Jenis-jenis Kanker yang Sering Menyerang Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/09/2019 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Sebagai orangtua, kesehatan dan kebahagiaan anak tentu menjadi salah satu prioritas hidup yang tidak bisa dikompromikan. Namun, terkadang ada banyak faktor di luar kuasa Anda yang bisa mengancam kesehatan anak. Salah satunya adalah kanker. Kanker memang tak pandang bulu, dia bisa menyerang siapa saja pada usia berapa pun. Bahkan, data terakhir dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) seperti dilaporkan oleh Tempo pada 2015 menunjukkan bahwa setiap tahunnya ada 4.100 kasus baru kanker pada anak-anak.  

Perbedaan kanker pada anak dan orang dewasa

Kanker yang menyerang anak biasanya berbeda dengan kanker yang ditemui pada orang dewasa. Jika kanker pada orang dewasa umumnya dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat dan berbagai faktor lingkungan, kanker yang sering menyerang anak biasanya muncul karena anak mewarisi perubahan struktur DNA dari orangtua. Perubahan DNA ini terjadi pada sel-sel yang kemudian akan berkembang menjadi sel kanker. Hal ini bisa menyerang anak-anak, bayi, bahkan bayi yang masih berada dalam kandungan. 

Jenis-jenis kanker yang sering menyerang anak

Ada delapan jenis kanker yang paling sering ditemui pada anak-anak. Karena kanker pada anak umumnya tidak disebabkan oleh perilaku atau gaya hidup, sampai saat ini jenis-jenis kanker berikut belum bisa dicegah. Namun, orang tua bisa melihat berbagai gejalanya dan melakukan deteksi dini kanker pada anak.

Leukimia

Jenis kanker anak yang paling sering didiagnosis adalah leukimia, yaitu kanker yang menyerang sumsum tulang dan darah. Dari seluruh kasus kanker anak yang diketahui, sejumlah 30% adalah leukimia sendiri. Dua jenis leukimia yang banyak muncul pada anak adalah leukimia limfositik akut (ALL) dan leukimia mieloid akut (AML). Kanker jenis ini ditandai dengan nyeri tulang dan sendi, perdarahan, pembengkakan perut, dan demam tanpa alasan yang jelas.

Retinoblastoma

Retinoblastoma biasa dikenal sebagai kanker mata. Kanker mata biasanya muncul pada balita usia 2 tahun. Jarang sekali kanker ini ditemui pada anak di atas 6 tahun. Gejala awal retinoblastoma ditandai dengan pupil yang berubah warna dari hitam jadi putih atau pink dan berkurangnya tingkat penghilatan. Semakin lama, mata akan tampak juling hingga menonjol ke luar pada tahap lanjut.

Limfoma

Pembengkakan kelenjar getah bening yang terjadi secara serta-merta perlu Anda waspadai karena hal tersebut merupakan salah satu gejala limfoma atau kanker kelenjar getah bening. Tanda-tanda lainnya adalah demam, berat badan menurun, berkeringat, dan pada beberapa kasus muntah-muntah dan kesulitan bernapas. Kanker ini biasanya menyerang anak di atas usia 5 tahun.

Neuroblastoma

Neuroblastoma adalah kanker saraf yang bisa menyerang berbagai tempat yang berbeda seperti leher, mata, atau perut. Biasanya kanker ini tumbuh pada awal pembentukan sel-sel saraf pada janin. Itulah mengapa neuroblastoma banyak menyerang bayi dan balita sementara anak di atas 10 tahun jarang sekali didiagnosis dengan kanker ini. Gejala neuroblastoma berbeda-beda, sesuai dengan letak sel kanker tersebut hidup. Jika neuroblastoma terjadi pada perut, akan muncul benjolan yang dapat diraba. Sementara itu, neuroblastoma yang muncul pada mata akan menyebabkan turunnya kelopak mata dan pupil mata menyebar.

Tumor otak

Kanker ini menduduki peringkat kedua dari seluruh jenis kanker yang ditemui pada anak, yaitu sejumlah 26%. Tumor otak ditemui pada tempat yang berbeda-beda, tapi biasanya dimulai pada serebelum (otak kecil) dan akan menyerang sistem saraf pusat. Tanda-tanda yang harus diwaspadai adalah rasa mual hingga muntah-muntah, kesadaran yang menurun, dan koordinasi tubuh yang melemah.

Tumor Wilms

Tumor Wilms menyerang satu atau kedua ginjal anak. Kanker jenis ini biasanya didiagnosis pada balita usia 3 sampai 4 tahun dan jarang sekali ditemui pada anak di atas 6 tahun. Gejala yang tampak adalah pembengkakan perut, mual, demam, atau hilangnya nafsu makan.

Rabdomiosarkoma

Kanker otot atau rabdomiosarkoma sering muncul pada sel yang akan tumbuh sebagai otot-otot kerangka (skeletal muscle). Pada anak, kanker ini biasa ditemui pada otot di daerah kepala, leher, mata, prostat, dan vagina. Gejala yang muncul bergantung pada letak sel kanker tapi biasanya ditandai dengan rasa nyeri dan pembengkakan.

Osteosarkoma

Jika tulang anak terasa nyeri dan membengkak, hal tersebut bisa jadi gejala osteosarkoma atau kanker tulang. Sel kanker ini bisa tumbuh pada tulang kaki, lengan, panggul, atau rusuk. Osteosarkoma banyak didiagnosis pada anak yang hampir menginjak usia remaja, tapi tak menutup kemungkinan anak-anak yang lebih kecil terserang kanker jenis ini.

Pengobatan yang tersedia

Bagi anak-anak yang didiagnosis kanker, pengobatan yang tersedia pada dasarnya sama dengan pengobatan yang diberikan pada orang dewasa dengan kanker. Pilihan perawatan dan pengobatan dipengaruhi beberapa faktor seperti stadium dan jenis kanker. Biasanya pada stadium awal kanker masih dapat dioperasi dan diangkat supaya tidak menyebar. Namun, jika sudah semakin parah, kemoterapi atau terapi radiasi (radioterapi) bisa membantu membunuh atau memperlambat pertumbuhan sel kanker pada tubuh.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . 8 menit baca

    4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

    Setelah melakukan pengobatan yang cukup panjang dan kanker dinyatakan sembuh, rasanya sangat melegakan. Namun, bagaimana kalau kanker kembali muncul?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Hidup Sehat, Tips Sehat 21/06/2020 . 6 menit baca

    Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

    Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . 5 menit baca

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . 5 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
    ruam susu bayi

    Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
    pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca