Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Normalkah Bayi Menjulurkan Lidah? Apa Saja Alasannya?

Normalkah Bayi Menjulurkan Lidah? Apa Saja Alasannya?

Sejak dilahirkan, bayi menggunakan berbagai macam cara untuk dapat berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. Salah satu cara komunikasi yang dilakukan yaitu bayi menjulurkan atau mengeluarkan lidah. Ada beragam alasan bayi melakukan hal tersebut. Apa saja alasannya dan kapan orangtua harus khawatir terhadap kebiasaan tersebut?

Mengapa bayi menjulurkan lidah?

Bayi yang mengeluarkan lidah sebenarnya merupakan hal yang normal. Saat menjulurkan lidah, bayi memberi banyak makna tergantung dari situasi dan usia bayi tersebut. Berikut ini adalah beragam alasannya:

  • Meniru orang tua

Bayi kerap kali bermain dengan meniru ekspresi wajah orang tuanya. Menjulurkan lidah menjadi hal yang paling mudah dilakukan saat bayi bermain. Terkadang, bayi melakukan hal tersebut untuk menarik perhatian orang tuanya agar ikut melakukan hal yang sama.

  • Memberi tanda kenyang atau lapar

Saat masa menyusui, bayi yang kerap menjulurkan lidahnya merupakan salah satu tanda awal bahwa bayi lapar. Selain itu, kondisi ini juga bisa berarti bahwa ia sudah kenyang. Biasanya, hal tersebut dilakukan berbarengan dengan menggerakkan kepalanya atau mendorong payudara ibu atau botol susunya.

  • Menandakan belum siap makan

Meski dokter anak merekomendasikan untuk memberi bayi makanan selain susu pada bayi usia 6 bulan, tapi tidak semua bayi sudah siap melakukannya pada usia tersebut. Ada kalanya, bayi menolak menerima makanan selain susu dengan mengeluarkan lidahnya. Hal ini juga bisa terjadi bila Anda ingin menaikkan tekstur makanan bayi Anda, sementara ia belum siap.

Kondisi yang perlu diwaspadai saat bayi menjulurkan lidah berlebihan

Bayi mengeluarkan lidah memang merupakan hal yang normal, namun bila hal ini terus menerus dilakukan, bisa jadi ada hal yang perlu dikhawatirkan. Anda mungkin perlu membawanya ke dokter untuk mendapat pemeriksaan. Untuk itu, ada baiknya Anda memahami berbagai macam alasan atau arti dari bayi yang suka menjulurkan lidah.

Selain beberapa alasan di atas, bayi yang suka menjulurkan lidah bisa terjadi karena ada kondisi lain pada diri bayi. Berikut ini beberapa kondisi tersebut:

  • Lidah bayi yang lebih besar

Bila bayi Anda suka menjulurkan lidah, coba lihat lidahnya. Bisa jadi, anak Anda memiliki ukuran lidah yang lebih besar dari ukuran bayi rata-rata. Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa hal, seperti faktor genetik, pembuluh darah yang tidak normal, atau perkembangan otot di lidah yang tidak baik.

Parahnya, kondisi ini juga bisa disebabkan adanya tumor di lidah. Segera bawa anak Anda ke dokter bila lidah yang sering dikeluarkan berbarengan dengan kondisi sulit menelan, air liur bayi yang terlalu banyak, atau kesulitan makan.

  • Ukuran mulut yang kecil

Bila suka menjulurkan lidah, bisa jadi bayi Anda juga memiliki mulut yang kecil. Kondisi ini bisa karena faktor genetik atau mungkin juga menjadi tanda sindrom tertentu, seperti bibir sumbing atau gejala down syndrom.

  • Penurunan tonus otot (gejala Hypotonia)

Lidah digerakkan oleh otot. Dengan tonus otot yang lemah, lidah bayi menjadi kerap dijulurkan. Kondisi ini mungkin menunjukkan gejala beberapa sindrom, seperti down syndrom atau Celebral Palsy. Namun, perlu juga diketahui bahwa gejala dari penyakit-penyakit itu tidak hanya penurunan pada tonus otot lidah.

  • Hidung tersumbat

Bila lidah si kecil yang suka terjulur berbarengan dengan bayi kesulitan bernapas, bersin, hidung melebar, atau mengeluarkan suara pernapasan yang tidak biasanya, itu mungkin saja karena kondisi flu atau hidung yang tersumbat.

  • Kelenjar di mulut yang bengkak

Terkadang, bayi memiliki kelenjar di mulut yang bengkak sehingga lidahnya kerap dikeluarkan. Hal ini mungkin terjadi bila lidah suka terjulur lebih dari biasanya, bayi menolak makan, atau terlihat benjolan di lidah. Segera periksakan ke dokter karena kondisi ini mungkin saja terjadi karena ada infeksi di mulut atau lebih parahnya disebabkan kanker mulut.

Bila bayi Anda suka menjulurkan lidah dan menunjukkan gejala di atas, ada baiknya Anda langsung membawa bayi Anda ke dokter untuk mendapat diagnosa langsung dengan penanganan yang tepat.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Healthline. (2020). Is My Baby Sticking His Tongue Out Normal?. [online] Available at: https://www.healthline.com/health/baby-sticking-tongue-out [Accessed 2 Mar. 2020].

Hello Motherhood. (2020). When Can You Give Cottage Cheese to a Baby?. [online] Available at: https://www.hellomotherhood.com/article/497342-when-to-give-cottage-cheese-to-a-baby/ [Accessed 2 Mar. 2020].

 

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 08/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x