home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Kemungkinan Penyebab Perut Mual Setelah Makan

5 Kemungkinan Penyebab Perut Mual Setelah Makan

Makan adalah aktivitas yang mungkin Anda tunggu-tunggu. Selain bikin kenyang, makan juga bisa memperbaiki mood. Namun, makan jadi aktivitas yang menyebalkan kalau setelah makan bukannya kenyang, justru mual yang didapat. Perut mual juga sering kali disertai oleh pusing, perut kembung, sakit perut, dan perasaan tidak enak badan lainnya.

Mual setelah makan bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya karena stres, keracunan makanan, masalah pencernaan, sakit maag, atau kondisi medis lainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah berbagai kemungkinan mengapa perut mual setelah makan.

Penyebab perut mual setelah makan

1. Alergi makanan

Setiap orang memiliki alergi pada jenis makanan yang berbeda-beda. Ada yang alergi kacang, telur, kerang, udang, dan lain-lain. Ketika Anda mengonsumsi makanan yang memicu alergi, sistem kekebalan tubuh Anda akan melepaskan histamin dan zat kimia lainnya. Zat kimia tersebutlah yang akan menghasilkan gejala alergi berupa gatal-gatal, mulut atau bibir bengkak, dan perut mual.

2. Keracunan makanan

Mengonsumi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, dan parasit dapat membat Anda sakit. Hal ini terjadi jika makanan yang Anda konsumsi tidak ditangani secara benar, mulai dari proses pemilihan bahan makanan, proses memasak, dan penyajian.

Gejala keracunan makanan biasanya muncul dalam hitungan jam, hari, bahkan minggu setelah mengonsumsi makanan yang engandung kuman atau mikroba, dan umumnya akan ditandai dengan rasa mual, diare, kram perut, nyeri setelah makan.

3. Tukak lambung

Jika Anda selalu mual setelah makan, ini bisa jadi karena iritasi yang disebabkan oleh tukak lambung. Gejala tukak lambung yang umum lainnya adalah perut mual dan kembung setelah makan, sensasi terbakar di daerah perut, dan sakit perut (yang kemudian sering dianggap sebagai penyakit maag).

4. Kehamilan

Salah satu tanda paling awal bahwa Anda hamil adalah perasaan tidak nyaman dan mual, yang sering terjadi pada bulan kedua kehamilan Anda. Sebuah penelitian tentang penyebab muntah dan mual pada kehamilan menemukan bahwa perubahan kadar hormon pada wanita hamil dapat dikaitkan dengan munculnya perasaan mual dan muntah setelah makan. Bahkan terkadang bau atau rasa makanan tertentu sudah cukup membuat ibu hamil merasa mual.

Kabar baiknya adalah perasaan mual tersebut hanya sementara dan tidak membahayakan Anda dan bayi.

5. Stres dan cemas berlebihan

Stres tidak hanya memengaruhi emosi, tapi juga memengaruhi kesehatan fisik Anda. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cell and Tissue Research menemukan bahwa tekanan psikologis dapat berdampak buruk pada fungsi beragam organ pencernaan Anda. Karena itu, stres dan kecemasan bisa mambuat perut mual setiap Anda selesai makan.

Kapan harus ke dokter?

Anda tidak perlu khawatir jika hanya sekali perut mual setelah Anda makan. Namun, Anda perlu menghubungi dokter jika rasa mual setelah makan terjadi terus-menerus, dan disertai oleh gejala-gejala berikut ini:

  • Nyeri dada.
  • Diare yang berlangsung lebih dari beberapa hari.
  • Dehidrasi dengan gejala kulit dan mulut kering, pusing, lemas, tidak buang air kecil, urine berwarna gelap, serta detak jantung meningkat.
  • Demam lebih dari 30 derajat Celsius.
  • Sakit perut yang tak tertahankan.
  • Detak jantung cepat.
  • Muntah parah.
  • Terdapat darah dalam muntah, ditandai dengan muntah berwarna merah segar atau hitam seperti aspal/ petis.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novi Sulistia Wati
Tanggal diperbarui 02/02/2018
x