backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Serba-serbi Psikolog Anak, dari Peran hingga Proses Konsultasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 28/11/2023

Serba-serbi Psikolog Anak, dari Peran hingga Proses Konsultasinya

Apakah Anda pernah mendengar istilah psikolog anak? Istilah ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang. Namun, apakah ada perbedaan antara psikolog anak dan psikolog umumnya? 

Kira-kira apa perannya? Kapan anak harus dibawa berkonsultasi ke ahli yang satu ini? Untuk mengetahuinya lebih lengkap, yuk simak penjelasan di bawah ini. 

Apa itu psikolog anak?

Sesuai dengan namanya, psikolog anak adalah seorang profesional dalam bidang psikologi yang fokus untuk mengevaluasi dan menangani kesehatan mental, emosional, sosial, dan perilaku anak-anak. Ini termasuk bayi, balita, hingga remaja. 

Psikolog anak memiliki pemahaman menyeluruh tentang kebutuhan psikologis dasar anak dan remaja yang mencakup beberapa hal berikut. 

  • Penyesuaian sosial dan emosional. 
  • Proses perkembangan. 
  • Adaptasi perilaku. 

Tidak hanya itu, ahli psikologi ini juga memiliki pengetahuan tentang kondisi mental dan perilaku yang mungkin memengaruhi anak. 

Apa peran yang dilakukan psikolog anak?

psikologi anak

Mengutip dari Cleveland Clinic, berikut ini adalah beberapa peran atau hal yang dilakukan oleh psikolog anak. 

  • Menilai masalah psikologis, intelektual, kognitif, dan perilaku dengan pengujian dan evaluasi. 
  • Menggunakan intervensi, seperti psikoterapi dan manajemen perilaku. 
  • Mengembangkan program pencegahan, seperti mencegah perundungan (bullying), kecanduan, dan kehamilan remaja. 
  • Berkonsultasi dengan dokter lainnya dan penyedia layanan kesehatan yang mungkin menangani anak tersebut. 

Tidak hanya itu, konsultasi psikolog ini juga sering kali dilibatkan dalam perawatan anak-anak secara keseluruhan dengan masalah medis tertentu. 

Misalnya, psikolog anak dapat membantu pasien yang mengalami kesulitan tidur akibat sedang menghadapi penyakit tertentu. 

Pasalnya, kondisi emosional, mental, dan perilaku anak tentu jauh berbeda dengan orang dewasa. Hal ini karena adanya perbedaan usia, tingkat kognitif, hingga kematangan diri. 

Oleh karena itu, sebagai ahli psikologi anak, ia harus bisa menggunakan beberapa jenis teknik terapi yang perlu disesuaikan dengan usia dan permasalahan yang sedang dihadapi pasien. 

Apa perbedaan antara terapis anak dan psikolog anak?

Meskipun kedua profesi ini berkaitan erat, terdapat perbedaan fokus antara terapis anak dan psikolog anak. 
  • Psikolog anak cenderung berfokus pada evaluasi dan pemahaman aspek-aspek psikologis anak, termasuk perkembangan kognitif, emosional, sosial, dan perilaku. Ia mungkin juga akan terlibat dalam diagnosis kondisi mental tertentu., 
  • Sementara terapis anak lebih berfokus pada penyediaan layanan terapeutik dan untuk mengatasi masalah emosional, sosial, dan perilaku melalui berbagai teknik terapi. 

Kondisi apa saja yang ditangani oleh psikolog anak?

Pada dasarnya, psikolog anak dapat menangani berbagai jenis masalah perilaku, emosional, sosial, dan mental pada anak-anak dan remaja. 

Mereka juga dapat membantu anak yang mengalami stres dan permasalahan yang mungkin terjadi di lingkungannya. Misalnya di sekolah, dengan keluarga, atau dalam dunia pertemanannya. 

Berikut ini adalah beberapa kondisi dan situasi yang dapat ditangani oleh psikolog anak. 

  • Pelecehan, termasuk pelecehan fisik, emosional, seksual, dan penelantaran anak. 
  • Anger issues atau kondisi di mana anak tidak bisa mengendalikan amarah. 
  • Anak dengan gangguan perilaku, termasuk ADHD. 
  • Rasa kehilangan atau berduka. 
  • Gangguan makan pada anak, termasuk anoreksia, bulimia, dan binge eating disorder
  • Masalah identitas dan harga diri anak, seperti body dysmorphic disorder dan gender dysphoria
  • Kesehatan mental, termasuk depresi, fobia, OCD, dan PTSD

Kapan anak harus dibawa ke psikolog anak?

menakut-nakuti anak

Berikut ini adalah beberapa situasi atau perilaku yang harus diwaspadai sebagai pertimbangan orangtua untuk membawa anaknya menemui psikolog anak.

  • Menunjukkan adanya perubahan besar dalam perilaku, seperti melakukan isolasi diri dan penurunan prestasi akademis. 
  • Memiliki kesulitan berkonsentrasi saat belajar. 
  • Memiliki masalah mental, emosional, dan perilaku yang tampaknya semakin memburuk seiring berjalannya waktu. 
  • Anak pernah mengalami trauma, misalnya akibat pelecehan seksual atau kecelakaan. 
  • Anak mengalami kesulitan dalam menjalin dan mempertahankan teman. 

Apa persiapan yang harus dilakukan sebelum ke psikolog anak?

Sebelum mengunjungi atau melakukan konsultasi kepada psikolog anak, sebaiknya ada beberapa hal yang perlu orangtua persiapkan. 

Dengan begitu, konsultasi yang dijalani pun akan jauh lebih produktif dan membuahkan hasil yang maksimal. 

Berikut adalah beberapa tips yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan diri bertemu dengan ahli psikologi anak ini. 

  • Pilih waktu yang tenang dan tepat untuk berbicara dengan buah hati Anda tentang janji temu dengan psikolog. Jelaskan kepadanya bahwa mengunjungi psikolog dapat membantu mereka memahami perasaan dan pikirannya agar menjadi lebih baik. 
  • Beri penjelasan kepada si Kecil secara singkat tentang apa yang mungkin akan terjadi saat berkonsultasi dengan psikolog. 
  • Jelaskan padanya bahwa tidak semua pertanyaan yang diberikan oleh psikolog harus memiliki jawaban segera mungkin. Jangan ragu untuk berkata “saya tidak tahu” bila anak merasa kurang yakin akan hal itu. 
  • Saat berkonsultasi, ajak anak untuk mengungkapkan diri mereka dengan cara-cara yang mungkin mereka sukai, misalnya melalui gambar, mainan, atau bahkan kata-kata. 
  • Hindari untuk memberikan tekanan pada anak saat proses konsultasi nantinya. Hal ini bertujuan agar anak dapat merespons lebih baik dan tenang. 

Tidak hanya itu, bila diperlukan, psikolog mungkin akan mencari informasi tambahan kepada orang terdekatnya, termasuk orangtua, saudara, atau bahkan pengasuhnya. 

Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengetahui keluhan yang menjadi pemicu anak mengalami perubahan. 

Apa yang terjadi selama konsultasi dengan psikolog anak?

mengajari anak minta maaf

Saat konsultasi dimulai, seorang psikolog anak akan melakukan wawancara seputar keluhan yang diderita anak.

Ia juga bisa mencari informasi-informasi tambahan yang mungkin didapatkan dari orang sekitar, misal orangtua atau pengasuhnya. 

Setelah melakukan wawancara, psikolog dapat menentukan gangguan yang mungkin diderita si Kecil.

Ia kemudian akan membuat rencana pengobatan yang disesuaikan dengan usia, tingkat keparahan, dan gangguan yang dialami oleh pasien anak.

Berikut ini adalah beberapa pengobatan yang mungkin akan dijalani setelah berkonsultasi dengan psikolog anak. 

1. Psikoterapi 

Psikoterapi atau dikenal dengan terapi bicara adalah cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi masalah yang dialami pasien. 

Hal ini biasanya dilakukan untuk membantu pasien agar mengenali perasaan dengan cara berbicara dengan psikolog secara langsung. 

Pada anak-anak, psikoterapi mungkin bisa dilakukan sambil bermain atau melakukan hal-hal yang disukai anak. 

2. Obat-obatan 

Bila diperlukan, obat-obatan seperti stimulan, antidepresan, obat anticemas, antipsikotik, dan penstabil suasana hati anak mungkin akan diberikan.

Obat-obatan ini dapat meredakan gejala yang mungkin terjadi pada anak. Namun, pemberian obat-obatan harus diawasi oleh seorang psikiater, yaitu dokter yang punya spesialisasi dalam bidang kesehatan jiwa.

Nantinya, psikolog atau psikiater akan memberikan informasi seputar risiko, efek samping, dan manfaat yang mungkin terjadi bila si Kecil melakukan perawatan dengan obat-obatan. 

Yang perlu diingat, untuk mengatasi gangguan psikologis pada anak tidak hanya membutuhkan bantuan dari psikolog maupun psikiater.

Akan tetapi, dukungan dari orang terdekat juga dapat menjadi faktor penentu keberhasilan dari pengobatan yang dilakukan.

Catatan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 28/11/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan