gastritis. NSAID-induced gastritis adalah kerusakan lapisan mukosa lambung akibat konsumsi obat-obatan anti inflamasi non-steroid.

Kenapa sering minum jamu bisa bikin sakit perut?

Kebanyakan jamu yang beredar di pasaran diketahui telah dicampur dengan obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) untuk mengurangi rasa pegal tubuh. OAINS-lah yang membuat tubuh kita terasa lebih enakan setelah minum jamu. OAINS sendiri sering diresepkan sebagai obat untuk penyakit radang sendi, peradangan, dan penyakit jantung.

Pada lapisan dinding lambung terdapat prostaglandin, zat pelindung fungsi dan keutuhan lapisan-lapisan tersebut. OAINS bekerja menekan produksi prostaglandin. Sedangkan pada lambung, prostaglandin memiliki fungsi untuk menghambat produksi asam lambung dan mempertahankan fungsi perbaikan lapisan lambung yang rusak. Dengan demikian, konsumsi OAINS secara tidak langsung jadi meningkatkan produksi asam lambung. Asam lambung berlebih akan merusak lapisan pelindung lambung, menjadikan lambung lebih rentan terhadap infeksi Helicobacter pylori.

Jika kebiasaan konsumsi OAINS ini tidak dihentikan, maka dapat berakibat buruk terhadap lambung. Komplikasi yang paling sering adalah perdarahan lambung. Dan ini paling sering terjadi pada golongan usia di atas 60 tahun. Perdarahan lambung ini baru akan disadari oleh pasien ketika muntah dengan isi lambung berwarna coklat kopi atau feses yang berwarna hitam lembek, mirip dengan aspal. Komplikasi lain yang juga sering muncul akibat terlalu sering minum jamu adalah terbentuknya lubang (perforasi) pada lambung.

Terkadang, pada produk jamu tertentu tidak dituliskan secara lengkap kandungan yang ada di dalam jamu tersebut. Bahkan dibutuhkan pemeriksaan laboratorium untuk menemukan kandungan OAINS pada jamu tersebut. Seperti pada tahun 2002 ketika sebuah produk jamu ditemukan mengandung phenylbutazone, salah satu OAINs yang poten.

Bijaksanalah dalam mengonsumsi jamu

OAINS memiliki efek samping jangka panjang yang cukup berbahaya. Bahkan pada dosis rendah sekalipun, OAINS dapat menimbulkan gastritis. Karena Anda tidak dapat mengetahui kandungan jamu yang Anda minum, ada baiknya jika Anda membatasi minum jamu dan tidak menjadikannya sebagai suatu kebiasaan demi mencegah terjadinya gastritis yang disebabkan oleh OAINS.

Selain itu, meski terbuat dari bahan alami, semua rempah jamu juga mengandung senyawa kimia yang berpotensi menimbulkan risiko efek samping merugikan. Sebagai contoh, jamu daun singkong. Daun singkong diklaim sebagai tumbuhan yang kaya akan antioksidan alami penangkal kanker, namun di sisi lain daun singkong mengandung sianida dalam jumlah besar yang bisa berpotensi mematikan jika tidak diolah dengan baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

6 Cara Menghangatkan Tubuh Saat Sedang Kedinginan

Mengenakan selimut dan pakaian tebal merupakan salah satu cara menghangatkan tubuh saat kedinginan. Apakah ada cara lainnya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Informasi Kesehatan 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

Meski bermanfaat bagi kesehatan, beberapa suplemen herbal dapat berisiko komplikasi berbahaya jika diminum menjelang operasi. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit