Hubungan Akrab Dengan Orangtua Bisa Meningkatkan Kesehatan Anak

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019
Bagikan sekarang

Hubungan orangtua dan anak bisa diibaratkan sebagai hubungan yang panas-dingin. Kesalahpahaman kecil tidak jarang menjadi sumber terjadinya pertengkaran, terutama ketika di antara keduanya memiliki pendapat yang berbeda tentang suatu hal. Biasanya, orangtua cenderung melindungi anak dengan cara yang kurang bisa dipahami atau diterima oleh anak. Akibatnya, anak merasa tidak diberikan kebebasan atau selalu dilarang, dan akhirnya timbullah konflik di antara mereka. Atau, anak sering kali kesulitan untuk berbicara tentang apa yang mereka inginkan tanpa mengecewakan orangtua; dan mereka akan merasa kesal jika orang tua tidak memahami apa yang mereka inginkan.

Namun, apapun konflik yang terjadi, semua orangtua pasti selalu mengharapkan agar anak mereka tumbuh sehat sampai dewasa. Hanya saja, mereka sering kali lupa bahwa pertumbuhan fisik saja tidak cukup untuk membuat anak tumbuh sehat. Orangtua juga perlu memperhatikan perkembangan emosi anak.

Seberapa penting hubungan baik dengan orangtua terhadap kesehatan anak?

Sangat penting. Hal ini telah dibuktikan oleh beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa hubungan antara anak dan orangtua yang baik dapat menentukan kondisi kesehatan anak di masa depan. Penelitian yang dilakukan di Universitas Baylor menunjukkan bahwa anak akan tumbuh sehat pada lingkungan rumah yang hangat.

Beberapa studi penelitian yang dikutip melalui Science Daily juga menyebutkan bahwa anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik pada status sosial ekonomi yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan, pada keluarga dengan status sosial ekonomi tinggi, anak bisa mendapatkan nutrisi yang baik, lingkungan yang sehat, dan memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Hanya saja, sebaik apapun fasilitas yang ada, keinginan anak untuk makan, tidur, dan beraktivitas rutin dengan baik bisa sangat ditentukan oleh hubungannya dengan orangtua.

Jika hubungan di antara keduanya tidak baik, dipenuhi dengan ketegangan atau kekerasan, maka anak cenderung memiliki suasana makan yang buruk. Anak akan cenderung makan makanan yang membuatnya lebih bahagia, misalkan makan makanan manis, tinggi lemak, atau makanan ringan yang mereka sukai. Bahkan, aktivitas tidur atau lainnya juga bisa terganggu; karena hubungan yang kurang baik membuat mereka tidak bersemangat dalam menjalankan kehidupan yang sehat atau teratur.

Tips untuk orangtua agar dapat menjaga hubungan yang baik dengan anak

  • Hal mendasar dalam menjalin hubungan yang baik dengan anak adalah kejujuran dan konsistensi. Anda juga perlu untuk introspeksi tentang cara Anda mendidik anak; apakah Anda sudah menunjukkan sikap yang baik di depan mereka? Termasuk tentang cara Anda bersikap dalam menghadapi perilaku anak yang tidak jarang membuat Anda ingin marah.
  • Biarkan anak Anda membuat keputusannya sendiri, dan hormati setiap keputusan yang mereka pilih. Sebagai orangtua, Anda perlu ikut tumbuh bersama mereka, mendengarkan setiap hal yang mereka ingin bicarakan, dengarkan mereka, maka mereka akan dengan senang hati bersikap terbuka kepada Anda.
  • Sesibuk apapun Anda dalam bekerja, luangkan waktu Anda untuk anak. Karena jika Anda banyak menghabiskan waktu untuk bekerja, maka Anda akan kehilangan waktu yang sangat berharga bersama anak-anak, yang tidak akan mungkin terulang.
  • Biarkan anak Anda tahu bahwa mereka adalah prioritas dalam hidup Anda, tanpa perlu mengendalikan hidup mereka.

Pada akhirnya, tidak ada hubungan yang sempurna antara anak dan orangtua; selalu akan ada konflik yang membuat hubungan mereka sedikit renggang. Namun apapun yang terjadi, kasih orangtua tetap akan ada sepanjang masa. Dan sebagai anak, cobalah untuk mengerti dan memahami kedua orangtua Anda; setidaknya dengan berbicara lembut, bersikap tenang, dan kendalikan emosi ketika sedang memiliki perbedaan pendapat.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

Ternyata, perilaku pedofilia beda dengan kekerasan seksual pada anak. Cari tahu perbedaan keduanya sekaligus cara pencegahannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Psikologi 30/05/2020

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

delusi dan halusinasi

Delusi dan Halusinasi, Apa Bedanya?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
agar anak mau mendengarkan orang tua

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020