Diare adalah salah satu gangguan pencernaan yang kerap menjadi keluhan ibu hamil. Meski cukup umum, bukan berarti diare bisa dibiarkan karena gangguan pencernaan ini bisa berdampak lebih buruk jika tidak segera diatasi. Lantas, obat seperti apa yang aman untuk mengatasi diare ibu hamil?
Pilihan obat diare yang aman untuk ibu hamil
Diare pada ibu hamil dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari perubahan hormon, pola makan, stres, hingga sensitivitas terhadap suatu makanan.
Gejala diare biasanya membaik dengan sendirinya dalam dua hari meski pada beberapa kasus bisa berlangsung lebih lama.
Jika sudah begini, Ibu perlu segera minum obat agar tidak mengalami komplikasi diare, misalnya dehidrasi.
Meski begitu, Ibu memang perlu lebih berhati-hati saat membeli obat diare di apotek. Pasalnya, beberapa jenis obat justru menimbulkan risiko yang lebih besar dan membahayakan janin.
Berikut adalah beberapa pilihan obat diare yang aman dan telah direkomendasikan dokter untuk ibu hamil.

Obat dengan kandungan loperamide akan meredakan diare dengan cara memperlambat gerakan usus sehingga menghasilkan feses yang lebih padat.
Obat ini tersedia dalam bentuk tablet telan, kapsul, sirup, dan tablet kunyah. Temui dokter terlebih dulu untuk mengetahui dosis dan sediaan mana yang perlu Ibu beli.
Dikutip dari Cleveland Clinic, loperamide biasanya hanya disarankan untuk ibu hamil yang sudah melalui trimester pertama dan tidak boleh dikonsumsi selama lebih dari 24 jam.
Di samping manfaatnya untuk meredakan diare, loperamide mungkin menimbulkan efek samping berupa mulut kering, sakit perut, sulit konsentrasi, hingga mual dan muntah.
Obat diare atau mencret lainnya yang dinilai aman untuk ibu hamil adalah kombinasi kaolin dan pektin atau kaopectate.
Kaolin adalah sejenis mineral alami yang bisa menyerap racun dan bakteri pada usus yang menyebabkan diare. Sementara itu, pektin adalah sejenis serat yang akan membuat feses menjadi lebih padat.
Sama seperti loperamide, penelitian tentang keamanan kaopectate pada ibu hamil masih terbatas sehingga Ibu sebaiknya berbicara dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.
Pastikan untuk mengonsumsi kaopectate sesuai resep dokter untuk meminimalkan risiko efek sampingnya, seperti sembelit.
Salah satu jenis obat yang kerap menjadi pertolongan pertama saat ibu hamil mengalami diare adalah oralit.
Obat ini kaya akan senyawa elektrolit dan mineral, seperti natrium klorida, kalium klorida, glukosa anhidrat, natrium bikarbonat, dan trisodium citrate dihydrate.
Kombinasi mineral tersebut akan mencegah sekaligus mengatasi dehidrasi akibat cairan tubuh yang hilang saat diare. Obat ini biasanya mulai bekerja setelah 3—4 jam.
Oralit merupakan salah satu jenis obat yang minim efek samping. Meski begitu, beberapa orang menyebutkan bahwa obat ini bisa menyebabkan perut kembung dan peningkatan tekanan darah.
Apabila diare belum juga sembuh setelah tiga hari, ibu hamil wajib memeriksakan diri ke dokter untuk mencari tahu penyebab pasti kondisi ini.
Tak jarang, diare berkepanjangan disebabkan oleh infeksi bakteri atau parasit. Pada kasus ini, dokter akan meresepkan antibiotik sebagai obat diare untuk ibu hamil.
Meski begitu, tidak semua antibiotik aman untuk ibu hamil. Pastikan Ibu hanya mengonsumsi antibiotik sesuai resep dari dokter.
Walaupun diare sudah membaik, pastikan untuk minum antibiotik sampai habis.
Merek obat diare yang aman untuk ibu hamil
Berikut adalah beberapa merek obat diare yang dijual di apotek dan umumnya aman dikonsumsi ibu hamil. Pastikan untuk mengonsumsi obat sesuai resep dokter, apoteker, atau petunjuk pada kemasan.
Imodium adalah obat diare yang memiliki kandungan utama berupa loperamide. Karena termasuk obat keras, penggunaannya perlu resep dokter.
Selain itu, imodium umumnya tidak boleh dikonsumsi selama lebih dari dua hari tanpa pengawasan medis.
Efek sampingnya adalah sembelit, mulut kering, pusing, dan kembung. Segera hubungi dokter kandungan jika diare masih berlanjut setelah dua hari.
Ibu juga sebaiknya mengunjungi dokter apabila ada darah dalam pada feses atau mengalami diare disertai demam tinggi.
Nomor registrasi BPOM: DKL1124401917A1
Merk obat diare yang umum dikonsumsi adalah Diapet. Obat ini akan mengatasi diare dengan berbagai kandungan bahan aktifnya, seperti attapulgite, pektin, dan tanin albuminat.
Meski termasuk obat yang dijual bebas dan bisa dibeli tanpa resep, ibu hamil tetap harus berhati-hati saat mengonsumsi obat mencret ini.
Usahakan untuk tetap menanyakan keamanan dan aturan penggunaannya terlebih dahulu pada dokter kandungan atau apoteker.
Gunakan dosis yang tepat untuk meminimalkan efek samping. Pasalnya, konsumsi Diapet mungkin menyebabkan sembelit, terutama jika digunakan dalam jangka panjang atau dosis tinggi.
Nomor registrasi BPOM: HT192300781
Synbio adalah suplemen probiotik yang cukup umum untuk mengatasi sekaligus menjaga kesehatan pencernaan ibu hamil.
Merek obat mencret untuk ibu hamil ini juga kerap menjadi terapi penunjang untuk sindrom iritasi usus besar dan radang usus.
Suplemen ini memiliki kandungan utama berupa Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium longum. Keduanya adalah bakteri baik yang bisa menekan pertumbuhan bakteri buruk penyebab diare.
Konsumsilah Synbio sesuai petunjuk dosis yang tertera pada kemasan atau anjuran dokter. Biasanya, probiotik ini dikonsumsi satu hingga dua kali sehari.
Probiotik adalah produk yang umumnya minim efek samping. Beberapa orang mungkin mengalami perut kembung, tetapi gejala ini biasanya hilang seiring tubuh menyesuaikan diri.
Nomor registrasi BPOM: SI104301181
Oralit Phapros adalah salah satu merek larutan rehidrasi yang sering digunakan untuk mengatasi dehidrasi akibat diare, muntah, atau kondisi lain yang menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan elektrolit.
Obat ini mengandung campuran garam dan gula yang membantu tubuh menyerap cairan dengan lebih efektif.
Seperti yang disebutkan di atas, oralit umumnya dianggap aman untuk ibu hamil yang mengalami dehidrasi akibat diare.
Dosis oralit pada setiap orang bisa bervariasi, tergantung pada tingkatan dehidrasi. Biasanya, dosis berkisar pada 200—400 ml setelah buang air besar berair atau sesuai anjuran dokter.
Nomor registrasi BPOM: GBL1428912323A1
Kandungan utama Interlac adalah Lactobacillus reuteri yang telah lama dikenal aman dan bermanfaat untuk kesehatan pencernaan.
Probiotik ini dapat membantu mengatasi diare dan menjaga kesehatan pencernaan, termasuk bagi ibu hamil.
Interlac dijual bebas dalam sediaan tablet kunyah untuk orang dewasa. Probiotik ini bisa dikonsumsi 1–2 kali sehari, baik sebelum maupun setelah makan.
Meski aman dikonsumsi, probiotik terkadang menyebabkan kembung atau perut bergas selama beberapa hari pertama penggunaannya.
Nomor registrasi BPOM: SI114602931
Pilihan merek obat diare untuk ibu hamil yang berikutnya adalah Neo Entrostop dengan kandungan utama berupa attapulgite dan pektin.
Attapulgite dan pektin termasuk bahan aktif yang hanya bekerja di saluran pencernaan dan tidak terserap oleh tubuh. Karena itulah, obat ini relatif aman dan dapat dibeli tanpa resep.
Meski begitu, pastikan untuk mengonsumsi obat sesuai petunjuk pada kemasan atau tanyakan aturan lengkapnya pada apoteker.
Walaupun jarang terjadi, konsumsi Neo Entrostop yang tidak sesuai aturan bisa menimbulkan efek samping berupa sembelit, pusing, hingga kram.
Nomor registrasi BPOM: DBL9111602010A1
Sama seperti Neo Entrostop, kandungan utama Molagit adalah attapulgite dan pektin. Itu artinya, obat ini relatif aman untuk mengatasi diare ibu hamil.
Molagit juga termasuk obat diare yang bisa dibeli tanpa resep. Obat ini dijual dalam sediaan tablet. Dosis umum obat ini adalah dua tablet, tiap kali sesudah BAB.
Batas konsumsi Molagit adalah enam tablet per hari. Pastikan tidak mengonsumsi obat berlebihan karena berisiko menyebabkan sembelit.
Nomor registrasi BPOM: DBL9330903310A1
Jika Ibu kesulitan minum obat diare dalam bentuk tablet atau kapsul, Guanistrep bisa menjadi solusinya. Ini adalah obat diare sirop yang mengandung kaolin dan pektin.
Kombinasi keduanya akan menyerap racun penyebab diare dan meredakan peradangan pada lapisan usus. Obat ini juga akan mengurangi cairan pada feses sehingga membuatnya lebih padat.
Meski relatif aman, konsumsi obat kombinasi kaolin dan pektin saat hamil tetap harus dibatasi. Oleh karena itu, pastikan Ibu hanya mengonsumsinya sesuai petunjuk pada kemasan.
Nomor registrasi BPOM: DBL7210906233A1

Jika cara rumahan atau bahkan obat-obatan tidak kunjung meringankan diare saat hamil, segeralah pergi ke dokter.
Ibu sebaiknya juga segera pergi ke dokter jika diare tidak kunjung membaik setelah dua hari atau merasakan gejala dehidrasi.
Pasalnya, diare saat hamil yang tidak segera diatasi bisa meningkatkan risiko berbagai komplikasi kehamilan.
Dehidrasi juga bisa menyebabkan janin kekurangan oksigen dan asupan gizi. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa berakibat fatal bagi perkembangan janin.
Ketika sudah mengalami dehidrasi, obat mencret saja tidak cukup untuk mengatasi diare pada ibu hamil. Pada kondisi tertentu, dokter mungkin perlu memberikan cairan secara langsung melalui infus.
Kesimpulan
- Komposisi obat diare yang dinilai aman untuk ibu hamil adalah loperamide, kaopectate (kaolin dan pektin), oralit, serta antibiotik. Antibiotik hanya bisa mengobati diare yang disebabkan oleh bakteri.
- Beberapa merek obat diare yang bisa Ibu beli di apotek adalah Imodium, Diapet, Synbio, Oralit Pharos, Interlac, Neo Entrostop, Molagit, dan Guanistres.
- Segera pergi ke dokter jika diare tidak membaik setelah 2–3 hari atau ketika Ibu mulai mengalami gejala dehidrasi.