5 Kemungkinan Penyebab Perut Mual Setelah Makan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Makan adalah aktivitas yang mungkin Anda tunggu-tunggu. Selain bikin kenyang, makan juga bisa memperbaiki mood. Namun, makan jadi aktivitas yang menyebalkan kalau setelah makan bukannya kenyang, justru mual yang didapat. Perut mual juga sering kali disertai oleh pusing, perut kembung, sakit perut, dan perasaan tidak enak badan lainnya.

Mual setelah makan bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya karena stres, keracunan makanan, masalah pencernaan, sakit maag, atau kondisi medis lainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah berbagai kemungkinan mengapa perut mual setelah makan.

Penyebab perut mual setelah makan

1. Alergi makanan

Setiap orang memiliki alergi pada jenis makanan yang berbeda-beda. Ada yang alergi kacang, telur, kerang, udang, dan lain-lain. Ketika Anda mengonsumsi makanan yang memicu alergi, sistem kekebalan tubuh Anda akan melepaskan histamin dan zat kimia lainnya. Zat kimia tersebutlah yang akan menghasilkan gejala alergi berupa gatal-gatal, mulut atau bibir bengkak, dan perut mual.

2. Keracunan makanan

Mengonsumi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, dan parasit dapat membat Anda sakit. Hal ini terjadi jika makanan yang Anda konsumsi tidak ditangani secara benar, mulai dari proses pemilihan bahan makanan, proses memasak, dan penyajian.

Gejala keracunan makanan biasanya muncul dalam hitungan jam, hari, bahkan minggu setelah mengonsumsi makanan yang engandung kuman atau mikroba, dan umumnya akan ditandai dengan rasa mual, diare, kram perut, nyeri setelah makan.

3. Tukak lambung

Jika Anda selalu mual setelah makan, ini bisa jadi karena iritasi yang disebabkan oleh tukak lambung. Gejala tukak lambung yang umum lainnya adalah perut mual dan kembung setelah makan, sensasi terbakar di daerah perut, dan sakit perut (yang kemudian sering dianggap sebagai penyakit maag).

4. Kehamilan

Salah satu tanda paling awal bahwa Anda hamil adalah perasaan tidak nyaman dan mual, yang sering terjadi pada bulan kedua kehamilan Anda. Sebuah penelitian tentang penyebab muntah dan mual pada kehamilan menemukan bahwa perubahan kadar hormon pada wanita hamil dapat dikaitkan dengan munculnya perasaan mual dan muntah setelah makan. Bahkan terkadang bau atau rasa makanan tertentu sudah cukup membuat ibu hamil merasa mual.

Kabar baiknya adalah perasaan mual tersebut hanya sementara dan tidak membahayakan Anda dan bayi.

5. Stres dan cemas berlebihan

Stres tidak hanya memengaruhi emosi, tapi juga memengaruhi kesehatan fisik Anda. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cell and Tissue Research menemukan bahwa tekanan psikologis dapat berdampak buruk pada fungsi beragam organ pencernaan Anda. Karena itu, stres dan kecemasan bisa mambuat perut mual setiap Anda selesai makan.

Kapan harus ke dokter?

Anda tidak perlu khawatir jika hanya sekali perut mual setelah Anda makan. Namun, Anda perlu menghubungi dokter jika rasa mual setelah makan terjadi terus-menerus, dan disertai oleh gejala-gejala berikut ini:

  • Nyeri dada.
  • Diare yang berlangsung lebih dari beberapa hari.
  • Dehidrasi dengan gejala kulit dan mulut kering, pusing, lemas, tidak buang air kecil, urine berwarna gelap, serta detak jantung meningkat.
  • Demam lebih dari 30 derajat Celsius.
  • Sakit perut yang tak tertahankan.
  • Detak jantung cepat.
  • Muntah parah.
  • Terdapat darah dalam muntah, ditandai dengan muntah berwarna merah segar atau hitam seperti aspal/ petis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Penyebab payudara sakit kerap dikaitkan dengan kanker. Namun, apakah anggapan itu benar? Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kanker Payudara, Kanker 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit