Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cermati Beragam Gejala Kanker Mata Pada Anak, Supaya Bisa Terdeteksi Dini

Cermati Beragam Gejala Kanker Mata Pada Anak, Supaya Bisa Terdeteksi Dini

Kanker mata (retinoblastoma) adalah salah satu jenis kanker mata yang menyerang bagian retina, yakni jaringan saraf di belakang bola mata. Retinoblastoma paling banyak diderita oleh anak-anak usia dini. Itu sebabnya sebagai orangtua, Anda harus paham betul dengan ciri-ciri yang menunjukkan adanya kanker mata pada anak.

Apa saja ciri yang menandakan kanker mata pada anak?

1. Pupil berwarna putih (leukocoria)

Kondisi ini merupakan ciri paling umum dari kanker mata pada anak. Normalnya saat diterangi cahaya, pupil (lingkaran di tengah mata) akan berwarna kemerahan karena adanya pembuluh darah di belakang mata. Namun dalam kasus retinoblastoma, pupil justru berwarna merah muda atau bahkan putih.

Ini bisa saja terjadi karena pupil bersifat tembus cahaya sehingga kanker yang ada di mata anak dapat terlihat dengan mudah.

2. Mata juling

Strabismus atau mata juling adalah kondisi ketika kedua bola mata tidak bergerak ke arah yang sama. Salah satu mata bisa mengarah ke dalam atau ke luar dengan tidak menentu. Jika terus dibiarkan kondisi ini bisa mengarah pada mata malas karena saraf pada mata dan otak tidak mampu bekerja dengan baik.

3. Mata merah

Sakit mata biasanya ditandai dengan kemerahan yang terjadi di bagian putih mata. Namun dalam kasus retinoblastoma, kemerahan ini tidak selalu diiringi dengan rasa sakit atau perih. Anak bisa saja merasa mata dalam kondisi sehat, hanya saja terlihat memerah.

4. Penglihatan memburuk

Ciri kanker mata pada anak bisa ditandai dengan kemampuan penglihatan yang semakin memburuk. Anak mungkin akan mengeluhkan kalau penglihatannya sudah tidak sebaik dulu.

Mulai dari kesulitan untuk melihat suatu objek dengan jelas hingga tidak mampu untuk mengontrol gerakan mata. Gerakan mata biasanya akan sulit terkontrol jika kerusakan dialami oleh kedua mata.

operasi mata juling

Beberapa tanda dan ciri-ciri lainnya

Selain itu, kondisi bola mata yang membesar, perdarahan pada mata, perbedaan warna pada iris (bagian yang memberi warna mata), adalah tanda-tanda lainnya yang bisa juga muncul untuk memperkuat adanya kanker mata pada anak.

Berbagai tanda dan ciri-ciri yang telah disebutkan sebelumnya, memang tidak selalu mengindikasikan adanya retinoblastoma. Namun jika Anda khawatir saat anak mengalami satu atau lebih ciri di atas, jangan tunda untuk segera mengonsultasikannya pada dokter mata guna mendapatkan perawatan sedini mungkin.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Whait Is Retinoblastoma? https://www.webmd.com/cancer/what-is-retinoblastoma#1 Accessed on August 7th 2018.

Retinoblastoma (Eye Cancer In Children). https://www.nhs.uk/conditions/retinoblastoma/ Accessed on August 7th 2018.

Signs and Symptoms of Retinoblastoma. https://www.cancer.org/cancer/retinoblastoma/detection-diagnosis-staging/signs-and-symptoms.html Accessed on August 7th 2018.

Retinoblastoma. https://kidshealth.org/en/parents/retinoblastoma.html Accessed on August 7th 2018.


Artikel terkait


Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 12/04/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x