home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Jenis Obat Pereda Mual Sesuai Penyebabnya

Berbagai Jenis Obat Pereda Mual Sesuai Penyebabnya

Penyebab mual dan ingin muntah ada banyak, tapi umumnya muncul sebagai gejala dari suatu penyakit yang sudah lebih dulu Anda idap. Misalnya infeksi, keracunan makanan, atau muntaber (gastroenteritis). Mual juga dapat menandakan kondisi kesehatan tertentu seperti morning sickness saat hamil dan mabuk perjalanan, hingga sebagai efek samping dari obat atau prosedur medis tertentu (seperti obat bius atau efek kemoterapi). Itu kenapa pilihan obat mual juga sangat banyak, dan harus disesuaikan dengan penyebabnya.

Pilihan obat mual berdasarkan penyebabnya

Mual mungkin tampak seperti reaksi sederhana, tetapi sebetulnya adalah proses yang rumit. Mual sejatinya adalah refleks alami tubuh untuk mengeluarkan benda-benda asing, seperti kuman penyebab penyakit.

Golongan obat untuk mengatasi mual secara umum disebut dengan antiemetik. Obat antiemetik bekerja mengganggu reseptor saraf di otak agar berhenti memicu respon mual dan muntah. Masing-masing jenis obat antiemetik dirancang khusus untuk bekerja dalam kondisi yang berbeda.

Apa saja pilihannya?

1. Obat mual karena mabuk perjalanan

Mual seringkali terjadi saat Anda bepergian dengan mobil, pesawat, atau bahkan kapal laut. Pilihan obat yang bisa Anda konsumsi saat mabuk perjalanan, atau bahkan sebelum mulai berangkat demi mencegah mual sebelum terjadi, adalah golongan antihistamin seperti meclizine dan scopolamine.

Meclizine dan scopolamine termasuk efektif untuk mencegah dan mengatasi gejala mual, muntah, dan pusing akibat mabuk perjalanan. Keduanya bekerja memblokir sinyal yang dikirim dari neurotransmitter acetylcholine dalam otak ke sistem pencernaan untuk memicu mual.

Namun, meclizine punya satu keunggulan lain yang tidak dimiliki scopolamine. Meclizine dapat meredakan gejala vertigo yang menyebabkan mual. Obat ini dapat menurunkan kepekaan telinga bagian dalam terhadap perubahan gerakan kepala yang sering terjadi selama mobil atau perahu bergerak-gerak tidak stabil.

Kedua obat ini dapat menyebabkan kantuk sehingga jangan dikonsumsi jika Anda hendak menyetir kendaraan. Efek samping umum lainnya dari scopolamine adalah mulut kering dan penglihatan kabur.

Minumlah obat antimabuk perjalanan setidaknya 2-3 jam sebelum waktu keberangkatan. Obat-obatan ini tidak boleh dikonsumsi berbarengan dengan alkohol, obat penenang, atau obat tidur. Meclizine tidak dianjurkan dikonsumsi anak di bawah 12 tahun atau untuk wanita hamil dan menyusui, kecuali direkomendasikan dokter.

2. Obat mual sehabis operasi atau sehabis kemoterapi

Mual atau muntah setelah operasi dapat disebabkan oleh anestesi yang digunakan selama operasi. Obat mual yang dapat digunakan antara lain penghambat serotonin seperti ondansetron, atau penghambat dopamin seperti metoclopramide.

Obat mual golongan penghambat serotonin seperti ondansetron bekerja memblokir sinyal dari salah satu saraf di otak yang bertanggung jawab mengatur mual dan muntah. Obat ondasetron efektif mengatasi mual yang dipicu oleh efek samping anestesi dan beberapa jenis obat kemoterapi kanker. Efek samping yang umum dari obat ini termasuk sakit kepala, kantuk, pusing dan sembelit.

Sementara itu, obat penghambat reseptor dopamin seperti metoclopramide bekerja mengatasi mual dengan memfasilitasi gerakan otot lambung untuk mempercepat proses pengosongan. Obat ini juga bekerja mengurangi rangsangan sistem saraf yang mengatur rasa mual.

Obat metoclopramide memiliki efek samping yang memperlambat gerakan, menyebabkan tremor, mengantuk, dan kegelisahan.

Obat yang digunakan untuk mual akibat efek obat bius dan kemoterapi biasanya tidak dijual bebas, alias perlu resep dokter.

3. Obat mual akibat masalah pencernaan

Penyakit pencernaan seperti keracunan makanan dan muntaber dapat memunculkan gejala mual muntah. Untuk mengatasi gejala ini, dokter dapat meresepkan obat anti-mual berikut:

Emetrol

Emetrol (asam fosfat) umumnya digunakan sebagai obat untuk mengatasi mual akibat infeksi pada pencernaan, seperti kasus keracunan dan muntaber, atau akibat makan berlebihan.

Namun, emetrol tidak boleh digunakan oleh pengidap diabetes tanpa pengawasan ketat dari dokter karena mengandung gula.

Emetrol tidak boleh dikonsumsi lebih dari lima dosis dalam satu jam tanpa berkonsultasi dengan dokter. Konsultasikan juga dengan dokter sebelum menggunakan obat ini jika Anda hamil atau menyusui, dan jika ingin digunakan untuk anak kecil.

Bismuth subsalicylate

Bismuth subsalicylate adalah obat yang bisa meredakan mual dan sakit perut.

Wanita hamil atau menyusui harus berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum menggunakan obat mual ini. Pasalnya, sifat salisilat yang terkandung dalam obat ini mirip dengan aspirin yang diketahui dapat membahayakan janin dan bayi. Orang yang alergi terhadap aspirin atau obat terkait juga tidak boleh menggunakan bismuth subsalicylate.

Hanya konsumsi obat atas izin dokter jika Anda sedang diresepkan obat antikoagulan (pengencer darah), atau menderita diabetes atau asam urat.

4. Obat mual akibat morning sickness saat hamil

Umumnya mual akibat morning sickness tidak perlu diobati. Ini adalah fase normal yang terjadi pada awal kehamilan dan akan membaik dengan sendirinya.

Namun jika gejalanya sangat parah sampai mengganggu hari-hari, mual yang Anda alami mungkin pertanda hiperemesis gravidarum. Hiperemesis gravidarum adalah kondisi medis khusus yang dapat diobati dengan:

Prometazine

Promethazine adalah obat mual jenis antihistamin yang bekerja menghalangi zat alami tertentu yang diproduksi tubuh untuk memunculkan rasa mual.

Mengantuk, pusing, sembelit, penglihatan kabur, atau mulut kering dapat terjadi sebagai efek samping dari obat ini. Untuk meredakan efek samping mulut kering, isap permen, es, kunyah permen karet, atau minum air putih yang banyak.

Jika salah satu dari efek ini bertahan lama atau memburuk, beri tahu dokter Anda.

Vitamin B6

Suplemen vitamin B6 juga dapat mengatasi mual akibat morning sickness, dan dilaporkan aman dikonsumsi ibu hamil. Belum ditemukan adanya bukti-bukti yang memperlihatkan potensi bahaya pada janin saat ibu mengonsumsi vitamin B6 sebagai obat mual saat hamil.

Dosis umum vitamin B6 untuk meredakan mual di pagi hari adalah 10 mg hingga 25 mg, yang diminum 3 kali sehari. Namun, bicarakan dengan dokter kandungan Anda sebelum mengonsumsi vitamin B6 saat hamil untuk mendapatkan takaran dosis yang tepat.

5. Obat mual akibat cemas berlebihan

Cemas juga bisa menyebabkan Anda merasa mual dan berakhir muntah. Ini adalah cara tubuh bereaksi terhadap stres dan rasa panik yang timbul.

Untuk mengatasi mual akibat kecemasan berlebih, umumnya dokter akan meresepkan obat antiemetik seperti prochlorperazine. Obat mual ini bekerja mengendalikan rangsangan abnormal di otak.

Prochlorperazine adalah obat anti muntah sekaligus antipsikotik, yang biasa diresepkan untuk mengobati skizofrenia. Namun, ini bukan obat untuk menyembuhkan penyakit, melainkan hanya membantu meredakan gejala mual yang sering diakibatkannya.

Anda sebaiknya tidak menggunakan prochlorperazine jika baru saja minum alkohol, obat penenang, atau obat-obatan narkotika. Prochlorperazine juga tidak disarankan diminum oleh anak-anak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Types and side effects of antiemetic drugs https://www.medicalnewstoday.com/articles/320384.php diakses 21 Maret 2018.

Antiemetic Drugs https://www.healthline.com/health/antiemetic-drugs-list diakses 21 Maret 2018.

Common Antiemetic Drugs https://www.livestrong.com/article/124116-common-antiemetic-drugs/ diakses 21 Maret 2018.

Vitamin B6 https://www.uofmhealth.org/health-library/tn9126 diakses pada 20 Agustus 2019.

Prometazhine oral https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8895/promethazine-oral/details diakses pada 20 Agustus 2019.

Prochlorperazine https://www.everydayhealth.com/drugs/prochlorperazine diakses pada 20 Agustus 2019.

 Antiemetics for nausea and vomitting https://www.medicinenet.com/antiemetics/article.htm#what_types_of_medications_are_available_to_treat_nausea_and_vomiting diakses pada 20 Agustus 2019.

Ondansetron https://www.drugs.com/ondansetron.html diakses pada 20 Agustus 2019.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 03/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri