Periode Perkembangan

Info Lengkap Tentang Vaksin Hepatitis B untuk Bayi Baru Lahir

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum.

Vaksin merupakan bagian dari proses imunisasi, yaitu penyuntikkan kekebalan tubuh buatan dengan pemberian antigen ke dalam tubuh seseorang untuk merangsang pembentukan antibodi terhadap penyakit tertentu. Vaksin hepatitis B merupakan salah satu imunisasi wajib yang perlu dilakukan orangtua pada anaknya yang baru lahir.

Apa pentingnya vaksin hepatitis B pada bayi baru lahir?

Virus Hepatitis B telah menginfeksi sejumlah 2 miliar orang di dunia, dan sekitar 240 juta orang diantaranya menjadi pengidap hepatitis B kronis. Dilansir dari Detik, pada tahun 2007, angka kejadian hepatitis B kronis di Indonesia mencapai 5 hingga 10 persen dari total penduduk atau setara dengan 13,5 juta penderita. Jumlah ini membuat Indonesia menjadi negara ke-3 di Asia yang penderita hepatitis kronisnya paling banyak. Oleh karena itu, penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini dengan melakukan imunisasi sejak dini.

Hepatitis B adalah infeksi virus yang dapat menyebabkan infeksi hati kronis. Penyakit ini termasuk penyakit yang sangat menular dan banyak orang yang terinfeksi pada masa kanak-kanak. Penyakit ini ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lainnya. Namun, bayi yang baru lahir berisiko tinggi terkena hepatitis B dari ibu yang sudah terinfeksi virus hepatitis B melalui persalinan baik normal maupun caesar.

Itu sebabnya, para dokter dan ahli kesehatan lainnya yang merekomendasikan vaksin hepatitis pada bayi yang baru lahir untuk mencegah pengembangan dan penularan penyakit ini. Pasalnya, sekitar 30-40 persen infeksi menular dari orang yang sama sekali tidak memiliki faktor risiko infeksi.

Selain itu, ibu yang menderita hepatitis B sering kali tidak sadar dirinya terkena penyakit tersebut karena tidak ada gejala yang dirasakan. Oleh karena itu memberikan vaksin saat kelahiran menjadi cara terbaik yang bisa diambil.

Vaksin ini juga dilakukan tanpa pengecualian, termasuk pada ibu yang negatif terinfeksi hepatitis B. Vaksin hepatitis B melindungi anak Anda dari virus hepatitis B, yang dapat menyebabkan kerusakan hati hingga kematian. Tak hanya itu, pemberian vaksin saat lahir juga membantu mengurangi risiko anak terkena hepatitis B di masa kecil yang mungkin di tularkan oleh orang sekitarnya.

Jadwal pemberian vaksin hepatitis B

Dikutip dari website Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jadwal vaksin hepatitis B pertama (monovalen) paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dengan didahului pemberian suntikan vitamin K1 minimal 30 menit sebelumnya. Jadwal pemberian vaksin HB monovalen yakni di usia 0, 1, dan 6 bulan. Bayi yang lahir dari ibu HBsAg positif, diberikan vaksin HB dan imunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada bagian tubuh yang berbeda.

Apabila diberikan HB kombinasi dengan DTPw, maka jadwal pemberian vaksin pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Apabila vaksin HB kombinasi dengan DTPa, maka jadwal pemberian pada usia 2, 4, dan 6 bulan.

Sementara itu, dosis dan jadwal vaksin pada bayi prematur sama dengan bayi yang cukup bulan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada bayi prematur, yaitu:

  • Kekuatan kekebalan tubuh pasif melalui penularan secara maternal pada bayi prematur lebih rendah dibandingkan dengan bayi yang cukup bulan.
  • Apabila berat badan bayi sangat kecil, yakni kurang dari 1.000 gram, imunisasi diberikan setelah berat badan pada bayi mencapai 2.000 gram atau saat bayi berumur 2 bulan.
  • Imunisasi hepatitis B1 diberikan pada umur 2 bulan atau lebih, kecuali jika ibu memiliki HBsAg positif.

Efek samping vaksin hepatitis B

Biasanya, beberapa anak akan mengalami demam ringan dan rasa nyeri di bagian tangan yang disuntik. Namun, jika ternyata bayi memiliki reaksi alergi maka Anda wajib meminta penanganan segera. Seorang anak yang memiliki reaksi alergi yang mengancam nyawa terhadap vaksin hepatitis B yang diberikan pada dosis sebelumnya tidak boleh diimunisasi hepatitis B lagi.

Biaya vaksin hepatitis B

Pada dasarnya biaya vaksin hepatitis B bergantung pada masing-masing rumah sakit. Namun, kisaran biaya untuk sekali suntik pada saat lahir berkisar antara 120-180 ribu rupiah. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa menanyakan hal ini pada rumah sakit atau rumah bersalin di mana Anda melahirkan.

Penting untuk diingat, meski anak kecil sering kali tidak menunjukkan gejala saat terkena infeksi hepatitis B, tapi risiko anak akan mengalami masalah hepatitis kronis cukup tinggi. Faktanya, 90 persen anak yang terkena hepatitis sebelum berusia 12 bulan akan mengalami hepatitis kronis. Hingga kini belum ada obat untuk hepatitis B kronis dan hanya sedikit perawatan yang dapat diandalkan. Oleh karena itu, memberikan vaksin hepatitis B pada anak sejak lahir merupakan cara terbaik untuk mencegahnya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca