Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Manfaat dan Dosis Konsumsi Minyak Ikan untuk Anak yang Tepat

Apa itu minyak ikan?|Apa saja manfaat minyak ikan untuk anak?|Apakah suplemen minyak ikan aman untuk anak?|Lalu, apakah minyak ikan aman untuk bayi?|Dosis minyak ikan yang direkomendasikan untuk bayi dan anak
Manfaat dan Dosis Konsumsi Minyak Ikan untuk Anak yang Tepat

Pernahkah memberikan minyak ikan untuk anak atau Anda sendiri pernah mengonsumsinya saat masih kecil? Minyak ikan memang memiliki banyak manfaat untuk anak, orang dewasa, sampai ibu hamil. Lalu, apa itu minyak ikan dan seperti apa manfaat suplemen vitamin ini untuk si kecil? Berikut penjelasannya.

Apa itu minyak ikan?

Mengutip dari Mayo Clinic, minyak ikan merupakan suplemen yang mengandung asam lemak omega 3.

Minyak ikan memiliki segudang manfaat mulai dari menunjang aktivitas otot sampai memicu pertumbuhan sel.

Asam lemak omega 3 hanya bisa anak dapatkan dari makanan, zat ini tidak dapat produksi di dalam tubuh.

Oleh karena itu, penting sekali memenuhi kebutuhan omega 3 pada anak, salah satunya melalui minyak ikan.

Mengutip dari Academy of Nutrition and Dietetics, minyak ikan mengandung tiga jenis omega 3, yaitu:

  • Docosahexaenoic Acid (DHA)
  • Eicosapentaenoic acid (EPA)
  • Alpha-linolenic acid (ALA)

EPA dan DHA ditemukan pada berbagai jenis ikan. Sementara ALA sering ditemukan dalam biji-bijian, seperti chia dan kenari.

Namun, sumber asam lemak omega 3 tidak hanya berasal dari ikan. Asam lemak omega 3 bisa Anda temukan pada daging hewan pemakan rumput, seperti sapi, kambing, dan kerbau.

Meski begitu, kandungan asam omega 3 di dalam daging hewan memang tidak setinggi ikan. Makanan dengan kandungan omega-3 terbaik adalah ikan yang mengandung lemak tinggi.

Berbagai jenis ikan ini misalnya, salmon, bandeng, kembung, ikan asin, sarden (bukan kemasan), dan ikan haring.

Apa saja manfaat minyak ikan untuk anak?

Minyak ikan memiliki banyak manfaat untuk semua usia, mulai dari anak-anak, orang dewasa, ibu hamil, sampai lansia.

Di bawah ini manfaat omega 3 untuk anak.

  • Memperkuat kinerja mata.
  • Meningkatkan kemampuan otak untuk mengingat, belajar, serta membuat keputusan.
  • Omega-3 dapat menurunkan peradangan tubuh dan mencegah beberapa penyakit kronis.

Kekurangan omega-3 dapat membuat beberapa fungsi ini melemah. Untuk itu, selalu penuhi kebutuhan omega 3 si kecil.

Untuk lebih jelasnya, berikut manfaat minyak ikan untuk anak:

1. Mengatasi masalah suasana hati anak ADHD

Faktanya, ADHD salah satunya terjadi karena kadar omega 3 dalam tubuhnya sangat sedikit.

ADHD adalah singkatan dari attention-deficit hyperactivity disorder yang merupakan gangguan perkembangan saraf di masa kanak-kanak.

Kondisi ini membuat orangtua perlu mengoptimalkan perkembangan otak dan saraf anak.

Lalu, apa manfaat minyak ikan untuk kesehatan mental anak?

Omega 3 mampu mengatasi masalah suasana hati atau mood dan kesehatan mental seseorang.

Dalam Journal of Child Neurology pada tahun 2012 menunjukkan bahwa mengonsumsi omega 3, khususnya DHA, mampu meningkatkan kerja otak dan perilaku pada anak ADHD.

Minyak ikan mampu bekerja untuk fungsi otak, mengingat dalam otak mengandung 60 persen lemak tak jenuh ganda omega 3 dan omega 6.

Studi tersebut melibatkan anak-anak usia 6-12 tahun dengan kondisi ADHD.

Selain pada minyak ikan, Anda juga bisa menemukan omega 3 dan omega 6 pada sayuran berdaun gelap, kenari, dan biji rami.

Masih dari studi yang sama, ketika anak ADHD mengonsumsi minyak ikan, kemungkinan efek yang akan dirasakan meliputi:

  • Mengubah perilaku
  • Mengurangi hiperaktivitas
  • Membantu meningkatkan perhatian pada anak di bawah usia 12 tahun

Namun, tetap konsultasikan ke dokter untuk informasi dosis dan manfaat lebih lanjut.

2. Mencegah gangguan kecemasan dan depresi

Studi yang berjudul Omega 3 Polyunsaturated Fatty Acids and the Treatment of Depression membuktikan beberapa fakta tentang asam lemak omega 3.

Dalam penelitian disebutkan bahwa asam lemak omega 3 di dalam minyak ikan berperan dalam mengatasi kecemasan dan depresi.

Studi tersebut menunjukkan bahwa minyak ikan bermanfaat untuk mengurangi gejala depresi pada anak dan plasebo.

3. Membantu mengurangi risiko diabetes pada anak

Jurnal Brain Research menerbitkan penelitian tentang minyak ikan yang membantu mengurangi risiko si kecil mengalami diabetes dan penurunan perkembangan kognitif.

Penelitian tersebut menjelaskan bahwa minyak ikan membantu menjaga sel hippocampus dari kerusakan dan mengurangi stres oksidatif.

Sel tersebut yang menjadi penyebab dari komplikasi diabetes tipe dua pada anak, yaitu mikrovaskuler dan kardiovaskular.

Apakah suplemen minyak ikan aman untuk anak?

Suplemen vitamin minyak ikan aman untuk anak konsumsi. Akan tetapi, anak bisa mendapatkan omega 3 dari ikan ia makan yang sehari-hari.

Jika Anda ingin memberikan suplemen vitamin tambahan minyak ikan, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.

Kandungan omega-3 dalam minyak ikan bukan alternatif obat, tetapi berperan sebagai makanan pendamping.

Minyak ikan tinggi akan DHA dan EPA yang baik untuk kesehatan anak. Beberapa makanan yang mengandung minyak ikan dan DHA yang tinggi adalah:

1. Kembung

Selama ini, salmon populer sebagai ikan dengan kandungan asam omega 3 yang tinggi.

Padahal, ikan lokal yang satu ini memiliki kandungan asam omega 3 yang lebih tinggi daripada salmon.

Dalam situs resmi U.S Department of Agriculture, 100 gram ikan kembung mengandung 2,4 gram omega 3, 504 mg EPA, dan 699 mg DHA.

2. Salmon

Ikan yang satu ini sudah sangat terkenal kaya akan omega 3. Dalam 100 gram salmon, mengandung 1,6 gram omega 3 utnuk menunjang perkembangan otak si kecil.

3. Ikan teri

Ukurannya memang sangat kecil, tetapi ikan teri mengandung banyak manfaat untuk anak. Dalam 100 gram ikan teri terkandung 2,13 gram omega 3.

Selain kaya nutrisi, ikan teri juga mudah Anda temukan di pasar tradisional, dan bisa diolah menjadi beragam masakan.

Lalu, apakah minyak ikan aman untuk bayi?

Minyak ikan memang aman untuk anak-anak, orang dewasa, sampai ibu hamil. Namun, tidak demikian untuk bayi.

Mengutip dari American Pregnancy, di masa kehamilan atau setelah melahirkan, ibu hamil bisa rutin mengonsumsi suplemen minyak ikan karena penting untuk perkembangan otak janin dan bayi.

Namun, bayi di bawah 6 bulan tidak disarankan untuk mengonsumsi minyak ikan secara langsung.

Hal ini karena bayi masih harus mengonsumsi ASI. Akan tetapi, bayi masih bisa mendapatkan kandungan minyak ikan dari suplemen atau makanan yang disantap oleh ibunya.

Anda bisa memberikan makanan tinggi minyak ikan saat ia sudah mulai MPASI.

Berbagai jenis ikan, seperti kembung, salmon, teri, bisa Anda olah sebagai menu makanan si kecil.

Dosis minyak ikan yang direkomendasikan untuk bayi dan anak

Dalam satu sendok teh atau 4 ml minyak ikan mengandung:

  • 40,6 kalori
  • 4,5 gram lemak
  • 1084 mg asam lemak omega 3
  • 9,6 mg asam lemak omega 6

Anda bisa melihat di keterangan kemasan minyak ikan untuk si kecil.

Kebutuhan minyak ikan untuk anak bergantung pada usia dan jenis kelaminnya. Kalau ibu membeli suplemen minyak ikan tambahan, ikuti instruksi yang tertera pada kemasan.

National Institutes of Health menyarankan asupan lemak omega 3 pada anak, yaitu seperti berikut.

  • Usia 0-12 bulan: 0,5 gram
  • Umur 1-3 tahun: 0,7 gram
  • Usia 4-8 tahun: 0,9 gram
  • Perempuan 9-13 tahun: 1 gram
  • Laki-laki 9-13 tahun: 1,2 gram
  • Perempuan 14-18 tahun: 1,1 gram
  • Laki-laki 14-18 tahun: 1,6 gram

Anak bisa mendapatkan minyak ikan dan omega 3 dari berbagai macam makanan, seperti ikan berlemak, kacang-kacangan, dan minyak nabati.

Tambahkan berbagai sumber makanan di atas dalam menu makan anak untuk meningkatkan asupan nutrisi yang ia konsumsi.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Melbourne, T. (2020). The Royal Children’s Hospital . Retrieved 6 April 2020, from https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Fish_oils_what_the_research_says/

Do Kids Need Omega-3 Fats?. (2020). Retrieved 25 January 2021, from https://www.eatright.org/food/vitamins-and-supplements/types-of-vitamins-and-nutrients/do-kids-need-omega-3-fats

Sun, L., Hou, X., Xue, S., Yan, F., Dai, Y., & Zhao, C. et al. (2014). Fish oil modulates glycogen synthase kinase-3 signaling pathway in diabetes-induced hippocampal neurons apoptosis. Brain Research, 1574, 37-49. doi: 10.1016/j.brainres.2014.05.050

Milte, C., Parletta, N., Buckley, J., Coates, A., Young, R., & Howe, P. (2012). Eicosapentaenoic and docosahexaenoic acids, cognition, and behavior in children with attention-deficit/hyperactivity disorder: A randomized controlled trial. Nutrition, 28(6), 670-677. doi: 10.1016/j.nut.2011.12.009

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 16/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita