backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Sudah Besar Masih Ngempeng? Ini 12 Cara Menyapih Anak dari Empeng

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 15/09/2023

Sudah Besar Masih Ngempeng? Ini 12 Cara Menyapih Anak dari Empeng

Orangtua kerap memberikan empeng daripada anak isap jempol untuk mencegah kuman yang menempel di jari masuk ke dalam mulutnya. Namun ketika anak sudah besar, ia harus berhenti menggunakan empeng karena disebut dapat menimbulkan risiko untuk kesehatannya. Berikut ini cara menyapih anak dari empeng.

Pro dan kontra anak pakai empeng bayi

empeng bayi yang bagus

Menurut studi yang diterbitkan American Family Physician, penggunaan empeng bayi masih menjadi perdebatan. Pasalnya, ada manfaat dan risiko menggunakan empeng untuk bayi Anda.

Penggunaan empeng dapat melatih kekuatan dan fungsi otot mulut bayi, terutama bayi prematur. Empeng juga bisa membantu orangtua untuk menenangkan bayi ketika menangis.

Selain itu, empeng diketahui mengurangi risiko sindrom bayi mati mendadak.

Namun, penggunaan empeng pada bayi bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan berikut ini.

  • Infeksi telinga tengah.
  • Masalah gigi balita.
  • Bingung puting, yaitu kesulitan ketika harus menyusui langsung dari puting Anda.

Meski begitu, ahli kesehatan membolehkan orangtua untuk menggunakan empeng pada bayi hingga usia satu tahun.

Akan tetapi, setelah anak memasuki usia tiga tahun, penggunaan empeng harus dibatasi.

Kapan berhenti pakai empeng?

Dilansir dari Cleveland Clinic, sebagian besar anak akan berhenti sendiri menggunakan empeng di antara usia 2—4 tahun. Namun, beberapa anak lainnya mungkin perlu cara khusus agar bisa berhenti dari kebiasaan ngempeng.

Cara menyapih anak dari empeng

kebiasaan mengempeng

Sayangnya, menghentikan kebiasaan ngempeng memang tidak selalu mudah dan mungkin penuh dengan tantangan.

Supaya lebih mudah, simak cara tepat menyapih anak dari empeng berikut ini.

1. Jauhkan anak dari empeng bayi

Alasan kenapa anak sangat sulit berhenti ngempeng, yaitu karena selalu ada empeng di dekatnya.

Biasanya, empeng bayi dilengkapi dengan tali yang dapat dikalungkan di leher, sehingga mudah digapai. Namun, hal ini justru bisa membuat bayi sangat suka ngempeng.

Salah satu cara menyapih anak dari empeng agar anak bisa berhenti ngempeng adalah dengan menjauhkan empeng dari si Kecil.

Selain tidak memberikan empeng dengan mudah, Anda juga perlu melakukan hal ini lebih cepat. Tujuannya supaya si Kecil tidak terlalu bergantung dengan empeng.

2. Buat empeng terasa tidak enak

Supaya anak lebih yakin untuk berhenti ngempeng, Anda mungkin bisa membuat anak agar tidak menyukai empeng.

Anda bisa membuat rasa empeng yang tadinya hambar menjadi terasa tidak enak dan bau. Misalnya, lumuri empeng dengan perasan air lemon atau bawang putih yang berbau sangat kuat.

Cara menyapih anak dari empeng ini biasanya berhasil untuk membuat anak agar tidak lagi tertarik menggunakan empeng.

3. Beri anak pemahaman

Bila buah hati Anda sudah cukup besar dan mengerti apa yang Anda katakan, cara agar anak tidak lagi menggunakan empeng adalah dengan memberi pemahaman.

Anda bisa menjelaskan alasan kenapa anak harus berhenti ngempeng.

Jangan terlalu berbelit-belit. Cukup beri tahu kepada anak jika kebiasaan ngempeng biasanya dilakukan oleh bayi kecil, bukan anak-anak seusianya.

4. Alihkan perhatian anak

Jika anak terbiasa menggunakan empeng saat tidur siang, cara menyapih anak dari empeng adalah dengan mengalihkan perhatiannya dari empeng menggunakan benda lain.

Sebagai contoh, Anda bisa memberikan selimut atau boneka untuk anak sebagai pengganti empeng.

Saat berpelukan dengan boneka atau berada dibalik selimut, anak mungkin bisa merasa lebih nyaman saat tidur meski tidur tanpa menggunakan empeng.

5. Timang bayi saat tidur

Menimang bayi saat tidur diketahui bisa menjadi cara yang ampuh untuk menyapih anak dari empeng.

Berdasarkan National Sleep Foundation, gerakan menimang bayi bekerja sebagai alat bantu tidur alami untuk bayi karena menyerupai sensasi saat berada di dalam rahim.

6. Lepas empeng saat anak sibuk atau tertidur pulas

Saat anak sedang sibuk bermain atau tertidur pulas, Anda bisa lepas empeng anak secara perlahan.

Pada kondisi ini, anak biasanya tidak akan sadar jika Anda mengambil empengnya. Hal ini akan membuat anak lebih terbiasa untuk tidak menggunakan empeng saat beraktivitas atau tertidur.

7. Beri hadiah atau pujian

Agar anak bisa lebih semangat untuk tidak lagi menggunakan empeng, Anda bisa memberi hadiah atau pujian kepada si Kecil saat ia mau melepaskan empengnya.

Misalnya, Anda bisa memberikan bintang di kalender setiap kali anak mau berhenti menggunakan empeng selama satu hari.

Kemudian, Anda bisa menjanjikan hadiah jika anak berhasil mengumpulkan sejumlah bintang, seperti mainan atau liburan ke tempat tertentu.

8. Katakan bahwa ada “peri empeng”

Meski termasuk berbohong kepada anak, Anda bisa menggunakan alasan bahwa ada “peri empeng” yang akan menukar empengnya dengan hadiah.

Sebagai cara menyapih dari empeng, Anda bisa meminta anak untuk meletakkan empengnya di bawah bantal.

Katakan bahwa seorang peri akan menukarkan empeng tersebut dengan hadiah saat anak tidur.

Jika anak mau, Anda bisa mengambil empeng tersebut dan menggantinya dengan hadiah kesukaan anak saat ia tertidur.

9. Batasi penggunaan empeng sejak dini

Agar bayi tidak terbiasa menggunakan empeng, Anda bisa membatasi penggunaannya sejak dini.

Anda bisa coba hindari menggunakan empeng pada siang hari dan hanya memberikan empeng kepada bayi saat tidur malam hari.

Selain itu, Anda juga bisa batasi penggunaan empeng saat berada di tempat tertentu. Misalnya, bayi boleh menggunakan empeng hanya saat berada di dalam mobil atau kendaraan umum.

Dengan begitu, anak tidak akan terlalu bergantung pada penggunaan empeng.

10. Jangan terpancing oleh rengekan anak

Sebagai cara yang ampuh dalam menyapih anak dari empeng, penting bagi Anda untuk bersikap konsisten.

Jangan biarkan Anda kalah dengan rengekan anak yang memohon untuk menggunakan empengnya kembali.

Kemudian, jangan simpan empeng diletakkan di tempat yang mudah dijangkau oleh bayi.

Misalnya, simpan di dalam kotak laci yang dikunci atau di atas lemari supaya anak tidak bisa mengambilnya dengan mudah.

11. Lakukan secara perlahan

Pada beberapa anak, kebiasaan ngempeng mungkin akan sulit dihilangkan. Maka dari itu, butuh kesabaran untuk menghilangkan kebiasaan tersebut.

Anda perlu menerapkan cara agar bayi berhenti ngempeng seperti yang sudah dijelaskan di atas secara perlahan supaya bayi tidak menolak atau lebih sulit dihadapi nantinya.

12. Libatkan anak dalam proses penyapihan

Ajak anak berpartisipasi dalam proses penyapihan dengan memberikan mereka kontrol atas penggunaan empeng.

Misalnya, biarkan ia meletakkan empeng di tempat tidur atau kotak penyimpanan setiap kali selesai menggunakannya.

Hindari memaksa anak untuk melepaskan empeng secara tiba-tiba karena hal ini bisa membuat dirinya merasa tertekan dan cemas.

Menyapih anak dari empeng adalah proses penting untuk perkembangan anak. Pasalnya, penggunaan yang berlebihan dapat berdampak negatif pada perkembangan gigi dan bicaranya.

Namun, ingatlah bahwa setiap anak berbeda, dan proses penyapihan bisa menjadi tantangan pada beberapa anak.

Jika Anda mengalami kesulitan atau kebingungan, konsultasikan dengan dokter anak terkait perkembangan anak untuk panduan lebih lanjut.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 15/09/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan