HBsAg, Tes Darah untuk Mendiagnosis Penyakit Hepatitis B

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Habis Minum Minuman Beralkohol?

Ukur berapa kadar alkohol dalam darahmu sekarang!

Hitung di Sini!
general

Definisi

Apa itu HBsAg? 

HBsAg (hepatitis B surface antigen) adalah antigen permukaan virus hepatitis B. Untuk itu, pemeriksaan HBsAg perlu dilakukan untuk memastikan diagnosis hepatitis B (HBV). 

Jika hasilnya positif, artinya Anda terinfeksi HVB dan berisiko menularkan penyakit ini kepada orang lain melalui darah atau cairan tubuh. 

Perlu diingat bahwa antigen permukaan hepatitis B adalah gejala awal dari hepatitis B dan bisa muncul selama infeksi kronis atau jangka panjang. 

Kapan membutuhkan pemeriksaan HBsAg? 

Pemeriksaan hepatitis B yang satu ini diperlukan ketika Anda mengalami gejala mirip dengan hepatitis akut, antara lain:

  • demam, 
  • kelelahan, 
  • nafsu makan berkurang, 
  • mual dan muntah, 
  • sakit perut, 
  • warna urine gelap seperti teh, 
  • warna feses berubah pucat, 
  • nyeri otot dan sendi, serta 
  • kulit dan selaput mata menguning (penyakit kuning).

Anda mungkin juga dianjurkan melakukan pemeriksaan HBsAg jika termasuk golongan orang-orang  yang berisiko tinggi terkena penyakit hepatitis B. Berikut di antaranya.

  • Berhubungan seks dengan penderita hepatitis B, terutama tanpa kontrasepsi.
  • Hasil pemeriksaan fungsi hati memiliki kelainan yang tak dapat dijelaskan.
  • Penderita HIV atau hepatitis C.
  • Bepergian ke negara yang mengalami wabah HVB, seperti Asia dan Afrika.
  • Memiliki gangguan fungsi hati, seperti gagal hati.
  • Pengguna narkoba suntik.
  • Merupakan pria yang berhubungan seks dengan pria lainnya.
  • Menjalani pengobatan dialisis ginjal (cuci darah).
  • Menggunakan obat yang menekan sistem kekebalan tubuh.
  • Bekerja di rumah sakit atau klinik kesehatan.
  • Ibu hamil.
  • Orang yang akan mendonorkan darah

Pemeriksaan HBsAg juga bertujuan untuk melihat seberapa efektif perawatan hepatitis B yang dijalani hingga saat ini. 

Apa fungsi lain dari pemeriksaan ini? 

Selain membantu diagnosis hepatitis B, pemeriksaan ini juga digunakan untuk memantau perkembangan infeksi. Sebagai contoh, hasil tes yang menunjukkan infeksi kronis akan membantu dokter menentukan pilihan pengobatan dan mengurangi jumlah virus.

Oleh sebab itu, pemeriksaan HBsAg perlu dilakukan secara berkala agar lebih efektif.

Jika tes menunjukkan hasil negatif dan anti-HBs berubah positif selama pengobatan berlangsung, artinya obat yang diberikan efektif dalam menghentikan infeksi dan mengurangi virus. 

Orang yang terinfeksi bisa sepenuhnya pulih setelah menjalani pengobatan selama 6 – 12 bulan.

Prosedur

Bagaimana prosedur pemeriksaan HBsAg?

Pada dasarnya, prosedur pemeriksaan HBsAg sama dengan tes darah lainnya. Petugas akan menggunakan jarum suntik untuk mengambil darah dari pembuluh darah di lengan atau tangan Anda. 

Anda juga tidak perlu melakukan persiapan apa pun. Hanya saja, beritahu penyedia layanan kesehatan terkait obat-obatan, herbal, dan suplemen yang dipakai. Hal ini berlaku obat-obatan tanpa resep atau obat-obatan terlarang yang digunakan.

Prosedur pemeriksaan hepatitis B ini memiliki risiko yang sangat rendah. Namun, tidak menutup kemungkinan Anda akan mengalami perdarahan, infeksi, memar, hingga pusing setelah sampel darah diambil. 

Selain itu, saat jarum disuntikkan pada lengan atau tangan, Anda mungkin akan merasakan rasa sakit atau perih sedikit, tetapi hanya berlangsung sebentar.

Kapan pemeriksaan ini efektif dilakukan? 

Perlu diingat bahwa virus hepatitis B tidak lantas aktif bereplikasi ketika masuk ke dalam tubuh. Virus ini akan menjalani masa inkubasi yang rata-rata berlangsung selama 90 hari. 

Maka dari itu, antigen HBsAg dan DNA HVB sudah dapat dideteksi dalam darah saat infeksi virus hepatitis telah berlangsung selama 1 – 9 minggu.

Pada beberapa kasus, gejala yang sudah berlangsung selama 7 minggu terkadang tidak dapat menemukan keberadaan antigen. 

Hasil

Hasil pemeriksaan HBsAg akan tergantung pada usia, jenis kelamin, riwayat kesehatan, dan metode yang dipakai saat tes. 

Hasil negatif

Hasil pemeriksaan yang negatif menandakan bahwa tidak adanya HBsAg yang ditemukan di dalam serum. Hasil negatif juga dapat ditemukan pada orang yang telah sepenuhnya sembuh dari hepatitis B.

Artinya, Anda sepenuhnya bebas dari infeksi virus hepatitis B (HVB). Akan tetapi, ketika Anda terinfeksi hepatitis D yang mana virusnya menekan jumlah HVB saat bereplikasi, biasanya HBsAg juga tidak bisa ditemukan.

Jika infeksi HBV berhenti, Anda akan memiliki antibodi terhadap virus tersebut dan tidak lagi bisa menularkan virus kepada orang lain

Hasil positif

Sebaliknya, bila tes menunjukkan hasil yang positif atau reaktif, ada kemungkinan Anda terinfeksi hepatitis B. Kebanyakan kasus melaporkan bahwa penyakit ini akan pulih dalam 6 bulan. 

Bila sudah sembuh, Anda akan memiliki kekebalan terhadap virus dan tidak dapat menularkan virus ke orang lain. Selain itu, hasil yang positif juga bisa menjadi pertanda Anda mengidap hepatitis B kronis

Bila tidak kunjung membaik lebih dari 6 bulan, virus mungkin masih ada pada darah dan menyebabkan gangguan fungsi hati. Anda juga masih dapat menularkannya ke orang lain. 

Itu sebabnya, hasil pemeriksaan ini yang membuat dokter menentukan, apakah Anda membutuhkan pengobatan hepatitis atau tidak. 

Tes pendukung

Pembacaan hasil tes HBsAg tidak bisa dilakukan secara tunggal. Hasil ini harus dikombinasikan dengan jenis tes serologis untuk mendeteksi hepatitis B lainnya, yaitu tes antibodi HBc dan tes antibodi permukaan HBc.

Hasil kombinasi tiga tes untuk hepatitis B ini digunakan untuk mengidentifikasi fase infeksi HBV apakah telah berlangsung secara akut atau kronis.

Total hepatitis core antibody (Anti-HBc)

Antibodi ini muncul sejak terjadinya infeksi akut dan bertahan seumur hidup Anda. Keberadaan anti-HBc menunjukkan adanya infeksi lama atau infeksi yang sedang berlangsung dalam waktu yang tidak dapat ditentukan. 

Hepatitis B surface antibody (anti-HBs)

Berbeda dari tes HBsAg, pemeriksaan anti-HBs ini dilakukan untuk melihat sistem kekebalan tubuh Anda terhadap virus hepatitis B. 

Jika pemeriksaan anti-HBs menunjukkan hasil yang positif, kemungkinan besar Anda akan terlindungi dari paparan virus hepatitis B.

Biasanya hasil pemeriksaan positif karena Anda sebelumnya sudah pernah melakukan vaksin hepatitis B. Selain itu, hasil pemeriksaan yang positif juga berarti bahwa Anda sedang dalam masa pemulihan dari infeksi hepatitis B akut.

Tes darah lainnya

Dokter juga mungkin akan menyarankan pasiennya melakukan pemeriksaan darah lainnya bersamaan dengan tes hepatitis di atas untuk mencari tahu jenis virus dan tahap infeksi apa yang mungkin Anda alami.

Tak hanya itu, tes darah juga dapat dilakukan untuk memeriksa fungsi hati Anda apakah bekerja lebih keras dari biasanya, sedang dalam tekanan, atau malah tengah mengalami kerusakan yang parah.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

Penyakit OCD (obsessive compulsive disorder) adalah kelainan psikologis yang memengaruhi pikiran dan perilaku. Simak info lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 5 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Mengenal Setiap Gejala Hepatitis C Baik Akut Maupun Kronis

Berdasarkan lamanya infeksi, hepatitis C terbagi menjadi akut dan kronis. Apa saja gejala hepatitis C dan perbedaan yang akut dan kronis?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 28 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Hepatitis Kronis

Hepatitis kronis adalah jenis penyakit hepatitis yang menyerang hati (liver). Apa yang perlu diperhatikan dari penyakit ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 19 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Pilihan Obat dan Penanganan yang Efektif Menyembuhkan Hepatitis C

Untuk bisa sembuh, orang yang terinfeksi harus menjalani pengobatan hepatitis C secara intensif. Apa saja obat hepatitis C yang bisa digunakan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Daftar pantangan makanan untuk pengidap hepatitis

7 Pantangan Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Pengidap Hepatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
cara penularan hepatitis a

Hindari Berbagai Cara dan Risiko Penularan Hepatitis A Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Gejala hepatitis

Berbagai Gejala Hepatitis yang Perlu Dikenali Sebelum Terlambat

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
cara menjaga kesehatan hati

7 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Hati Anda

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit