Bisakah Kanker Payudara Menyerang Anak?

    Bisakah Kanker Payudara Menyerang Anak?

    Kanker payudara menempati angka tertinggi pada kasus penyakit kanker di Indonesia. Berdasarkan data Global Cancer Observatory yang dirilis World Health Organization (WHO), jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 65.858 pada 2020. Adapun penyakit ini umumnya terjadi pada wanita dewasa. Namun, bisakah kanker payudara terjadi pada anak?

    Mungkinkah kanker payudara menyerang anak?

    Kanker payudara ditandai dengan adanya sel abnormal (tumor) pada jaringan payudara. Meski bisa terjadi pada pria dan wanita, jumlah wanita yang mengidap penyakit ini lebih banyak.

    Kanker ini paling umum menyerang wanita pada usia 15 hingga 39 tahun. Meski demikian, sel abnormal juga bisa tumbuh pada jaringan payudara anak, baik laki-laki maupun perempuan.

    Lalu, apakah sel abnormal di payudara itu selalu bersifat kanker? Faktanya, kebanyakan kasus tumor payudara pada anak adalah fibroadenoma yang biasanya bukan kanker.

    Fibroadenoma adalah tumor payudara jinak. Tumor ini berbentuk benjolan seperti kelereng di bawah kulit sekitar payudara yang mudah digerakkan.

    Pada kebanyakan kasus, kondisi ini tidak menimbulkan rasa sakit dan bisa menyusut dengan sendirinya seiring dengan pertambahan usia.

    Meski begitu, fibroadenoma tetap memiliki risiko berubah menjadi kanker sewaktu-waktu. Ini biasanya terjadi jika tumor mengubah jaringan payudara dan ukurannya terus membesar.

    Risiko kanker payudara pun semakin tinggi jika anak memiliki fibroadenoma dengan jenis tumor phyllodes.

    Tumor yang bermula dari jaringan ikat payudara ini bisa tumbuh membesar dengan cepat, bahkan dalam beberapa kasus berubah menjadi kanker.

    Oleh karena itu, anak yang memiliki tumor payudara pun tetap perlu mendapat pengawasan dari dokter.

    Mengenal ciri-ciri dan tanda kanker payudara pada anak

    kanker darah pada anak

    Kanker payudara adalah jenis penyakit kanker pada anak yang jarang terjadi.

    Adapun gejala kanker payudara yang timbul tidak selalu bersifat kanker dan seringnya bukanlah suatu kondisi yang serius.

    Meski demikian, Anda perlu tetap waspada jika anak mengalami gejala atau perubahan tertentu pada payudaranya.

    Dokter akan mencari tahu apakah perubahan ini terkait dengan kanker atau kondisi lainnya di payudara.

    Secara umum, berikut adalah gejala atau ciri-ciri yang bisa menjadi tanda kanker atau kondisi lainnya di payudara anak.

    • Munculnya benjolan di sekitar payudara atau di bawah ketiak anak.
    • Perubahan ukuran atau bentuk payudara anak.
    • Adanya kerutan seperti tekstur kulit jeruk di kulit payudara.
    • Puting yang seharusnya keluar malah masuk ke dalam.
    • Terjadi pembengkakan atau kemerahan pada payudara, puting, maupun areola (area gelap di sekitar puting susu).
    • Keluarnya cairan dari puting yang bukan ASI, misalnya darah.

    Apa penyebab kanker payudara pada anak?

    Sama seperti kanker pada umumnya, kanker payudara terjadi karena adanya pertumbuhan sel yang abnormal di jaringan payudara. Namun, penyebab tumbuhnya sel abnormal ini tidak begitu diketahui.

    Meski demikian, melansir laman National Cancer Institute, beberapa faktor bisa meningkatkan risiko anak-anak, remaja, dan orang dewasa muda mengalami kanker payudara.

    Berikut adalah faktor-faktor risiko tersebut.

    • Pernah menjalani pengobatan radioterapi di area payudara atau dada untuk mengobati jenis kanker lain, seperti limfoma Hodgkin.
    • Memiliki riwayat penyakit kanker yang dapat menyebar ke payudara, seperti anak yang mengalami leukemia, rhabdomyosarcoma, sarkoma jaringan lunak, atau limfoma.
    • Riwayat keluarga, seperti ibu, ayah, atau saudara kandung, dengan kanker payudara.
    • Perubahan atau mutasi genetik yang diwariskan oleh orangtua, seperti BRCA1 atau BRCA2, maupun gen lain yang meningkatkan risiko kanker payudara.

    Meski demikian, perlu Anda pahami, anak dengan faktor risiko tersebut belum tentu akan mengalami tumor atau kanker payudara pada kemudian hari.

    Sebaliknya, seorang anak juga mungkin mengalami kanker atau tumor tanpa faktor risiko yang diketahui.

    Namun, jika Anda khawatir, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter jika anak memiliki satu atau lebih dari faktor risiko tersebut.

    Dokter akan memberi saran terbaik untuk menjaga kesehatan anak serta sebisa mungkin mengurangi kemungkinan terjadinya tumor atau kanker.

    Bagaimana dokter mendiagnosis kondisi ini?

    sindrom tourette adalah

    Jika anak memiliki ciri-ciri seperti di atas, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan apakah gejala tersebut terkait dengan kanker atau tumor payudara, atau penyakit pada anak lainnya.

    Berikut adalah beberapa tes pemeriksaan yang umumnya dokter rekomendasikan.

    Tidak semua tes pemeriksaan tersebut perlu anak Anda lakukan. Konsultasikan dengan dokter untuk jenis pemeriksaan yang tepat.

    Bagaimana cara mengobati kanker payudara pada anak?

    Kanker payudara dapat diobati dengan berbagai cara. Pengobatan kanker payudara akan disesuaikan dengan jenisnya dan seberapa jauh sel kanker telah menyebar.

    Adapun prosedur pengobatannya tidak berbeda jauh dengan orang dewasa.

    Berikut adalah beberapa bentuk pengobatan kanker payudara yang umum untuk anak.

    • Pengawasan. Dokter akan memantau kondisi anak Anda untuk melihat apakah tumor membesar atau menghilang dengan sendirinya.
    • Operasi. Bila membesar, tindakan operasi mungkin akan dokter lakukan untuk mengangkat jaringan kanker, bukan seluruh payudaranya.
    • Radioterapi. Terapi menggunakan sinar-X berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker dan mencegahnya tumbuh.

    Selain tiga jenis pengobatan yang umum, dokter juga mungkin dapat merekomendasikan bentuk perawatan lainnya, misalnya terapi target.

    Terapi target adalah jenis pengobatan menggunakan obat-obatan atau zat lain untuk menyerang sel kanker tertentu.

    Ini mirip dengan kemoterapi, tetapi lebih sedikit menyebabkan kerusakan pada sel-sel normal.

    Memilih pengobatan kanker payudara pada anak mungkin tidak mudah.

    Lakukan konsultasi pada dokter onkologi (spesialis kanker) dan dokter anak tentang pilihan perawatan yang tepat untuk anak sesuai kondisinya.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Breast cancer – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 15 November 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-cancer/symptoms-causes/syc-20352470

    Breast Lumps in Girls and Teens. Massachusetts General Hospital. (2021). Retrieved 15 November 2021, from https://www.massgeneral.org/children/gynecology/breast-lumps-in-children

    Childhood Breast Cancer Treatment (PDQ®)–Patient Version. National Cancer Institute. (2021). Retrieved 15 November 2021, from https://www.cancer.gov/types/breast/patient/child-breast-treatment-pdq

    Fibroadenoma – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 15 November 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fibroadenoma/symptoms-causes/syc-20352752

    Fibroadenomas of the Breast | American Cancer Society. Cancer.org. (2021). Retrieved 15 November 2021, from https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/non-cancerous-breast-conditions/fibroadenomas-of-the-breast.html

    Indonesia. Gco.iarc.fr. (2021). Retrieved 15 November 2021, from https://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheets.pdf

    Phyllodes Tumors – Johns Hopkins Kimmel Cancer Center. Hopkinsmedicine.org. (2021). Retrieved 15 November 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/kimmel_cancer_center/cancers_we_treat/breast_cancer_program/treatment_and_services/rare_breast_tumors/phyllodes_tumors.html

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui Nov 22, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita